Sunday, December 25, 2022

Sejarah Batara Guru menjadi Mahadewa

   Legenda Mahadewa 

Kisah ini menceritakan tentang Batara Guru yang menjelma sebagai seorang Pertapa bernama resi Mahadewa buda untuk mengajarkan agama dan tata cara kehidupan kepada para penduduk pulau Jawa.

Kemudian mendirikan Kerajaan Medang Kamulan dan menjadi raja bergelar Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha di Kahyangan Jonggring Saloka Batara Guru dihadapkan cara Narada dan para Putra yaitu Batara Sambu Batara Brahma Batara Indra Batara Bayu dan Batara Wisnu mereka membicarakan tentang orang-orang keling Benggala dan syam yang telah berkembang biak di Pulau Jawa selama 100 tahun 

pada mulanya mereka yang datang bersama ampuh sengkala masih tekun beribadah Sesuai ajaran agama Hai namun kini anak keturunan Mereka banyak yang tidak beriman dan hanya sibuk mencari makan atau berkembang biak saja tidak lama kemudian Sang Hyang pada wenang datang dari Kahyangan awal-awal Gumitir Hai pacar aku menghaturkan sembah dan menceritakan keadaan pulau Jawa yang penduduknya saat ini sudah jauh dari agama dan hidup seperti hewan saja Sanghyang pada pernah merasa sangat prihatin mendengarnya maka ia pun memerintahkan Batara Guru Supaya pergi ke pulau jawa untuk mengajarkan ilmu agama kepada para penduduk disana hai hai Hai Batara Guru mematuhi perintah tersebut dan menyerahkan kepemimpinan Kahyangan Cungkring Salahkah untuk sementara waktu kepada Batara Sambu dengan didampingi Batara Narada Noah para kru menjelma menjadi resi Mahadewa Hai sebelum berangkat ke pulau Jawa Bakara guru lebih uh berpamitan kepada sang istri yaitu Batari Uma Ranti Ia juga meninggalkan lebuh Andini di Kahyangan jonggring salaka untuk menemani bakar ra Umar [Musik] Hai setelah dirasa cukup Batara Guru lalu menjelma menjadi seorang resi dengan menyembunyikan segala bentuk Caca tubuhnya seperti berlengan empat bertaring berkaki pincang dan terlahir pelangi-pelangi Hai nama gelar yang ia pakai adalah resi Mahadewa Budha Hai Razi Mahadewa Buddha pun berangkat ke pulau Jawa dan Mulai mengajarkan agama Dewa parah penutup yang berusia tua menyambut gembira kedatangan sang resi karena mereka samar-samar masih teringat tentang agama yang pernah dianut para leluhur yang dulu datang ke pulau Jawa bersama empuk sengkala sementara itu para penduduk yang berusia muda pun belajar agama mulai dari awal tidak hanya itu selain bangsa manusia juga banyak pula jenis makhluk lain yang ikut pelajaran agama Dewa kepada resi Mahadewa muda mereka adalah kaum raksasa siluman bahkan segala jenis binatang pun banyak pula yang berguru kepadanya Hai Setelah berkelana menjelajahi pulau jawa untuk mengajarkan agama resi Mahadewa Buddha lalu membangun sebuah Padepokan di Gunung kamula sebagai tempat tinggalnya Hai dipakai program tersebut ia menerima murid dan pengikut yang semakin banyak jumlahnya dan juga beraneka ragam jenisnya Hai Arashi Mahadewa kuda mendirikan Kerajaan Medang Kamulan Hai setelah mengajarkan ilmu agama selama 40 tahun resi Mahadewa Buddha menerima kedatangan Batara Narada dari tanah instan Hai yang menyampaikan perintah sang yang pada benang supaya mengajarkan pula tata cara pemerintahan kepada masyarakat Jawa yang sudah semakin berkembang kehidupannya itu [Musik] maka Batara Guru pun mengubah Padepokan di Gunung kamolan menjadi sebuah pusat pemerintahan yang diberi nama kerajaan Medang Kamulan Ia menjadi raja di sana dengan bergelar Sri Paduka Raja Mahadewa Budha sedangkan Batara Narada menjadi menteri utama bergelar Pati Narada Hai kisah sensasi tunanetra memohon keadilan Hai Pada suatu hari Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha menerima kedatangan seorang penduduk bernama Sena yang menghadap memohon keadilan ia mengeluh mengapa Tuhan Yang Mahakuasa menciptakan dirinya tidak sempurna Yaitu menderita tuna netra sejak lahir sebagai Sukaraja Mahadewa kuda menasehati agar channel tidak mencela ciptaan Tuhan Hai namun Sena terus-menerus memohon supaya diberi mata yang lebar agar bisa melihat pemandangan dunia Hai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha pun mengabulkannya Sena berterimakasih dan meninggalkan pertemuan tidak lama kemudian Sena kembali lagi datang menghadap Sri Paduka Raja Mahadewa kuda dan mengeluh ternyata memiliki mata lebar tidaklah enak karena mudah kemasukan debu ia memohon agar diberi mata yang sempit saja Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha mengabulkannya Hai Sena pun boleh Terima kasih dan mohon pamit keluar ruangan Hai namun baru saja berada diluar istana Sena terjatuh karena matanya silau melihat halilintar menyambar di angkasa Ia pun kembali Menghadap dan memohon kepada Sri Paduka Raja Mahadewa kuda supaya makanya dikembalikan buta saja Sri Paduka Raja Mahadewa muda mengabulkannya dan memberikan nasehat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa telah menciptakan setiap makhluk hidup dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing [Musik] Hai apa yang sangat diinginkan oleh seseorang belum tentu menjadi sumber kebahagiaannya dan apa yang tidak disukai seseorang belum tentu menjadi sumber penderitaannya wuik aada bagian tubuh yang memiliki kekurangan tentu ada bagian tubuh lain yang memiliki kelebihan Hai Sena merenungkan nasehat tersebut dan ia pun mendapatkan pencerahan setelah meninggalkan istana Medang kamolan Ia banyak belajar ilmu pengobatan dan akhirnya menjadi seorang hukum yang memberikan pengobatan kepada masyarakat luas Sri Paduka Raja Mahadewa pudak memindahkan Medang Kamulan setelah lima tahun bertahta di Gunung Kamulan Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha teringat dulu ia pernah dikejar-kejar burung dara berpisah ciptaan Nabi Isa sehingga tindak ke pulau Jawa dan membangun sebuah Kahyangan baru di Gunung Mahendra Hai Kahyangan tersebut diberi nama kyangan Argo tumila dan kini menjadi tempat kosong Setelah lama ditinggalkan ia teringat pada kenangan tersebut Sri Paduka Raja Mahadewa kuda ingin sekali memindahkan pusat Kerajaan Medang kamolan dari gunung Kemulan ke gunung Mahendra tersebut Hai demikianlah Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha dengan dipangku batik naradha dan para menteri pun membangun kembali bekas Kayangan Argo dumilah di puncak gunung Mahendra menjadi sebuah istana yaitu pusat Kerajaan Medang kamolan yang baru istana yang baru ini tentu saja jauh lebih indah dan lebih megah daripada istana lama diumumkan bulan Hai Medang kamolan diserang kerajaan gua go bajra Pada suatu hari Sri Paduka Raja Mahadewa buka melihat cahaya Kemilau there arah laut selatan Hai Fatih Narada pun dikirim untuk pergi menyelidiki ternyata cahaya itu berasal dari seorang Pertapa raksasa bernama Begawan danau [Musik] hai ketika ditanya apa tujuannya bertanya ia menjawab ingin dijadikan Maha RSI bujangga Kerajaan Medang Kamulan [Musik] Hai Fatih naradha lalu membawanya pergi menemui Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha Sri Paduka Raja Mahadewa kita menerima Patih Narada yang datang membawa pegawai andanu Hai setelah memberikan beberapa ujian kecerdasan Sri Paduka Raja tertarik dan menyukai ilmu pengetahuan yang dimiliki Begawan Danu Hai maka Pertapa raksasa itu pun dikabulkan keinginannya yaitu diangkat menjadi Maha RSI bujangga Kerajaan Medang Kamulan Hai tidak lama kemudian tiba-tiba datang serangan dari kerajaan gua Go bajra yang dipimpin Raja raksasa bernama Prabu dan Oka anak bekawan Danu Hai rupanya telah terjadi salah paham dimana Prabu dan Oka mengira ayahnya ditangkap batik naradha untuk dimasukkan penjara karena senyum ketika pertempuran rame tersebut berlangsung bekawan Danu muncul dan langsung melerai setelah segala kesalah pahaman dijelaskan Prabu dan khas sangat malu dan memohon ampun kepada Sri Paduka Raja Mahadewa Budha [Musik] Hai Sri Paduka Raja Mahadewa kuda mendapatkan sepasang raksasa kembar Hai diantara pasukan Prabu kanuka ada dua orang raksasa kembar bernama Ditya cingkarabala dan di tiap balaupata yang menarik perhatian Sri Paduka Raja Mahadewa Budha Hai kedua raksasa kembar itu adalah putra Patih Copa tanah menteri utama pengikut Prabu dan Hai rupanya Sri Paduka Raja Mahadewa gudang sangat terkesan melihat kekuatan dan kesaktian sepasang raksasa kembar tersebut saat bertempur melawan pasukan nya tadi Ia pun meminta mereka supaya tetap tinggal di Gunung Mahendra sebagai penjaga pintu gerbang Kerajaan Medang Kamulan [Musik] Pati coba sana sangat senang dan mengizinkan jika kedua putranya diterima menjadi nabi seri Paduka Raja Mahadewa Slank Hai kedua raksasa Kembara itu pun menurut dan patuh terhadap perintah tersebut [Musik] Hai maka Sejak saat itu mereka pun menjadi sepasang Abdi penjaga pintu gerbang Kerajaan Medang Kamulan Hai Kerajaan Medang Kamulan kembar dua Sri Paduka Raja Mahadewa Budha di kerajaan Medang kamolan dihadap batik naradha serta para resi dan punggawa yang disebut kaum jawaban mereka membicarakan adanya berita bahwa bekas Kerajaan Medang kamolan yang lama di Gunung kamolan telah diduduki seorang raja dari tanah Hindustan bernama Prabu Sri Raja turunnya Hai tidak lama kemudian datang utusan Prabu Sri Raja purba yang bernama batikraja sabyam menyampaikan surat tantangan dari rajanya berangkatlah Hai surat tantangan itu menyebutkan bahwa apabila Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha kalah perang Hai maka Kerajaan Medang Kamulan di Gunung Mahendra harus diserahkan untuk menjadi satu dengan Medang kamolan di Gunung Kamulan Hai setelah menyampaikan surat tersebut Fatih race saatnya lalu mundur dan kembali ke perkemahan rajanya untuk menghadapi tantangan tersebut Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha segera memerintahkan Patih Narada mempersiapkan pasukan Jawa Tengah Gunung Mahendra [Musik] Hai setelah dirasa cukup pertemuan pun dibubarkan Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha mengalahkan Prabu Sri Raja Durga Hai pertempuran pun terjadi antara pasukan Medang kamolan gunung Mahendra melawan pasukan Medang kamolan gunung kamula Hai setelah kedua pihak kalah dan menang silih berganti akhirnya Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha turun Sendiri ke medan perang menghadapi Prabu Sri raja turda Hai terjadilah pertarungan sengit yang cukup lama dimana akhirnya Prabu Siraja Durga dapat diperlukan dan menyerah kalah-menang Hai ternyata Prabu Sri Raja Durga dan Patih Rajasa dia tidak lain adalah penjelmaan kedua istri pacar aku sendiri yaitu Batari Uma Ranti dan Batari Parwati Hai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha bertanya Mengapa mereka menyamar sebagai laki-laki dan menantang perang seperti ini Halo Pak Cariu Marathi menjawab bahwa dirinya telah dihasut oleh lembu Andini supaya memberontak kepada Sri Paduka Raja Mahadewa kuda Alliance Batara Guru yang kini bertahta di pulau Jawa Hai lampu Andini dikutuk menjadi pelangi Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha sebenarnya sudah lama curiga bahwa lembu Handini masih menyimpan dendam atas kekalahannya dulu dan selama ini terpaksa bersedia menjadi kendaraan baginya Hai Selain itu lampu Andini juga memendam perasaan kesal karena Batara Guru telah mengutuk Batari Uma you menjadi raksasa nah Itulah sebabnya dalam penjelmaan sebagai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha kali ini pacar aku sengaja tidak mengecat serta numbuh Andini tetapi meninggalkannya di Kahyangan jonggring salaka Hai pacar aku ingin melihat apakah tumbuhan ini akan terbongkar sifat aslinya atau tidak Hai ternyata kecurigaannya itu kini telah terbukti nyata [Musik] Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha kemudian mengerahkan Aji pameling membuat lembu Andini seketika hadir dihadapannya lembu Handini ketakutan dan serba salah melihat Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha telah mengetahui bahwa dirinya yang menghasut Batari Uma Ranti dan bakteri Parwati untuk melakukan pemberontakan namun bagaimanapun juga Ia harus rela menerima hukuman dari Sang Raja Dewa Hai meskipun lembu Handini mengakui kesalahannya namun Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha tetap tidak lupa atas semua jasa-jasanya Maka sebagai hukuman lembu Handini pun dipecat sebagai kendaraan dan dikutuk menjadi pelangi supaya tetap bisa bermanfaat bagi Kahyangan [Musik] Hai yaitu sebagai tangga tapi para Bidadari apabila turun ke bumi Hai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha kemudian mengampuni kesalahan bacaleg Meranti dan Batari Parwati serta menerima mereka sebagai permaisuri di Medang kamolan gunung Mahendra Batari Meranti lalu diberi nama gelar menjadi dewi Maheswari sedangkan bakteri Parwati menjadi dewi sate Hai Sri Paduka Raja Mahadewa buka menaklukkan lembu Anda nah Hai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha memerintahkan para Jawa tahu untuk mencari sapi yang mirip dengan lembu Andini sebagai kendaraan pengganti [Musik] sepasang raksasa penjaga gerbang yaitu Batara cingkarabala dan Batara balaupata melaporkan bahwa mereka memiliki saudara tiri berwujud sapi jantan bernama lembu Andana yang juga satu seperti lembu Andini Hai lembuan dana tersebut adalah putra Aditya Koba tanah yang lahir dari Dewi sungkawa sedangkan Batara cingkarabala dan Batara balaupata lahir dari Dewi ama Tri Hai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha lalu mengirim pasukan Medang kamolan untuk menjemput lepuhan dana yang saat ini sedang bertapa ke gunung kamput Hai begitu mengetahui dirinya akan dijadikan sebagai kendaraan lampu antara Pun bangun dari tabel dan mengamuk menghadapi para prajurit Jawa tersebut di dalam waktu singkat pasukanmu tank kamolan dibuat kocar-kacir dan berlarian kembali ke gunung Mahendra Hai setelah menerima laporan Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha memutuskan berangkat sendiri ke gunung kampuh untuk menangkap lembu Anda nah Hai maka terjadilah pertarungan sengit antara mereka berdua [Musik] setelah bertempur cukup lama lembu Handana akhirnya menyerah kalah dan tumbuh menjadi kendaraan Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha melihat wujud lepuhan dana sangat mirip dengan lembu Handini hanya berbeda jenis kelamin saja Hai jika lembu Andini berkelamin betina maka lembu Anda mah berkelamin jantan Kai Oleh karena itu lampu Handana pun diganti namanya menjadi lembu Handini dan sejak itu resmi menjadi kendaraan Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha jika kelak kembali ke Kahyangan kalau Hai Sri Paduka Raja Mahadewa budak memaksakan Hai pada suatu malam Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha bermimpi menemukan sebongkah permata di puncak gunung Mahendra [Musik] Hai dan esok harinya ternyata ia benar-benar menemukan Permata tersebut maka ia lalu mengumkan barangsiapa mimpi melakukan sesuatu maka esok harinya harus mewujudkan mimpi tersebut Hai misalnya jika ada orang yang bermimpi mandi maka esoknya ia harus mandi seperti bada Mimpi Nah itu Hai peraturan perundang membuat rakyat menjadi gembira sekaligus resah [Musik] Hai mereka yang perminggu bagus tentu akan merasa senang sedangkan yang bermimpi buruk pasti akan merasa susah [Musik] misalnya ada Kijang bermimpi dimangsa harimau maka esok harinya ia harus merelakan diri untuk diterkam harimau namun Sri Paduka Raja Mahadewa kuda ternyata melakukan perbuatan tidak adil Hai Pada suatu hari ada seorang raksasa bernama Ditya admira yang memiliki anak perempuan bernama Ken Hai mereka menghadap ke matang Kamulan karena Ken Waptrick semalam bermimpi menjadi istri Sri Paduka Raja Mahadewa Budha Hai Sri Paduka Raja Mahadewa kuda bersedia melaksanakan mimpi tersebut Hai namun Ia juga mengaku telah bermimpi hanya sebentar saja menjadi suami Ken Waptrick Karena untuk selanjutnya Ken Latri menjadi istri Batara cingkarabala Hai mau tidak mau Ditya Amira dan Ken Waptrick pun melaksanakan keputusan tersebut maka dilaksanakanlah pernikahan antara Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha dengan Ken Waptrick yang kemudian disusul dengan pernikahan Ken Waptrick dengan Batara cingkarabala saat itu juga [Musik] Sri Paduka Raja Mahadewa kuda kembali menjadi Batara Guru tersebut Langsa ekor bunglon bijaksana yang merasa prihatin mendengar keluh-kesah penduduk Medang kamolan yang terdiri dari berbagai jenis makhluk hidup itu Hai para penduduk manusia raksasa gandarwa siluman dan binatang banyak yang kecewa terhadap kewajiban melaksanakan mimpi yang telah ditetapkan Sri Paduka Raja Mahadewa Budha [Musik] Hai Si Bunglon dapat merasakan bahwa kebijaksanaan Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha jauh menurun setelah kedatangan Dewi Maheswari dan devisa hai sang raja yang lama tidak berjumpa kedua istrinya itu Kini lebih banyak bersenang-senang untuk memuaskan keinginan sehingga tidak lagi memimpin Kerajaan Medang Kamulan dengan baik maka setelah memperlakukan tekad Si Bunglon memberanikan diri datang ke gunung Mahendra menghadap Sri Paduka Raja Mahadewa Oh iya Menyampaikan keluhan para penduduk bahwa kewajiban melaksanakan mimpi adalah keputusan yang Sangat memberatkan dan tidak masuk akal Hai bagaimanapun juga Tidak semua mimpi adalah petunjuk Tuhan bahkan banyak diantaranya hanyalah Bunga Tidur pelaka [Musik] Hai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha merasa sangat malu melihat ada seekor bunglon telah menegur kebijaksanaannya yang dirasa memang tidak masuk akal Hai maka ia pun memutuskan kembali menjadi Batara Guru dan pergi meninggalkan pulau Jawa Batara Narada battery Umar anti-bakteri Parwati Batara cingkarabala batara balaupata dan para jawata lainnya juga ikut serta meninggalkan kerajaan Medang Kamulan sehingga gunung Mahendra menjadi spiso ketika 25 Dewa bersiap melanjutkan tugas bataraguru Batara Guru dan rombongannya telah kembali ke Kahyangan Cungkring Salahkah di tanah Hindustan tidak lama kemudian sang yang pada wenang datang dan menegur kegagalan Batara Guru dalam memakmurkan pulau Jawa karena terlena oleh peraturan melaksanakan mimpi yang tidak masuk akal [Musik] bataraguru mohon ampun dan berniat memerintahkan kelima putranya untuk melanjutkan tugas memakmurkan pulau Jawa tersebut Hai setelah sangat yang pada warna menerima usulan itu pacarnya guru pun memerintahkan Batara Sambu Basara Brahma Batara Indra Batara Bayu dan Batara Wisnu supaya mempersiapkan diri menjadi 5 raja yang mengatur Pulau Jawa Hai kelima Dewa itu menyatakan bersedia dan berjanji melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya Hai rahayu's Agung tuh mati nuhun nuhun nuhun hai hai hai hai Hi Ho

No comments:

Post a Comment

Kisah-legenda

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho •  Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518)  • * Candi Sukuh •  Suk...