si Belibis sangat disayangi oleh sang putri Setiap hari dielus-elus kalau malam dibawa tidur kalau siang dibawa setiap malam si britis tubuhnya dilumuri minyak wangi suatu hari sang putri duduk bersama si Belibis di halaman diiring oleh para dayang mereka semua nampak gembira para dayang bertanya-tanya dalam hati Apakah burung ini jelmaan seorang bertapa mengajak para dayang bermain cangkriman atau tebak-tebakan nih ayo kita bermain tebak-tebakan ajak niclamprang menyaur dengan keras Congkak sekali kamu beli di apa taruhan MU jika kalah aku akan mencabutir bulumu baru sekarang aku melihat ada tembelek mengalahkan manusia sekarang Coba tebak pohonnya Adakah buahnya di pohonnya adiki buahnya Adakah Ayo cepat tebak jika salah aku pasti akan mencabuti bulu-bulumu Belibis berkata dalam hati jangan berharap bisa mencabuti bulu-buluku Ia lalu menjawab pohonnya Adakah buahnya adalah pohon beringin buahnya kecil tetapi pohonnya tinggi besar sungguh tidak sepadan Adakah adalah pohon semangka Jingga pohonnya kecil tidak sepadan juga dengan buahnya yang besar daya yang memberi tebakan lagi untuk diberi bis sekarang coba tebak kalau gelap terang hatinya Tetapi kalau terang telah hatinya si Belibis menjawab tebakannya lumbung jika kosong lumbung jadi terang tetapi yang punya hatinya sedih jika penuh lumbung gelap tetapi hati jadi tentram itu tebakanku tidak tahu benar atau salah [Musik] Sang Putri tersenyum Kamu pintar sekali Belibis bisa mengalahkan manusia Belibis berkata masih ada lagi tidaknya kalau sudah habis ganti aku yang membayar hutang ini jelang perang merasa malu dalam hati jika tidak takut pada Tuhan Putri pasti aku akan rejekimu hingga mati membuat panas hati saja ada burung bisa mengalahkan manusia perang lalu bertanya kepada teman-temannya masih punya tebakan tidak kalian ayo kita kerupuk burung ini ada seorang dayang mengajukan tetapkan Hei Coba tebak ada tangis merintih di pangkon suaranya menyayat hati jika berhenti menangis Ia tidur di pangkuan si pelipis menjawab jawabanku yang menangis di pangkuan adalah rebab saat dibunyikan suaranya seperti orang yang bersedih sedang menangis menyayat hati jika sudah selesai ia diletakkan di pangkuan Dewi renggawati tersenyum mendengar jawaban si pelipis ia benar kamu kalah pipi katanya si Belibis bertanya bagaimana Bibi benar tidak sekarang gantian kalian yang menebak cangkrimanku para dayang menjawab bersahutan tentu kami bisa menjawabnya si telitis menyampaikan cangkrimannya ada tangis merintih di malam hari meminta sakit jika sakitnya datang ia berhenti merintih di tubuhnya ada uang sebagai jalan mendapatkan makanan Ayu pipi tebala jika tertebak cabutlah buluku emban menjawab yang wangi tubuhnya adalah rasi sedang yang menangis adalah Gareng senyum mendengar jawaban dayang benar dayang Aduh masa Purwo harus dicabuti selalu bertingkah di hadapan Sang Putri sambil mengepakkan sayapnya Meskipun aku burung tetapi aku bukan burung rawa dan bukan burung murahan Lebih baik aku mati juga kalah dengan perempuan sekarang aku akan ke kandang dulu Sang Putri tertawa keras mendengar penuturan si Belibis benar si Belibis pipi pipi kalah beradu kepandaian dengannya kalau aku pasti bisa menebaknya dengan benar tetapi apa yang akan kamu berikan jika aku bisa menebaknya pelipis Belibis menjawab pertanyaan Sang Putri dengan lembut aku akan mengabdi padamu dan menyerahkan hidup matiku pada Tuhan Putri Sang Putri menjawab yang ada uang itu punya adalah gamelan dari duburnya keluar Sawang jika ada lalat yang menempel maka ia lalu memakannya sedangkan yang menangis meminta sakit adalah ayam kecil yang ditinggal induknya setiap malam ia merintih karena kedinginan setelah dewasa dan bulunya tumbuh ia tidak merintih lagi si Belibis Tersenyum Dalam hati ia memuji Sang Putri sungguh Putri utama yang cerdas tidak rugi jika ditebus dengan nyawa beruntung sekali nanti yang menjadi suaminya katanya dalam hati Sang Putri bertanya apakah benar jawabanku Belibis menjawab Benar Tuan Putri semuanya benar aku akan mengabdi pada Tuan Putri hanya aku mohon Tuan Putri akan Mengasihiku dengan tulus Sang Putri lalu berkata lagi Aku Punya tebakan lagi ada kaki tetapi tidak bisa berjalan sedang yang berjalan tidak punya kaki apakah itu Belibis menjawab yang berjalan tanpa kaki adalah media sedang yang berkaki tetapi tidak berjalan adalah gunung sang putri mencubit tipis ia benar sekarang impas mengabdilah padaku dengan tulus Belibis aku sangat menyayangimu Terimalah Setia hidup sematiku sipilis menjawab Aku tidak bisa membalas kebaikan Putri Sang Putri lalu membawa si Belibis ke tempat tidurnya ia menanyai Dari mana asal si Belibis sebenarnya si blibis menjawab Aku sedang mencari rajaku yang bernama Prabu aling darma yang ber kerajaan di malwapati beliau sudah lama meninggalkan kerajaan dulu sang prabu Angling Dharma yang memeliharaku beliau sangat sayang dan baik padaku dulu aku diberi nama wantungi oleh Sang Prabu pada malam hari aku diselimuti oleh para istri sedang waktu siang aku makan bersama beliau setiap beliau mengadakan pisauan dan beliau Duduk di singgasana emas aku turut serta aku akan mengabdi pada tuan putri jika Putri sanggup memperlakukan seperti Prabu Angling Dharma memperlakukanku jika tidak aku mohon diri mencari majikanku yang dulu Meskipun aku burung Aku tidak suka Wader dan pari kamu sedikit-sedikit berkata mau berpisah aku akan sanggup memanjakanmu seperti itu apa makananmu waktu di Belibis menjawab nasi wangi dengan lauk bindang kepiting dan mangut ikan Palung pekak tombro dan gorengan tenggiri tidak boleh ketinggalan serundeng samaradana dan meskipun ada aku tidak akan mau makan jika disuguhkan dengan cemberut Sang Putri menjawab tuh seperti ku mendur saja lebih baik kamu mengatakan saja jika ingin sesuatu hatiku lebih lega aku akan menuruti semua permintaanmu tetapi kamu Jangan ingkar janji beli bis bertanya ada berapa hal yang membuat orang yang mengasihi tuan putri ada empat perkara cinta pada badanmu kedua pada rupamu ketika suka pada tata kramamu dan suka pada tingkah lakumu jawab Sang Putri tingkah lakumu yang tenang sangat menarik hati warna bulumu bagai butir-butir air membuatku jatuh cinta dan mengobati hati yang sedih dan rindu kamu lebih pantas menjadi raja yang mengatur Negara dan membawahi punggawa Mantri daripada menjadi burung jika aku mendengar tutur katamu dan Memandangmu membuatku semakin sayang padamu kata-katamu sangat bermutu dan selalu menggambarkan kerendahan hati Tetapi apakah kamu tulus akan mengabdi padaku Belibis menjawab Aku tidak akan sanggup membalas kebaikan Tuan Putri aku akan mengabdi padamu kedua ngestu pada ketiga Anda sih keempat kaulotada most tokoh artinya tidak mendua ngestu pada artinya berhutang Budi Nabi artinya selalu siap melayani Anda sih artinya siap berkorban Sang Putri sangat senang mendengar penuturan si Belibis Baiklah aku terima kesetiaanmu Semoga kamu tulus mengabdi padaku Jika kamu ingkar semoga kamu cepat mati saja Jika kamu setia Semoga akan menemukan kebahagiaan [Musik] telah lama burung belibis putih mengabdi kepada sang putri Sang Putri sangat sayang kepadanya bahkan hingga lupa kepada ayah dan ibunya hanya si bribis yang selalu ada dalam pikirannya tiap malam mereka tidur bersama dan kalau siang makan bersama Sang Putri suatu hari sang putri bertanya kenapa gustimu pergi meninggalkan kerajaan sipilis menjawab Gusti ku pergi karena patah hati ditinggal istrinya yang bernama Dewi sejak atau Setiawati Dewi Setiawati meninggal karena masuk ke dalam tungku api beliau pergi karena tidak dapat menahan rasa cinta dan rindu pada istrinya yang sangat cantik seperti raja yang hina saja pergi meninggalkan kerajaan hanya karena istrinya meninggal Kenapa tidak menikah lagi saja kurang apa ia Jadi Raja kata Sang Putri si Belibis menerangkan dengan lembut selir sang prabu Angling Darma banyak dan cantik-cantik tetapi semua ditinggalkan begitu saja karena hanya Dewi sejak yang dicintainya mengherankan sekali sikap Raja itu apakah istri sang prabu Angling Dharma yang sudah mati itu Mirip denganku tanya Sang Putri kemudian Duh Putri wajahnya sangat mirip dengan Tuan Putri bagai buah pinang muda yang dibelah dua jawab jibritis Sang Putri bertanya lagi seperti apa wajah Prabu Angling Dharma dan Berapa umurnya Prabu Angling Dharma baru berusia 25 tahun Jawa Belibis Sang Putri menyaut masih cukup muda hampir sama denganku usiaku sekarang 18 tahun Meskipun banyak sekali raja yang berada di bawah langit tergenggam gunung dan tersangka bumi namun tidak akan ada duanya raja yang seperti Prabu Angling Darma dari malwapati beliau adalah raja yang Unggul Sakti mandraguna mempunyai Pana Sakti dan selalu menang dalam peperangan segala permasalahan selalu dapat diatasinya dengan baik sudah tujuh kali sang prabu Angling Darma melakukannya jika beliau membawa panah rambut yang direntangkan di atas pohon beringin pun bisa putus olehnya Beliau juga mempunyai Aji pancasona pandai merasuk lain sangat pandai bercinta halus tingkah lakunya baik hatinya serta rela meninggalkan keduniaan Prabu Angling Dharma benar-benar Raja besar yang tiada tanding kata Belibis melanjutkan ceritanya [Musik] Sang Putri menggoreskan tangannya ke tanah pelan ia berkata dahulu banyak sekali raja yang melamarku baik dari Jawa maupun tanah seberang ada juga punggawa dan Mantri tetapi aku tolak semuanya [Musik] Mana ada orang yang tidak ingin menikah Demikian juga aku sebenarnya aku mau menikah Jika ada laki-laki yang seperti gustimu tapi mustahil sang prabu mau denganku kalau beliau datang sepertinya beliau akan berkenan sahut si pelipis Belibis berkata lagi kelak jika Putri menikah Pilihlah laki-laki yang mempunyai ciri 4 perkara pertama Pilihlah laki-laki yang seperti Intan kedua Pilihlah laki-laki yang seperti burung ketika yang seperti keris para prajurit keempat yang seperti wanita Apa maksud semua itu cepat katakan padaku kata Sang Putri Belibis menjawab artinya seperti burung saat ia bertengger di kayu ia tampak tampan dipandang dan Pande bicara pria seperti wanita maksudnya tingkah laku dan pekerjaannya halus dan Luwes Pilihlah yang seperti keris maksudnya pria yang tangguh dan pantas memangku kerajaan pria yang seperti Intan maksudnya biaya yang berbudi luhur seperti Intan Permata Intan itu baik Baru maupun lama tetap Cemerlang tidak akan terkotori dan harganya tetap mahal Sang Putri nyaut sudah sepantasnya kamu memujinya karena dia gustimu jangan terlalu sering menceritakan gustimu nanti membuat hatinya tidak tenang semoga raja yang meninggalkan kerajaan itu segera mendapat kesembuhan hati [Musik] Belibis melanjutkan nasehatnya pada Sang Putri Tuan Putri ada empat hal yang perlu dihindari jangan menikah dengan laki-laki berbunuh karena ia Pencemburu buta suka salah paham dan kaku hatinya jika Tuan Putri tertawa ia merasa tawa yang berarti lain sehingga ia curiga dan cemburu Sang Dewi sangat senang hatinya mendengar penuturan siglipis Aduh belibisku benar sekali semua yang kamu katakan padaku jika harta pendaku habis aku rela menjual kembenku untuk memberi makananmu hal kedua yang perlu dihindari adalah Kesatria yang tidak mempunyai senjata lagi-lagi seperti itu kurang waspada dan maunya menang sendiri tidak peduli benar atau salah serta hatinya kaku ketika tolaklah pria yang mempunyai bulu di dadanya karena ia laki-laki yang jahil Tuan Putri akan hidup mulia dan Wibawa jika memilih laki-laki yang mempunyai ciri tiga perkara pertama Pilihlah laki-laki yang mempunyai sifat seperti angin siang malam tiada henti berhembus artinya yang mau melakukan pekerjaan kedua Pilihlah laki-laki yang seperti bumi Maksudnya laki-laki yang Teguh pendiriannya ketika laki-laki yang sepertigandi yaitu laki-laki yang penurut ia maju saat diajak maju dan mundur saat disuruh mundur demikian nasihat siglipis kepada sang putri Sang Putri berkata Aduh britisku benar sekali ucapanmu aku rela jika harus melepas kainku untukmu Asal kamu jangan pergi si Belibis melanjutkan kata-katanya sedangkan orang yang tidak pantas diterima ada empat perkara pertama orang yang seperti perut yaitu orang yang tidak mumpuni Jika disimpan kelihatan menonjol digandeng tidak pantas pekerjaannya hanya melungut sepanjang hari kedua orang yang seperti worshit atau tikus artinya orang yang sangat jahat dan tidak bisa dipercaya Ia suka mencuri terasi dan jika majikannya melarang akan menggigit bantal dan kasur ketiga pria yang seperti gula jika dipercaya orang seperti ini akan berkhianat dan merusak majikannya sendiri keempat orang yang seperti kambing artinya orang yang jika dipercaya maka ia akan merusak dan berkhianat seperti kambing yang merusak pertumbuhan dan kebun jika ditangkap ia selalu lepas jika dibiarkan maka semua tanaman itu akan habis Sang Putri semakin Senang Hatinya mendengar penuturan si pelipis Bu kekasihku sendiri jangan ada yang ikut-ikut biar aku sendiri yang memeliharamu aku dengarkan semua perkataanmu jika hartaku habis aku rela menjual anting-antingku untuk memberikanmu makan tetapi kamu jangan berkhianat Belibis menjawab lebur jadi tanah pun hamba tidak akan berkhianat tetapi Tuan Putri harus selalu memanjakanku aku di malu Abadi tidak pernah dimarahi ia Belibis Aku tidak pernah ingin memarahimu walau dalam mimpi sekalipun tuan putri jika Putri menikah kelak Semoga mendapatkan pria seperti Prabu Angling Dharma yang tampan dan hebat seperti batas agama Jaya betapa bahagianya aku jika melihat putri bersanding dengan beliau aku akan mendampingi saat kalian berkasih-kasihan aku akan berada di hadapan kalian sambil menari saat kalian tersendak guru kata si belibis senang sekali mendengar perkataan belibis saat malam menjelang Dewi renggawati membawa burung belibisnya ke tempat tidur kekasihku Pintar sekali Kamu menasehati sekarang Naiklah ke tempat tidur Aku ingin bertanya apa yang dilakukan Prabu Angling Dharma setiap malam sebelum ia pergi Belibis menjawab setiap malam sang prabu berada di tempat tidur mencumbui istri-istrinya kita wantungi tirulah rajamu saat merayu istrinya kembangkanlah kidung kidung Aku ingin mendengarnya Aku tidak ingin tidur ayo cepat mulailah Jangan manja perintah Sang Putri si Belibis menyanggupi perintah majikannya dan mulai meniru kata-kata Prabu Angling Dharma saat merayu istrinya bunga beraduan permataku batu widuri Putri pucanegara yang sungguh cantik jelita raut wajahmu Menoreh hati walau seluruh dunia Google ini tidak akan aku temui wanita sepertimu senyummu selalu terbayang di hati hingga membuat mata Ku Tak Sanggup terpejam di malam hari apapun yang kulihat kubayangkan dirimu bunga yang berada di Taman Asri Dewi renggawati namanya yang terpilih ungu dan berbubur kuning Pak rembulan tubuhmu menebar aroma harum semerbak di surga sekalipun tidak aku temui wanita seindah dirimu yang membuatku Rindu Dewi Putri bocah negara calon istri Raja malwa pasti membuat hati rindu seperti terkena Cappa mantra dan guna-guna Gadung kecubung dan Genji saat kecil telah dilulur dengan minyak kasturi Dewi renggawati Permata Hati Juwita jiwa bunga yang menghias taman hati wahai Putri Kusuma Hati Pak Dewi Ratih kau membuatku gila saat Bibirmu berkata Gandes Luwes saat bicara Putri Dewi Ratih dari kerajaan Bojonegara yang bagaikan Nila widuri sikapmu yang tenang bagaikan kulit yang direkam manusia selalu terbayang kelak saat kau bersanding dengan sang prabu Angling Dharma wahai diri olah Asmara kau membuatku tergila-gila aku yakin kelak engkau akan berputra banyak sampai 20 orang Dewi renggawati tersenyum mendengarkan saja anaknya banyak sekali aku tidak mau katanya diwantuni berkata dengan lembut Putri aku sudah capek sekarang Tidurlah Putri menjawab Aku tidak mau tidur Aku senang sekali mendengarmu bernyanyi lanjutkan meniru tembang Prabu Angling Dharma Ayolah kita wantuni kamu aku anggap Prabu Angling Dharma aku Anggaplah istrinya jangan takut karena aku yang meminta kiwantuni menjawab Aku takut Tuan Putri Aku tidak berani menjadi Baginda Raja aku akan celaka jika berani merayu Putri seolah istri beliau aku yang akan menanggung jika Dewa marah ayo cepat Mulailah aku maafkan kamu semua tingkah lakumu aku biarkan jangan lagi ada rasa tidak enak kata Sang Putri memaksa jangan begitu Tuan Putri semua itu hanya akan membuat hati sedih karena rindu aku mengabdi padamu Jika berani melakukannya sama dengan kurang ajar jawab si pelipis dengan sopan Cepatlah Belibis kembangkan aku dengan kata-kata rayuan Jangan sampai aku kecewa kalau aku menangis sambil bergulung di tanah tidak akan ada yang bisa membujukku ayo cepat Tidurlah gaya sang prabu Angling Dharma saat merayu istrinya rajut sang putri jika tidak aku turuti dan ngambek akhirnya membuat susah juga hatiku jadi bingung ucap kita wantuni dalam hati Dewi ronggawati terus merajuk Ayolah kita wantune nanti aku beri upah rokok yang besar serta candu serba semangka Jingga badeg tapi Rujak Jeruk dan kawista ampun aku Putri hidup atau mati aku pasrah wahai putri cantik berkulit kuning dan berwajah perempuan hanya satu kurangnya kau menangis saat dibopong ngambek saat dijajari membelakangi dan melangkong saat mau dicium sudah cukup Gusti Putri kata si belibis pelipis putih Belum Cukup aku terpesona mendengarnya Aku tidak mau tidur Aku ingin mendengarkan kamu menembangkan kidung berpuisi dan merayu Belibis putih pun melanjutkan kidungnya dengan suara merdu wahai Dewa para bunga Jangan Menangis Sayang jika air matamu mengalir dan matamu menjadi bengkak pasti Raja akan sangat marah Sayang jika suara Putri Bojonegara yang membuat rindu menjadi serak sudah cukup Putri kata si bribis mulailah lagi Belibis mulailah menembangkan kidung Asmara Raju Sang Putri lagi wahai Putri berkulit kuning sungguh beruntungnya nanti laki-laki yang menyuntingmu aku ramalkan kelak putramu banyak Siapakah nanti yang menjadi jodohmu wahai Putri yang manis saat bicara banyak orang yang melamarmu tetapi kau tolak apakah akan menanti Prabu Angling Dharma Jalan Jenar Putri aku tunggu jandamu Ingatlah Putri aku selalu mengharap kasih sayangmu Aku harap kasihmu aku merana menjelajah Negeri karenamu kudengar suaramu yang menawan hati pria ramuan sirihmu jadi pemikat sungguh senang hatiku jika kau berkenan memberikannya untukku sudah Tuan Putri sudah sangat panjang kata si Belibis tidak Ayo lanjutkan kidungmu Aku Masih Ingin mendengarnya nanti aku beri upah aku berikan candu mulailah lagi mumpung hari masih sore aku merasa enek Tuan Putri kata pipis Apa kamu ingin nginang Putri bertanya kita wantuni menjawab Aku tidak bisa nginang Tuan Putri sering batuk dan tersedak kalau makan sirih sendiri Sang Putri tersenyum sambil mengambil sirih untuk diraji lalu mengunyahnya setelah merah diberikannya punya Han sirih itu kepada si pelipis aku belum pernah melihat ada burung yang doyan makan sirih yang sudah dikunyahkan sekarang mulailah lagi jika bosan menumbangkan Asmara gantilah dengan Indraloka turutilah keinginan ku Belibis berhitung seperti saat di malwa jangan takut dan jangan ragu bintang Sang Putri menyanggupi lalu mulai berhidung aku rela bertaruhkan jiwa dan Raka untukmu peganglah janjiku kelak jika telah tiba waktunya aku akan setia mengabdi pada padukan aku Menghitung Hari demi hari tidak juga selesai menanti perintah sang Kusuma Puja negara sungguh tidak mahal jika kau harus kutebus dengan luka menganga di dada Dewi renggawati tersenyum mendengar kidung siblipis bisa saja kamu membuat hidung pandai sekali memuji-mujiku lanjutkanlah jangan lama-lama berhenti itu perintahku kata Sang Putri sambil melempar bekas siripnya mulai berhitung lagi sampai kulupakan sana dan saudara karena Kasmaran hatiku pada Putri Permata Bojonegara yang senyumnya membuat mabuk kepayang kupu-kupu sudah bagai mati wahai Putri kelak jika beliau selamat sang prabu Angling Dharma pasti akan mengirimkan tembang Asmara untukmu Putri renggawati nyaut bisa saja kamu bicara terdengar menyenangkan hati setahun lagi pun belum tentu dia datang lebih baik kamu terus menyanyi untukku Belibis mulai berhidung lagi jika kelak jadi mengabdi pada sang prabu Angling Dharma dan menjadi istri beliau turkan semua rasa hatiku wahai Putri Puja negara tuturkan dengan manis agar menyentuh hati agar aku tetap diizinkan terus mengabdi jika memang tulus sayang pada Abdi mu ini berikan padaku sekuntum bunga sekuntum bunga yang aku jadikan tanda bahwa Putri selalu mengasihi dan mencintai Prabu Angling Dharma sudah Tuan Putri kata si bribis memohon Putri menjawab ini kamu aku beri bunga akan aku suntingkan di telingamu Pilihlah bunga mana yang kamu mau gustimu pasti sangat tampan karena burung piaraannya saja sepertimu sekarang lanjutkan tembang mu jangan lama-lama berhenti Tunjukkan kehebatanmu jangan tanggung-tanggung cobalah berganti tembang berbuku Sinom mulailah pelipis aku sangat terpesona mendengar tembang MU semalam suntuk rasanya tidak ingin tidur apalagi suara kidung gustimu pasti mengalahkan manisnya Madu Dan Tiada bandingnya Kata Sang Putri Belibis pun mulai bernyanyi lagi melantunkan kidung-gedung Asmara jika dipandang tiada tanding saat tersenyum bagaikan Dewi supraba jika bicara bagaikan Dewi Ratih jika berjalan sangat Anggun bagai Dewi wilutama yang turun dari Kahyangan sungguh beruntung nanti yang mendapatkannya ayam berbulu hitam dan putih hanya kecantikanmu yang menjadi penolak dan penawar semua rasa rindu kelabang yang menyala saat tersentuh sungguh senang hatiku ini saat tidur aku rayu-rayu tetapi aku mohon teruslah Mengasihiku wahai putri cantik yang menawan hati aku pinta Jangan pernah lupakan Angling Dharma walau sudah menikah nanti sepertinya Sang Putri Kasmaran pada Prabu Angling Dharma tetapi mana mungkin mau mengatakannya aku lihat putri pura-pura kecapean tetapi sikapmu mencurigakan pasti Putri sedang jatuh cinta Jangan sedih Putri yang berkulit kuning Prabu malwa pasti pasti datang semua sikapmu membuat tergila-gila Apa yang harus kulakukan semua orang sudah ku tanyai dimana gerangan sang prabu berada Putri yang sangat cantik sungguh Pantas dibawa Sampai Mati Aku benar-benar Mencintaimu Jika benar Putri sayang padaku aku minta gunung kembar yang ada di dada walau harus berperang atau masuk ke dalam api aku rela untuk mendapatkanmu tubuhku sudah lelah Siapa yang sanggup bernyanyi sepanjang malam jangan marah jangan benci Sekian dulu Putri aku sudah sangat mengantuk dan ingin tidur [Musik] Dewi renggawati sangat terpesona dengan kata-kata kita wantuni dalam hatinya hanya memikirkan Prabu malwapati bagai terkena guna-guna Asmara dalam hati ia berkata betapa hebatnya sang prabu Angling Dharma yang sedang mengembara itu burung piaraannya saja begitu pandai merayu rayuannya sungguh menyentuh jiwa suara merdu dan tembangnya sangat manis Apakah dulu dia diajari oleh sang prabu burungnya saja seperti itu apalagi yang punya Prabu Angling Dharma yang pergi meninggalkan negara karena ditinggal istrinya aku mohonkan pada Dewata semoga sang prabu selamat dan mendapat kebahagiaan dan kumohon semoga sang prabu cepat datang aku sangat khawatir bersuami orang hebat jika tidak seimbang betapa malunya hatiku tapi bagaimana lagi hanya Engkaulah yang ada dalam hati hanya Engkaulah yang aku tunggu terasa lelah hati ini menanti sang prabu tiba di hadapanku Putri bertanya kepada si prikis kenapa kamu diam Belibis hamba mengantuk Putri malam sudah sangat lahar Ampuni aku Putri besok lagi aku akan melanjutkan bernyanyi jawab kita wantuni Aku tidak mau tidur Aku senang mendengarmu bernyanyi Ayo lanjutkan nyanyianmu Raju Sang Putri sudah malam Putri jawab kita wantune jangan tanggung-tanggung Ayo mulailah jahat Jika kamu tidak mau menuruti kata Sang Putri memaksa Dewi ranggawati turun dari tempat tidur lalu duduk di lantai menghampiri kita wantuni hanya kamu yang ada dalam hatiku selama memeliharamu aku sampai lupa pada pekerjaanku jika kamu telah membaca kidung gantilah bercerita kasihanilah aku aku belum menikah Jika kamu lelah bercerita membacalah lagi lalu mendongeng lagi kalau cerita sudah habis membaca kidung lagi Ayo mulai lagi kalau tidak aku akan menangis kalau aku menangis setahun pun aku betah jika aku ngambek setahun pun tidak akan bisa pulih Ayo Mulailah aku ingin tidur Hanya engkau yang ada dalam hatiku jadi sebuah larangan Jika kamu menolak permintaanku pucuk sang sambil mengelus-elus tubuh pelipis Belibis beregumam dalam hati Sang Putri ada-ada saja permintaannya Aku sudah capek sekali Mana ada orang kuat bernyanyi dan mendongeng sepanjang malam Baiklah Putri aku akan mulai bercerita tetapi Tuan Putri Tidurlah katanya kemudian kita wantonipun memulai ceritanya tentang Dewi Mayangsari yang memelas hati Sang Putri membaringkan tubuhnya di tempat tidur dalam hati ia berangan-angan si Belibis piaraannya saja begitu pandai bernyanyi dan bercerita lebih indah dari cermaguna apalagi sang prabu Angling Dharma Pasti sangat menawan Jika ia berhitung Putri sudah selesai ceritanya Aku sudah lelah dan lagi sebaiknya Putri segera tidur kata si Belibis Baiklah aku akan tidur Kamu jangan pergi kemana-mana jawab Sang Putri sambil membawa si Belibis ke tempat tidur dan berselimut bersama Putri renggawati tertidur dengan nyenyak sudah lama ia tidak tidur karena Kasmaran mendengar cerita tentang Prabu Angling Dharma tetapi karena kantuk akhirnya tidur juga saat tertidur kain Sang Putri tersingkap hingga nampak betisnya yang putih mulus kain yang melilit dadanya pun perlahan terlepas menyemburkan gunung kembar yang montok dan mulus Bang olamas burung belibis yang memandangnya berdenyut-denyut hatinya menahan Gelora jiwa sungguh menggairahkan Putri ini jika terus begini aku bisa mati Siapa yang sanggup melihat pemandangan seperti itu Sungguh tiada cacat katanya dalam hati payudaranya sungguh sempurna apalagi yang tersembunyi saat aku menjadi raja malwa melihat pemandangan seperti ini membuatku bergairah semalam suntuk Mana mungkin aku tahan sampai Fajar melihatnya mendekat lalu menggerayangi payudara Sang Putri dengan cocornya membuat Putri terkejutan terbangun jangan mengganggu kubis aku masih sangat ngantuk Cocor mau menggerayang payudaraku membuat merinding Tidurlah di bawah Aku ingin tidur lagi katanya pelan Belibis menjawab Putri aku sangat ngantuk karena lama tidak tidur tadi aku bermaksud menelisi bulu sayapku ternyata keliru kemben Putri mau menerisi ekor ternyata keliru kain jika tidak disisiri aku akan mohon pamit menyusul Sang Prabu Putri menyaut kamu membuatku gemas dikit-dikit mau meninggalkanku kurang apa kamu di sini Jangan manja seperti itu Aku masih ingin tidur sudah aku akan baik padamu tetapi jangan mencocori betis sang putri tidur kembali ditempat tidurnya seperti ular menggeliat si Belibis jalmaan membaca kidung cinta dengan suara yang sangat merdu disertai guna-guna Asmara Dewi renggawati semakin nyenyak tertidur dalam buayaan asmara dan indahnya kidung kain yang dikenakannya tersingkap kemben yang membeli dadanya pun melorot kita wantuni yang melihatnya menjadi salah tingkah Sang Putri menggeliat dalam tidurnya hingga kainnya terlepas Belibis putih yang melihatnya semakin salah tingkah aduh lebih baik aku mati Siapa yang kuat menjalani seperti aku Dewi renggawati sungguh-sungguh membuat hati Kasmaran katanya dalam hati si Perintis kembali majosorikan Sang Putri bermaksud mempelai petisinya yang mulus Sang Putri terkejut lalu terbangun sambil memegangi kainnya jangan mencocoli kainku aku jadi geli kamu aku beri kebebasan Tetapi malah menjadi liar Belibis menjawab Putri aku bermimpi berada di Rawa mencocok ikan ganggang dan Semanggi karena keinginan ternyata keliru mencocoli kain Putri Maafkan aku Putri jika Putri marah Aku akan pergi lagi-lagi kamu ingin pergi sudah sekarang Tidurlah jangan besar kepala dan membuat panas hati sahut Sang Putri Belibis berkata lagi Putri aku kedinginan Oh iya aku lupa kalau kamu minta kain kata Sang Putri sambil menari kain Jingga bersulam masih yang tergantung di dekatnya kain yang semerbak harum itu lalu diselimutkan ke tubuh SI britis di tawantune Tidurlah sayang kalau matamu sampai bengkak Aku relakan kainku kau jadikan selimut sekarang Aku akan tidur Jangan lagi menggangguku tidur sambil mencocoli kain selimutnya tidak lama kemudian kain sudah terkoyak-koyak ini kain apa di bahagia gatal sekali Putri menjawab pelan manja sekali kamu ini apalagi rajamu gain ini sangat bagus lalu Selimut apa yang kamu Maui Ayo katakan Belibis menjawab yang sudah-sudah aku berselimut kemben perawan Aku minta itu meskipun kecil dapat menghangatkan seluruh tubuh dan kepala Baiklah Ke sinilah aku selimuti dengan kemenku Panggil Sang Putri Belibis putih mendekat kepada Dewi ronggawati Dewi renggawati berkata Ayo kamu aku selimuti kita pakai kain ini berdua tapi jangan dekat-dekat Tuan Putri kalau tidur Aku suka ngelindur dan menyesosori tanpa sengaja makanya Tidurlah dulu aku akan meletakkan guling di tengah-tengah kamu tidak boleh melanggar batas bantal dan guling Apa bedanya kain kampoe dan kemben meskipun kecil aku suka berselimut kemben tetapi meskipun berselimut kemben Putri kalau kupakai sendiri tetap saja terasa dingin kalau tidak satu selimut berdua tetap terasa dinginkan gatal Terima kasih Gusti Aku tidak akan khawatir lagi seperti burung nila yang mematuk ular berbisa jawab si belibis diantara mereka diletakkan guling sebagai pembatas Dewi renggawati berada di sebelah timur sibritis di sebelah barat hal itu dilakukan karena si pelipis berkata suka ngelindur tipis Jangan menggangguku dengan menaiki guling nanti kamu aku dorong sampai jatuh si pribis menjawab apa dayaku Putri Maafkan kalau itu terjadi dahulu waktu aku di malwa pernah aku ngelindur lalu dimarahi oleh para istri 3 bulan aku mogok hingga sang prabu murka Dewi renggawati sudah tidur dengan nyenyak sampai tidak terasa kain yang dikenakannya murat-marit cahayanya memancar Gemilang sanggulnya lepas mengeluarkan bau harum semerbak siblipis berdebar jantungnya melihat semua itu sang putri tidur terlentang bibirnya nampak sangat manis membuat hati ingin menciumnya sungguh sangat cantik putri ini membuat hati Kasmaran hati Sang pribis semakin tidak tahan melihat Sang Putri Anda mati rasanya tanpa takut mati Belibis mencocory kembali sela-sela payudara Sang Putri sanggulnya sudah terurai kembennya sudah terlempar jauh membuat jibritis bernafsu dikecupnya bibir Sang Putri dengan cocornya lalu beralih ke pipi kiritan kanan dicakar-cakarnya rambut-rambut halus di dahi sang putri dan diciumi juga rambutnya sang putri yang tidur dengan nyenyak tidak merasakan apa yang terjadi pelipis menelusuri seluruh tubuhnya hingga pakaiannya murat-marit ketika Si bribis mencium hidung barulah Sang Putri terkejut terlalu terbangun sambil duduk ia marah-marah sudah aku turuti semua kemauanmu tetapi kenapa kamu seperti burung tilang Kamu melanggar perjanjian dan merusak barang orang kamu berani mencocoli telingaku hingga terasa sangat pedas kamu juga berani mencocoli hidungku hingga aku bernafas melalui telinga Kamu bukan manusia tetapi kenapa bisa seperti itu cepat Pergilah dari sini kalau tidak aku akan menusukmu dengan gunting aku ini apamu kata Sang Putri sambil memegang gunting diacungkan ke arah pipis cepat pergi atau aku tuh dengan gunting ini jangan berani bersanding denganku tempatmu di lantai dari ya Sang Putri lagi burung belibis turun ke lantai lalu mengepak-ngepak sambil berkata memelas Gusti Angling Dharma Raja malwa Dimanakah Paduka bawalah hamba sungguh aniaya hidup hamba setelah Paduka tinggalkan mengabdi para perempuan yang galak hamba Hampir mati karena ditusuk gunting sakit sekali hati hamba karena berganti majikan tegas sekali Paduka pada hamba jika masih hidup Dimanakah batuka berada hamba akan ikut Paduka karena tidak bisa mengabdi pada orang lain sungguh sakit orang yang berganti majikan dulu Paduka sangat sayang padaku Dimanakah Paduka sekarang Belibis hendak terbang sambil menangis mengiris hati Sang Putri yang melihatnya merasa terenyuh dan menyesal serta Marta dituangnya gunting yang dipegangnya lalu turun memegangi sipis dengan lembut ia berkata pelipis jangan menangis seperti itu hatiku pedih mendengarnya sedikit-sedikit kamu mengeluh memanggil Prabu Angling Dharma Apakah majikanmu itu masih hidup kalau masih tentunya Ia datang sudah Kamu jangan pergi aku janji tidak akan memarahimu lagi Jika kamu meninggalkanku apa jadinya diriku ini Belibis menjawab Baiklah Putri meskipun dimarahi seperti tadi aku tidak akan Patah Hati Dewi renggawati membawa burung belibisnya Kembali ke tempat tidur sekarang Tidurlah Jika kamu masih mengantuk aku tidak akan mengganggu tidurmu Tidurlah di kasur aku akan mengapitmu dengan guling dan memberimu bantal dengan bunga-bunga yang wangi kata Sang Putri dengan lembut waktu aku di malwapati kalau aku tidur Sang Prabu tidak pernah berani membangunkanku walau tidur kustaun sekalipun kalau aku dibangunkan aku akan merasa lemas dan bisa hampir 3 bulan seakan Mati saat tidur aku dikipasi para putri yang jumlahnya banyak kata pipis dengan manja Dewi renggawatin nyaut Iya sini aku akan mengipasimu tetapi jangan pernah ngambek lagi bagaimana lagi Aku terlanjur menyayangimu pipis pura-pura tidur hingga siang tidak juga bangun Sang Putri kebingungan dalam hati karena merasa Kasmaran mendengar cerita tentang Prabu Angling Dharma kedua ia karena tidak tahu bagaimana caranya agar si Belibis mau bangun Bagaimana caraku untuk membangunkannya kalau aku guncang tubuhnya nanti dia terkejut lalu minta pergi Kalau aku Cubit nanti dia ngambek mau aku tarik takut nanti dia mati katanya dalam hati akhirnya Sang Putri Hanya duduk sambil menyanggah dagunya sambil menoleh ke kiri ia berkata Bagaimana aku membangunkannya sang putri merasa sangat kesepian ditinggal tidur oleh si pelipis ia merasa seolah sudah ditinggal pergi selama 7 bulan karena besarnya rasa cintanya
Sunday, December 25, 2022
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kisah-legenda
Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?
Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho • Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518) • * Candi Sukuh • Suk...
-
Bertemu dengan leluhur yang sudah berada di alam kadewatan (alam roh) dalam tradisi spiritual Bali atau Jawa umumnya dilakukan melalui upac...
-
Pernah, nggak, kamu ngerasain atau mikir, gimana, ya, caranya supaya nggak merasa kesepian? Atau pernah nggak mikir, gimana cara ngatasi...
-
Serat Praniti Radya adalah karya sastra Jawa yang dibuat oleh Sri Aji Jayabaya , Raja Nuswantara yang terkenal sebagai Raja dari Kerajaan ...
No comments:
Post a Comment