para punggawa dan Mantri dengan malu menghadap kipati menghaturkan hidup dan mati karena tidak sanggup menghadapi maling kipatih berkata kalian semua takut lalu apa bisa kalian tampang kalian saja yang menakutkan kalau siang pamer kekuatan kumis panjang sampai telinga tetapi pengecut seperti anak-anak saat mendengar hadiah yang diberikan sang prabu gayanya sobrani sambil memelintir kumis Tidak seorangpun berani menjawab semua menundukkan wajah ke tanah gipati sangat kusara hatinya karena maling memang sangat Sakti 7 hari 7 malam lamanya kaputren dikepung banyak prajurit yang mati karena berkelahi dengan temannya sendiri di Pati semakin bingung hatinya para punggawa dan Mantri menghadap Raja melaporkan semua kejadian celaka sang prabu maling yang memasuki istana sangat Sakti dan tidak ada jejaknya sama sekali sang prabu berkata aku juga heran maling itu masuk ke istana untuk merusak putriku Jika ia mengambil harta benda Aku tidak akan sakit hati kalau begitu Pati perintahkan seluruh prajurit punggawa Mantri dan para raja untuk berbaris mengepung istana agar maling itu takut di Patih menghaturkan sembah lalu menjawab sudah tujuh hari tujuh malam kami mengepung dan berjaga di dalam dan di luar istana banyak dipaduta yang mati karena temannya sendiri sang prabu murka mendengar penuturan Bupati dadanya bergemuruh matanya merah menyala seperti yang kaleki Pati Pergilah mencari pertolongan orang yang bisa menangkap maling Siapapun dia yang bisa menangkap maling akan aku beri hadiah Putri Tante aku tidak pilih-pilih orang walaupun itu beres sekalipun Sabda sang prabu kipatih menghaturkan sembah lalu mohon diri untuk menjalankan perintah [Musik] di Patih jayawikarta meninggalkan istana bermaksud pergi ke gunung ia berganti pakaian dengan menggunakan baju Wulung langgeng menyamar sebagai rakyat biasa ia berjalan sendirian tanpa Membawa Apapun kerajaan Puja negara telah jauh ditinggalkan sungai di seberangi Gunung tidak aktif jurang dituruni langkahnya tidak juga berhenti tanpa menghitung bahaya yang Menghadang Puja negara semakin jauh ditinggalkannya dan kakinya telah menginjak di wilayah kerajaan lain untuk sementara kita tinggalkan kipatih jawikarta yang pergi untuk mencari orang yang mampu menangkap maling kita tengok kembali kerajaan malwapati sejak ditinggalkan Prabu Angling Dharma kerajaan dijaga oleh Patih Patih Martin para raja Senopati hulubalang Satria Tumenggung dan prajurit semua merasa sedih mereka mengadu Kepada Bupati Adipati apa jadinya jika sang prabu terus berduka semua tanaman yang ditanam tidak ada yang tumbuh pangan dan sandang menjadi mahal di Pati pucuk lasang Prabu untuk tidak berduka lagi jika ada Putri yang diinginkannya hamba sanggup diutus melamar dan menaklukkan kerajaan sudah cukup lama sang prabu pergi mungkin sudah hilang kesedihannya karena ditinggal permaisuri lalu mengajak para punggawa dan Mantri untuk naik ke panggung sanggar pamojan gipatih terkejut karena tidak bisa melihat keberadaan sang prabu hal itu berarti sang prabu pergi karena masih sedih hatinya ia segera turun dari panggung dan menangis tersedu-sedu sambil bersudut di tanah Sudah lama aku menunggu sang prabu terbuka hatinya dan kembali menjadi raja tetapi ternyata beliau pergi dengan hati berduka Kemanakah Paduka pergi seluruh rakyat bersedih karena kebahagiaan seluruh istri sudah diberitahu tentang keadaan sang prabu mereka semua menangis sejadi-jadinya bahkan ada yang sampai memukul-mukul dada berguling-guling dan pingsan di tanah kipati semakin sedih hatinya melihat keadaan para punggawa dan Mantri Ia lalu berkata Wahai para punggawa dan Mantri aku akan membuat anda kipati berjalan diiringi oleh para punggawa dan Mantri aku jadikan Hal ini sebagai tanda jika tall ini bisa aku cabut berarti sang prabu masih hidup jika tidak bisa tercabut berarti sudah wafat di Pati segera mencabut hal tersebut dan berhasil semua yang menyaksikan bersorak-sorai kegirangan hal itu kemudian dilemparkan ke atas oleh patih-pati melesat tinggi ke angkasa hingga tidak tampak kemudian jatuh lagi di tengah alun-alun ia menancap di tanah sekitar 10 depak gipati berkata lagi tal ini aku jadikan tanda jika tall ini roboh maka sang prabu tidak akan datang lagi tetapi jika tidak maka sang prabu masih hidup aku akan pergi mencari sang prabu kalian jagalah kerajaan dengan baik dan jangan lupa tetap mengadakan pisauan para punggawa dan Mantri menghaturkan sembah menyanggupi perintah Bupati Pati Pati Martin pun terangkat mencari sang prabu Angling Dharma di tengah jalan Patih madrim bertemu dengan Patih jawikarta batik madrim bertanya Kamu orang mana Aku lihat kamu sedang sedih Jawi Karta menjawab Aku utusan Raja Puncak negara di Bojonegara ada maling Sakti yang mencuri tercinta dengan sang putri jika ada yang mampu menangkap maling itu ganjarannya sangat besar yaitu akan dinikahkan dengan Sang Putri diberi rumah di sebelah utara pasar dan telah akan dijadikan Prabu Anom kalau begitu antarkan aku Aku Sanggup menangkap maling itu kata batik madrim batik madrim telah dibawa menghadap Raja Puja negara para menteri dan punggawa heran melihat kipati sudah kembali dengan membawa orang yang sanggup menangkap maling di Pati masuk ke istana lalu berhenti di Sri Manganti seorang dayang penunggu pintu tersebut yang bernama nyeminangsi datang menghampirinya Ki jawikarta berkata Nyai haturkan pada Paduka aku datang dan sudah berhasil membawa orang yang sanggup menangkap maling segera menghadapi raja raja bersabda cepat Panggil menghadap kunyit di Minang Si segera menjalankan tugas sang prabu terlihat terpesona ketika melihat sosok Bupati Sesampai di istana dan menghadap Raja Bupati jawikarta lalu menceritakan semuanya sang prabu terlihat sangat senang melihat sosok patih-patih madrim yang terlihat masih muda tampan dan gagah perkasa tuan siapa namamu tanya sang prabu batik menjawab nama hamba batik madrim hamba hanya orang hina yang hidup miskin sang prabu menanyai Patih madrim Apakah sanggup menangkap pencuri yang meresahkan istana batik madrim dengan mantap menyanggupinya tentu Paduka hamba pasti sanggup menangkapnya tidak pantas saya menyandang nama Patih madrim jika tidak mampu menangkap pencuri hamba mohon bubarkan saja barusan prajurit yang mengepung istana sangat Sakti mendengar kesanggupan batik madrim sang prabu lalu memberi perintah kepada tokoh-tokoh panggilah semua punggawa dan Mantri supaya membubarkan barisan pokok menjalankan perintah lalu kembali menghadap Raja sekarang bagaimana mau mengobati madrim tanya sang raja hamba mohon semua isi istana dikeluarkan hamba rasa maling itu merasuk ke dalam tubuh binatang Jawa Batik terserah kamu kata Sang Prabu [Musik] mengiringi semua binatang piaraan istana ada kambing bebek ayam tergalung serta Menjangan semua telah dibawa ke hadapan raja raja bertanya sekarang Pilihlah Madrid mana yang maling perintah sang raja batik Madri menghaturkan sembah lalu berkata malingnya tidak ada paduta hamba pikir ia masih ada di dalam biarkan mereka tetap di luar maling yang ada di dalam pasti tertangkap jika tidak Silakan hamba padukadendeng sekarang hamba mohon seluruh istri Paduka dan orang yang berada di kebun padatan dan penggilingan supaya keluar semua Siapa tahu maling akan merasuki mereka sang prabu segera memberi perintah kepada tokoh-tokoh cepat Panggil semua istriku dan semua orang yang ada di istana untuk kemari tidak lama kemudian para istri raja dan orang yang ada di istana keluar banyak sekali jumlahnya baik tua maupun muda semua keluar hingga istana menjadi kosong satu persatu mereka diperiksa lalu berjajar di hadapan Raja tinggal sang putri dan si burung belibis yang masih berada di dalam istana paranophone dan papinggitan semua keluar bahkan yang sedang sakit pun di papah agar bisa keluar mana yang maling batik madrim cepat tangkaplah jika ia menyerupai sesuatu Aku relakan untuk dihancurkan untuk apa orang jahat dipelihara batik Madri menghaturkan sembah ampun Paduka malingnya masih ada di dalam istana maling Yang Bercinta dengan Sang Putri pasti akan tertangkap sang prabu marah mendengarnya Ia lalu bersabda dengan keras walau ada di dalam istana cepat tangkap dia madrim tangkap dan bawalah kehadapanku aku akan menghukummu jika gagal menangkap pencuri itu silahkan Paduka silahkan menghukum mati hamba jika hamba tidak bisa menangkap maling itu kata batik madrim Raja bertanya lagi sekarang mana maling itu batik Madri menjawab maling itu sangat Sakti Baginda ia masih ada di dalam istana jangan khawatir maling itu pasti akan hamba tangkap cepat tangkap maling itu meskipun di dalam istana sekalipun jika tidak tertangkap aku akan mencacahmu Karena kamu telah menipuku kata Sang Prabu hamba tidak takut mati sang prabu jika memang sudah terbukti hamba kekal menangkap maling itu silahkan sekehendak baruka tetapi hamba mohon agar Putri Paduka yang masih berada di dalam istana diperiksa juga periksalah apa yang ada di dekat sang putri dan apa-apa yang dikasihinya sang prabu lalu mengutus tokoh untuk menjalankan perintah tokoh pandai pandela menjalankan tugas perintah sang prabu pelan Togog segera menjalankan perintah di tengah jalan kakinya terlepas hingga kelihatan kemaluannya dalam hati ia mengomel pada batik madrim puruk sekali si madrim tempur Maknya terpuruk membuat susah orang saja mudah-mudahan si madrim di terekam macan menjumpai Sang Putri sedang duduk dengan memangku si Belibis sipilis tak henti-hentinya mencocoli pipitan bulu-bulu halus di pelipi Sang Putri Sang Putri berkata gagang pelipis putih kapalnya Ayah mendapat orang yang sakti dan sanggup menangkap Paduka orang itu bernama pakti madrim sekarang Apa rencana Paduka sungguh hambat aku jika Paduka tertangkap lebih baik kita pergi saja si pribis menjawab sambil mencium meskipun hancur menjadi debu dan larut dalam air Aku tidak akan lari Jangan Takut putri jika Prabu Angling darmalari betapa para dewa akan menertawakanku dulu waktu di malwapati Aku mempunyai patih yang sangat Sakti bernama batik madrim ia sangat Sakti dan satu perguruan denganku tetapi tidak mungkin ia berani melawanku mungkin Dewa sengaja membuatnya lupa padaku [Musik] si Belibis sedang asyik mencukupi Sang Putri mencium payudara mencium pipi dan bibir ketika toko tiba-tiba datang lalu duduk di hadapan Sang Putri Sang Putri bertanya ada apa toko tidak biasa-biasanya kamu kesini togok menjawab hamba diutus meminta garam untuk Lala betis dan mau minta asam karena ingin membuat roti asam muda Ambillah sendiri baru sekarang kamu suka seperti itu jawab Sang Putri tokoh meninggalkan Sang Putri kembali ke hadapan raja di dalam hanya ada pelipis putih yang selalu dipeluk siang malam anehnya Belibis itu selalu mencocoli kain melapor toko batik madrim tertawa kegirangan mendengar penuturan tokoh ialah rumah menghaturkan sembah dan berkata hamba yakin maling yang merusak Sang Putri itu sekarang ada di dalam tubuh pelipis itu kalau bisa Paduka Ambillah Belibis itu lalu bunuhlah sang prabu lalu mengutus seorang dayang untuk mengambilnya dayang masuk ke kaputeran menemui sang putri Ada apa bingung apa bingung diutus ayahnya Prabu untuk mengambil semua barang dan perhiasan ambil saja bingung karena semua memang milik Ayah kata Sang Putri dayang menjawab hamba hanya diutus mengambil Belibis yang ada di pangkuan tuan putri putri bertanya kenapa diambil untuk apa bingung sang prabu berkah anda untuk membunuh Belibis itu Kenapa ayah akan membunuhnya aku tidak boleh patah bulunya sehelai pun aku tidak akan rela meskipun Raja Ayah tidak boleh berbuat aniaya seperti itu apalagi tidak berdosa pelipis ini bukan pemberian Ayahanda tetapi Burungku sendiri aku sendiri yang menemukannya aku sendiri yang memeliharanya dan memberinya makan bukan Ayah atau Ibu aku tidak akan rela Burungku dibunuh Kata Sang Putri emban membujuk Sang Putri dengan halus putri burung itu akan dibunuh karena dia disangka maling yang telah merusak ke gadisan Putri Tuan Putri sudah serahkan saja aku pada sang prabu Jangan khawatir aku bisa merasuk Kemana saja si Belibis disangka maling Baiklah ambil dan serahkan ini pada Ayahanda dayang menerima burung belibis selalu menggendongnya ke tempat sang prabu Sesampai di hadapan Raja burung belibis segera diserahkan sang prabu sangat terkejut ketika melihat peribies berada di tangannya tiba-tiba burung itu mati seketika Kenapa burung ini dayang jangan-jangan lehernya tertekuk saat kamu bawa tadi tanya sang prabu daya menjawab tidak Paduka tadi tidak apa-apa batik madrim berkata kepada raja dengan girang tentu saja burung itu mati patuta karena maling itu telah keluar dan berpindah tempat sekarang periksalah kembali Sang Putri sang prabu lalu mengutus Togog untuk melihatnya Togog menghaturkan sembah lalu dengan Oka okahan berjalan menuju Kabupaten jalannya berlenggak-lenggok dan nafasnya tersengal-sengal di tengah jalan kainnya lepas sebagian dan Kerisnya terjatuh membuat orang susah saja orang yang mau menikahi Tuan Putri itu mudah-mudahan gimana terkampak gerutunya lirik togok melihat Sang Putri sedang duduk sambil membawa bunga tunjung berwarna kuning Bunga itu diusap-usapkan di pipi digosokkan di payudara dan disangga-sangga togok semakin heran melihat Sang Putri meletakkan bunga tersebut di sela-sela payudaranya ada apalagi Paman tanya Sang Putri hamba mau minta obat Tuan Putri gigi hamba ngilu karena makan rujak asam muda rasanya enak makan garam dan betis sekarang hamba mau minta air jawab toko Sang Putri sudah menduga dalam hati kalau Togog sengaja diutus ayahandanya untuk memata-matainya ia Sudahlah Ambillah sendiri kata Sang Putri kemudian togok segera mohon diri keluar istana lalu menghadap Raja kembali Sang Putri hanya menggenggam bunga tunjung yang dielus-eluskan di pipi digosok-gosokan di payudara dan ditaruh di sela-sela payudaranya hamba sangat heran melihatnya kata tokoh melaporkan apa yang dilihatnya kepada raja batik madrim tertawa mendengar penuturan tokoh tidak salah lagi Paduka maling itu telah berpindah ke pengayam dibawa oleh sang putri jadi padukambilah bunga Itu katanya sang prabu segera memerintahkan seorang dayang untuk melaksanakannya emban segera menjalankan perintah Sesampai di hadapan Sang Putri Sang Putri bertanya diutus apalagi bibi dayang menjawab hamba diutus sang prabu untuk meminta bunga tunjung kuning yang putri bawa Sang Putri berkata pelan bunga ini milikku bukan pemberian ayah ayahandatika sekali bunga yang hanya sekuntum ini mati diambil juga aku tidak akan menyerahkannya karena aku masih menyukainya dayang berkata dengan setengah berteriak Tuhan Putri bunga Itu diminta karena dia pencemaran maling Tunjung kuning berbisik Putri serahkan saja jangan khawatir Aku Akan berpindah Sang Putri pun menyerahkan bunga tunjung kuning kepada dayang di diambillah bunga ini serahkan pada Ayah Jika ia sang kamaling katanya kepada Dayang Dayang menerima Kuntum bunga itu lalu bergegas mohon diri Ia lalu menyerahkan bunga yang dibawanya kepada raja bunga tersebut diganti Palayu ketika berada di tangan sang prabu Kenapa bunga ini tiba-tiba layu dalam jangan-jangan tadi kamu menghancurkan putihnya Saat berjalan ke sini hamba tidak tahu Paduka jawab dayang batik Madri menyaut maling itu sudah berpindah lagi sang prabu sebaiknya kita ke tempat Sang Putri saja sang prabu jika hamba jauh maling itu akan lolos Baiklah aku setuju denganmu jawab Sang Prabu batik madrim bersama Prabu Puja negara masuk ke dalam kaputren diiringi oleh para istri sang prabu berjalan dengan membawa lembing dalam hati ia berkata jika gagal aku akan menusukmu dengan lembingku ini madrim Sang Putri saat itu sedang duduk di halaman Bukit mandragini melihat ayahandanya datang ia segera menghaturkan sembah sang prabu berkata Jangan menyembah aku Karena kamu berani menyembunyikan maling dulu ayah menyuruhmu untuk menikah dengan raja atau prajurit tetapi kamu tidak mau tetapi sekarang kamu membuat Geger Sang Putri menjawab hamba hanya menjalani Ayah jika memang sudah dianggap tidak berguna hamba mana mungkin Ayah melakukannya kalau dimarahi sedikit saja kamu pasti lalu minta dibunuh Kata Sang Prabu Sang Putri bersembunyi di balik pohon dengan menyimpan jengkel di hati kalau Ayah membunuhmu Lalu siapa yang akan mewarisi Bojonegara lanjut sang prabu batik menyala benar Kusuma Ayu ayah anda Paduka sangat menyayangimu dalam hati berarti materi berkumam tuan putri ini benar-benar cantik apa yang memang Titisan Dewi Setiawati tentu saja Sang Prabu malwapati Pati madrim tangkaplah segera malingnya dimana dia Aku ingin segera tahu perintah sang prabu kepada batik madrim hamba takut menangkap maling karena ia tidak mau berpisah sedikitpun dari Sang Putri tetapi hamba tetap akan menangkapnya jawaban Prabu Angling Dharma yang sedang menyamar bergumam dalam hati mungkin telah kehendak Dewata batik madrim tidak mengenaliku ia berani mau menghadapiku Tidak seperti biasanya Baiklah dialah terjadi apa yang telah ditetapkan Dewa Putri hamba minta Subang Paduka yang berhias intan bumi akan hamba bersihkan maling yang menyusup kata batik matrim kepada sang putri Sang Putri menolak tidak aku tidak akan memberikannya Subang Ini bukan pemberian ayah Aku membelinya sendiri harganya 10.000 Ayahanda pasti tidak butuh membiarkan orang gila sepertimu meminta Subang yang diterima aku jahat sekali kamu madrim nanti kamu dimakan raksasa kamu mengaku-aku hebat karena mau menikah dengan Putri Raja yang cantik tetapi aku tidak mau aku tidak akan memberikan supangku belum pernah aku melihat ada maling bersembunyi di Subang batik mati menghaturkan sembak Bagaimana sang prabu Sang Putri tidak mau mengaku kalau menyimpan maling cepat berikan sukamu pada madrim ini perintah ayah Jika kamu tidak berikan ayah akan merebutnya serta sang prabu pada putrinya maling yang bersembunyi di Subang berbisik berikan saja Putri aku akan pindah ke kancing konde Sang Putri lalu melepas sokangnya dengan kesang diserahkan sukanya kepada sang prabu tiba-tiba Subang itu seperti hilang pamurnya saat diterima sang prabu batik berkata Paduka malingnya sudah berpindah ke kancing konde sekarang hamba mintakan Putri yang berwarna jingga dan berhias Permata Sang Putri menjawab dengan kera Aku tidak akan memberikannya ini bukan pemberian Ayahanda aku memberinya sendiri harganya 10.000 dengan lebih sabar sang prabu berkata serah karena kalau tidak Ayah yang akan mengambilnya Prabu Angling Dharma berbisik jangan khawatir Putri serahkan saja saat menerima kancing konde itu batik madrim terkejut maling yang dicarinya hampir tertangkap tetapi tiba-tiba sudah berpindah ke ikat pinggang Sang Putri sekarang hamba minta ikat pinggang Putri mohonnya kemudian batik madrim terus memaksa Sang Putri untuk menyerahkan ikat pinggangnya sang prabu berkata dengan lembut nah Serahkanlah jika tidak aku akan memutuskannya Ayo cepat lemparkan Sang Putri dengan gusar melepas ikat pinggangnya lalu melemparkan ke arah batik Madrid batik madrim tiba tiba berkata aku tidak butuh lagi ikat pinggang Itu buat apa malingnya sekarang sudah pindah ke dalam cincin yang dicari manis tangan kiri sang prabu berkata jika tertangkap aku akan mencacah maling yang berani masuk ke istanaku ini kalau begitu hamba minta cincin Sosro Ludiro yang dikenakan tuan putri boleh tidak cincin itu hamba ambil Ayo Putri cepat serahkan cincin itu aku akan membakarnya kata batik Sang Putri berpaling membelakangi sambil matanya berkat aja menahan air mata Aku tidak akan memberikan apa yang kamu minta madrim kamu benar-benar sudah gila ada-ada saja orang kamu minta dan Tidak sepantasnya kamu seperti orang yang tidak punya Nalar cincin ini bukan pemberian Ayah kata Sang Putri pelan dalam wisata Kenapa ayah percaya pada orang gila ini dan tidak lebih sayang padaku Ayah telah terkena guna-gunanya Lebih baik aku mati saja daripada sengsara di dunia semua disangka maling jelas tanda orang yang bodoh itu tidak bisa apa-apa tetapi mengaku pandai jika aku tidak takut pada Ayahanda aku sudah membunuhnya aku gorok lehernya dengan tisu lanjut Sang Putri sang prabu yang mendengar penuturan putrinya menjadi berpikir dan marah Ia berpikir benar apa yang dikatakan putrinya benar apa kata anakku madrim Jika kamu tidak bisa menangkap maling aku akan memenggal lehermu hingga mati kata Sang Prabu kemudian batik Madri menjawab silahkan bunuh hamba jika hamba gagal tetapi maling itu benar-benar bersembunyi di cincin Sekali Ini Saja sang prabu hamba janji maling itu pasti tertangkap boleh tidak boleh hamba minta cincin tuang putri putri menjawab kamu belum juga puas Aku tidak akan memberikannya materi memaksa untuk meminta cincin yang dikenakan Sang Putri ia menghaturkan sembah kepada raja Bagaimana Hasan hamba mohon cincin Tuan Putri tinggal yang terakhir ini si maling bisa bersembunyi sang prabu berkata dengan lembut berikan cincin Muna jangan sampai ayah marah dan merebutnya cincin itu ada malingnya Dewi renggawati bingung hatinya karena ayahandanya terus memaksa Prabu Angling Darma berbisik dari dalam cincin sudah berikan saja Dinda tetapi hempaskanlah cincinmu dengan sekuat tenaga itu dipatu dekat dengan air Lihatlah nanti aku akan bertarung dengan madrim ayahandanya terus membujuknya dengan menangis sedih Sang Putri segera turun sambil melepas cincin dari jarinya pegal hatiku karena semua milikku disangka maling sekarang Coba tangkaplah madrim teriak Sang Putri sambil menghempaskan cincinnya ke Batu cincin terpental masuk ke dalam air berupa menjadi seekor katak hijau batik madrim menghaturkan sembah kepada raja lalu mengubah dirinya menjadi burung dara putih burung dara putih terjun ke air memburu sikatan hijau paruhnya mematuk-matuk berusaha menangkap katak tetapi tidak bisa sang prabu tercengang melihat pemandangan di hadapannya katak hijau tiba-tiba berubah menjadi burung alap-alap putih lalu menyambar si darah putih burung dara putih jelmaan lalu berubah menjadi tikus putih yang besar alat-alat dikejar tidak tertangkap malahan berubah menjadi seekor kucing candrawa yang tidak kalah besar kucing berusaha Menangkap tikus tetapi juga luput Prabu Angling Darma mengubah dirinya menjadi macan batik merasa kerepotan lalu mengubah dirinya menjadi singa putih yang lebih besar singa putih menyambar-nyambar berusaha menangkap si Macan Putih tetapi selalu gagal sang prabu Angling Dharma yang berwujud macan putih lalu melesat ke udara berubah menjadi api yang menyala-nyala suaranya bergemuruh membuat Geger orang-orang Puja negara dan menyangka akan terjadi hujan api orang-orang Mari tunggang langgeng hingga saling tabrak untuk menyelamatkan diri sang prabu Bojonegoro masuk perlindungan rawit toko gelar ditunggang langgang menabrak para dayang yang terus lari jatuh bangun sambil mengomel Prabu Angling Dharma sesumbar menantang batik madrim batik madrim Ayo hadapi aku teriaknya batik Madri menjawab Paduka hamba tidak bermaksud berani melawan 4 luka ampunkan hamba-hamba sudah tobat sekarang turunlah Paduka hamba tidak ingin bertarung dengan Paduka dan tidak berniat menikahi Sang Putri hamba hanya bermaksud mencari baduka sekarang kembalilah Paduka berwujud manusia sekarang telah lega Hati Hamba karena telah bertemu dengan Paduka kembalilah ke wujud semula jika Paduka bermaksud menikah hamba yang akan mengirimkan setelah itu Pulanglah Paduka Kemal papat kerajaan rusa rakyat bersedih dan sengsara seluruh tanaman yang ditanam juga tidak ada yang tumbuh sejak Paduka tinggalkan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kisah-legenda
Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?
Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho • Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518) • * Candi Sukuh • Suk...
-
Bertemu dengan leluhur yang sudah berada di alam kadewatan (alam roh) dalam tradisi spiritual Bali atau Jawa umumnya dilakukan melalui upac...
-
Pernah, nggak, kamu ngerasain atau mikir, gimana, ya, caranya supaya nggak merasa kesepian? Atau pernah nggak mikir, gimana cara ngatasi...
-
Serat Praniti Radya adalah karya sastra Jawa yang dibuat oleh Sri Aji Jayabaya , Raja Nuswantara yang terkenal sebagai Raja dari Kerajaan ...
No comments:
Post a Comment