Sunday, December 25, 2022
Kelanjutan dari Aji Sirep Begananda
Dewi Kumala mengambil selembar daun Tal ditulisi dengan kukunya ia menuliskan mantra aji sumandi di atas daun tal yang panjangnya sejengkal itu lalu diambilnya lagi sepotong daun Tal dan dituliskan kata-kata Jalma nungsang manusia yang terjungkal daun tai yang sudah ditulisi tersebut Lalu digantung di tengah pintu. ketiganya kemudian menghampiri Prabu Angling Dharma yang masih tidur lalu berdiri di samping tempat tidur Sang Dewi merapalkan mantra dan telah diterima oleh para iblis terlaknat. Prabu Angling Dharma yang telah berubah menjadi burung gagak putih rasakan pembalasan Sakit hatiku ucap Sang Dewi Kumala Ia lalu menusukkan daun tali yang sudah dimantrai ke rambut Prabu Angling Dharma Prabu Angling Dharma terbangun karena terkejut denda Abdillah apa yang ada di rambutku ini teriaknya dengan Ketus para putri menjawab Jangan panggil Dinda lagi Sekarang pergilah kamu dari sini Aku sudah muak denganmu jasadmu pun aku tidak doyan cepat pergi dari sini dan jangan pernah menginjakkan kaki di kerajaanku lagi Aku tidak suka kamu memasuki istanaku para putri mengusir Prabu Angling Dharma dengan kasar Prabu Angling Dharma berkata apa dosa dan salahku Dinda Kenapa kalian jadi semena-mena padaku Sang Dewi menjawab masih bertanya apa dosamu sangat besar karena berani mengintip pekerjaan kami kamu telah berubah menjadi gagal putih dan mengikuti kami dan semalam Cepat pergi [Musik] tapi aku puja Semoga kamu tidak berwujud manusia lagi perahu Angling Dharma menjawab baik aku tidak akan menghibah aku akan pergi kalian akan menyesal nanti karena merindukanku kemarin kelihatan apa dan sekarang kelihatan apa aku ini tega sekali kalian mengusirku kalau tidak Sudi Kenapa tidak dari dulu Aku akan pergi jangan kalian mencariku lagi ketika Putri menjawab cerewet saja Kami tidak akan pernah sudi sekarang kalian seperti wanita-wanita anjing yang galak Aku akan pergi tetapi aku tidak merasa berdosa ketika Putri menyaut tanggunglah semua rasa sakitku saat Prabu Angling Dharma hendak melangkah pergi para putri mengkertanya bersama-sama sang prabu terkejutan merasakan tubuhnya tidak berada di tanah lagi ia telah berubah menjadi seekor burung belibis putih terbang tinggi di angkasa hingga tidak nampak lagi para putri bakal Senang Hatinya si Belibis putih terus terbang bersama awan-awan putih di angkasa semua sudah menjadi garis takdir dari dewa dan sudah diterimanya Ia terus terbang sambil memejamkan mata dalam hati ia berucap sudah menjadi kehendak dan ketentuan Dewa sebelum Bumi dan langit ini diciptakan bahwa aku akan berubah menjadi seekor Belibis putih siang malam jibritis terbang di angkasa burung-burung yang berani terbang di atasnya pingsan dan mati jatuh ke tanah suatu saat ia membuka mata dan melihat ke bawah ia telah memasuki wilayah kerajaan Bojonegara di atas desa yang tampak subur Ia turun karena ingin mandi dan melihat ada sebuah rawa yang banyak Belibis putihnya Belibis Rawa yang melihat kehadirannya Ada yang berkata kepada teman-temannya teman-teman ada seekor burung putih yang Kelihatannya baru datang gerabah ini Ayo kita dekati dia ajaknya pada teman-temannya teman-temannya menjawab iya ayo kita tanyai dari mana asalnya para blibra itu lalu mendekati si pelipis putih yang baru datang setelah berhadapan Mereka bertanya burung belibis putih dari manakah asalmu kami baru sekarang melihatmu bulumu sangat indah Belibis putih jelmaan menjawab sambil tersenyum aku tidak punya rumah aku burung yang berpandang di langit Belibis Rawa menjawab Aku dan teman-temanku ingin mengabdi padamu kamu akan kami angkat menjadi raja memimpin aku dan teman-temanku 7 hari lamanya si pelipis jelmaan berendam di dalam air Rawa para Belibis sawah mengambil ikan dan dipersembahkan kepadanya si Belibis jelmaan berkata aku tidak mau makan ikan jika kalian sayang padaku Carikan aku buah-buahan seperti pijatan durian mangga kweni atau kapundung Jira itulah makananku burung-burung pun datang dengan membawa buah-buahan meskipun masing-masing hanya membawa satu tetapi karena jumlah mereka banyak buah yang terkumpul pun jadi banyak sibritis putih lalu memakan buah pijetan Alkisah dahulu ada seorang menteri Kedong kerajaan Bojonegara bernama Demang Wijaya karena suatu kesalahan ia dipecat lalu diusir dari kerajaan bahkan pernah hendak dibunuh sekarang ia tinggal di tepi Rawa tempat si Belibis putih berada di Demang membuat pendukuhan bernama Wanasari di Demang yang sudah tua mempunyai seorang keponakan bernama kijaga gedung kijakah orangnya berperut besar seperti Klinting dahinya lebar dan kalau bernafas baunya apa pekerjaannya mencari kayu di hutan sedang istrinya menjual daun ke pasar untuk membeli makanan di gedung pekerjaannya menjalar dan memancing ikan hidup mereka sangat miskin dan tidak mempunyai seekor kerbau pun linggis dan pacul pun Ki Demang tidak memiliki dia hanya memiliki sebuah kapal kecil yang digunakannya untuk menebang kayu pada suatu pagi di Demang hendak pergi ke hutan mencari kayu yang terkejut saat melihat burung belibis putih yang berada di Rawa Ki Demang kembali ke rumah mencari ditutup [Musik] disuruhnya untuk memasang cara dirawat oleh Pergilah ke Rawa dan pasanglah Jawa akan sangat beruntung Jika kamu dapat menangkap burung belibis putih Cepatlah berangkat perintahnya [Musik] berangkat dengan membawa Jawa seser wuhu tidak ketinggalan di bawahnya juga pancingnya dikenakannya topi bambu dan berselempang ke bis Ki Demang bertanya banyak sekali bawahanmu iagi Semoga salah satu nanti ada yang isi jadi bisa untuk membantu bibi Jawab Ki Jaga sambil berlari Ki Jaga telah melihat keberadaan si pelipis putih yang bermaksud melemparkan semua bawaannya karena tergesa-gesa kainnya tersangkut hingga robek satu jengkal ke bis yang dikalungkan di lehernya ditarik dengan tergesa-gesa hingga Ia mau terjepit segera memasang jalannya sungguh senangnya hatiku jika burung itu bisa aku tangkap aku pernah share akan berjungkir jika dapat menangkapnya katanya dalam hati si pelipis Putih dikiring-giring oleh kicakka Apakah burung ini rajanya ya bulunya tampak paling putih pikirnya dalam hati si Belibis jelmaan berkata dalam hati aku akan pura-pura tertangkap lumayan ada yang mau memeliharaku si Belibis lalu menyusup masuk ke dalam jalak sangat senang melihat si pelipis masuk ke dalam jalannya ia menarik kegirangan seperti tarian orang Bali si Belibis ditangkap lalu dipeluknya sambil terus menari Duh sungguh suatu keberuntungan tidak menyangka aku akan menjual Belibis putih katanya dijaga berlari pulang meninggalkan calakanlah senangnya Paman si Belibis putih dapat aku tangkap sekarang mau diapakan tanyanya kepada sang Paman setelah sampai di rumah Demang wisata menghampiri kicak sambil berkata enaknya seberapa kalau kita sembelih dan kita makanan sebaiknya buah telah kandang kita pelihara saja kita bisa melihatnya setiap hari Belibis jalmaan menyaut jangan mengurunggui aku tidak akan pergi peliharalah aku Kelak kamu akan mendapatkan kemuliaan karena aku jika aku berbohong silahkan aki Membunuhku temawi saya bagai dalam mimpi mendengar ucapan si Belibis dalam hati ia berkata Aku tidak percaya ada bribis yang bisa bicara seperti manusia Ia lalu berkata kepada istrinya Nyai sayangilah beli di sini Siapa tahu kelai ia benar-benar membawa keberuntungan untuk kita si pelipis menyahut lagi memang aku sengaja masuk ke dalam jaring karena aku ingin ikut bicara gedung karena aku kasih Han melihat hidup Kalian miskin hasil kerja kalian tidak cukup untuk makan sehari-hari tidak percaya seekor Belibis bisa berkata seperti itu dalam hati Ia berpikir pasti ia bukan burung sebenarnya Mungkin dia seorang bertapa yang merasuh ke dalam tubuh burung semakin gembiralah hatinya mendengar penuturan si belibis burung belibis berkata lagi hanya pesan saya Ki janganlah kamu memasang jala lagi karena tidak akan pernah cukup untuk makan lalu apa yang kami makan tanya di Demang Ki bersawahlah sedang Nyai lebih baik menjual daun jati Ayo aku antarkan Nyai jaga keduk ikutlah dengan membawa keranjang aku melihat banyak telur Belibis di Rawa kata Belibis Jaka kedutan pipinya perangkat Kerawang diantara oleh burung pelipis Sesampai dirawat burung belibis meluncur tempat di mana anda telur ini saya sangat senang melihat telur yang tanpa putih bertumpuk-tumpuk Jaka gedung segera memutihnya dan memasukkannya ke dalam keranjang membantunya mengusung telur-telur karena jumlahnya sangat banyak lantai rumah mereka sampai penuh dengan telur -telur ini ke pasar jika laku banyak belilah Cangkul dan linggis aku akan bersawah aku akan menuruti kata-kata sipilis untuk tidak memasang Insya Allah berilah juga beras yang banyak dan kupat perintah Ki Demang kepada istrinya ini demam pergi ke pasar bersama jaga keduk yang memikul telur dalam sekejap dagangan mereka Laris Manis Jaka kedu kembali ke rumah untuk mengambil telur lagi kembalinya ke pasar ia mengajak tiga orang teman untuk membantunya mengusung telur seluruh telur telah terjual habis ini Demang sangat senang hatinya dibelinya kain kemben dan sapu juga kain untuk suaminya tidak lupa ia memberi Cangkul dan linggis pesanan Ki Demang setelah itu ia belanja beras minyak daging terasi dan bumbu-bumbu setelah selesai berbelanja mereka lalu pulang suatu hari burung belibis berkatau kepada Ki Demang Ki aku kasih tahu di bawah kandang ada emas 4 Batang cepat kali tiang kandang yang sebelah timur Ki Demang menjawab dengan gusar jangan membual kamu ini teman menyaur dengan tenang Mbok dicoba dulu Ki coba digali sebentar kamu juga ikut-ikutan percaya pada burung yang mengikutial sok tahu berlaga seperti Pandita meramal seperti Modin Sangga di Demang dengan suara keras Jaka kedut tidak mau kalah burung itu burung sapi aman tidak mungkin berbohong Apa susahnya menggali tanah biar aku yang menggalinya Baiklah aku turuti tapi awas kalau tidak ada kamu akan aku pukuli ancam Ki Demang kepada pelipis sitelitis menjawab iyagi jika aku bohong aki boleh Membunuhku di demam telah mengambil Cangkul dan linggisnya cepat Tunjukkan dimana tempat yang harus digali serunya setelah diberi tempat yang harus digali Dia segera Mengayunkan cangkulnya saat cangkul mengoyak tanah Jaka kedut berteriak Lihatlah ada emas pecah cahayanya Cemerlang tak sanggup berkata-kata Melihat emas di hadapannya dilemparkannya Cangkul yang dipegangnya lalu berjungkir balik menari dengan gaya Bali sambil bernyanyi Jaka kedut melempar linggis yang digenggamnya lalu menari di tengah halaman sambil bernyanyi ini demam yang mendengar suara ripu datang mendekat ia terperanjat ketika melihat 4 bongkah emas di hadapannya beruntung sekali aku aku akan segera kaya katanya dalam hati dilemparkannya kain yang dikenakannya lalu menari bersama suami dan keponakannya di teman berkata kamu benar-benar Awas Belibis aku akan mengangkatmu sebagai anak ditangkap lalu ditaruhnya si bribis di atas kepalanya turunkan Aku ki jangan memanggilku seperti itu teriak si pelipis kamu memang layak di panggul mata batinmu Awas seperti Pandita kamu aku angkat menjadi anakku jawab begitu di Demang lalu berkata kepada istrinya nih ayo kita bawa masuk masuk itu cepat kenakan kembali kainmu ini teman segera memakai kainnya kembali turunkan Aku ki dan segera angkat emas-emas itu kata Belibis kepada Ki Demang Jangan sembarangan ke pelipis ini Nyai manjakan dan sayangi si Belibis turutilah apa yang menjadi kemauannya kamu juga cakap Anggaplah dia sebagai saudaramu jangan remehkan dia dan berbaktilah padanya walau dia hanya seekor burung burung belibis berkata pesanku Paman banyaklah bersedekah kepada fakir miskin jika ada orang yang meminjam berikan pinjaman dengan ikhlas demikian juga jika ada orang yang mengemis baik laki-laki maupun perempuan berilah Ki demam berjanji akan mematuhi pesan si pelipis semakin lama kita semakin kaya ia sudah membeli kuda baju-baju bagus Keri dan perlengkapan tanda kebesaran Demang yang lain Pada suatu hari ia pergi ke rumah Kinan kuda bermaksud membeli rumahnya Oke aku ingin membeli rumahmu yang satu berapa harganya tanya Ki demam kepada Ki nang kuda gibiantara menyelam di Demang menghina sekali Kinan kuda menjawab pelan harga rumahku 1000 muka dan belakang tetapi untukmu bayar saja 200.000 tidak tahu diri kainmu saja jelek mau dapat hutangan uang dari mana dengan jengkel di hati Ki Demang mengeluarkan uang 300 real di Biantara berkata aku tidak mau menjual rumahku kiwi saya mengkerta Apa aku harus menghaturkan semua ini kepada raja diantara sangat takut mendengarnya akhirnya dise banyak rumahnya kepada kiwi saya Pagi harinya kiwi Saya menyuruh tukang bangunan untuk mengangkut rumah tersebut dan memasangnya di Kademangan di Demang semakin kaya tetapi sedekahnya tidak pernah berhenti ia telah hidup mulia dan bahagia Ia juga sudah menjadi Bandar pasar yang sangat ramai tapi Rawa tempat tinggalnya telah berubah menjadi Kota Sigli duduk di Tangkuban dimanjakan oleh Ki Demang kandangnya terbuat dari emas ia menanyaisi pelipis nah Jika kamu ingin menikah seperti manusia gadis cantik mana yang kamu mau ayah akan melamarnya Belibis menjawab Aku tidak akan menikah jika tidak dengan Putri Bojonegoro yang bernama Dewi renggawati tapi aku sadar Mana mungkin aku menikah dengannya dengan wujud seperti ini tetapi aku tidak akan putus asa memohon kepada dewa aku lebih baik mati jika tidak menikah dengannya [Musik] perlahan turun memiliki turun dari pangkuan Ki demam lalu berjalan ke tengah laman untuk berjemur ada sepasang burung podang sedang berbincang-bincang Kakang Ada apa di bawah kayu Kemuning yang berada di halaman itu mataku silau melihatnya hanya gudang betina kepada suaminya suaminya menjawab iyanyi mataku juga silau Sepertinya di halaman itu ada emas 2 Kota yang terpendam di dalam tanah si Belibis tersenyum mendengarnya [Musik] Belibis terbang masuk ke dalam rumah memanggil Ki Demang Paman Ke sinilah ayo keluar Ajak si Jaka Kedung Ada apa di Belibis memanggilku Jawab Ki Demang Ambillah cangkul perintah si belibis di Jaka bergegas mengambil cangkul lalu membawanya ke bawah pohon Kemuning cepat kali di bawah pohon itu terdapat dua kota emas perintah di demam sambil mengambil Cangkul dan lempak tanpa membantah dengan cekatan pijakan mengambil linggis setelah beberapa saat menggali Mereka melihat ada sebuah kota setelah muncul kira-kira satu jengkal tutup kotak ditusuk dengan linggis di demam berkata Ki emas benar-benar bawang membuat kita semakin kaya kicau girang Bukan main melihatnya di Demang segera memanggil istrinya ini cepatlah kemari ini Demang dengan tergoh-gopoh mendekat ia ternganga dan sangat gembira melihat ada dua kota emas Ia lalu berlari Mengunci pintu khawatir jika tiba-tiba ada tamu datang emas-emas tersebut kemudian dibawa masuk ke dalam rumah banyak sekali emas berserakan di lantai karena peti sudah tidak bisa menampungnya Ki demam bersama istrinya semakin kaya dan bahagia hidupnya Ia suka menebus budak-budak untuk dibebaskan baik orang Bugis maupun irengan rumahnya kokoh dan diberi kunci jendelanya tinggi-tinggi Kademangan dan pasarnya semakin ramai banyak orang yang datang ke tempat itu untuk berdagang semakin sayang kepada si pelipis ia dilarang keluar-keluar karena khawatir Raja akan memintanya ada sebuah kisah yang akan diceritakan ada sepasang suami istri bernama kiper mana dan kiper mana yang tinggal di sebuah pedukuhan di tengah hutan Alkisah dahulu mereka berasal dari negeri seberang hidup mereka sangat memelas miskin rumahnya hanya kubu kecil dan belum mempunyai Putra Meskipun demikian mereka hidup rukun dan bahagia siang malam tidak selalu berkasih-kasihan Pada suatu hari kiper mana pamit kepada istrinya akan pergi ke Puncak negara untuk mencari makan nih Tetaplah di rumah Aku akan pergi ke Puncak negara kadang kiper mana kipermani menjawab ia Kakang aku akan tinggal di rumah tetapi jangan lama-lama perginya kiper manapun segera berangkat selang beberapa lama setelah kiper mana pergi sesosok Jin turun dari pohon Randu Alas Jin banaspati itu berambut gimbal taringnya besar wajahnya sangat menakutkan dan wujudnya sangat kasar ia terpesona badan saat mengetahui suami Germany pergi ia segera mengubah wujudnya menjadi kiper mana dengan wujud dan tingkah laku meniru kiper mana didekatinya ditemani aku pulang karena aku tidak bisa jauh darimu Ayo kita bercinta nih kata kiper mana palsu [Musik] nyipermani dipeluk lalu ditawanya ke dalam kamar selesai melakukan hubungan suami istri kiper mana palsu pamit pergi tidak lama kemudian kiper mana yang asli datang dengan membawa makanan dan nasi sambil masuk ke dalam rumah ia memanggil istrinya Nyi aku mendapatkan makanan ke sinilah nih Makanlah nyiper maling jawab kok Kakang cepat sekali pulangnya kiper mana menjawab dengan sedikit heran masa ini Ya sudah ayo makan dulu selesai makan kiper mana berkata kepada istrinya nih ayo layani Aku di tempat tidur nyiper maning jawab apa gagang lupa Baru saja aku selesai membersihkan diri sekarang gagang sudah minta lagi baru sekarang Kakang tidak punya kasihan pada perempuan apalagi sebenarnya Kakang tidak pernah tahan lama kalau berhubungan dipermana terkejut dan berkata dalam hati aku sudah kecolongan Siapa orang yang berani melakukannya padahal hanya sebentar aku pergi Ia lalu berkata siapa yang berani menyelingkuhimu jika ketahuan aku akan memukulinya Lalu kenapa kamu sendiri mau dan tidak hati-hati hingga dapat terperdaya Maafkan aku kakak mungkin semua ini telah kehendak Dewa menjadi sarana kesalahanku aku sudah hati-hati orang yang memintaku melayaninya sangat mirip denganmu demikian juga tingkah laku dan ucapannya Ia juga mengenakan kain Wulung sama seperti yang kamu pakai semuanya sama Kakang bahkan caranya merayu pun sama [Musik] kipermana berkata dengan pelan ya sudah nih sekarang aku akan pura-pura pergi kamu Tetaplah di rumah siapa tahu ia akan kembali jika tidak aku coba ia akan terus berbuat seperti itu cuma pesanku nanti jika ia mengajakmu tidur tolaklah dan berhati-hatilah jaga diri dan milikmu baik-baik Jangan sampai terulang kejadian kemarin kemudian pergi pura-pura meninggalkan rumah dengan menggunakan kain bertambal sebagai tanda keris pedang dan lembing sudah disiagakannya dalam hati ia mengancam kalau datang setan anjing binatang yang mengganggu Istriku itu akan aku bunuh [Musik] banaspati yang melihat kiper mana keluar rumah segera turun dengan hati yang ia segera mengubah wujudnya menjadi kiper mana tanpa tidak sedikitpun Sesampai di rumah yang dituju ia memanggil Ayo layanilah aku aku kembali karena aku kangen padamu cintanya ditemani waspada ia menolak diajak tidur kiper mana palsu terus memaksa hingga ia menangis keras sambil menangis dilemparkannya talenan lembing bangku dan barang-barang lain ke arah bliter mana palsu tetapi ia terus memaksa kipermani berlari kiper mana palsu terus mengecatnya kiper mana yang asli datang menghadang bermana palsu siapa kamu berani sekali merusak Pagar ayu perbuatanmu seperti perbuatan anjing si kanaspati menjawab tidak mau kalah hingga akhirnya terjadi perkelahian nyiper manis itu istriku kata kiper Mania asli bukan dia adalah istriku kemarahan keduanya semakin memuncak tidak ada yang mau mengalah bermalas setan menghunus pedang bermana manusia menghunus keris lalu bertarung dengan sengit aku tidak takut denganmu Tria bermalam manusia bermalas setan menyaut ayo kita bertarung dengan cara laki-laki pertarungan terus berjalan dan semakin lama semakin seru mereka saling sambar saling tusuk tetapi tidak juga ada yang kalah Mereka kemudian berganti senjata dengan menggunakan lembing tetapi juga sama-sama kuat senjata dan kayu-kayu yang mereka gunakan sampai patah terserahkan di tanah pertarungan kemudian dilanjutkan dengan tangan kosong saling tendang saling pukul tetapi masih juga sama-sama kuat ini permane yang menyaksikan pertempuran menjadi sangat bingung ia tidak bisa membedakan mana suaminya yang asli dan mana yang jelmaan palsu Bagaimana aku bisa memilih suamiku yang asli wajah dan wujud mereka sangat persis baik dari muka maupun belakang Aduh Dewa bagaimana nasibku nanti termani dalam hati dengan sedih ia kemudian berusaha memisahkan dua orang yang sedang bertarung itu Berhentilah kalian kalian suamiku dan yang bukan suamiku Ayo kita pergi ke kerajaan untuk mohon petunjuk kepada raja Siapa yang menang di pengadilan Raja dialah yang akan menjadi suamiku jika kalian terus bertengkar aku akan menjadi milik orang lain karena kalian pasti akan mati bersama jika kalian memang mencintaiku denganlah kata-kataku Ayo kita bersama-sama mencari kebenaran bermana manusia menjawab Aku bertarung untuk merebut istriku bermana palsu menyaut aku tidak takut denganmu karena Ia memang istriku Ayo kita berangkat kemudian serentak keduanya menggandeng tangan lebar money tangan kanan digandeng bermak palsu dengan kuat sedang tangan kirinya dipegang oleh Permana asli sepanjang jalan mereka terus bertengkar dan nyiper manis tidak bosan-bosan memisah mereka bermalam manusia berkata nih Jangan salah nih Akulah suamimu yang asli yang selalu mengasihi dan menyayangimu bermana palsu tidak mau kalah jangan diimbangi Lihatlah Aku Akulah Suamimu dari kecil sampai tua keduanya pun bertengkar lagi ini bermanis sudah bosan mengingatkan mereka untuk tidak bertengkar tubuhnya juga cabai karena kedua tangannya ditarik ke kiri dan ke kanan Sesampai di alun-alun mereka lalu melakukan PP berjemur di Waringin kembar dua pohon beringin yang tumbuh berdampingan ini termani duduk bersimpu diapit oleh dua orang yang mengaku sebagai suaminya orang-orang yang melihat tampak heran ada dua orang yang mempunyai wajah dan bentuk serupa para Tumenggung dan Mantri merasa kasihan melihat mereka saat itu raja sedang mengadakan biswanan para punggawa Mantri serta Pati sugita telah menghadap demikian juga Ki Demang Mancak sawiraga menghadap duga di area wairana Demang wiranagari dan kiwara Raja telah Duduk di singgasana yang berada di Siti Singkil ia terkejut melihat kiper mana yang duduk di Waringin kembar Raja lalu bersabda Patih Dari mana asal orang yang berjemur di bawah pohon beringin itu wajah dan bentuk keduanya sangat persis dan ada seorang wanita yang wajahnya cantik pasti katakan apa maksud mereka sampai menghadap Budi kerajaan Bojonegara Patih menjawab wanita itu bernama nyiper Manis ia menghadap untuk mohon pengadilan sang prabu karena kebingungan memilih suaminya yang asli dua orang yang mengakui Permana tersebut sama-sama mengaku sebagai suaminya dan memperebutkannya seluruh punggawa dan menteri Paduka tidak ada yang bisa memberi keputusan kami siap mendapat murka tetapi masalah ini kami haturkan kepada Paduka sang prabu tertegun mendengar jawaban Bupati hatinya bagai tertusuk bambu runcing sang prabu bersabda cepat panggil mereka untuk menghadap Bupati aku akan memberi pengadilan kepada orang yang sedang berselisih itu Bupati turun Dan ketikanya segera dibawa menghadapi mereka menghaturkan sembah sambil memegang tangannya bermakna masing-masing di kiri dan kanan di permani yang berada di tengah bersujud sambil menangis sang prabu bertanya ini bermani mana suamimu yang asli cepat kamu pilih nyiper manis menjawab Hamba bingung sang prabu hamba tidak bisa memilihnya jika hamba memilih yang kanan jangan-jangan yang kiri yang asli Karena itulah hamba mohon pertolongan pada kalau begitu aku akan menyuruh mereka untuk bertarung Siapa yang menang dialah suamimu yang asli Sabda sang prabu kemudian nibermann jawab jangan padukan lebih baik Paduka memberi pengadilan yang benar hamba khawatir mereka akan mati bersama jika diadakan pertarungan akan seperti pertengkaran anak gembala saja dari tadi mereka sudah berkelahi dan hamba melerainya lalu mengajak mereka menghadap Paduka hamba takut jika mereka mati hamba akan kehilangan suami hamba yang asli bermalam palsu berkata kepada raja Paduka dia istri hamba yang hamba asu sejak masih kecil dan sekarang dia mau direbut orang bermanasnya Paduka bermana palsu berkata dengan keras dia istriku bermana asli tidak mau kalah dia Istriku kamu jahat berani mencuri istri orang katanya mereka kembali bertengkar di hadapan Raja tangani bermani ditarik ke kiri dan ke kanan namun bermani hanya bisa menangis dan akhirnya menjatuhkan diri ke lantai masih sambil menangis ia berkata sang prabu hamba mohon keputusan sang prabu sedih dalam hati karena belum bisa memberi keputusan kepadanya bermani Ia lalu memberi perintah kepada Pati Pati suruh mereka tinggal di istana dulu 7 hari lamanya sang prabu tidak keluar dari kepisahwangan Aura kerajaan menjadi suram karena rajanya sedang bingung memikirkan masalah rakyatnya yang berselisih satu bulan sudah Raja tidak keluar pisangan [Musik] sementara itu si bribis putih jelmaan Prabu Angling Dharma sedang pergi bermain ke hutan tanpa pamit kepada Ki Demang saat ia hinggap di pohon beringin ia berkata apa yang terjadi cahaya kerajaan Bojonegoro tanpa surat [Musik] burung gagak yang mendengarnya menjawab jelas cahayanya suram Dinda kerajaan itu bagai kerajaan kosong karena rajanya sedang bersedih hati ia bersedih karena belum bisa memberi pengadilan kepada rakyatnya yang bertengkar memperebutkan istri ada dua orang bernama Permana yang wajah dan wujudnya sangat mirip para Mantri punggawa maupun Raja bingung dan tidak bisa memberi keputusan menurutku sebenarnya Permana yang asli hanya satu sedangkan yang satunya adalah jelmaan Banaspati Belibis putih memahami semua keterangan yang disampaikan oleh burung gagak yang segera terbang pulang ke rumah dan menemui teman Nyi Demang yang sedang menjulurkan kaki bertanya dengan penuh kasih Dari mana saja kamu pelipis Ki Demang dan Nyi Demang kaget melihat kedatangan si bribis putih keduanya lalu memeluknya sambil bertanya dari mana kamu Nak pergi tanpa paham atau Meninggalkan pesan membuat Hati Kami khawatir Belibis menjawab aku pergi bermain karena jenuh berada di rumah Ki menghadaplah ke Puncak negara karena saat ini sang prabu sedang bersedih ada dua orang yang sama persis mengaku bernama Permana memperebutkan Seorang Istri para punggawa maupun Mantri tidak bisa memberi pengadilan kepada mereka Cepatlah lagi menghadap raja agar mendapat pengampunan jika aki bisa menyelesaikan masalah Sang Prabu pasti akan senang di Demang menjawab Aku bisa apa si britis selalu membisikan cara menyelesaikan masalah tersebut kepada Ki demam setelah dibisiki tiga kali dan telah paham Ki Demang segera berdandan dan berangkat ke Bojonegoro [Musik] saat sang prabu mengadakan pisuwanan dihadap oleh para punggawa dan Mantri menghadap di HP dua orang yang mengaku sebagai suaminya Nyi permani berkata Paduka tolonglah hamba untuk mendapatkan kebenaran jika tidak hamba akan mati Siapa yang sanggup mempunyai dua orang suami Bagaimana jika keduanya minta dilayani hamba tidak bisa nyiper manis dan meratap sedih Dewa cabut saja nyawaku ini jika lama tetap begini sang prabu terkejut saat melihat ada orang yang duduk berjemur di bawah pohon beringin kembar yang segera dipanggil untuk menghadap raja Ki Demang menghadap menghaturkan sembah kepada raja lalu duduk berjajar dengan para punggawa Selamat datang di Kemana saja kamu selama ini sudah lama sekali kamu tidak menghadapku aku tidak menyangka bahwa kamu masih hidup siapa sang prabu Ki Demang jawab hamba tinggal di hutan Paduka hamba menghadap karena mendengar kabar sang prabu sedang gundah karena masalah kiper mana jika Paduka berkenan hamba ingin membantu memecahkan masalah tersebut sang prabu sangat gembira mendengar penuturan Ki Kemang Baiklah aku serahkan perkara ini untuk kamu beri penyelesaian kata Baginda Raja di Demang berkata pelan kalau begitu hamba mohon disediakan sebuah Kendi tanah beserta jabungnya Paduka sang prabu segera mengambil benda yang dimaksud lalu diserahkan kepada kinema [Musik] setelah menerima Kendi dan Jabung di Demang berkata Siapa yang sanggup masuk ke dalam Kendi dialah suami teman yang asli bermakna manusia Mendapat giliran pertama ia menjawab dia adalah benar-benar istri hamba ia berasal dari negeri seberang dan hamba mengenalnya sejak kecil tetapi Apa Daya hamba tidak bisa masuk ke dalam Kendi hamba belum pernah melakukannya Demang Wijaya berkata kalau demikian ia bukan istrimu kamu hanya mengaku aku saja dengan air mata bercucuran kiper mana manusia berkata kepada istrinya Nyi mungkin sudah menjadi takdir kita kamu harus berpisah dariku aku dapat berbuat apa bermakna palsu merasa menang dengan sombong ia berkata itulah tandanya orang yang mengaku-aku Akulah suaminya yang asli karena aku bisa masuk ke dalam Kendi tanah itu Brahmana palsu pun segera masuk ke dalam Kendi setelah bermakna palsu berada di dalam Kendi kidemangwisaya cepat-cepat menutupnya dengan jagung kemudian menyerahkannya kepada Sang Prabu Baginda Raja sangat gembira hatinya Kendi ini lalu diapakan begitu Ki Kemang menjawab Paduka bakarlah Kendi itu karena dialah yang setan jika manusia ia tidak akan bisa melebur lalu masuk ke dalam gending Kamu benar di demam Sabda Baginda Raja lalu memerintahkan agar Kendi dibakar [Musik] terdengar suara jeritan dari api yang menyala bermakna palsu pun telah berubah wujud aslinya lalu berlari ketakutan Kembali ke tempat asalnya sang prabu lega hatinya dan memuji kebijaksanaan kidemang Wijaya semua yang hadir menyaksikan tak kalah kagumnya atas titah raja Ia lalu diangkat menjadi Patih dengan gelar Pati Jawi Karta dan diberi fasilitas berupa senjata serta diberi tempat tinggal di sebelah utara pasar Patih supita diberhentikan dari kedudukannya sebagai Pati kiper mana dan kiper maling mohon pamit kepada Sang Prabu Sesampai di rumah mereka melakukan semedi hati mereka sudah kembali tenang untuk tinggal di rumahnya lagi mereka kembali hidup di tubuh tengah hutan dengan rukun dan damai bupati jayawikarta yang telah hidup mulia memanggil istrinya untuk ikut ke istana dengan mengirim tandu Jolie dan jolang merasa takut hatinya si Belibis putih menenangkannya dan memberi pesan Nyi kidemang sudah hidup mulia menjadi Pati Bojonegoro jangan lupa agar dia tetap banyak perdana serta jangan sampai punya niat merusak kerajaan karena hanya akan mendapat ketidakbaikan kedua Jangan pernah mengambil istri para Mantri karena akan menjatuhkan kewibawaan yang ketiga jangan melindungi penjahat pencuri yang menjadi musuh negara keempat pipi Jangan membantah perintah baik yang ringan maupun yang berat karena membuat tidak terhormat itulah pesanku sampaikan kepada suamimu Semoga akan mulia aku tidak ikut ke puncak negara aku akan menunggu petuguhan Wana santun bersama aki keduk utusan kipatih yang membawa tandu dan Jolie untuk datang menjemput Nyi Demang sudah datang bergemuruh suara orang-orang yang datang membuat si pelipis terbang karena tidak ingin terlihat orang banyak Sesampai di Kepatihan di Patih menyambut kedatangan Istrinya mana anakmu tanyanya ini Demang menjawab ia masih tinggal di rumah bersama tiba-tiba menjatuhkan diri lalu menangis mendengar penuturannya Demang ia sangat mencintai si beribis hingga terus memikirkannya pada waktu di kedua rumah si Belibis turun menemaninya dikeduk sangat senang hatinya saat malam tiba si Belibis berkata Yai Apakah kamu tahu di mana ada Putri yang utama Ki Jaka gedung menjawab saat masih kecil aku pernah ikut di Liga istana aku sangat kaku melihat putri sang prabu Puja negara yang bernama Retno Ayu renggawati yang tinggal di taman Banjaran kecantikannya di hadapan di seumur hidup aku belum pernah melihat wanita cantik seperti yang kecantikannya Dewi orang kawati begitu Anggun jika dipandang kalau begitu besok aku pamit mau bermain ujar si pelipis kicakka menjawab Baiklah tapi jangan lama-lama aku kasih patah Sampai betul saja kamu harus cepat kembali Kalau tidak aku akan menangis Iya aku tidak akan lama dan akan cepat pulang janji si belibis Pagi harinya pagi-pagi sekali si Belibis telah terbang ke angkasa singkat cerita ia telah sampai di taman Banjaran ia memasuki taman lalu hinggap di pohon cempaka Ungu kagum sekali hatinya melihat Taman yang sangat indah bagai gambar pemandangan [Musik] senang sekali ia berlama-lama memandangnya Alkisah Dewi renggawati Putri Puncak negara kecantikannya tiada tanding cahaya wajahnya Bagai rembulan yang baru saja muncul setelah gerhana lirikan matanya sangat manis kulitnya kuning pakai emas digosok Anggun dan tenang selaras dengan bentuk tubuhnya Ia adalah Titisan Dewi Setiawati Sang Putri sang adimanja dan disayang oleh ayahandanya sudah sepantasnya demikian karena ia adalah satu-satunya Putra Raja Sang Putri sangat cantik Bagi Dewi supraba dahinya Nila cendani alisnya bagai bulan tanggal 1 dagonya nyangkal putung bulu-bulu rambutnya halus rambutnya panjang terkeren tak Mayang terurik bulu matanya lentik matanya bagai permata Bibirnya tipis dan halus giginya mancung lehernya jenjang bahunya seimbang tangan bagaikan Dewa jari jarinya halus dengan kuku panjang tidak akan ada habisnya jika melukiskan kecantikan sang putri putri cantik yang bisa melakukan banyak pekerjaan seperti merangkai bunga menyulam membatik serta membuat berada tidak ada yang mengecewakan dari diri Sang Putri walau 1000 tahun mencari tidak akan ditemukan Putri yang seperti itu banyak para Ksatria dan raja yang ingin menyuntingnya tetapi sang putri belum juga mau menikah sering ia diminta ayahandanya untuk menikah tetapi sang putri dengan tegas menolak ia masih ingin sendiri suatu hari sang putri bermain di taman diiringkan 10 orang dayang pemimpin dayangnya bernama jlamprang sudah dianggap sebagai piyung Sang Putri berpakaian sangat indah dengan perhiasan yang serba gemerlap kainnya 5 regianti berkemben Jingga merendah emas cincinnya bersusun 3 dengan kelangnata Brata Sang Putri berjalan pelan sangat Anggun bagai Dewi suprapa yang turun dari gunung Indrakila seorang Abdi membawa talam emas ada yang membawa lancang Raja Beni kidang emas argawalika kaca kain pasangan dan gampar emas putih terkejut melihat wajah sang putri air matanya bercucuran karena teringat istrinya Dewi sejak wajahnya sangat mirip hanya beda umur tua dan muda Aku rasa keduanya sangat mirip tidak ada bedanya dengan Dewi sejak mungkin Istriku yang telah tiada menitis pada Putri Puncak negara ini aku berharap dapat mengabdi pada Putri Ini kata bribis dalam hati Sang Putri bermain di pinggir laut buatan berdiri di bawah pohon cempaka Ungu dihadap oleh seseorang aku akan melemparnya gumamsi Belibis Ia lalu mematuk sepasang bunga dan dijatuhkan di hadapan Sang Putri Sang Putri terkejut lalu mendongak tidak ada angin tidak ada hujan kenapa bunga-bunga ini tiba-tiba berjatuhan katanya sambil tersenyum hingga nampak giginya yang cemerlang Sang Putri berjalan turun dan tidak melihat keberadaan Belibis karena terhalang dedaunan si Belibis berkata dalam hati benar-benar Cantik putri ini sungguh beruntung orang yang memilikinya nanti senyumnya sangat manis saat mendongak Tadi ia tidak melihatku aku takut jika kamu marah Putri si Belibis mengambil dua Kuntum bunga yang ada semut merahnya lalu dijatuhkan di daerah Sang Putri tepat mengenai payudaranya Sang Putri meloncat karena terkejut ada semut merah jatuh didatanya Sang Putri menjadi jerit risih sampai kembennya jatuh ke tanah ia memegangi dadanya sambil berteriak minta tolong pada dayang dadaku rusak banyak bentol-bentolnya digigit semut siapa yang berani menjatuhkannya nanti dia akan dibelah seperti bongkok akan dirobek seperti ketupat di mangsa harimau di telu hantu seribu dan dimakan raksasa gila dia yang berani menjatuhi semut akan dipotong seperti cabe disambar petir disandap buaya semakin kagum dalam hati Putri ini benar-benar sempurna segalanya katanya dalam hati para Ambon melihat keberadaan sipilis putih mereka beramai-ramai menunjuk sambil berteriak Putri Lihatlah ada burung belibis Sang Putri mendekat lalu mendongak matanya tajam memandangibis Palas memandangnya sambil membaca mantra penembak cinta asmara Sang Putri menjadi hilang amarahnya bahkan jatuh cinta melihat si pelipis beberapa detik Sang Putri Diam Terpaku Ia lalu berkata tiang tangkaplah burung itu sampai kena jika tidak aku akan mati emban celamprang menjawab kita suruh saja ABRI narantaka untuk menembaknya Putri pasti tidak akan meleset Sang Putri tidak berkenan di hati ia berkata dengan kesal lebih baik Bagaimana kalau ditembak burung itu akan mati Sang Putri menyuruh seorang dayang untuk memanjat pohon cempaka dayang yang disuruh dengan susah payah memanjat pohon tetapi belum sampai atas sudah jatuh terlentang di tanah siblidis terbang lalu masuk ke dalam air Sang Putri berteriak cepat tiang berenang ke sana jangan sampai burung itu hilang tangkaplah sampai dapat jika tidak nanti semua akan aku potong lehernya para dayang mencebur ke laut berjalan menuju tempat Belibis sampai ke lagapan timbul tenggelam [Musik] jibritis putih tersenyum melihat tingkah para dayang sambil gelagapan para dayang menggerutu burung belibis bikin susah orang saja ditangkap susah sekali Awas nanti kalau tertangkap aku akan mencabuti bulu-bulunya yang lain menyaut Awas jika tertangkap aku akan mematahkan sayap-sayapnya ada lagi yang berkata kalau tertangkap aku akan mematahkan lehernya dan aku kubur di makam biar mati sekalian Jika putri bertanya akan aku bilang kalau tiba-tiba burung itu hilang saat di dalam genggaman tangan siblidis putih mendengar semua ucapan para dayang sungguh tidak pantas didengar ucapan mereka jahat sekali semoga mereka terpeleset katanya dalam hati Ia lalu terbang ke kiri para dayang terus memburunya kita tidak para dayang terpeleset dan jatuh ke dalam air ada yang sampai merangkak seperti kura-kura si Belibis terbang dari laut buatan lalu hinggap di Pohon pandan wangi Sang Putri berkata dalam hati aku punya nasihat Jika kamu tertangkap Kamu akan selalu aku Bawa kemanapun Sang Putri mendekati si pelipis sambil berkata dalam hati aku akan mencoba menangkapnya jika kena Aku berjanji akan menidurkanmu di tempat pajangan yang indah sambil terus aku pegangi perlahan-lahan ia berjalan mendekati seperti mau menangkap kupu lalu mundur lagi sejenak si Belibis terus melirik tingkah laku Sang Putri Sang Putri bersembunyi di balik pohon sambil mengambil nafas lalu mundur lagi ke penyayang morat tidak diperhatikannya lagi hanya si pelipis yang ada dalam hatinya hati Sang Putri semakin bekal karena si Belibis tidak juga bisa ditangkapnya jika aku paksa aku takut ia hilang kalau kasar aku takut ia mati katanya dalam hati burung belibis sepertinya sengaja menggoda jika Sang Putri bersembunyi Ia pura-pura tidur tetapi saat Putri mendekat ia memandang sambil miring-miring Sang Putri berkata dengan mata berkaca-kaca Belibis manja sekali kamu dan seolah mempermainkanku jika tertangkap aku akan mencubitmu Dewa bawalah burung itu padaku agar aku dapat menangkapnya si Belibis menjawab dalam hati ia aku akan menyerah karena aku lihat kamu jadi bersedih Sang Putri kembali mendekati Prilly selalu dengan ragu-ragu ditubruknya burung itu ia berhasil menangkap ekorsi Belibis lalu merangkul sayapnya tadi kamu manja sekali sekarang kamu diam saja sekarang lepaslah Kalau kamu bisa Aku akan terus memegangimu jibritis berkata pelan-pelan Putri nanti buluku rusak Sang Putri kaget mendengar berita dapat berbicara aduh sayang ternyata kamu bisa berbicara sungguh beruntung aku mendapatkanmu dipeluk dan dipuji-pujinya si belibis berkata Mana mungkin aku menolak Jika putri yang menangkap sendiri jika Putri memang sayang padaku jangan memegangiku terus Meskipun aku burung Aku tidak akan ingkar janji aku tidak akan pergi Sang Putri menjawab Iya kamu membuatku penasaran karena kamu sangat Gesit sudah sewajarnya aku takut karena dikejar para dayang itu kata si belibis Sang Putri lalu memberitahu para dayang tiang aku sudah berhasil menangkap sendiri si burung belibis putih ia ternyata bisa berbicara aku kasihan padanya bawalah burung ini dan Ayo segera pulang [Musik]
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kisah-legenda
Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?
Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho • Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518) • * Candi Sukuh • Suk...
-
Bertemu dengan leluhur yang sudah berada di alam kadewatan (alam roh) dalam tradisi spiritual Bali atau Jawa umumnya dilakukan melalui upac...
-
Pernah, nggak, kamu ngerasain atau mikir, gimana, ya, caranya supaya nggak merasa kesepian? Atau pernah nggak mikir, gimana cara ngatasi...
-
Serat Praniti Radya adalah karya sastra Jawa yang dibuat oleh Sri Aji Jayabaya , Raja Nuswantara yang terkenal sebagai Raja dari Kerajaan ...
No comments:
Post a Comment