Showing posts with label kisah Anglingdarma. Show all posts
Showing posts with label kisah Anglingdarma. Show all posts
Sunday, December 25, 2022
Kisah Seorang Angling Dharma Raja Malwapati
1000 raja yang melamar Dewi sukesi telah mendengar berita bahwa Sang Putri sudah sembuh dan sudah dinikahkan dengan Prabu Angling Dharma mereka marah mendengar kabar tersebut Lalu sepakat untuk menyerang kerajaan Kertanegara seorang raja bernama Rangkas di sudah mengamuk dan merusak Kertanegara Prabu Angling Dharma berkata kepada mertuanya Percayakan pada hamba sang prabu selama Angling darmawasi hidup dan berdiri tegak seperti tubuh tidak akan mundur menghadapi para raja bahkan ditambah 2000 orang sekalipun ia segera pergi ke Medan laga bersama patipati madrim Akulah Prabu Angling Dharma majulah kalian hadapi suami Dewi sukesi sesumbar Prabu Angling Darma menantang para raja para raja bersama-sama menyerang tetapi Prabu Angling darmatala Siap dengan anak panahnya siapapun yang datang mendekat mati terkena human anak panah para raja menjadi ciut nyalinya dan banyak yang lari tunggang langgang walau tidak kelihatan asal terdengar suaranya panah Prabu Angling Darma dapat mengejar dan membunuh Pati Pati mati mengamuk dengan menggunakan ganda besi para punggawa yang terkenal sabetan katanya mati seketika tidak lama kemudian para musuh sudah pergi bersih tak tersisa Prabu Angling Dharma kembali ke istana disambut Dewi sugesti yang segera menghaturkan sembah dicucinya kaki suaminya lalu sisa airnya untuk mengusap rambut di dahinya sang prabu Angling Dharma lalu membopongnya masuk ke kamar tidur kita tinggalkan dulu dua insan yang sedang memadu kasih sementara itu Prabu panjatnya sangat marah karena hilangnya gambar Dewi sukesi ia menemukan surat yang berbunyi yang mencuri gambar Dewi sukesi adalah Prabu Angling Dharma yang bertahta di malwapati menyusulah segera Aku tunggu kamu [Musik] Prabu oleh para punggawa dan Mantri Pati Apakah kamu tahu dimana letak kerajaan malapati yang rajanya bernama Angling Dharma tanya Sang Prabu kipatih menghaturkan sembah dan menjawab hamba mendengar kabar bahwa Prabu Angling Dharma Raja malwapati adalah seorang raja besar yang kerajaannya dua tahun perjalanan dari sini Raja bersabda lagi Pati siapkan seluruh prajurit punggawa Mantri lengkap dengan busana perang aku akan menggembur malwati dan bertanding dengan Prabu Angling Dharma singkat cerita mereka telah berangkat menuju malwapati Prabu Angling Dharma yang masih berada di Kertanegara mohon pamit kepada mertuanya untuk kembali ke malu Abadi Ayah hendak Prabu hamba mohon pamit Ayah hendaknya menjawab Duh Anakku jangan pergi jadilah raja di Kertanegara hamba punya kerajaan sendiri malwapati namanya kata Prabu Angling Dharma keinginannya untuk pulang sudah tidak bisa ditahan lagi hingga akhirnya Raja pun mengizinkan Sang Putri pun mohon pamit untuk ikut suaminya semua orang yang ada di istana merasa sedih hingga terdengar bergemuruh suara tangis mereka Prabu Angling Dharma sudah sampai di luar kota dan mulai memasuki hutan perantara Sang Putri berjalan di tengah dan batik madrim berjalan di belakangnya batik madrim ternyata jatuh hati pada sang putri dalam hati ia berkata aku berani mengadu kesaksian dengan sang prabu karena aku menginginkan istrinya sepanjang jalan batik madrim tersenyum sambil melirik sang putri dan sesekali menjaga langkahnya Sang Putri berkata dalam hati orang ini benar-benar gila berani menginginkanku kalau aku bilang pada sang prabu apa jadinya orang ini benar-benar berhati iblis Prabu Angling Dharma sebenarnya tahu maksud batik madrim Setelah lama berjalan mereka Istirahat di bawah pohon beringin Dewi sukesi merasa sangat berlebih dan haus ia melihat ada pohon siwalan yang sangat tinggi dan besar Sang Putri berkata Pangeran Ambillah buah Siwalan itu hamba sangat haus dan sangat ingin makan buah Siwalan jika tidak makan buah Siwalan mungkin hamba akan mati Sang Putri meminta dipetikkan buah Siwalan sambil mengusap peluhnya ia nampak sangat menginginkan buah tersebut hingga terus memohon dengan memelas Prabu Angling Dharma lalu mengutus Patih madrim untuk mengambilkan batik madrim ambilkan buah Siwalan itu perintahnya Dipati madrim segera menjawab hamba tidak mau Paduka Bukankah Paduka sangat Sakti hingga akan dengan mudah mengambilnya Baiklah aku akan meninggalkan ragaku dan berubah menjadi burung anyar Aku akan mengambil Siwalan itu jagalah ragaku kata Sang Prabu kepala sang prabu rebah di pangkuan Sang Putri lalu berubah menjadi burung manyar burung manyar Jemaat segera terbang ke pohon siwalan suamiku sungguh sangat hebat kata Sang Putri dalam hati ia asyik memandang ke atas melihat burung jelmaan suaminya yang sedang terbang batik Madin diam-diam pergi ke tempat tersembunyi ia meninggalkan raganya lalu masuk ke dalam rata Prabu Angling Dharma tiba-tiba raga Prabu Angling Darma bangkit Sang Putri di Teluk sambil dirayu dengan kata-kata manis Sang Putri menghindar dalam hati ia berkata Bagaimana raga itu hidup sang prabu yang berwujud burung masih di atas batik madrim tidak kelihatan Padahal dia menginginkanku dari dulu Sang Putri berlari ketakutan dan terus diukur oleh Patih madrim burung manyar merasa sangat kasihan melihat Sang Putri Sang Dewi sukesi sudah lelah dan hampir tertangkap burung manyar menyambar batik madrim dari atas hingga jatuh tersungkur batik madrim dengan marah mengejar dan melempari burung manyar Dewi sukacita terus berlari hingga akhirnya tiba kembali di Kertanegara batik madrim suka kehilangan jejak Dewi sugesti karena mengejar burung manyar Prabu Angling Dharma burung jelmaan membumbung tinggi ke angkasa terbang diantara awan batik madrim terus mengejar tetapi tidak juga bisa menyusul batik madrim punya rencana jahat dalam hatinya istrinya yang ada di puja negara akan aku ganggu sekali yang katanya dalam hati sementara itu dewi renggawati yang berada di puncak negara sudah melahirkan Putra laki-laki diberi nama Ar Raden Angling Kusuma sang pangeran yang sudah berusia 4 tahun terlihat tampan dan jika punya keinginan tidak bisa ditunda ia diberi nama Angling Kusuma sesuai pesan Ayah handanya dulu Prabu Puja negara sangat mengasihi cucunya setiap mengadakan pisau anak cucunya itu selalu di dalam pangkuannya suatu hari saat sedang pisauangan tiba-tiba sang prabu Angling Darma datang semua yang hadir terekatsu dan menundukkan wajah tidak ada yang berani memandang yang baru datang sang prabu berkata kepada cucunya dialah anak Muna cepat haturkan sembah Raden Angling Kusuma lalu ditanggung oleh batik Madrid yang meminjam raga ayahnya Angling Dharma palsu berkata sampaikan pada Ibumu kalau Ayah sudah datang Angling Kusuma menghaturkan sembah lalu pergi menjumpai Ibunya Ibu Ayahanda datang dan ingin menjumpai Bunda katanya setelah sampai di hadapan ibundanya dia bukan Ayah Muna dia hanya orang yang menyamai wujud ayahmu katakan padanya Ibu tidak mau menemui karena sedang semedi jika orang itu memaksa ibu akan bunuh diri jawab Dewi renggawati sambil memeluk putranya sang pangeran segera kembali menghadap kakeknya dan menyampaikan bahwa ibunya tidak mau menemui Angling Dharma palsu Bagaimana Ayahanda Kenapa Putri Paduka menolak hamba Prabu Bojonegoro menjawab semua terserah anak Prabu baik siang maupun malam karena ia sudah sah menjadi istrimu hamba Sudah lama tidak berjumpa istri hamba Oleh karena itu izinkan hamba masuk ke Kabupaten untuk menjumpainya kata Sang Prabu Angling Dharma palsu setelah mendapat izin Prabu Angling Dharma palsu segera masuk ke kabupaten Prabu Angling Dharma palsu masuk ke dalam kabupaten untuk mencukupi Dewi renggawati Dewi renggawati tidak mau melayani bahkan bersembunyi di gedung baja dan mengunci pintunya Prabu Angling Dharma mencoba merayu dari luar pintu Istriku yang cantik bukalah pintu aku sangat rindu karena lama tidak bertemu Kenapa Dinda tidak mau menemuiku kumohon belas kasihmu bukakan pintu untukku aku akan menemuimu nanti kalau ada kambing yang menang melawan gajah jawab istrinya dari dalam Prabu Angling Dharma palsu keluar dari istana kembali ke pisauan dia lalu tinggal di sitinggil Bersama sang prabu Puja negara Siang malam makan dan minum sepuasnya para prajurit dan punggawa Puja negara disuruh menggiring binatang hutan gajah badak singa yang kala-kala dipilih dan diikat oleh Prabu Angling Dharma palsu sementara itu burung manyar putih jelmaan Prabu Angling Dharma yang asli terbang melesat di angkasa bagaikan intan bumi ia sampai di puncak negara saat tengah malam lalu masuk ke gedung baja menemui istrinya ia mendapati Sang Putri sedang tidur cahaya lampu kurung menerpasang Putri hingga wajah Ayunya nampak bagai bulan purnama si burung datang Lalu mencakar kain Sang Putri bangunlah Dinda Maafkan aku datang Dinda masih ngantuk katanya sambil mencium istrinya sang putri yang sudah tertidur terkejut Siapa yang mendatangiku tanyanya saat melihat burung manyar putih Sang Putri perekat dalam hati kalau Ku perhatikan burung ini sangat menawan hati seperti si pelipis walau berwujud hewan aku tetap tidak akan salah burung ini jelmaan Prabu malwapati Sang Putri pun menyapa Kenapa Paduka berwujud burung manyar putih Dimanakah Arga Paduka burung celemahan berkata ketahuilah cantik orang yang mengaku bernama Angling Dharma itu Sungguhnya batik Dewi renggawati memeluk kurung Manyar putih lalu berkata kemarin Putra Paduka berkata kalau ada Prabu Angling Dharma ingin bertemu dengan hamba tetapi hamba menolaknya Ia terus memaksa hingga akhirnya hamba mengajukan permintaan hamba katakan bahwa hamba mau menemuinya kalau ada gajah yang kalah berkelahi dengan kambing Tetaplah disini Dinda aku akan keluar menangkap si batik batin kata burung manyar putih lalu terbang meninggalkan Sang Putri Prabu Angling dharmayang di Suzuki Sukma Pati madrim tidak henti-hentinya bersenang-senang mengadu hewan para punggawa kerajaan turut serta bersenang-senang siang malam burung manyar putih yang keluar untuk melihat langsung terbang menuju pagelaran ia hinggap di dahan pohon beringin tanpa diketahui siapapun di alun-alun sudah banyak sekali binatang yang akan diadu ada gajah singa harimau orang hutan sapi babi karbu dan lain-lain Prabu Bojonegara dulu dihadap oleh para punggawa perahu Angling Darma dulu di kursi Gading dihadap oleh para menteri ia tampak begitu gembira terlihat tawa selalu menghias wajahnya semua orang Puja Negara hanya aku yang laki-laki sejati sesumbarnya Ia lalu berkata kepada sang prabu Puja negara Ayahanda pertemukan Hamba dengan Putri padukan apalagi yang harus hamba tungku sudah lama hamba mengembara Prabu pujanggar menjawab sabarlah anak Prabu seberapa kekuatan wanita jika keinginannya melihat ada kambing mengalahkan gajah sudah dituruti pasti dia mau menemuimu lebih baik Putri Paduka meminta sesuatu daripada menolak dengan bersembunyi di dalam pagar batu yang tinggi hamba Jadi bingung bagaimana menggempurnya tega sekali putri putra Negara Jawa Angling Dharma palsu burung manyar putih yang berada di dahan pohon beringin berkata dalam hati sepertinya sang prabu tidak lupa pada menantu kumohon kepada dewa semoga batik madrim segera sadar dan mengurungkan niatnya untuk mendapatkan Sang Putri orang-orang di seluruh kerajaan berbondong-bondong menuju istana karena mendengar Prabu Angling Dharma mengatakan adu binatang orang-orang Desa gunung dan pinggir kota semua berjubel di alun-alun ingin melihat gajah di adu dengan kambing Prabu Angling Dharma palsu duduk bersandar di kursi gadingnya sambil mengelus-ngelus kambing yang akan diadunya si kambing dipayungi dengan payung emas dan tubuhnya diluluri dengan minyak wangi Prabu Angling Dharma perkata B para raja Hei para raja Ayu mengadu kesaktian dengan kambingku ia tidak akan kalah melawan semua binatang hutan jika sampai kami ku mati sungguh tak pantas Aku bernama Angling Darma Prabu Bojonegara tertawa mendengar ucapan Prabu Angling Dharma rasanya tidak mungkin baru sekarang aku mendengarnya biasanya kambing yang dimakan singa katanya Prabu Angling Dharma tidak senang mendengarnya kalau kambing hamba mati hamba akan bunuh diri Lihatlah nanti sang prabu jawabnya Prabu Puja negara berkata dengan Agak jengkel hati-hatilah jangan sampai kamu mundur para menteri Puja negara menyiapkan peralatan untuk mengadu kambing dengan banteng [Musik] kambing sudah dibawa keluar dan diadu si kambing tenaganya sangat besar dan menakutkan banyak sekali banteng yang mati para Mantri bersorak-sorak dan kagum melihatnya selanjutnya kambing diadu dengan singa dan harimau para menteri kembali bersorak-sore kambing mengamuk dengan gagah perkasa hingga banyak Harimau yang mati sekarang para bupati ikut rekagum-kagum melihatnya giliran selanjutnya kambing diadu dengan gajah banyak sekali gajah yang mati terkapar Prabu Puncak negara merasa maluh hingga tidak berkata apa-apa kambing itu menjadi sangat kuat karena telah dirasuki sukmapatih yang meninggalkan raganya jadi kekuatan kambing adalah kekuatan batik madrim Prabu Angling Dharma palsu kesaktianku kambingku kambing kesayanganku ini tidak mungkin kalah jika Kambing ku mempan senjata sungguh tak pantas Aku bernama Angling Darma dan lebih baik aku bunuh diri para bupati terdiam dalam hati kagum dengan kesaktian Sang Prabu burung manyar putih masih berada di atas pohon beringin kembar ia tersenyum selama menyaksikan semuanya dalam hati ia berkata enak sekali yang ingin membopong wanita Prabu Angling Dharma palsu kaget melihat burung manyar yang berbulu putih cemerlang bertengger di atas pohon beringin ia segera mengambil anak panah sambil berkata kepada seluruh punggawa para punggawa dan Mantri Lihatlah di atas pohon beringin ada burung manyar putih jika burung itu terlihat di situ bocah negara akan gersang dan tandus para punggawa dan Mantri dengan cekatan mengambil senjatanya masing-masing burung Mayora di berondong peluru bergemurung suara senjata yang menerjang burung manyar karena banyaknya seketika asap hitam keluar bagai malam yang pekat para menteri menyangka burung Mayora telah hilang terkena peluru dan tidak mungkin tersisa dagingnya karena banyaknya senjata sampai punya pun berubah menjadi asap demikian pikir mereka daun-daun pohon beringin pun bersih terasa peluru burung manyar putih yang ternyata masih utuh Tersenyum Dalam hati sungguh tegas sekali batik madrim yang sedang ingin membobong wanita katanya dalam hati peluru yang banyak Jatuh di hadapan simannyar berubah menjadi sirih bunga bahkan ada yang berubah menjadi minyak wangi dan Sumping jahat sekali yang bernama Angling Dharma palsu itu ia tegas sekali menganiaya dan menginginkan janda orang lebih baik aku masuk saja ke dalam istana umumnya burung manyar terbang masuk ke dalam kabupaten dengan berupa wujud menjadi burung atau teh hijau Sesampai di depan gedung baja ia berbisik Dinda aku datang bukakan pintu Sang Putri menjawab jika memang Prabu Angling Dharma pintu pasti akan terbuka sendiri tiba-tiba daun pintu yang terbuat dari kaca terbuka sendiri dan burung hijau pun masuk Sang Putri telah mengenalinya dengan baik burung atau teh hijau disangga dengan kedua tangannya lalu diciumi kedua cakarnya si burung mematuk-matuk rambut hidung dan pipi Sang Putri Siapa yang memiliki istri yang sangat cantik tidak lain hanyalah Raja Agung alwapati pandai-pandailah pengabdi cantik rayunya Dewi renggawati perkata Apakah sengaja Paduka ingin menguji hamba kemarin Paduka berwujud burung-burung Manyar putih sekarang menjadi atau teh hijau Apakah Paduka mencurigai hamba sudah mendua hamba sudah sejiwa dengan Paduka meskipun berubah menjadi capung sekalipun hamba tidak akan salah memilih Tetapi apakah Paduka takut bertarung dengan Patih Paduka Kenapa Paduka tidak merebut ragam Prabu Angling Darma menjawab Aku tidak takut melawan Patih madrim saat di malwapati Pati mati sangat banyak kebaikannya sangat Setia kaya serta Sakti mandraguna jadi walau dosanya segunung aku akan mengampuninya dan aku mohon kepada Dewata semoga batik madrim segera menyadari kekeliruannya Aku sangat sayang kalau sampai dia mati pesanku Dinda Nanti kalau batik-batik datang temui dia baik-baik agar Senang Hatinya Prabu Angling Dharma lalu membisikan sesuatu kepada Dewi renggawati Sang Putri tersenyum dan mengingat baik-baik pesan suaminya Sang Putri lalu membawa burung atau teh hijau ke tempat tidur Sang Prabu Angling Dharma yang berwujud burung atau sangat pandai merayu istrinya ia selalu mematuk-matuk payudara mencakar rambut dan hidung hingga Sang Putri menjengkerut geli bahkan kain Sang Putri pun hampir lepas di patung-patung si burung dan kemben sudah terjatuh di lantai Sang Putri berusaha menahan kakinya hingga tidak karu-karuan tingkah polanya [Musik] Duh Gusti hamba benar-benar geli Paduka nekat sekali membuat hamba seperti ini kata Sang Putri Prabu Angling Dharma yang berwujud guru menjawab meskipun ada wanita cantik yang lain Mana mungkin aku mundur hanya Engkaulah wanita yang mampu menawan hatiku sementara itu Prabu Angling Dharma yang berada di pisawanan hendak masuk menemui sang putri ia berkata kepada Angling Kusuma Putraku katakan pada Ibumu agar menyiapkan Burat Wangi karena aku akan masuk ke istana jika sudah selesai suruh menyambutku di pintu nanti aku akan membobongnya dan saat malam tiba aku akan mempersembahkan Satria Bajang aku haturkan Satrio cebol untuk teman berbincang Satria Bajang yang aneh wujudnya tidak pernah sakit dan tidak pernah loyo tetapi perutnya gendut dan rambutnya tidak dicukur jika kupersembahkan kepada aku juga akan mempersembahkan Joko tengkreng ibumu pasti akan senang dan menggaruk sangrangsang Grand seberapa kekuatan wanita dia pasti akan pasrah Raden Angling Kusuma lalu mohon di masuk ke dalam istana Prabu Angling Dharma palsu menyusulnya sambil menuntun kambing Sesampai di hadapan ibunya ia berkata itu ayah anda sudah datang ibunya bertanya ada apa Raden Angling Kusuma menjawab hamba diutus oleh Ayahanda beliau rindu pada ibu temuilah dia Ayahanda sangat Sakti kambingnya yang hanya satu ekor dapat mengalahkan gajah bahkan banyak singa dan harimau yang mati berkelimpangan burung atau mendengar penuturan putranya dalam hati ia tersenyum dan berkata namanya juga masih Allah Allah Enak sekali yang mau berganti ayah Dewi renggawati berkata Baiklah nak suruh Ayah segera kesini Raden Angling Kusuma segera mohon diri untuk menemui ayahandanya [Musik] Prabu Angling Dharma palsu telah diantarkan masuk ke dalam istana Dewi renggawati duduk di kursi emas mengenakan kain berwarna hijau Sengkang bapang kemben Jingga mangsa pantas dengan Bilis Ungu ia nampak bagaikan Dewi supraba yang menjelma menjadi manusia burung atau hijau bertengger di sela-sela payudaranya tidak terlalu kentara karena tersamar dengan kebencian Angling Dharma palsu datang Lalu Jalan berjongkok bermaksud membobong Sang Putri Dewi renggawati menarik pedangnya sambil berkata mau apa berani melangkah aku penggal lehermu seberapa kekuatan wanita sudah sepantasnya wanita di manja-manja siapa lagi yang akan memilikiku apa lupa kalau sudah punya anak Angling Dharma palsu menjawab Sudah lama kita berpisah Dinda aku sangat rindu padamu Ayolah Dinda Aku bawa Kau ke tempat tidur aku akan menghidupkan tembang Asmara untukmu burung atau teh hijau yang bertengger di sela-sela payudara tersenyum sungguh jahat sipati mati tindak tanduknya seperti orang gila dan tidak tahu aturan pikirannya mesum tidak bisa berlaku lembut pada wanita katanya dalam hati [Musik] Dewi renggawati berkata dalam hati juga orang ini seperti orang gila dan terkena guna-guna Mana mungkin aku kalah dia akan aku jadikan pemanis gula dan penambah gurih santan Dewi renggawati lalu berkata tanda Angling Dharma Jika Anda benar cinta padaku aku tidak akan mendua tetapi sungguh akan lebih nikmat jika sebelum bercinta Kanda makan ganja kecubung dan jamur embran setelah mabuk berhubungan badan akan terasa lebih nikmat setelah selesai berhubungan hampa akan tidur di pelukan Paduka dan silahkan Paduka ajarkan kidung palugon untuk hamba Prabu Angling Darma menjawab ia Dinda Aku sudah makan Gadung kecubung merokok ganja dan minum arak ia maju lalu merayu lagi Ayolah Dinda segera aku bohong aku sudah mampu Dewi renggawati menjawab jangan tergesa-gesa Kanda [Musik] masih ada yang ingin hamba minta Suruhlah kambing Paduka mengambil bunga Semar sana yang ada di halaman jika kambing itu mendapatkan bunga hamba akan memakainya dikelung dan setelah itu silahkan Paduka membopongku batik madrim segera keluar dari raga Prabu Angling Dharma lalu masuk ke dalam raga kambing si kambing lalu berjalan menuju halaman untuk memetik bunga semua orang yang melihat dibuat heran melihatnya burung atau hijau tiba-tiba mati karena Sukma Prabu Angling Dharma yang asli telah berpindah masuk ke tubuh Kakaknya sendiri Dewi renggawati menghaturkan sembah kepada suaminya yang asli Ia juga berkata kepada putranya Nah inilah ayahmu raja malwapati yang sesungguhnya Prabu Angling Dharma lalu memangguk istrinya dan merayunya Dinda Permata Hatiku yang sungguh setia kepada suami sungguh Dinda adalah wanita yang utama Sang Putri mencubit paha suaminya sambil tersipu malu kambing yang baru turun dengan menggigit bunga di moncongnya terkejut melihat raga yang dipinjamnya telah kemasukan sukmanya yang asli ia mundur dengan hati geram si kambing mengumpan dalam hati jahat sekali Putri Puja negara kuntilanak penipu tidak pantas ia menjadi wanita pintar sekali menipu seperti setan perempuan binatang Semoga dia mati nanti malam Prabu Angling Dharma berkata kemarilah batik madrim kulihat kamu tidak di dalam ragamu tubuhmu jelek dan kotor pantas dengan kelakuanmu yang jahat memang lebih pantas kamu menjadi kambing karena tak pantas menjadi manusia sekarang rasakan Sakit hatiku kamu adalah kamu laku adikku dan turun temurun kamu tetap akal menjadi kesatku turun-temurun kamu akan menjadi kedibal dan bawahanku dulu waktu di malwa pasti kamu aku muliakan dan aku angkat menjadi partai hidup Mukti Wibawa tetapi sekarang kamu membalas semuanya dengan berbuat jahat padaku teruskan keinginanmu untuk menyukai istriku Jika kamu berani batik madrim yang berwujud kambing berkata dengan penuh amarah Sekarang aku tidak takut padamu dengan kemas si kambing menerjang dan mengamuk Prabu Angling Darma sudah siap siaga ia menghadapi amukan kambing tanpa bergeming sambil tangan kirinya membopong istrinya Ia seperti Raden Arjuna saat bernama minta raga yang melawan raksasa Ditya Wicana sambil membopong Dewi Ratih semua orang yang melihat terkagum-kagum dibuatnya batik madrim yang merasuk ke dalam tubuh kambing mengamuk dan mengobrak-abrik isi istana banyak tanaman hias yang berserakan gedung baja gedung besi rusa ditabraknya kekuatannya sangat menakutkan membuat Geger orang-orang yang berada di dalam istana ada di antara mereka yang sembunyi di kolong tempat tidur sambil mengulum kacang ada yang perutnya sakit menahan rasa ingin ke belakang hingga terkentut-kentut para putri pingitan berlari saling tabrak saling mendahului hingga kakinya terlepas ada yang mengangkat tinggi kainnya agar dapat berlari dimana-mana kain berjatuhan seperti hujan Raden Angling Kusuma berkata kepada ayahnya Ayah izinkan hamba menghadapi kambing yang membuat rusa itu ia menarik garisnya kemudian menerjang ke arah kambing-kambing jelmaan batil tidak mempan terkena gersang Pangeran Bahkan ia berhasil Ditunggu oleh kambing hingga jatuh pingsan Dewi renggawati menjerit melihat putranya terjatuh Kanda Putra Paduka sudah mati katanya pada suaminya Prabu Angling Dharma sangat murka melihat putranya dianiaya diletakkannya istrinya di pajangan lalu menyingsingkan kainnya ia berkata dengan keras batik madrim berhati-hatilah sekarang Terima akibatnya karena kamu berani melawanku [Musik] sang prabu Angling Dharma menerjang ke arah Sikambing dengan menakutkan Prabu Angling Dharma sangat Sakti gerakannya bagaikan kilat disertai Guntur si kambing menghindar lalu balas menubruk Prabu Angling Dharma mangela dan berhasil menangkap tengkuknya Ia lalu menginjak punggung si kambing dengan kakinya kekuatan si kambing kalah oleh kekuatan sang prabu kakinya kuat masuk ke dalam bumi hingga batik Madrid menjerit kesakitan batik mati menangis Memelas Dan menyatakan tobat kepada sang prabu tobas Paduka hamba mohon diberi Hidup Hanya padukan sesembahan hamba hamba tidak akan berani mengulangi perbuatan hamba lagi hamba tidak akan berbuat jahat lagi dan akan selalu taat pada Paduka Prabu Angling Dharma tersenyum Ia lalu berkata dengan lembut Baiklah batik madrim aku ampuni semua kesalahanmu sekarang segera Pergilah ke hutan Carilah kamu di gua aku menutupinya dengan ranting dan dedaunan carilah sampai ketemu Dewi renggawati berteriak keras Paduka Bunuh saja kambing itu buat apa orang jahat diampuni tidak Dinda Sayang jika dia mati Jika dia hidup dia bisa dijadikan kawan jawab suaminya sambil tersenyum setelah dilepaskan batik madrim berlari meninggalkan istana menuduh khitan sepanjang jalan ia menangis tersedu-sedu Angling Kusuma sudah siuman setelah diobati oleh ayah hendaknya Prabu Angling Dharma berkata Nah kutus kamu untuk pergi ke Kertanegara haturkan surat ayah kepada ibumu dulu saat di Aku tinggalkan ibumu sedang hamil muda dan Ayah kira ia telah melahirkan boyonglah ibundamu sekalian dengan adikmu [Musik] Angling Kusuma menghaturkan sembah lalu menerima surat dari ayahandanya sampai di pagelaran ia segera menyiapkan prajurit kemudian terangkat menuju ke Kertanegara tidak diceritakan kisah perjalanan sang pangeran yang pergi ke kerajaan Kertanegara [Musik] saat malam tiba Prabu Angling Dharma menghibur istrinya Sang Putri sudah dipotong menuju Taman Sari wahai bunga yang harum bagai Menur yang diremas-remas yang senyumannya sungguh manis Aku pasrahkan hidup matiku padamu aku tidak merasa telah menikah aku seolah mengabdi hanya Engkaulah intan permata yang indah wajahmu membuatku rindu dan mengikat hatiku sang prabu meraba pusar lalu mencium pipi istrinya kiri dan kanan Dinda aku mohon maaf katanya saat malam telah larut Mereka pun tenggelam dalam ombak Asmara para Adi yang berada di luar kamar sebagai tersihir mendengar suara rayuan sang prabu bahkan ada seorang Abdi yang sampai jatuh bangun dikisahkan di kerajaan Kertanegara istri Prabu Angling Dharma yang bernama Dewi sukesi sudah mempunyai Putra laki-laki diberi nama Raden dan usai sang pangeran yang sudah menginjak 12 tahun tampak dewasa dan gagal Perkasa wajahnya tampan dengan cahaya memancar bagai emas yang baru saja digosok yang diberi nama danurwendah sesuai dengan pesan Prabu Angling Darma saat berkasih-kasihan dengan Dewi sukesi Dewi sukesi sangat setia dan mencintai suaminya sehingga melaksanakan perintah dan permintaan Prabu Angling Dharma dengan baik sang prabu Kertanegara pun sangat sayang kepada cucunya [Musik] Raden dan sangat Sakti dan meskipun masih anak-anak yang sudah senang pergi ke hutan banyak orang yang berkata kelak kalau sudah dewasa pasti ia bisa menaklukkan banteng hanya dengan tangan kosong sang pangeran selalu bertanya kepada ibunya tentang ayahandanya itu Dimanakah Ayahanda pertemukan hamba dengannya hamba ingin tahu dan ingin menghaturkan sembah ibunya menjawab dengan lembut anakku kamu tidak mempunyai ayah seperti pohon pisang saat ibu mengandungmu ibu tidak punya suami Raden dan Berkata sambil merenggut meskipun pisang Pasti ada yang menanam Ibu Siapakah suamimu Dewi sugasi bingung dalam hati Akhirnya dia pun bercerita Baiklah nak sekarang kamu sudah dewasa Sesungguhnya kamu mempunyai ayah ayahmu adalah raja malwapati bernama Prabu Angling Dharma Ia adalah seorang raja yang tampan rupawan gagah perkasa dan Sakti mandraguna dulu saat itu mengandungmu Ayah meminta pamit pulang ke kerajaannya dan ibu-ikut bersama dengannya tetapi saat di tengah jalan raga ayahmu direbut oleh batik madrim yang merupakan patihnya sendiri sang pangeran tertegun mendengar penuturan ibunya dari awal sampai akhir setelah itu ia menangis tersedu-sedu kalau begitu Ibu hamba akan mencari Ayahanda berbentuk burung atau hewan apapun Jika ia memang Ayah hamba hamba akan menghaturkan sembah padanya juga jika sudah mati hamba harus tahu Dewi sukasih berlari sambil menangis menuju tempat ayah hendaknya karena sangat mencintai putranya sang prabu sedang duduk di dalam istana dihadap oleh para istri lengkap dengan upacara Agung ia agak terkejut saat melihat Sang Putri datang Lalu menghaturkan sembah di kakinya ada apalah Kenapa kamu terlihat sedih apa anakmu mempunyai permintaan padamu Sang Putri menjawab masih dengan menangis cucu ndak menangis tujuh hari tujuh malam karena menanyakan keberadaan Ayah hendaknya [Musik] sang prabu Kertanegara lalu bersabda kalau begitu panggillah dia agar menghadapku setelah sang pangeran menghadap sang prabu menciumnya sambil berkata Aduh cucuku jangan lagi bertanya tentang ayah andamu mungkin ayahmu telah mati jika masih hidup dia pasti datang ke sini nah hanya engkau nanti yang akan menggantikan kakek menjadi raja di Kertanegara sekarang lebih baik kamu main ke hutan atau gunung bawalah prajurit secukupnya Belajarlah mengendalikan kereta Gajah dan kuda juga Belajarlah ilmu kanuragan agar tidak memalukan saat bertanding Jika kamu sudah pandai naik kuda memainkan pedang mengendalikan kereta serta perwira kamu akan pantas memiliki Kertanegara sang pangeran menjawab hamba sudah bisa naik kereta kuda dan gajah Atas Restu kakek hamba ingin bertemu Ayahanda jadi izinkan atau tidak hamba mohon pamit untuk mencari ayah anda [Musik] sang prabu bingung dan khawatir dalam hati mendengar penuturan cucunya tiba-tiba Raden Angling Kusuma datang membuat Geger di penagihan gipati masuk ke dalam istana untuk memberitahukan sang prabu sang prabu bertanya ada apa-apa di kamu menghadapku kipatih menjawab ada seorang ksatria utusan dari Bojonegara bernama Angling Kusuma yang berwajah tampan dan membawa surat cepat bangkit dia untuk menghadapku kita Sang Prabu Raden Angling Kusuma telah Menghadap dan telah menghaturkan sembah lalu menyerahkan surat yang dibawanya sang prabu Kertanegara menerima surat tersebut Lalu membacanya sang prabu sangat gembira setelah mengetahui isi surat Ia lalu berkata nah suamimu Prabu Angling Dharma rajamarawapati masehi hidup dan dalam surat ini kamu dan anakmu dipanggil untuk menghadap sedang anak yang membawa surat ini adalah anaknya yang bernama Angling Kusuma Bagaimana ini Sang Putri menjawab izinkan hamba melihat surat itu Ayah agar hamba yakin bahwa surat itu benar-benar dari Kanda Prabu sang prabu segera menyerahkan surat kepada sang putri setelah menerimanya Sang Putri segera membacanya Sang Putri sangat senang setelah memahami isi surat Sri Maharaja masih ingat padaku aku lihat surat ini benar-benar tulisannya katanya dalam hati Ia lalu berkata kepada kedua putranya dan Nurul indah ini Kakakmu namanya Angling Kusuma dan anakku yang tua ini adikmu namanya danurwenda kedua Pangeran lalu saling berpelukan sang prabu Kertanegara sangat bahagia melihatnya Dewi sukesi berkata ayah anda jika ayah berkenan antarkanlah hamba bertemu Prabu malwapati Prabu Kertanegara lalu memberi perintah kepada bupati Bupati siapkan para tentara Untuk mengantarkan putriku ditanya di Patih menghaturkan sembah lalu keluar untuk menjalankan perintah banyak sekali bala tentara yang disiapkan untuk mengantar sang putri raja punggawa ngabei Arya dan Demang berbaris di depan jempana tandu kereta kuda dan gajah sudah disiapkan mereka berbaris rapat bagaikan rangkaian bunga setaman barisan terdepan prajurit yang membawa senjata senapan disusul barisan tombak dan lembing kemudian barisan perisai pedang sang prabu keluar dengan menggandeng putrinya dan diiring oleh para istri setelah duduk sang prabu berpesan kepada putrinya anakku sungguh-sungguhlah mengabdi kepada suami Jangan manja meskipun kamu putra raja setelah itu ia memberi nasehat kepada kedua cucunya kalian sungguh-sungguhlah mengabdi kepada Ayah andamu Jangan manja dan adigang adigung Adiguna Angling Kusuma kakek titipkan adikmu Sidan nurwenda sayangi dan jagalah dia sang prabu juga memberi pesan kepada Adipati Pati hati-hatilah di jalan dan jaga putriku baik-baik Dewi sukesi telah berjalan keluar Ketika sang prabu kembali ke istana dengan menahan air mata keharuannya sang putri menaiki jempana yang telah dihias indah dan serba emas sang putri yang sudah cantik tampak semakin cantik bagai bulan purnama para pengiring berjalan membawa upacara kebesaran yang sangat gemerlap ada kidang Mas gakachu banyak dalang Sawunggaling lancang Mas lantaran ardawalika serta Kendi pratala yang diukir indah mereka berjalan diiring oleh suara gamelan yang sangat merdu kedua Pangeran mengirim dengan naik kuda Mereka tampak bagaikan bunga sama-sama tampan dalam palutan busana yang serba Indah mereka harus berjalan hingga kerajaan Kertanegara telah jauh Tertinggal setelah beberapa hari berjalan melewati hutan belantara tanpa henti mereka merasa kelelahan mereka berhenti di daerah perbatang di pinggir sebuah sungai dengan riang mereka berebut untuk mandi dan saling gosok menggosok ada yang sampai lupa melepas kainnya hingga basah kuyup ada yang melepas gelungnya dan ada juga diantara mereka yang buang hajat setelah puas mereka melanjutkan perjalanan suara mereka bergemuruh suara orang yang memanggil temannya berbaur dengan suara pedang dan tombak yang beradu berpadu dengan suara gamelan yang terus berkumandang serta terapung kaki kuda dan gajah mereka terus berjalan tiada henti hingga sampai di puncak negara sepanjang jalan iring-iringan menjadi tontonan orang-orang Bojonegoro orang-orang Puja negara menyambut dengan meriah sementara itu Dewi enggawati telah menyiapkan tempat duduk yang indah untuk madunya Putri Puncak negara ini sungguh-sungguh wanita utama dan pantas dicontoh ia tidak takut dimadu yang justru hal tersebut semakin menunjukkan keakunannya semua itu membuat sang prabu malwapati semakin jatuh cinta padanya Dewi renggawati sangat halus bahasanya Dan Tiada banding ia sangat mencintai tak mudah sungguh-sungguh mengabdi kepada suaminya Ia juga sangat menyayangi madunya Sang Putri sangat bahagia karena Maharaja Angling Dharma sangat mencintainya ia sendiri selalu menjadi teladan para wanita dan dikandung para pria walau sampai mati orang yang berbakti pada suami pasti akan masuk surga dan siapa yang berkhianat jika mati ia akan masuk neraka suatu masih hidup wanita yang seperti itupun pantas dipukuli Putri bojonekara sungguh Putri yang unggul walau berkeliling ke 1000 negara belum tentu mendapatkan putri yang seperti Dia wajahnya cantik jelita dan mempunyai sopan santun Ia mempunyai 5 keutamaan Putri bocah negara Dewi renggawati adalah istri yang selalu setia pada suami selalu menjaga suami mau menyayangi madunya tidak takut dimadu serta pandai melayani suami di tempat tidur sungguh tidak mahal wanita seperti itu walau harus ditebus dengan nyawa seluruh istana Bojonegara telah dihias indah dan berbagai tontonan telah siap para punggawa dan Bupati telah menghadap bersama istri mereka Maharaja Angling Dharma telah duduk bersanding dengan istrinya kedua Pangeran telah memasuki istana dan langsung menghadap Ayah hendaknya keduanya bersama-sama menghaturkan sembah Bakti membuat gembira hati Sang Prabu Angling Dharma dipeluknya kedua putranya lalu berkata Aduh Putraku tersayang kalian sungguh seperti ayah sama-sama tampan dan rupawan tubuh Kalian juga besar seperti ayah di mana ibumu sekarang [Musik] Raden dan menjawab ada di luar pintu gerbang ayah kalau begitu Panggil kemari ibu Muna Dita ayahandanya Raden danurwenda menghaturkan sembah lalu mohon diri tidak lama kemudian Dewi sukesi telah diiringi masuk oleh para pengawal Sesampai di halaman langkah Sang Dewi ragu-ragu dan menyimpan malu di hatinya dalam hati ia berkata Sungguh aku ini seperti wanita pelacuran sang prabu malwapati sedang duduk berdua Dan nampak begitu angkuh tega sekali Dia tidak menjemputku sang prabu malwati tersenyum melihat istrinya sambil tangannya melambe lambe Dewi renggawati sudah tanggap dengan isyarat yang diberikan oleh suaminya sang prabu memintanya untuk menjemput Dewi sukesi dan menggandengnya untuk menghadap [Musik] turun dari kursi lalu berlari menyambut madunya ia memegang tangan Dewi sukesi sambil berkata dengan Manis kenapa berhenti Raden Ayu ini juga rumahmu Ayo kita bersama-sama menghadap Sang Prabu kita akan berteman dan dialah aku ada teman mendandani Sang Prabu jangan sungkan-sungkan aku sudah rela lahir dan batin mendapat teman sehidup semati keduanya lalu berjalan bergandengan tangan bagai Dewi Supra badan Dewi Ratih Maharaja Angling Dharma terharu dan gembira melihatnya disambutnya kedua istrinya dengan setengah berlari keduanya dipeluk dan sama-sama dicintai Putri Kertanegara di dengkulnya dengan tangan kanan sedangkan Dewi renggawati berada dalam pelukan tangan kiri Prabu Angling Dharma merayu kedua istrinya dengan suara lembut penuh kasih bunga segala keharuman intan permata kerajaan Bojonegoro dewi renggawati yang berada di tangan kiri di hadapannya di dunia hanya raja malwapati yang boleh memiliki Solah tingkah Sang Putri membuat rindu dan Kecantikan wajahnya membuat Mabuk Kepayang seumpama bunga Gambir yang ada di telinga kanan bahunya harum semerbak meskipun sudah tak bernyawa pun kasihnya tetap dipuji Siapa yang memiliki istri secantik Dewi supraba hanyalah Prabu Angling Dharma putri cantik bunga Puja negara yang Gandes Luwes di tempat tidur
Subscribe to:
Comments (Atom)
Kisah-legenda
Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?
Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho • Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518) • * Candi Sukuh • Suk...
-
Bertemu dengan leluhur yang sudah berada di alam kadewatan (alam roh) dalam tradisi spiritual Bali atau Jawa umumnya dilakukan melalui upac...
-
Pernah, nggak, kamu ngerasain atau mikir, gimana, ya, caranya supaya nggak merasa kesepian? Atau pernah nggak mikir, gimana cara ngatasi...
-
Serat Praniti Radya adalah karya sastra Jawa yang dibuat oleh Sri Aji Jayabaya , Raja Nuswantara yang terkenal sebagai Raja dari Kerajaan ...