Sunday, December 25, 2022

Rahasia Ilmu Sejati dan Asmaragama Gatholoco

 ini memang rahasia ilmu sejati dan asmaragama gatolotjo adalah lambang Lelaki Sejati Ia yang mampu memahami Proses penciptaan manusia melalui Lingga dan Yoni yang menjadi penyebab turunnya ruk ke bumi lelaki sejati adalah ia yang sanggup mengendalikan segala anasir didalam dirinya Buku ini menceritakan kembali Gatholoco menaklukkan lima wanita yang merepresentasikan unsur-unsur halus di dalam diri manusia Hai Retno to be loved Wati atau Yuni ataupun galilei blenuk tembuk atau memori judul Mendut atau kesadaran Roro Lawu atau emosi dan Dewi bleweh atau pikiran sekolah berbicara kepada diri sendiri gatolotjo kemudian membakar rahasia ilmu sejati dan Ketuhanan dengan bahasa yang mengukuhkan sarat makna meski terus-menerus dipinggirkan dan kitab dengan berbagai stigma yang tidak mengenakkan sepanjang 500 tahun semangat pencarian spiritual para pribumi Jawa di sana-sini terus menggeliat dalam ritme yang dinamis paham kaum puritan yang Ortodok dan kagum bagaikan menyodorkan batu besi kepada masyarakat jangankan untuk burger bebas untuk bernafas pun susah semenjak awal masyarakat Jawa bebas berekspresi dalam ranah spiritual ekspresi kebebasan ini bisa ditemukan dan dilakukan kalem2 tradisi spiritual yang berasal dari India ajaran Weda dan kubisme keduanya hadir ke nusantara dengan menyodorkan wadah yang longgar kebebasan ini berpuncak pada pola sinkretis yang dikenal sebagai acaran Siwa Budha atau cukup disebut agama Buddha saja [Musik] menyadari inti spiritual adalah titik berat yang memang menjadi acuan utama dua tradisi spiritual dari India tersebut sehingga penghayatan orang Jawa terhadap dua ajaran itu menjadi tampak berbeda tampak lagi terkesan India sentris penghayatan yang title semacam itu selama berabad-abad dipandang absah dan tidak dipermasalahkan ketika arus perdagangan Global meningkat pada kisaran abad ke-15 dan Nusantara terseret ke dalamnya masuk pula pemahaman lain yang mengusung semangat spiritual yang cenderung melakukan penyeragaman terjadilah perubahan besar-besaran masyarakat Jawa kuno menyadari bahwa tak ada sosok laten yang perlu dimusuhi ketika bertelur dalam dunia spiritual selain unsur-unsur negatif dalam diri sendiri tetapi kemudian kesadaran tersebut berubah secara ekstrim muncullah sosok iblis yang harus selalu dicuri Hai sosok yang seakan-akan berada di luar diri manusia pola ekspresi spiritual yang bebas selalu terbentur dinding yang sangat tebal lagi Koko masyarakat Jawa perlahan namun pasti mulai mengalami gejala paranoid terhadap kehadiran sosok iblis yang berada di luar diri manusia kecurigaan dan ketakutan itu lahir dari sistem dan metode spiritual yang takut absurd dan cenderung melakukan penghakiman terhadap Lion Palu kebencian tune terayun pada kebebasan spiritual yang sudah lama mengakar di Bumijawa disisi lain suara-suara dari golongan yang mencoba untuk berpandangan lebih luas dan terbuka tenggelam begitu saja karena besarnya plus penghakiman yang terus-menerus terjadi situasi yang menegangkan tak bisa dihindari mereka yang bersimpati pun Tersisih tank sosok tato lucu yang imajiner adalah prototipe mereka yang bersimpati dan televisi ini sosok yang sengaja dihadirkan penulisnya yang misterius mungkin saja penulis serat gatholoco tidak Tersisih secara sosial mungkin saja Ia seorang yang memiliki kedudukan dan dihormati Vi masyarakatnya namun begitu penghayatan spiritualnya Tersisih menilik dari bahasa yang digunakan penulis serat gatholoco karya sastra kontroversial ini lahir di penghujung abad ke-19 ketika sastra Jawa Baru begitu marah serta mencapai nya yang cukup stabil jika kita membicarakan sastra Jawa Baru mau tidak mau kita harus berpaling kepada sosok Raden ngabehi Ronggowarsito sebagai seorang pujangga besar sastra Jawa baru tak berlebihan pula jika ada kecurigaan bahwa serat tersebut ditulis olehnya tak pelak kehadiran serat atau lucu sangat mengguncang tatanan mainstream yang mencengkam kuat masyarakat Jawa kala itu selain penuh kritik pedas sarkasme dan pemikiran yang berani dasar-dasar filsafat lingga-yoni yang nyaris sirna Di ranah publik Jawa dimunculkan kembali olehnya nama tokoh utama yang ditampilkan dalam serat ini yaitu gatolotjo sudah cukup kuat untuk Hai mengindikasikan adanya muatan filsafat jiwa centang Treez Dato secara literal berarti alat kelamin dan lucu berarti kocokan Hai jatuh lucu pisang diterjemahkan sebagai literal sebagai alat kelamin yang dikocok sebuah nama yang tabu dan corok dalam alam pemikiran Jawa Baru kala itu nama yang terkesan mengandung semangat pemberontakan kepada kemapanan nama yang najis dan bisa dicampur oleh kaum puritan serat ini juga penuh ungkapan sufistik yang mendalam sang penulis rupanya memberikan sentakan kesadaran dari dua sisi sekaligus Sisi yang sarkastik dari filsafat lingga-yoni dan Sisi yang relatif lebih bisa diterima kalangan sopir Hai pemahaman sufistik sang penulis tampak jelas di sana-sini ungkapan-ungkapan khas seperti roh ilapi atau roh idofi Nur Muhammad atau nurmuhammad Johar awal atau Jauhar awal makrifat atau makrifat topik atau tauhid Muhammad majaji atau Muhammad majazi dan Muhammad tak iki atau Muhammad Habibi dan lain-lain seperti bertaburan bunga-bunga nan indah di dalamnya serat gatholoco merupakan refleksi pemuatan dari mereka yang terus-menerus melihat kelakuan dalam kehidupan beragama Hai refleksi ke muatan dari mereka yang melihat betapa kebebasan manusia untuk berekspresi tertindas oleh dogma yang kaku yang menciptakan sosok Tuhan yang haus darah dan intoleran yang melahirkan sikap-sikap eksklusif dan tak ramah serat gatholoco hadir untuk menyentak kesadaran kita bahwa ruh agama adalah spiritualitas dan spiritualitas itu bersifat dinamis penuh toleransi dan semestinya mengembangkan kasih atau Rahma di dalam diri manusia berikut cuplikan buku serat gatholoco [Musik] simbolisasi pedang dan canggung seluruh santri menutup hidung bahkan ada yang pindah tempat duduk atau jauh Kyai Kasan Besari atau Hasan Bashori bertanya siapa namamu menjawab yang ditanya gatolotjo Namaku ia ikasan Basari kembali pertanyaan apa yang kamu selipkan di pinggang itu menjawab tato lucu ini batang-batang sadaran yang jernih sedangkan bulatannya namanya Tupac yang berguna untuk Mapa atau memotong kesadaran yang salah atau rendah ramuannya terdiri dari candu dan daun awar-awar muda daun awar-awar yang sangat gatal tidak Hai kesadaran yang jernih menurut penulis Ratatouille lucu dilambangkan sebagai batang bambu untuk mengidap tanduk atau kedutan Hai sedangkan bagian hutan yang berbentuk seperti mangkok kecil sebagai tempat menaruh candu sekaligus membakarnya atau stupa adalah lambang dari kesungguhan diri untuk menempuh jalan spiritualitas opium atau candu yang berefek menghilangkan rasa sakit memunculkan merasakan Me yang ekstrim kebahagiaan rasa percaya diri yuforia dan daun awar-awar muda yang sangat gatal dan jarang orang tawar adalah lambang dari spiritualitas segitu sendiri jarang orang yang mampu dan tawar mengkonsumsi spiritualitas karena efek dari spiritualitas adalah peningkatan kesadaran manusia yang telah meningkat pesat caranya yang jernih kesadarannya biasanya akan mengalami penolakan oleh mayoritas apa yang terlihat terang bagi mayoritas agama tampak telah bagi mereka yang meningkat kesadarannya dan apa yang terlihat telah bagi mayoritas atom terlihat terang bagi mereka yang telah meningkat kesadarannya menempuh jalan spiritualitas sebagai tamu memasuki kehidupan yang penuh kutub dan penolakan [Musik] mereka yang telah jernih kesadaranya ibarat batang bambu sebagai penyalur asap bakaran Canggu semakin Jenis tingkat kesadarannya maka Damar murub Agam tampak [Musik] Hai yang dimaksud dengan Damar murup adalah Cahaya Kebenaran sejati lecane pucuking kilap pesan berarti mulut dan mulut adalah media untuk bersuara pucuking Tila berarti ujung lidah lidah adalah media untuk merasakan ujung lidah berarti ujung rasa Apakah suara dari ujung rasa tersebut tak lain adalah suara sejati tak lain adalah suara roh suara ruh inilah Sebagai panduan untuk mencari sang sumber abadi tak ada panduan lain diluar itu yang patut didengarkan sebagai suplemen sengaja disisipkan Pengetahuan Allah Asmara Jawa kuno yang diambil dari serat kawruh sanggama karya Raden bratakesawa serat night Ani serat paniti sastra serat Widya Kirana serat jitabsara dan serat primbon suplemen ini terdiri dari 8 bab yang membahas secara rinci asal-usul Aji asmaragama perang di senggama lelaki dan wanita ciri-ciri wanita yang pandai bersenggama dan titik rangsang wanita Hai tatacara bersenggama sesuai Aji asmaragama yang berguna untuk meraih kepuasan badang Sukma dan Atma beberapa Aji yang berguna untuk memikat dan memberikan kepuasan kepada wanita Hai beberapa sarana dan ramuan untuk memperkuat Olla sanggama dan ciri-ciri benih calon anak yang hendak menipis sebagai hasil olah sanggama Hai bernafas layaknya api memasukkan para lewat tulang ekor menghembuskan lewat penis atau vagina memasukkannya lewat penis atau vagina menghambur lewat bawah pusar Mendulang Agni lewat bawah pusar keluar lewat puluh hati meneguk panas lewat puluh hati mengalir deras lewat leher menyerap kotoran lewat leher menggebu-gebu bak angin lewat mata ketika menyerap Brahma lewat mata ketiga memancarkan jiwa lewat sahasrara Hai Surya sebagai kawah Candradimuka buku sebagai bahan bakarnya tetapi sudah ketujuh Cakra karenanya semoga termohon ikan adanya Om Afina mastu nama sih kamu panasnya sebuah bersenda ma'an di serat nitimani dituangkan dalam kalimat puitis seperti dibawah ini kalamun pasta purusa puskim piyek Santosa whitening saya wes sangat tapi kuno Riau katindakna Umang sahing rananggana sayap kita tanujiwa k tempuking bandayuda a nyentuh nanging tadi pun prayitna ping tindak Iwa sembrana gone bakal nutup rasa meriang wanita mengecat kira supaya letak Neng Tria Wow antawisipun waspodo gruning pasti kono ono mustikaning rasa Mulya reload Safara jawata bareng Sanghyang WhatApp rata utawa sang yang gembira tumor Wuri Purana Yanti nempuh Tening dada watak dari perasan air Aku mulih bantu nitrat tapi pingitan njero baga ingaran Sanghyang Asmara asesilih canggih yang Cakra Khan abipraya sarosa wimboh kering-kering Ira Ana rig daya Ayunya bringsang yang purnama sangka utama sang kamadjaja Hai pamatte' ngerasa mangkana Prana ngagem awis Raya rating tahu keling pasta kacarita so lahiriah tuk Marwan itu mag sana karya pucuking Yudha kowe neng daya saniskara I was in Rosa Rosa ingin pindah ke daftar onta pangangkah amoria dari perasaan yang wanita blue kalau munoz Awatara campurin perang lama-lama Bapak lu itu mampu Hira deninda Oppa magadha Tina ngising pundak baya saking rasaning panggoda quoting pandang pestira wekasan metu tah Ana mubal Sundul ngakasa susu muke nemu pegang kukus kabut samirana berat Tatum and Tubing terasa ke kering mengajir aku merinding saya Anda bra manakala pasta pulsanya sudah memanjang Teguh Santosa dan segala kekuatan sudah Setia maka bergeraklah maju menuju rananggana atau medan tempur tak akan menemui kekecewaan kita terjun dalam bandayuda atau peperangan namun tetaplah waspada Jangan ceroboh dalam cinta ketika hendak mengarah rasa dari wanita musuhmu agar terpuaskan dalam jiwa maka tetap bilang dan waspadalah bahwa telah ada dengan pasti sebuah mustika rasa yang mulia yang dijaga para Dewata yang disebut Sanghyang WhatApp rata atau Sanghyang gembira yang terletak di belakang Purana tidak dihantam dengan dada akan terasa geli jika sudah terkena gagal maka bala bantuan akan datang yang datang dari tempat tersembunyi di dalam bagan berjuluk Sanghyang Asmara berganti wujud menjadi Sanghyang sakral kuat dan tangguh mata bertambah-tambah labeli menggeletar menarik daya kecantikan dari Sanghyang Purnama perwujudan utama sang cuaca ya untuk mendapatkan merasa yang sedemikian dengan sarana tingkah cekatan sang pasta dikisahkan pindahnya ketika memulai berjalan sebagai pucuk pimpinan prajurit haruslah segala kekuatan bergerak secara perlahan jangan terlalu kuat bergeraklah dengan sabar cukup agar menciptakan terletak kelenjang rasa wanita manakala Sudah beberapa waktu lama-kelamaan didalam peperangan Antam kan Palu yang bagaikan gada Namun ternyata dapat ditangkis dengan bandabaya atau tameng yo yo Hai begitu kuatnya ayunan gada juga kuatnya tangkisan memunculkan api yang bergulung mencapai angkasa awak panasnya menciptakan Medan asapnya Terhempas angin datang mengarah tepat pada rasa dan kelindang musuhmu menggeletar semakin menjadi-jadi ujilah aku katamu aku tak bisa memujimu sebagai seharusnya kataku Hai rayulah aku katamu rayuanku tak mampu mengurai ceritamu kataku Hai dan bahkan ketika kelamin kita beradu rinduku kepadamu Masih saja menyiksaku hai hai Hai Bibirmu retak mawar matamu rembulan bersinar rambutmu beri gelombang payudaramu pepaya kembar semingguan apalagi Oh ya vaginamu teratai Mekar akan kuhirup aroma dalam mobil tak Bibirmu kau hangatkan dingin kubis Sinar matamu Kyuhyun Kang tubuh putih Rambutmu aku telungkup Kang mulut bayi kubik untuk untuk payudaramu dan kutak bahkan diri putih kelopak teratai no atuh tanganmu mempunyai kata-kata untuk goyang tak bisa diucapkan oleh Bibirmu kepadaku Ia adalah Duta bagi seluruh anggota tubuh lain selain Bibirmu yang mengantarkan wajahku kepada seluruh bagian tubuhmu untuk mengetahui kata-kata yang tidak bisa diucapkan oleh gemuk Hai megananda apalagi yang mampu kau cabut kecuali langit yang membiru itu dalam remang kau senggama item kalium minyak dengan ring kamu tahu cium leher jenjangnya Kau permainkan puting payudaranya megananda tak terhitung langit melumpuhkan puntur dan mengerjakan pilat menyangka kan waktu telah sirna dalam merempuh mungkin mengira akan bercerai akan hilang selamanya dalam ke lihat senjata mamu [Musik] langit lupa bahwa kau bisa menyudahi hasratmu ketika kenikmatan Puncak telah kau tetapi saat kamu menetes-netes turun dalam hujan badai ia langit lupa bahwa ketika kau telah terpuaskan menyetubuhinya maka perlahan kelam akan memutar dan sekejap kemudian itu langit akan tampil kembali dengan kecantikannya tuningnya tak selamanya kelamni Mas ada waktu dunia meremang dan ada waktu dunia memunculkan keceriaannya inilah warna bhineda Hong Afina Mas tuh namo sidham Om Nataya namostute Tuti Ning Akbar daripada pacaran itu biasa sang Sukma the lenting sama di Siwa Buda Zira sakala Niskala act Hai sangsri perawatan nata nata Neng Anata Cirata Pati Neng jagatpati Sanghyang nih yang ini setiap impian Ning acintya hanawa ya teman ironcad oh Tuhan Semoga tiada halangan dan penuh kesempurnaan Oh Tuhan sang raja yang terpuji dan terhormat nyanyian Pujaan dari hamba yang rendah ini terhadap hadapan kaki baterai yang maha Abadi Hai angkau adalah sangkai pusat samati Engkau adalah Siwa Budha yang bijak penuh kesadaran penjelmaan dari yang nyata dan yang tak nyata engkau Sinar sang raja Gunung Raja di atas raja penguasa di atas segala penguasa semesta alam Hai Sanghyang dari yang merupakan yang terpikirkan dan tak terpikirkan menghadapi sini menjelma sebagai semesta ini memang Anjali dengan tubuh kiri posisi nagabanda dalam asmaragama Jawa Ageng diulas dalam pupuk atau lucu rahasia ilmu sejati dan seksualitas Jawa tiada rahasia yang mesti Putri karena kehadiran ini Sudahlah misteri Kenapa kita visini bertanyalah padaku hingga tiada tersisa pertanyaan yang mungkin dikatakan [Musik] Hai Dan bila itu terjadi Tataplah Mataku dalam-dalam hingga kau menyadari semua jawaban menyatu dalam pertanyaan ketika matamu yang menatap adalah mataku yang tetap kau dan aku lenyap yang menang tibang Yang Dinanti lezat betapa gerakan dan suara tunggal itu terjadi dalam kehampaan cahaya dan tarian lahir dari Kesunyian dan perkawinan terlelap di panggung kematian burung-burung Camar Ria ombak butir-butir pasir yang menempel di dada merasakan desir darah dan degup jantung Bertuah ikan-ikan ganggang lakon bersorak kegirangan menyaksikan setiap berat pertumbuhan Hai Mawar Tulip Seroja begitu tak sabarnya ingin segera merebahkan menabrak berat memberikan senyum terindah pada perkenalan mesra serasa sebuah pusaran tanpa inti menghisap dan melontarkan semua cara keberadaan penciptaan dan penghancuran terjadi secara bersamaan share dapet ama Om dan kiamat kejatuhan dan kenaikan terjadi lebih cepat daripada Killer pikiran yang mampu terbang ke sebutir bintang di galaksi terjauh semesta alam Ayo kita tak bisa lagi mengatakan jemari siapa tak yang membelai rambut ini jemariku bukan jemarimu pukang jemari kita juga bukan kata-kata dan iblis tersipu malu tertunduk di sudut lalu berlari menuju prasejarah atau lebih jauh lagi Untuk menyucikan diri ke sebuah Tera tanpa nama sebelum kembali menghampiri dan memberkati lidah dengan secuil besar a Hai jiwa-jiwa yang berkelana di antara langit dan bumi sontak bersorak dan menghindar beri aku rata beri aku rata sekali lagi oh tuhan malaikat-malaikat surga menaburkan kembang 7 rupa ke atas bumi dan bersujud penuh takzim nya Seraya berkata Maha Suci Tuhan yang telah menyempurnakan penciptaan bahkan Tuhan ingin melompat dari liang ketiadaan dan hendak berkata aduhai tetapi ia segera sadar dan menutup mulutnya sendiri karena ia tak layak berkata-kata dalam senggama Semoga bisa memberikan manfaat kepada para pembaca semoga pula tulisan ini bisa menjadi salah satu tonggak bagi kita semua untuk melestarikan ndayak Adi Luhung Peninggalan nenek moyang Nusantara Hai hayuk hayuk hayuk samya Rahayu tangan sarwati hampir [Musik] hai hai

No comments:

Post a Comment

Kisah-legenda

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho •  Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518)  • * Candi Sukuh •  Suk...