hati Prabu Angling Dharma bagai teriris mendengar penuturan batik madrim seketika wujud api hilang berubah menjadi wujud yang asli Prabu Angling Dharma turun ke bumi dan Patih batik Sang Putri berlari menghampiri Prabu Angling Dharma lalu memeluknya syukurlah Baduga telah kembali ke wujud semula katanya Prabu Angling Dharma membopong Sang Putri sambil merayu-rayunya batik madrim menghadaplah sang prabu Puja negara dan katakan bahwa aku yang menjadi maling Aku pasrah Karena aku telah melakukan hubungan dengan Dewi renggawati Aku menyerahkan hidup dan matiku pada sang prabu perintahnya kemudian kepada batik madrim Patih batik madrim segera pergi untuk menghadap Prabu Bojonegara Prabu Puja negara bertanya bagaimana batik madrim mana wujud pencuri itu batik madrim menjawab maling yang memasuki istana baduka adalah Prabu Angling Dharma Raja malwapati sekarang beliau sudah kembali ke wujud semula Prabu Angling Dharma adalah seorang raja besar dan hamba adalah patihnya semoga Paduka berkenan mengambilnya menjadi menantu mereka sangat pantas bersanding bagaikan Dewa Kamajaya dan Dewi Ratih para istri yang melihat Prabu Angling Dharma sangat terkagum-kagum dalam hati kalau begitu Bangkitlah anakku perintah sang prabu Bojonegara batik madrim segera keluar melaksanakan perintah Sesampai di Harapan Prabu Angling Dharma ia menghaturkan sembah Paduka dan Sang Putri dipanggil menghadap Prabu bejanagara kemarahan sang prabu sudah hilang Prabu Angling Dharma segera menghadap Bersama sang putri yang tidak pernah bisa jauh darinya saat melihat putrinya bersanding dengan Prabu Angling Dharma Prabu Bojonegara berkata dalam hati tidak butuh putriku ia bisa mendapatkan suami yang seperti Dewa Kamajaya tidak salah ia begitu menyayangi sipis anak Prabu Bagaimana ceritanya hingga kamu bisa berubah menjadi seekor burung belibis Prabu Angling Dharma menjawab hamba di sihir oleh para putri raksasa Ia pun kemudian menceritakan seluruh perjalanannya dari awal sampai akhir sang prabu Puja negara sangat senang kepada menantunya Sang Putri menghaturkan sembah di kaki kedua orang tuanya sang prabuku janegara bersabda aku titipkan putriku padamu Jika banyak berbuat salah Lapangkanlah maafku Prabu Angling Dharma mengucapkan terima kasih aku serahkan juga Kerajaan kepadamu aku ingin menjadi Begawan karena usiaku sudah lanjut kata Prabu Puja negara lagi Prabu Angling Dharma menghaturkan sembah ampunkan hamba Paduka hamba mendapat kutukan dari Dewi Umar dan Dewi Hati tidak boleh menjadi raja sampai mendapat uang sip hamba diberi batas waktu 9 tahun karenanya hamba mohon ampun hamba mohon pamit melanjutkan perjalanan hamba dulu hamba juga titik Putri Paduka Prabu Angling Dharma menghaturkan sembah mohon pamit ada yang dapat mencegah keinginannya akhirnya Prabu Puja negara mengizinkan Prabu Angling Dharma mengundurkan diri dari hadapan raja Ia pergi untuk melanjutkan perjalanannya para ibu sangat menyayangi Angling Dharma semua melepas kebahagiaannya dengan mata berkat kaca sejenak sang prabu Puja negara terhadap unta bisa berkata apa-apa baru sehari dua hari aku bertemu dengan Prabu Angling Darma tapi ia sudah akan pergi lagi kata Sang Prabu dalam hati Prabu Angling Darma menemui Dewi renggawati untuk berpamitan Dinda jika kala anakku lahir laki-laki berilah nama Raden Angling Kusuma jika lahir perempuan gusrahkan padamu untuk memberinya nama aku pamit untuk melanjutkan perjalanan tidak katanya sambil mencium istrinya aku juga berpesan padamu agar jika kala ada orang yang wajah dan tubuhnya mirip dengan kudatang dan mengajakmu bercinta Dinda jangan mau Hanya itu pesanku Dinda aku pamit sekarang lanjut Prabu Angling Dharma Dewi renggawati berjanji akan mengingatkan melaksanakan semua pesan suaminya Prabu Angling Dharma berusaha membujuk dan menghibur hati Sang Putri yang sedih karena akan ditinggalkannya jangan bersedih Dinda aku pergi tidak akan lama setelah 7 tahun Aku akan kembali Sang Putri semakin sedih hatinya dan berkata katanya tidak lama jangan bersedih Dinda bujuk sang prabu sambil mencium dan memberikan Kinan kepada istrinya Sang Putri menjawab jangan lama-lama perginya Kanda aku tidak sanggup berpisah dengan kandang tidak diceritakan lagi sang putri yang menangis sedih bahkan sampai pingsan karena ditinggalkan suaminya Prabu Angling Darma telah pergi meninggalkan kerajaan Puja negara ia berjalan tiada henti memasuki hutan belantara dan mendaki gunung pati-patih madrim dengan Setia mengikutinya keluar masuk hutan gunung dan jurang-jurang yang dalam Setelah lama berjalan mereka Istirahat di pinggir sebuah Sungai Patih Patih madrim berkata sang prabu Bagaimana maksud Paduka Kenapa kita berjalan tanpa tujuan Marilah Waduk hamba iring pulang ke kerajaan [Musik] jika terus seperti ini kerajaan akan semakin rusak Kemanakah tujuan Paduka sebenarnya Prabu Angling Dharma menjawab Aku tidak punya tujuan yang pasti aku akan melanjutkan perjalananku karena takut akan kutukan Dewa Jika kamu tidak ingin mengikutiku Pulanglah dulu jagalah kerajaan dengan baik hamba tidak bermaksud meninggalkan Paduka Baiklah kalau begitu mari kita cari Sebuah kerajaan usul batik madrim mereka melanjutkan perjalanan dan sampailah di sebuah taman Ayo kita istirahat di taman itu ajak Prabu Angling Dharma keduanya pun berjalan memasuki istana dalam hati mereka sangat mengagumi keindahan taman itu gapura Taman terbuat dari emas yang menyala gemerlap di dalam Taman penuh dengan bunga-bunga indah hingga baunya harum semerbak di bagian bawah ada bunga Pucang yang baru Mekar menebar aroma sebab kasturi saat Kaki melangkah kedua kali hati terpesona melihat indahnya bunga tunjung merah tunjung biru Kanigoro dan kenikir emas ada juga bunga Prabu sat mata Gambir dan Menur bunga wong araga Gang Pucang wangi tumbuh berjajar-jajar hingga baunya harum semakin kuat seandainya bunga tunjung putih bisa bicara ia akan berkata-kata menyambut tamu yang datang wahai pangeran yang baru datang peti dan pakailah aku Pucang wangi yang tertiup angin begitu menawan bagai petis seorang putri yang mengintip dari kainnya yang tersingkap bunga-bunga yang dihisap oleh kumbang-kumbang bagaikan putih yang sedang dijumpai di tempat tidur Ada seorang nenek nenek tua penunggu taman itu Ia sendirian menjaga Taman tanpa taman seorangpun saat Prabu Angling Dharma akan memasuki taman nenek-nenek itu mencegahnya hamba minta nasi kalau Paduka tidak memberi hamba tidak akan mengizinkan Paduka masuk ke dalam Taman kata berilah nenek-nenek ini nasi segumpal saja perintah Prabu Angling Dharma kepada batik madrim setelah menerima dan memakan posisi nenek-nenek tua tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik Shin ini sangat gembira hatinya dan mengucapkan terima kasih kepada Prabu Angling Dharma keduanya lalu masuk ke bangsal pangrawit saat mereka mendongak ke atas tiba-tiba Patrick madrim jatuh Aduh katanya lalu pingsan ia sangat terpesona melihat gambar seorang putri yang wajahnya bagai Dewi Ratih bagaikan hilang jika mata berkedip Ia seperti disabicara dan tersenyum gambar itu seolah hidup sungguh sangat indah tiada mendapatkan dengannya di dunia gambar yang mereka lihat adalah gambar Dewi sukarsih Putri Prabu Kertanegara ia digambar karena dijadikan sayembara di bawahnya ada tulisan yang berbunyi ini adalah perintah sang seri Bupati Siapa yang sanggup menggoda Putriku yang bisu putri cantik bernama Dewi sukarsih Putri karotanagara Prabu Angling Dharma terkejut melihat batik madrimpingsan ia berdiri lalu mengamati gambar itu memang sangat indah dan ada suratnya surat sudah diambilnya dan gambar Putri dipegang lalu diciumnya Sungguh sangat cantik gambar ini apalagi yang digambar katanya sungguh sayang kamu tidak bisa bicara wahai permataku [Musik] Prabu Angling Darma mencium gambar itu tetapi karena diam saja ia menjadi kesal gambar di banting dengan keras hingga hancur batik madrim terbangun lalu Berkata sambil menangis Ayo kita pergi dari sini Paduka tiba-tiba ada seorang perempuan datang dan berteriak dari arah jalan sebelah kanan Jangan pergi terbuka orang itu berlari tergopoh-goboh lalu bersimpuh di kaki Prabu Angling Dharma Prabu Angling Dharma terkejut Ia lalu bertanya he gadis Ada apa kamu datang dan tiba-tiba bersimpuh di kakiku perempuan itu menjawab hamba bukan seorang gadis hamba adalah perempuan tua yang tadi lalu Bagaimana kamu bisa menjadi modal seperti gadis ini tanya Prabu Angling Dharma lagi sini ini menjawab karena nasi yang Paduka berikan Setelah nasi tadi hamba telan tiba-tiba hamba menjadi muda kembali Paduka izinkan hamba mengikuti kemana Paduka pergi karena hamba tidak bisa membalas kebaikan baduka Prabu Angling Dharma menjawab jangan ikut dengan kuning ini tetaplah menjaga pintu Taman tunjukkan saja padaku jalan menuju ke Kertanegara Ikutilah jalan yang kekiri Paduka Prabu Kertanegara sedang mengadakan sayembara banyak sekali raja yang datang mengikutinya semua berusaha menggoda sang putri yang bernama Dewi sukasih Putri sang prabu Kertanegara yang sakit tisu Barang siapa yang bisa menggoda dan membuat Putri mau bicara tiga kali akan dijadikan menantu dan diberi kerajaan Kertanegara Prabu Angling Dharma mengajak batik menuju Kertanegara Ayo kita cari peruntungan madrim kita lihat kerajaan Kertanegara ajaknya singkat cerita mereka telah sampai di kerajaan Kertanegara ada sekitar 1000 Raja telah berada di Kertanegara raja-raja Agung itu bergantian menggoda Sang Putri Sang Putri Dewi sukesi yang duduk di kursi emas wajahnya tanpa bagaikan Dewi Ratih sangat cantik bagaikan emas yang baru muncul dari dalam air macam-macam tingkah para raja yang menggoda Sang Putri ada yang bernyanyi di depan Sang Putri tetapi sang putri tetap diam ada yang membaca mantra-mantra ada yang memberikan bunga Jingga ada yang berkata Putri Bicaralah aku jadikan kamu pengobat rinduku Sang Putri tetap diam tetapi dalam hati merasa sakit Sang Putri memalingkan muka mungkin jika bisa bicara ia ingin berkata manusia jelek begitu Ingin memilikiku ada seorang raja mau menghaturkan perhiasan sambil berkata Ambillah Putri ada lagi yang datang Lalu bersimpuh sambil merayu Ayo aku bohong Putri gusrahkan hidup dan matiku Sang Putri membalikkan padanya Mungkin ia berkata seperti burung beo raja yang ini orang diam saja kok mau dibobong ada seorang raja lain yang berusaha merayu ini ada kacang goreng Putri Makanlah ada juga raja yang mengajarkan ilmu dengan tujuan agar Sang Putri bertanya ada lagi yang mendongeng agar Sang Putri senang tetapi sang putri tetap membelakangi ada juga seorang raja yang menari tarian Bali di depan Sang Putri tetapi Putri tetap diam jika bicara mungkin ia akan mengatakan dasar orang gila seorang raja yang lain maju dengan mulut monyong menyanyikan tembang kinanthi ada lagi yang sampai kayang ada yang bertanya ada yang menyentuh ada yang mengejek berharap Putri memanggilnya tetapi Putri tetap diam seperti Tugu ada juga raja yang membujuk Putri dengan bercerita tentang wayang kulit gedog dan krucil berharap Putri menyukainya Prabu Angling Dharma tersenyum melihat semua itu hebat sekali tidak ada seorang raja pun yang berhasil menggodanya aku lihat para raja itu kesulitan membuat bicara Dewi sugesti katanya dalam hati Ia lalu berkata kepada patihnya Patih madrim sepertinya para raja sudah kembali ke pondok mereka masing-masing seperti burung gagak yang tidak bisa berkau lagi para raja telah kembali ke pasanggrahannya masing-masing dengan membawa rasa malu di hati Prabu Angling Dharma duduk di hadapan Raja Prabu Kertanegara terkejut dalam hati ia berkata ini ada seorang ksatria muda yang sangat tampan seperti Batara Kamajaya Ia lalu bertanya wahai Satria yang datang terakhir Siapakah namamu dan dimana kerajaanmu Prabu Angling Darma menjawab hamba kesatria dari puncak negara bernama Angling Dharma datang ke sini untuk ikut sayembara hamba sanggup menggoda Sang Putri tetapi dengan berada di dalam pajangan berlima yaitu Putri dan dayangnya permaisuri hamba sendiri dan batik madrim sang prabu mengizinkan dan berkata Baiklah Bapak izinkan Syukurlah jika putriku bisa bicara tiga kali bapak akan serahkan kerajaan padamu dan jadilah Raja aku akan Lengser dan menjadi Begawan para dayang hiaslah pajangan sebentar perintah Raja kepada dayang kemudian sang putri dan ibu Suri sudah duduk di pajangan bertiga dengan dayangnya Prabu Angling Dharma yang sudah dipersilakan segera masuk ke dalam istana bersama Patih madrim Sang Putri terkejut saat melihat wajah sang prabu Angling Dharma jika bisa ia mungkin ingin mengatakan tampan sekali pria ini berbeda dengan para raja yang lain Aku kagum sekali dengan pria ini seandainya aku bisa menyapanya Prabu Angling Darma berkata dalam hati Putri ini sangat cantik pria yang tidak mencintainya pasti akan mendapat denda dari para dewa sayangnya ia tidak bisa bicara awal mulanya Sang Putri tidak bisa bicara karena diguna-guna oleh raja Simbar manyura yang bernama Prabu panjatnyana seorang raja yang gagah perkasa yang digunakan na sang prabu pancanyana sakit hatinya setelah lamarannya ditolak oleh sang putri Prameswari berkata kepada Prabu Angling Dharma Ayolah Angling Darma cepat godalah putriku Angling Dharma menjawab kalau bisa silakan permaisuri bercerita sesuatu yang menarik aku tidak bisa bercerita Raden saja kalau bisa sahut permaisuri Angling Darma berkata kepada dayang TV berceritalah dayang menjawab tidak bisa Prabu Angling Dharma lalu menyuruh batik Madrid batik madrim menjawab ampun Paduka Gusti Prabu kurang apa Paduka sangat Sakti mandraguna Paduka saja aku juga tidak bisa sebaiknya saja sang Jember suruh berceritalah kamu aku yang menyuruhmu perintah Angling Dharma Abdi menghaturkan sembah dan menjawab daulat baduka hamba akan bercerita Siapa tahu hamba bisa Sakti seperti panutan ada sebongkah tonggak kayu nangka yang berada di pinggir jalan ada undagi Lewa dan melihat kayu tersebut ia berkata dalam hati sayang sekali kayu ini Ia lalu membentuk tonggak seperti menjadi golek batu seorang putri yang cantik setelah jadi Ia lalu meninggalkannya begitu saja setelah itu ada seorang tukang sungging lewat di tempat itu dan melihat golek yang dibuat bundagi ini ada golek yang cantik tetapi warna wajahnya pelumpas katanya dalam hati Ia lalu menghias kolek tersebut payudaranya diberi warna demikian juga rambutnya dan giginya sehingga cantik dan tampak tersenyum setelah selesai Ia pun meninggalkannya begitu saja ada seorang tukang emas lewat juga di tempat itu dan melihat golek yang sudah dihias dalam hati ia berkata tangkung-tanggung sekali orang yang membuat koleksi ini ia sangat cantik tetapi Sayang belum memakai hiasan si tukang emas pun memberikan gelang cincin dan Subang lalu meninggalkannya Lalu ada seorang nahkoda lewat ia berkata golek ini sangat indah cantik dan perhiasannya bagus sayangnya ia masih telanjang belum berbusana sang nahkoda memberinya kain dan kemben lalu meninggalkannya terakhir Dewa yang sedang memeriksa keadaan dunia sampai di tempat itu Dalam Hati Dewa itu berkata Sungguh sangat cantik kolet ini sayangnya ia belum bernyawa Dewa lalu meniupkan ruh ke dalamnya tiba-tiba golek hidup dan berbicara siapa suamiku undagi kemasan juru sungging dan nahkoda pun datang mereka lalu berebut mengaku lebih berhak menjadi suami golek kayu itulah cerita hamba Paduka sekarang pertanyaannya Siapakah yang berhak menjadi suami golek nangka Prabu Angling Dharma menjawab menurutku Dewa yang sedang berkeliling itulah yang berhak karena dia yang memberi nyawa batik Madri menyaut menurut hamba Enggak gila suaminya karena dia yang membuat pertama kali Prameswari berkata menurutku kemasan yang berhak karena dia yang telah memberi perhiasan dayang menghaturkan sembah lalu ikut bicara menurut hamba suaminya adalah jurus mungkin karena dia yang membuatnya indah tiba-tiba Sang Putri angkat bicara menurutku kalian semua Salah pundaki adalah ayahnya tukang sungging ibunya kemasan adalah tetangganya sedang yang berhak menjadi suaminya adalah nahkoda yang telah memberinya pakaian sebagai tanda bahwa suami yang sejati adalah yang bisa menutup istrinya sedangkan dewa adalah Tuhan yang memberi hidup yang membuat golek kayu bisa melihat bicara dan mendengar itu menurutku benar atau salah tidak tahu Prabu Angling Dharma berkata Ibu lihat Sang Putri sudah bisa bicara sekarang Coba Ibu surikanti bercerita permaisuri menjawab Aku tidak bisa bercerita batik madrim berceritalah perintah Angling Dharma lagi batik menjawab hamba tidak bisa paduta saja Prabu Angling Dharma lalu memberi perintah kepada tukang kipas tukang kipas menyanggupi lalu mulai bercerita ada orang yang selingkuh laki-lakinya Satu mempunyai tiga orang wanita simpanan suatu saat ia bertemu dengan tiga kekasihnya di jalan wanita yang pertama ditemuinya dengan payudara tidak tertutup wanita yang kedua ditemuinya dengan rambut terurai dan wanita yang ketiga ditemui dalam keadaan betisnya terbuka akhirnya kicau burung nama lelaki itu kehilangan ketika kekasihnya ia kebingungan mencari tetapi tidak juga menemukannya suatu saat ia bertemu dengan orang yang baunya sangat amis dan Hampir mati dikurung datang menghampirinya orang tersebut bertanya Kamu dari mana dan kenapa menghampiriku dikurung menjawab Aku sedang kehilangan kekasihku dan kebingungan mencarinya Aku tidak tahu dimana rumahnya Kekasihku Ada tiga yang satu mengurai rambut yang satu membiarkan betisnya terbuka dan yang satu lagi membiarkan payudaranya terbuka orang itu menjawab kamu cuma memikirkan kencan hingga tidak memperhatikan pertanda yang diberikan kekasihmu sekarang aku beritahu kekasihmu yang mengurai rambut rumahnya di Cangkring yang kelihatan betisnya rumahnya pertambangan dan yang membuka payudara itu rumahnya jengkir Gading Kalau sudah paham cepat berkilah kicaurung pergi mencari kekasihnya sesuai petunjuk orang yang ditemuinya tidak lama kemudian ia telah berhasil menemukan ketiga wanita kekasihnya ketiganya bertanya siapa yang memberitahukan tempat tinggal Kami Padamu jaga burung menjawab semua kehendakku sendiri tidak ada yang memberitahu ketika kekasihnya tidak percaya mengaku saja kalau tidak kami akan mengutukmu kata mereka dengan mengancam akhirnya kicau burung mengaku memang ada orang yang memberitahuku orang yang baunya amis Kalau begitu kamu bukan suami kami karena kamu ke sini ada yang memberitahu Orang itulah yang sesungguhnya suami kami ketika wanita itu pun mencari orang yang dimaksud Ki Jaka Wurung mereka menemukan orang itu tetapi sudah mati ketikanya menangis tersedu-sedu menangisi kematiannya mereka lalu duduk merawat jenazahnya wanita yang pertama memandikannya yang kedua membungkusnya dan wanita yang ketika setelah datang langsung membersihkan tinja dan kencing yang masih menempel di tubuh SI mayat demikian cerita hamba pertanyaannya Siapa yang sebenarnya berhak bersuamikan orang yang sudah mati itu Paduka Prabu Angling Darma berkata menurutku wanita yang membungkus tubuhnya itu yang berhak bersuamikan dia batik Madri menyaut menurutku yang memandikan yang menjadi istrinya menurutku benar sang prabu Angling Dharma bujar sang permaisuri kalau hamba setuju dengan kipati madrim sahur dayang Sang Putri berkata lagi menurutku kalian semua Salah yang membungkus itu pantasnya adalah menjadi ayah dan ibunya yang memandikan adalah Tetangga sedang yang mau membersihkan kencing dan tinja itulah istrinya belum bisa dikatakan cinta pada suaminya jika wanita belum mau terkena kencing dan tinjanya permaisuri sangat senang mendengar penuturan putrinya yang telah bisa bicara untuk kedua kalinya Prabu Angling Dharma berkata Ibu ayo berceritalah agar sang putri yang sakit segera sembuh permaisuri menjawab Aku tidak bisa mati berceritalah perintah Angling Dharma kepada batik madrim batik Madri menjawab ampun Paduka hamba tidak bisa Paduka pasti bisa permaisuri nyaut aku juga tidak bisa tetapi coba aku tanyakan pada tukang lampu Mungkin dia bisa permaisuri lalu bertanya kepada tukang lampu tukang lampu Apa kamu bisa cerita jika bisa berceritalah aku sudah memberimu izin tukang menghaturkan sembah lalu mulai bercerita Ada 5 orang pencuri satu maling Sakti kedua maling Candi ketiga perampok bernama Deka ke-4 bernama pratingkat dan yang kelima bernama sapu jangka Deka bertugas mencari sasaran sapu jangka bertugas membabah rumah pratingkat berjaga-jaga sakti bertugas meniup orang yang punya rumah dan Sandi bertugas mengambil barang suatu hari mereka mendapat hasil curian berupa golek emas mereka sangat gembira karena kesiangan golek emas hasil curian itu mereka bawa ke pasetran tempat yang biasa untuk meletakkan mayat Tanpa mereka sadari perbuatan mereka diamati oleh maling ayam bernama Ki celung berkata dalam hati orang-orang ini sepertinya mendapat hasil curian yang mereka bawa menyerupai jasad manusia pasti mereka akan kepasetan aku akan mendahului mereka yang kemudian berlari menuju pasar meninggal karena ayam hasil curiannya Sesampai di paseteran ia merebahkan diri berbaur dengan mayat-mayat yang tergeletak di tempat itu kebetulan di tempat itu ada tiga mayat yang tergeletak dan kijelung menjadi yang keempat kelima maling yang membawa Golem emas tiba di pasetran lalu meletakkan hasil curiannya di samping mayat-mayat yang ada di berkata berilah Tanda mayat-mayat itu agar kita tidak bingung nanti Saat mengambilnya keempat mayat itu pun diberi tanda Ki celung meringis menahan sakit karena jidatnya digores dengan kapak mengeluh dan menangis Tetapi hanya di hati aduh kepalaku pecah si penyakit memberikan setelah kelima maling Pergi Ki celung segera bangkit Aduh sakitnya pakai cuil satampak untung aku masih hidup tapi harta ini tidak akan habis aku makan seumur hidup katanya Ia lalu pulang dengan membawa oleh emas hasil curian para pencuri tidak lama kemudian ia telah sampai di rumah kelima maling pun kembali ke pasar tran untuk mengambil harta yang ditinggalkannya tetapi ternyata sudah tidak ada semua sangat menyesalkan hal itu mereka berkata mayat yang ada di sini hilang satu yaitu mayat yang tidaknya tergores pasti dia yang telah membawanya Ayo kita cari dia ia tidak mungkin hanya bersembunyi setelah mendapat mangsa maling sandi berkata sekarang Salah satu menunggu orang yang jual minyak satu menemui orang yang jual kunir satu menunggu orang yang jual asam dan satu lagi menjaga di jalan kalian harus melakukannya dengan menyamar jangan sampai ketahuan dan mencurigakan orang yang terluka karena kapak obatnya kunir dan minyak Mereka pun setiap hari pergi ke pasar mengawasi orang menjual kunir minyak dan asam maling sedih sampai menangis siang malam lupa makan dan minum hanya mendapatkan Oleh emas kembali yang diharapkannya akhirnya Ki celung pergi ke pasar untuk membeli minyak kelapa yang masih baru dan kunir keempat maling pun mengikutinya sampai di rumah para maling menemukan kiclung sedang duduk di rumahnya keempatnya bertanya mana golek masih yang kami taruh di pasetan KI celung menjawab dengan keras Aku tidak tahu apa-apa kenapa kalian menuduhku mencuri keempatnya menjawab apa harus menunggu kami membunuhmu lihat luka di jidatmu Itu buktinya aku yang telah melukaimu Ki celung Berkata sambil menangis Ambillah sendiri di dalam rumah emas telah diambil kembali oleh para maling di celung hanya bisa menangis sambil mengomel pada istrinya sudah ayamku hilang si jahatku luka mengantuk tapi tidak dapat apa-apa keluhnya kelima maling semuanya merasa paling berhak memiliki golek emas Tadi mereka ramai bertengkar memperebutkan Oleh emas hasil curian demikian cerita hamba Paduka menurut Paduka Siapakah sebenarnya yang berhak memiliki kulit tadi tanya tukang lampu mengakhiri ceritanya Prabu Angling Dharma menjawab menurutku sandila yang berhak memiliki batik Madri menyaut menurut hamba dekah yang berhak Prameswari ikut menjawab menurutku yang berhak mendapatkannya dayang menimpali menurut hamba sapu jangka yang berhak memilikinya Dewi sugasi menoleh ke kiri lalu berkata kalian semua Salah menurutku maling Septi yang berhak memiliki karena ia yang mencintainya tandanya ia menangis siang malam hingga lupa makan dan tidur Prabu Angling Dharma tersenyum dan berkata Ibu saya sudah berhasil Putri Paduka sudah bicara tiga kali permaisuri sangat gembira dan dengan segan turun untuk menghadap raja [Musik] Sesampai di hadapan sang raja Ia segera menceritakan keadaan putrinya Paduka Putri Paduka sudah sembuh Prabu Angling Dharma sangat pintar yang membuat hamba heran tukang kepet tukang lampu tukang buah semua berani bicara dan bercerita atas perintah Prabu Angling Dharma [Musik] Prabu Kertanegara sangat gembira hatinya mendengar cerita istrinya ia segera beranjak untuk menemui putrinya melihat ayah hendaknya datang Sang Putri segera menghaturkan sembah Bagaimana sakitmu putriku tanya sang raja Sang Putri menjawab Ayah hamba merasa berada di Simbar Mayora hamba bisa pulang karena ditarik oleh sang prabu Angling Dharma Raja berkata lagi kalau begitu nah apa balasanmu mengabdilah pada Prabu Angling Dharma pasrahkan hidup matimu walau jadi curupan untuk beliau aku akan serahkan kerajaan Kertanegara dan para Abdi Prabu Angling Dharma mengucapkan terima kasih atas semua anugerah dari Sang Putri keduanya pun segera dinikahkan mereka hidup rukun saling mengasihi dan tidak terpisahkan walau sehari bagaikan Mimi dan mintuno ada seorang adik yang kebingungan karena membayangkan betapa bahagianya Sang Putri ia bagai melihat rujak asam muda saat memandang sang prabu Angling Dharma temannya berkata rasanya pasti tidak akan memudar kalau dalam peperangan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kisah-legenda
Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?
Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho • Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518) • * Candi Sukuh • Suk...
-
Bertemu dengan leluhur yang sudah berada di alam kadewatan (alam roh) dalam tradisi spiritual Bali atau Jawa umumnya dilakukan melalui upac...
-
Pernah, nggak, kamu ngerasain atau mikir, gimana, ya, caranya supaya nggak merasa kesepian? Atau pernah nggak mikir, gimana cara ngatasi...
-
Serat Praniti Radya adalah karya sastra Jawa yang dibuat oleh Sri Aji Jayabaya , Raja Nuswantara yang terkenal sebagai Raja dari Kerajaan ...
No comments:
Post a Comment