Sunday, December 25, 2022

Batara Kala

 Hai ye nelayan Hei mungkin batarakala lahir Hai kisah ini menceritakan tentang kelahiran Batara Kala yang terjadi dari Kama salah bataraguru dilanjutkan dengan peristiwa Batari Uma berubah wujud menjadi Batari Durga [Musik] Batara guru mengajak Batari Uma berpesiar Hai meskipun telah membangun Kahyangan Argo dumilah yang tidak kalah indahnya dibandingkan yang and the guru namun perasaan Batara Guru masih sangat kecewa atas kekalahannya melawan mukjizat Nabi Isa AS Oh iya hanya bisa menyesali perbuatannya yang telah menyerang kerajaan Bani isra'il dan melanggar nasehat sang yang pada wenang Hai untuk menghibur diri Batara guru mengajak Batari Uma Barbie berpesiar Menikmati keindahan Pulau Jawa Hai Batari Uma awalnya tidak bersedia karena ia mendapatkan firasat akan terjadi hal yang tidak baik Hai namun bataraguru terus-menerus mendesak sehingga Batari Uma akhirnya menurut juga Hai lahirnya Kama salah Hai Batara Guru dan pacari Uma pun berangkat dengan mengendarai lembu Handini merekam terbang diangkasa Menikmati keindahan pulau Jawa dari atas hai ketika melewati Laut Selatan saat itu hari sudah menjelang senja Hai sinar matahari terbenam yang kemerah-merahan menerpa tubuh Batari Uma sehingga membuatnya terlihat semakin cantik bila Hai tiba-tiba saja kata reporter bangkit nafsu birahinya yo yo Maklum saja sejak kelahiran pacar Wisnu yang melalui ajian asmaragama Asmara cipta dan asmara turida Hai Iyang tidak pernah lagi melakukan persetubuhan dengan sang istri sehingga kali ini nafsunya bagaikan meledak dan berkobar-kobar rezeki pacar aku pun mengajak Batari Uma bersetubuh di atas punggung lembu Andini saat itu juga Hai bakar rumah menolak karena malu namun pacar aku terus memaksa dan mengancam hendak menggunakan kekerasan Mbak Arik mah mengingatkan Batara Guru selaku Raja Dewata Tidak sepantasnya bersikap seperti raksasa Hai ucapan Batari Uma yang sedang terdesak itu berubah menjadi kutukan Hai seketika Batara Guru pun mendapatkan cacat ketika yaitu memiliki dua buah kaleng panjang seperti raksasa hai hai Hai maka Sejak saat itu Batara Guru mendapatkan julukan baru yaitu Sanghyang randuwana yang bermakna Memiliki taring seperti buah Randu hutan multiflora Hai Batara Guru sangat murka atas kutukan yang menimpa dirinya keinginannya bersetubuh pun berubah menjadi niat untuk memperkosa istri sendiri hai hai Hai tubuh bakteri umat kemudian diangkat dan didudukkan di atas bangku hanya Hai karena nafsu birahi sudah tak terkendalikan air mani pacar aku rukun memancar keluar [Musik] Hai namun Batari Uma meronta menghindarinya sehingga air mani tersebut jatuh ke laut tiba-tiba saja air laut yang terkena tumpahan air mani sang raja Dewata langsung mendidih dan mengepulkan asap KMA salah berubah wujud menjadi raksasa Hai dengan perasaan kecewa bercampur malu bataraguru memutuskan pulang ke Kahyangan Maroko tumila Kyuhyun tiba-tiba datang Dewa penjaga lautan yang bernama Batara Baruna menghadap kepadanya ke-4 arah barongan ini adalah Putra Batara Gangga Putra Batara hermaya Putra Sanghyang Neng yaitu Paman Batara Guru Hai Batara Baruna melaporkan bahwa di laut selatan telah tercipta api berkobar-kobar yang menewaskan banyak ikan dan binatang air Hai Batara Baruna mengaku kesulitan memadamkan api tersebut karena semakin dipadamkan justru semakin bertambah besar hai hai Hai kedatangannya ke Kahyangan Argo dumilah ini adalah untuk memohon bantuan kepada Batara Guru supaya turun tangan menyelamatkan segenap binatang laut Hai para guru paham bahwa api tersebut sesungguhnya berasal dari gak masalah yaitu luapan nafsu birahi salah tempat yang tadi tumpah dan membuat air laut mendidih Hai rupanya gelembungkan masalah tersebut kini telah berkembang dan tumbuh menjadi api yang berkobar-kobar Hai pacar aku lalu memerintahkan Batara Sambu supaya memimpin para adik dan para sepupu untuk memadamkan kobaran kamar salah tersebut Hai Batara Sambu dan pasukan Dewata telah tiba di laut selatan dan mengepung api yang berkobar-kobar itu Hai mereka lantas mengerahkan segala cara untuk memadamkan api ka masalah Namun bukannya padam api tersebut justru berkobar semakin besar Hai para dewa lantas melemparkan berbagai senjata pusaka kedalam kobaran api Namun secara ajaib api itu justru berubah wujud menjadi raksasa mengerikan Hai semakin para dewa menghujaninya dengan senjata raksasa itu justru semakin bertambah besar dan kuat Hai raksasa ga masalah itu lalu mengamuk melakukan serangan balasan para dewa pun kocar-kacir dibuatnya Hai mereka berhamburan terbang kembali ke Kahyangan Argo dumilah jika masalah terus mengejar sambil menanyakan Siapa dirinya dan siapa orangtuanya dan Hai Kak masalah mendapat nama batara karang gak masalah mengejar para dewa sampai memasuki Kahyangan arogo tumila hai Pata rapuh dengan tenang menyambut kedatangannya dan menyuruhnya duduk dilantai kamar salah heran melihat wujud Batara Guru yang jauh lebih kecil dari dirinya namun berani memberikan perintah begitu saja Hai para kru pun memperkenalkan diri sebagai raja Dewata penguasa seluruh dunia Hai Kak masalah merasa kebetulan karena Batara Guru pasti bisa menceritakan siapa asal-usulnya dan siapa orangtuanya dan Hai bakar aku bersedia menceritakan asal-usul Kama sawah apabila raksasa tersebut memberikan sembah Bakti yang tulus kepadanya Hai Kak masalah UN membungkuk menghaturkan sembah pada saat itulah bataraguru tiba-tiba memangkas rambut raksasa itu Hai Kak masalah terkejut dan mendongak secepat kilat bataraguru memotong dua buah kalinya dan menusuk lidahnya hingga semua bisa didalam mulut raksasa itu mengalir keluar Hai begitu kehilangan dua buah taring dan bisa di lidahnya Tubuh kamu masalah langsung lemas tak berdaya dan terkulai di lantai Hai Batara Guru kemudian memperkenalkan dirinya sebagai ayah dari Kama salah Hai sejak hari itu kami masalah diakuinya Sebagai Putra dan diberi nama Batara Kala karena lahir pada saat senjakala Hai Putra nomor 6 itu lalu diperintahkan untuk tinggal di Pulau Nusakambangan yang terletak di Laut Selatan wuih batarakala berterima kasih dan perangkap menuruti perintah sang ayah Hai para kru kemudian menyerahkan kedua taring Batara Kala yang dipotongnya tadi kepada Batara Rama Yadi dan Batara Angga Jali supaya ditempa menjadi senjata kedua Empu Khayangan itu lalu mengubah kaleng-kaleng tersebut menjadi dua bilah keris pusaka yang diberi nama keris kala nadah dan keris kala ke-4 dari rumah dikutuk menjadi Batari Durga Hai berita tentang Batara Guru memiliki anak berwujud raksasa besar dan mengerikan telah membuatnya merasa sangat malu Oh iya pun menimpakan kesalahan kepada Batari Uma yang seharusnya tidak menolak sewaktu diajak bersetubuh di atas punggung lembu Andini tadi Hai para Guruku menemui Batari Uma dan menceritakan segalanya ia memarahi Batak rumah sebagai istri tidaklah pantas menolak perintah suami Halo Pak tarik rumah Fals mengatakan bahwa terciptanya batarakala tidak paint karena kesalahan pacar aku sendiri yang tidak dapat mengendalikan nafsu birahi Hai jawaban ini membuat bataraguru tersinggung dan semakin marah Batara Guru lalu menjambak rambut sang istri dan memukul ibadahnya Hai kedua kaki Batari Uma diangkat sehingga tubuhnya pun tergantung dengan kepala dibawah Mbak tarik rumah menjerit memohon ampun dengan suara yang melengking menyayat hati Batara Guru tidak peduli dan menyebut jeritan Batari Uma itu seperti suara rakshasi Hai karena Batara Guru memiliki ajian Kawas Trump membuat apa yang ia ucapkan menjadi kenyataan Hai seketika wujud pacari Umar pun berubah menjadi raksasa si buruk rupa Hai bataraguru menyesali kutukannya Namun semua sudah terlambat Hai Sejak saat itu battery rumah diganti namanya menjadi Batari Durga dan diperintahkan untuk tinggal di hutan setragandamayit memimpin para hantu dan siluman Hai rezeki kelahi akan berubah cantik kembali Jika di ruang oleh seorang yang paling mudah dari lima bersaudara Pandawa Hai Pasaribu Mayang telah berganti nama menjadi Batari Durga itupun menerima keputusan sang suami dengan perasaan sedih Oh iya lah lo perangkat meninggalkan Kahyangan Argo tumila dan pergi ke hutan setragandamayit untuk membangun Kahyangan pribadi di sana di dalam ajaran agama Hindu kala adalah Putra Dewa Siwa yang berarti dewa penguasa waktu kata kawah berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya waktu I Dewa kalau sering disimbolkan sebagai raksasa yang berwajah menyeramkan hampir tidak menyerupai seorang Dewa di dalam filsafat Hindu kala merupakan simbol bahwa siapapun tidak dapat melawan hukum karma apabila sudah waktunya seseorang meninggalkan Dunia Fana maka pada saat itu pula kala akan datang menjemputnya Hai Jika ada yang bersikeras ingin hidup lama dengan kemauan sendiri maka ia akan dibinasakan oleh kala Hai maka dari itu wajah kalah sangat menakutkan bersifat memaksa semua orang Hai kalah selain terwujud waktu juga berarti hitam bentuk feminimnya adalah kali dalam satuan waktu tradisional induk satu kalah adalah 144 di dalam Kitab kala tatwa diceritakan pada waktu Dewa Siwa sedang jalan-jalan dengan Dewi Uma di tepi laut air mani Dewa Siwa menetes ke laut ketika melihat betis Dewi Uma karena angin berhembus menyingkap kain Sang Dewi I Dewa sewa ingin mengajak Dewi Uma untuk berhubungan badan tetapi Sang Dewi menolaknya karena perilaku Dewa Siwa yang tidak pantas dengan perilaku dewa dewi di Kahyangan Hai akhirnya mereka berdua kembali ke Kahyangan air mani Dewa Siwa menetes ke laut kemudian ditemukan oleh Dewa Brahma dan Wisnu Hai benih tersebut kemudian diberi cap amantra dari benih seorang Dewa tersebut lahirlah seorang raksasa yang menggeram kerang menanyakan siapa orangtuanya dan di atas petunjuk dari Dewa Brahma dan Dewa Wisnu raksasa itu mengetahui bahwa Dewa Siwa dan Dewi Uma adalah orang tuanya Hai sebelum dewa Siwa mengakui raksasa tersebut sebagai putranya terlebih dahulu ia harus memotong taringnya yang panjang agar dapat melihat wujud orangtuanya seutuhnya Hai akhirnya syarat tersebut dipenuhi sang raksasa dapat melihat wujud orangtuanya seutuhnya hai sang raksasa diberkati oleh Dewa Siwa dan detri kelar batarakala [Musik] untuk menghormati hari kelahirannya Dewa Siwa memberi Anugerah bahwa batarakala boleh memakan orang yang lahir pada hari Tumpek Wayang dan memakan orang yang jalan-jalan di tengah hari dah hari Tumpek Wayang Hai kebetulan adiknya Dewa Komala juga lahir pada hari Tumpek Wayang sesuai Anugerah Dewa Siwa batarakala golek memakannya Hai namun atas permohonan Dewa Siwa batarakala boleh memakan adiknya kalau adiknya sudah site Hai kesempatan itu digunakan oleh Dewa Siwa ia menganugerahi Dewa Kumara agar selamanya menjadi anak-anak Hai akal-akalan itu diketahui pacara kala akhirnya ia tidak sabar lagi Dewa Kumara dikejarnya dalam pengajarannya ia bertemu Dewa Siwa dan Dewi Uma Hai Mereka pun ingin dimakan oleh para kalau sesuai janjinya Dewa Siwa namun mereka memperingatkan lebih terlebih dahulu yang harus dipecahkan batarakala jika ingin memakan mereka Hai batas waktu menjawabnya hanya sampai matahari condong ke barat akhirnya batarakala tidak bisa menjawab teka-teki dan matahari sudah condong ke barat maka habislah kesempatannya untuk memakan Dewa Siwa dan Dewi Uma Hai karena tidak bisa memakan mereka batarakala melanjutkan pengajarannya mencari Dewa Kumara Hai Setelah lama mengejar akhirnya ia kelelahan dan menemukan sesajen yang dihaturkan sang amangku dalam yang sedang main wayang karena haus dan lapar sesajen itu dilahapnya habis Hai akhirnya terjadilah dialog antara sang amangku Talang dengan Batara Kala yang meminta agar segala sesajen yang dimakan dimuntahkan kembali Hai batarakala tidak bisa memenuhi permohonan tersebut MP3 Hai sebagai gantinya ia berjanji tidak akan memakan orang yang lahir Batang Hari Tumpek Wayang jikang sudah menghaturkan sesajen menggelar wayang sapuh leger Hai namun pada perkembangan selanjutnya batarakala justru menjadi suami Batari Durga karena memang di dunia raksasa tidak mengenal norma-norma perkawinan dari perkawinan mereka dikaruniai seorang Putra bernama bakarak dewasrani dewasrani mengalami cacat genetik akibat hubungan sedarah seharusnya dewasrani memiliki fisik raksasa seperti kedua orang tuanya tetapi fisiknya terlahir tampan dan sempurna layaknya seorang Dewa Hai batarakala dan Batari Durga selalu membuat onar marcapada karena ingin membalas dendam pada para dewa pimpinan Batara Guru Hai karena yamkuru khawatir kalau Kahyangan rusak Maka Batara Guru mengakui kalau kalau Adalah anaknya Hai maka diberi nama Batara Kala dan Batara Kala minta makanan maka Batara Guru memberi makanan tetapi ditentukan yaitu orang yang mempunyai anak satu yang disebut ontang-anting Hai Pandawa Lima anak lima laki-laki semua atau anak lima Putri semua kedono kedini anak dua laki-laki perempuan jadi makanan Betara kala hai hai Hai untuk menghindari jadi mangsa batarakala harus diadakan upacara ruwatan Hai maka untuk lakon-lakon seperti itu di dalam pedalangan disebut lakon murwakala atau lakon ruwatan Indonesia di dalam lakon pedalangan batarakala selalu memakan para Pandawa karena dianggapnya Pandawa adalah orang ontang-anting the lounge Hai Namun karena Pandawa selalu didekati titisan Wisnu yaitu Batara Kresna maka batara karang selalu tidak berhasil memakan Pandawa Hai Rahayu Cakung to mati nuhun nuhun nuhun Hi Ho

No comments:

Post a Comment

Kisah-legenda

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho •  Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518)  • * Candi Sukuh •  Suk...