Sunday, December 25, 2022

Burung Belibis menghamili Putri Ambarawati Bojanegara

 Dewi renggawati memandang belibisnya  dengan sangat sedih ia berkata dalam hati   burung belibis ini cahayanya sangat Cemerlang  apalagi pemiliknya Sang Prabu malwapati   di tawantuni bangunlah wahai belibisku  Hari Sudah Siang suguhanmu Hari ini   sangat istimewa Cepatlah kau makan  kata Sang Putri dengan lembut tampak tidur dengan nyenyak Tetapi hanya pura-pura  diam-diam diperhatikannya tingkah pola sang putri   yang berusaha membangunkannya Sang Putri memijit  lembut telinga siblitis sambil berbisik bangunlah Apa karena kurang jamu  hingga kamu jadi seperti ini dibangunkan dari tadi tidak juga bergerak  Jika kedinginan Harusnya kamu bilang padaku   Aku akan memberimu jamu senenjong dan kalian cepat  bangunlah Perintis Makanlah sarapan buburmu tidak   biasanya kamu tidur seperti ini sudah siang tidak  baik Kalau tidak bangun nanti kamu jadi jejaka   tua Ayo bangunlah Masa sudah siang begini masih  berselimut apa rajamu juga seperti itu kalau tidur   pelitisnya Kayaknya seperti kumur saja dibangunkan  tidak juga bergerak Belibis bangunlah Jika kamu   sayang padaku Sang Putri semakin kesal hatinya  sambil menyanggah daku ia mengeluh memanggil sang   prabu Angling Dharma sang prabu malwapati Cepatlah  datang Bangunkanlah burung belibis piaraan Baduga   jika si beli di sudah bangun lekala hatiku  Paduka keluarlah Didi sawanan diharap oleh   para punggawa Jika padukan datang hamba akan  menghaturkan sembah Bakti dan jika Paduka sudah   makan hamba rela dijumpai hingga mati di pangkuan  Paduka hamba akan melayani Paduka berolah Asmara   kita akan duduk di pajangan dan sibritis akan  berkedudukan bernyanyi di lantai aku ini tidak   sanggup mengabdi pada sang prabu Angling Darma  memelihara burungnya saja tidak bisa sikapnya   seperti ksatria sedikit-sedikit mau pergi Jika  kamu pergi dan mati di jalan kemana aku mencarimu Dewi renggawati memegang sayap si Belibis  bermaksud menariknya Tetapi diurungkan   kalau ia pergi dan sayapnya patah pasti sang  prabu akan sangat murka katanya dalam hati   Sang Putri semakin bingung hanya sang prabu  Angling Dharma yang didirikannya hingga siberi   bis dianggapnya sang prabu Angling Dharma  Paduka bangunlah Lihatlah para punggawa dan   Mantri dan prajurit sudah menghadap berbaris  di alun-alun bangun dan keluarlah di pisawanan   Sang Putri bertambah kesal hatinya melihat  jibritis tidak juga bangun Ia lalu pura-pura   jatuh ke tempat tidur si Belibis terkejut  lalu terbangun Kenapa Putri jatuh tanyanya   penglihatanku tiba-tiba nanar dan berkunang-kunang  jawab Sang Putri sekarang aku akan pergi ke taman   Sudah lama aku tidak mandi di sana kekasihku aku  ingin mengeramasimu aku akan melakukannya sendiri Sang Putri keluar dari Kamar tidurnya para  dayang berbisik tumben sekali Sang Putri Mau   keluar ke taman piyung Aku ingin pergi ke taman  siapkan Landa pulang dan lulur jangan lupa sabun   dan baju setelah siap Sang Putri perangkat ke  taman diiring para dayang yang masih muda-muda   mereka ada yang membawa lulur Landa pura  Sawunggaling Kacu serta Bokor Mas ada juga   yang membawa kidang emas Kendi dan argawaliga yang  kemudian diterima oleh dua orang perempuan cebol   dua kutub emas berada di depan di bawah oleh  dua gadis kembar yang dipayungi kertas biru   semua sudah siap berada di halaman   busana busana yang indah sudah disiapkan di  dalam peti emas sang putri keluar dari pintu   dipayungi oleh dayang payudaranya bergerak-gerak  Saat berjalan seolah akan patah si britis terbang   rendah di atas Sang Putri Sesampai di taman  siblitis berbisik-bisik kepada sang putri Dewi renggawati mempunyai sebuah Sendang  pribadi Sendang itu akhirnya sangat bening   luasnya seluas sawah satu bahu  sekeliling Sendang dibuat pagar   batu bata yang tinggi dengan hiasan  dan tanaman-tanaman yang sangat indah   pintunya berbentuk kupu tarung yang bisa membuka  dan menutup daun pintunya terbuat dari kaca yang   diberi hiasan sepasang wayang laki-laki dan  perempuan saat pintu tertutup akan nampak dua   kepala yang sedang berangkulan dan saat terbuka  seperti sedang janjian atapnya terbuat dari emas   dengan hiasan butir-butir air saat diterbah  sinar matahari gupala seolah hidup dan menyala   si Belibis sangat kagum melihatnya Sesampai di  depan pintu Sang Putri berkata pintu terbukalah   aku akan masuk bersama burung belibisku tiba-tiba  pintu terbuka sendiri Sang Putri pun masuk bersama   dengan burung belibis putihnya para dayang yang  berada di luar berteriak-teriak ramai sekali ada   yang berhubungan ada juga yang berjalan-jalan  ke utara dan selatan bermain di laut buatan Sang Putri telah berada di dalam Sendang  pribadinya kritis lemarilah aku akan   mengeramasimu Panggil Sang Putri kepada  peritisnya ditawan tuni berkata dengan   memelas putri jika Putri mau memandikanku  cabutlah kuncungku dengan kuat Sang Putri pun   segera memegang dan mencabut Kuncung si Belibis  dengan sekuat tenaga hingga turunnya tercabut tercabutlah tenung yang mengikat sang prabu  Angling Dharma daun tang yang bertuliskan   mantra dan kertas kuning yang menancap di  gelungnya telah lepas Sang Putri tertegun   melihat seorang raja berdiri di hadapannya  seorang raja yang tampan rupawan Batara Kamajaya   cahayanya Gemilang kemudian bagi kilat sejenak ia  terpaku tidak bisa mengucap kata sepatah kata pun   sang prabu menghampiri lalu membobong sang putri  jangan bingung tindak Akulah Prabu Angling Dharma   Raja Agung yang ber kerajaan di malwati Sungguhkah  Sang Putri tulus mencintaiku dalam hati Sang Putri   berkata tidak salah dugaanku aku sudah merasakan  tipu dayanya waktu berwujud burung dia begitu   kecil tetapi saat terwujud manusia sungguh  mengagumkan akhirnya aku bersuami raja yang   sedang menyamar Ia lalu bertanya Kenapa Paduka  berubah menjadi burung sang prabu menjawab aku   terkena guna-guna Putri daripada mereka  berwujud siluman raksasa di kabar saudara   sang prabu lalu menceritakan seluruh pengalamannya   dari awal hingga akhir Dewi renggawati merasa  ternuh mendengar cerita Prabu Angling Dharma   Ia lalu berkata kalau begitu mari Paduka hamba  antarkan menghadap Ayah handap Rabu Ayah hendak   Pasti sangat senang bermenantu Paduka Prabu  Angling Dharma menjawab kalau Kanda masih berwujud   manusia tanda sangat dikasihi para dewa tetapi  dulu Kanda juga pernah mendapat kutukan dari   Batara Ratih dan Batari Umak bahwa selama 9 tahun  aku tidak boleh menjadi raja karena itu Dinda   aku mengabdi padamu maka Izinkan aku jika siang  tetap berwujud kritis sedang jika malam aku akan   berwujud Prabu Angling Dharma Prabu Angling Dharma  sangat pandai merayu dan rayuannya sangat manis   Permata Hati mustika kecantikan Mbak Dewi supraba  wahai Apakah engkau titisan dewi hati aku ingin   mencium pipimu wahai putri putri menjawab Bibiku  yang kanan adalah larangan yang teramasti sedang   pipiku yang kiri larangan seluruh Dewata badanku  yang tunggal yang memiliki aku hanya mendapati   titipan saja Angling Dharma menjawab Aku berani  menciummu karena diutus oleh yang Wisesa semuanya   siapa yang akan memiliki belum selesai Sang  Putri berkata-kata tiba-tiba para ada yang   berteriak dari luar Putri Ayo pulang sudah lama  Sang Putri di taman Putri dijawab nanti dayang   Sang Putri masih dipopung oleh Prabu Angling  Dharma sang prabu melanjutkan rayuannya Duh Dinda   hanya Engkaulah tempatku mengabdi sampai kujalani  berubah wujud menjadi burung karena aku mencari   Dewa sejak istriku dan sekarang aku menemukannya  ada dalam dirimu Apakah engkau memang titisan dewi   sejak Dewi Setiawati kalian sebagai bunga kala  dan Kenanga Aku berjanji akan terus mengabdi   padamu dunia dan akhirat jika engkau menjadi air  aku akan menjadi ikan jika engkau jadi bunga aku   akan menjadi kumbang jika anggota jadi Taman  izinkan hanya aku yang tercengkrama di dalamnya   masih sambil dibobong Sang Putri diciumi oleh  sang prabu di tepi Sendang sebenarnya Sang Putri   menolak tetapi lama-lama hatinya luluh setelah  selesai mandi keduanya keluar dari dalam air   sang prabu Angling Dharma berkata Dinda kembalikan  kuncungku agar aku kembali menjadi burung belibis   Dewi renggawati menjawab Kanda Tetaplah menjadi  manusia Mari kita menghadap Ayahanda tidak usah   menjadi Belibis lagi hamba akan menceritakan  semuanya pada Ayahanda jika Paduka mati hamba   akan ikut karena hanya padukalah yang hamba  cintai sudah lama hamba disuruh menikah oleh   ayah anda tetapi hamba menolak semua lamaran Raja  punggawa atau Mantri semua Saya tolak meskipun   gunung dan samudra jika berjodoh  maka Akhirnya Datang Juga   Prabu Angling Dharma tersenyum mendengar penuturan  sang putri putri jika aku tetap menjadi manusia   kita tidak akan bisa lama-lama bersanding  jika aku tetap menjadi burung aku akan lebih   lama mengabdi padamu karena itu indah Cepatlah  kembalikan kunjung ku Lebih baik aku menjadi   Belibis agar lebih lama mengabdi padamu ganda Mari  hamba sisiri Sang Putri lalu menghaturkan sembah   ampunkan hamba Paduka semoga terjauh dari  segala kutukan karena berani menyisiri Paduka   setelah disisiri sang prabu Angling Dharma kembali  menjadi burung belibis putih Sang Putri sangat   heran melihatnya meskipun terwujud burung Paduka  sangat pantas menjadi raja memangguh kerajaan   yang mengherankan setelah menjadi burung Paduka  hanya menjadi sebesar pelipis ampunkan hamba   Paduka jika selama ini banyak salah sang prabu  menjawab Sudahlah Dinda Ayo kita segera pulang   Sang Putri keluar dari Sendang pribadinya  dengan membobong si Belibis lalu kembali   ke istana diiringi oleh para dayang seorang  dayang berkata Tuan Putri dialah hamba yang   membawa si Belibis tidak boleh emban tidak  ada yang boleh menggendongnya jika sampai ada   bulunya yang patah itu harganya sama dengan diriku  singkat cerita Sang Putri telah sampai di istana   Sang Putri berkata kepada para dayang para  dayang kalian semua Tidurlah di luar jangan ada   yang menemaniku Aku sedang bersedih semua ada yang  menjalankan perintah Sang Putri demikianlah setiap   malam sang prabu Angling Dharma berubah menjadi  manusia sedang kalau siang menjadi burung belibis telah lama mereka selalu tidur bersama  dan tidak pernah bosan percinta Sang   Putri sangat senang dan hatinya telah  terkena daya pikat Asmara sang prabu   Angling Dharma hingga akhirnya rusaklah  kegadisannya cahaya wajah sang putri berubah   menjadikah hijau-hijauan pinggulnya membesar  dan dadanya semakin montok perutnya menjadi   sangat halus sela-sela kuku jarinya membuka  dan jika dipandang tampak bertambah gemuk   para dayang termasuk nislam perang tidak ada yang  tahu bahwa Sang Putri tiap malam bercinta dengan   Prabu Angling Dharma mereka bertanya-tanya  dalam hati tentang perubahan tubuh gustinya suatu hari Prabu Puja negara prabunya Prabu  anak sedang duduk-duduk di halaman bersama   permaisuritan diiringi para selir sang prabu duduk  di kursi emas di bawah Nagasari para dayang tidak   ketinggalan duduk berjajar di hadapan Raja dengan  membaca upacara sang prabu bersabda permaisuri   Sudah lama aku tidak bertemu dengan putriku  apa putrimu sedang sakit coba panggillah dia seorang Ambon menghaturkan sembah lalu  mengundurkan diri untuk memanggil Sang   Putri tidak lama kemudian dayang kembali tanpa  mengirimkan Sang Putri ampun Paduka Sang Putri   tidak mau menghadap Raja bersabda lagi coba Dinda  kamu lihat Siapa tahu putrimu benar-benar sakit permaisuri berjalan menuju tempat  Dewi renggawati Sesampai di Kabupaten menyambut kedatangan ibundanya lalu menghaturkan  sembah Ibu Suri bertanya Nini kamu kenapa wajahmu   nampak berwarna kehijauan dan sela-sela kukumu  membuka Sang Putri menjawab hamba tidak sakit   Bunda hamba selama ini hanya sakit esur ibundanya  menyaut sepertinya bukan sakit Isur Jika kamu   sudah menikah Sepertinya kamu hamil tetapi  kamu belum menikah coba sini ini coba itu   apa perutmu Sang Putri menolak permintaan  ibundanya tetapi sang Ibu Terus memaksa   Sang Putri hendak ditangkap tetapi tidak kena  permaisuri hanya sempat meraba lambungnya sebelah   kiri sang permaisuri sangat terkejut tidak  salah lagi dugaan itu jika sang prabu tahu   pasti beliau akan sangat murka aku lihat memang  mencurigakan pantatmu lebih sudah Mekar bahkan   mengalahkan tampil Dewi renggawati mundur dengan  cepat ia merasa malu lalu menangis sedih ibundanya   berkata nenek masa kamu tidak tahu kamu memang  sakit sakit karena hamil Apa jadinya jika ayah   anda mau tahu pasti beliau akan sangat marah  sekarang katakan pada ibu kamu melakukannya   dengan siapa dengan punggawa atau Mantri  atau dengan seorang raja katakan pada guna   Sang Putri hanya menangis kera sambil menjawab  Aku tidak tahu permaisuri akhirnya pegal hatinya   karena sang putri tidak juga mau mengaku  sambil menangis dan memukul-mukul dadanya   sang permaisuri meninggalkan putrinya Sesampai  di hadapan sang prabu permaisuri mencium   kaki sang prabu sampil terus menangis Paduka  bunuhlah hamba karena hamba tidak bisa menjaga   Putri Paduka sang prabu bertanya dengan  keras apa yang terjadi dengan ini Putri seluruh dayang istana dipanggil menghadap Tetapi  semua tidak bisa menjawab pertanyaan raja raja   merasa sangat pegal hatinya dalam hati ia berkata  jika aku mau membunuh mereka semua pasti mati tapi   betapa aniayanya diriku ini semua salahku karena  tidak bisa menjaga anak akhirnya kemarahan sang   prabu reda panggilah Patih jawikarta perintahnya  kemudian kepada dayang seorang dayang menghaturkan   sembah mohon diri tidak lama kemudian Patih  jawikarta telah menghadap sang prabu berkata   Pati sepertinya istana telah kemasukan maling  yang berani bercinta dengan putriku umumkan ke   seluruh peloso negeri Barang siapa yang bisa  menangkap maling akan mendapat hadiah besar ia   akan aku angkat menjadi Prabu Anom yang aku beri  tempat tinggal di sebelah utara pasar dan aku   beri wewenang menabuh gamelan pasti menghaturkan  sembah lalu keluar untuk mengumumkan perintah raja   Patih beserta para punggawa dan Mantri telah  menghadap dipisuwanan di Patih Mangkubumi   menabuh kendang suaranya beregumandang  hingga terdengar oleh semua yang hadir   gipati mulai membacakan pengumuman wahai  para punggawa sang prabu telah bersabda   bahwa barangsiapa yang mampu menangkap maling  yang memasuki istana akan diberi Anugerah   dinikahkan dengan Putri Pergilah kalian  ke istana tetapi malingnya sangat Sakti para punggawa dan Mantri semua merasa  sanggup mengikuti sayembara mereka   lalu berdandan mengenakan pakaian  keprajuritan berbagai macam senjata   dan peralatan mereka bawa ada yang  membawa tirai besi ada yang membawa   jimat bersusun-susun ada yang membawa  pedang ada juga yang membawa anak panah tampang Mereka pun bermacam-macam ada  yang kumisnya susun 9 seperti raksasa   ada kumisnya menyentuh Ali seperti  gembala ada juga peserta yang sudah   tua tubuhnya kurus dan sukamada  bernama Byson dilenting kalau   aku berhasil menangkap maling aku akan  Mada sambil memegang payudara Sang Putri Lurah rangka Yudha menyaut Mana mungkin kamu  bisa menangkap pencuri tubuhmu kurus kering   manusia tidak tahu diri tidak bercermin pasti  aku yang pisah karena tubuhku tinggi dan besar   saat malam tiba para punggawa Mantri sudah ramai  mengelilingi istana para peserta sayembara sudah   masuk dan berjalan mengitari Kabupaten sementara  itu Prabu Angling Dharma sedang bercumbu dengan   Sang Putri Sang Putri dibawa ke tempat tidur  lalu dirayu Putri Jangan sedih sayang jika air   matamu mengalir jika suaramu menjadi serak hanya  dindalah Dewiku yang kupandang sebagai bunga Menur   kau membuatku gila karena Asmara  wahai putri cantik Kusuma hatiku   Walau Seribu kerajaan telah ku datangi tanda  belum pernah menemukan putri sepertimu hanya   engkaulah permata hatiku berkeliling ke 1000  kerajaan buta akan kutemui yang sebanding   denganmu tidak ada Putri seperti yang bening  pakai bulan seluruh kaharuman dan keindahan   intan permata yang ada di bumi semua berkumpul  dalam dirimu seumpama bunga tunjung yang berada   di lautan dan dijaga oleh raksasa putih  aku akan berenang walau dijaga oleh raksasa   seribu aku tidak takut mati hanya Putri pucat  negara yang selalu nampak di mata hanya Diko   yang membuatku rindu dendam karena Asmara jika  engkau dibunuh oleh ayah anda aku akan membelamu   hanya Putri tempatku mengabdi di dunia sampai  akhirat hanya Diko yang tercipta dalam hati   sang putri yang berada di pangkuan terus  dijumpai oleh sang prabu Angling Dharma   ia tidak menangis lagi tapi tampak masih sendiri  sedang sang prabu mencium pipi dan rambutnya lalu   bermaksud membuka ikatan kain Sang Putri Sang  Putri menahan dada sang prabu sampil berkata   hari sudah tengah malam sabarlah sang prabu  Besok saja kita lakukan hamba tidak akan menolak   Prabu Angling Dharma tersenyum dan berkata  Baiklah aku lepas denda aku menurut tapi aku   mohon belas kasihmu Sang Putri menyaut apa sang  prabu belum juga puasa setiap malam berhubungan   Prabu Angling Dharma menjawab besok kalau sudah  berputra sembilan aku puas Sang Putri berkat dalam   hati apa aku harus menangis sang prabu kalau  mencium tidak pernah sebentar Prabu Angling   Dharma mengelus besar Sang Putri sambil mencium  alisnya pria tampan ini tidak mundur dilarang   kata Sang Putri dalam hati Sang Putri terus  dijumpai dan Akhirnya lepas juga ikatan kainnya   tidak aku akan keluar menengok 40 orang yang  katanya sanggup menangkapku kata Sang Prabu   setelah selesai dan puas berolah Asmara Sang  Putri tidak mengizinkan tetapi sang prabu tetap   keluar seluruh punggawa yang sedang berjaga di  mantrap hingga semua jatuh tertidur di tanah   setelah itu Prabu Angling Dharma  mencukur jenggot dan kumis mereka   ada juga yang dicukur seperempat diambilnya  juga keris yang mereka bawa saat pagi menjelang   dan para punggawa bangun keadaan menjadi ricuh  mereka marah karena keris dan rambut tubuhnya   telah hilang ada yang tertawa kegirangan melihat  wajah temannya yang dicukur seperempat tetapi   dalam hati mereka semua merasa gentar dan takut  dengan maling yang tidak lari mereka kepung para peserta sayembara yang berjumlah 40 orang  satupun tidak ada yang mempunyai senjata semua   merasa malu karena ada yang dicoreng dengan  kunir ada yang hilang sebelah alisnya bahkan ada   yang hilang seluruhnya mereka lalu berumput dan  setuju untuk menghadap kipati Ayo kita menghadap   kipati maling yang berada di dalam kabutren  benar-benar Sakti aja salah satu diantara mereka

No comments:

Post a Comment

Kisah-legenda

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho •  Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518)  • * Candi Sukuh •  Suk...