Dewi renggawati memandang belibisnya dengan sangat sedih ia berkata dalam hati burung belibis ini cahayanya sangat Cemerlang apalagi pemiliknya Sang Prabu malwapati di tawantuni bangunlah wahai belibisku Hari Sudah Siang suguhanmu Hari ini sangat istimewa Cepatlah kau makan kata Sang Putri dengan lembut tampak tidur dengan nyenyak Tetapi hanya pura-pura diam-diam diperhatikannya tingkah pola sang putri yang berusaha membangunkannya Sang Putri memijit lembut telinga siblitis sambil berbisik bangunlah Apa karena kurang jamu hingga kamu jadi seperti ini dibangunkan dari tadi tidak juga bergerak Jika kedinginan Harusnya kamu bilang padaku Aku akan memberimu jamu senenjong dan kalian cepat bangunlah Perintis Makanlah sarapan buburmu tidak biasanya kamu tidur seperti ini sudah siang tidak baik Kalau tidak bangun nanti kamu jadi jejaka tua Ayo bangunlah Masa sudah siang begini masih berselimut apa rajamu juga seperti itu kalau tidur pelitisnya Kayaknya seperti kumur saja dibangunkan tidak juga bergerak Belibis bangunlah Jika kamu sayang padaku Sang Putri semakin kesal hatinya sambil menyanggah daku ia mengeluh memanggil sang prabu Angling Dharma sang prabu malwapati Cepatlah datang Bangunkanlah burung belibis piaraan Baduga jika si beli di sudah bangun lekala hatiku Paduka keluarlah Didi sawanan diharap oleh para punggawa Jika padukan datang hamba akan menghaturkan sembah Bakti dan jika Paduka sudah makan hamba rela dijumpai hingga mati di pangkuan Paduka hamba akan melayani Paduka berolah Asmara kita akan duduk di pajangan dan sibritis akan berkedudukan bernyanyi di lantai aku ini tidak sanggup mengabdi pada sang prabu Angling Darma memelihara burungnya saja tidak bisa sikapnya seperti ksatria sedikit-sedikit mau pergi Jika kamu pergi dan mati di jalan kemana aku mencarimu Dewi renggawati memegang sayap si Belibis bermaksud menariknya Tetapi diurungkan kalau ia pergi dan sayapnya patah pasti sang prabu akan sangat murka katanya dalam hati Sang Putri semakin bingung hanya sang prabu Angling Dharma yang didirikannya hingga siberi bis dianggapnya sang prabu Angling Dharma Paduka bangunlah Lihatlah para punggawa dan Mantri dan prajurit sudah menghadap berbaris di alun-alun bangun dan keluarlah di pisawanan Sang Putri bertambah kesal hatinya melihat jibritis tidak juga bangun Ia lalu pura-pura jatuh ke tempat tidur si Belibis terkejut lalu terbangun Kenapa Putri jatuh tanyanya penglihatanku tiba-tiba nanar dan berkunang-kunang jawab Sang Putri sekarang aku akan pergi ke taman Sudah lama aku tidak mandi di sana kekasihku aku ingin mengeramasimu aku akan melakukannya sendiri Sang Putri keluar dari Kamar tidurnya para dayang berbisik tumben sekali Sang Putri Mau keluar ke taman piyung Aku ingin pergi ke taman siapkan Landa pulang dan lulur jangan lupa sabun dan baju setelah siap Sang Putri perangkat ke taman diiring para dayang yang masih muda-muda mereka ada yang membawa lulur Landa pura Sawunggaling Kacu serta Bokor Mas ada juga yang membawa kidang emas Kendi dan argawaliga yang kemudian diterima oleh dua orang perempuan cebol dua kutub emas berada di depan di bawah oleh dua gadis kembar yang dipayungi kertas biru semua sudah siap berada di halaman busana busana yang indah sudah disiapkan di dalam peti emas sang putri keluar dari pintu dipayungi oleh dayang payudaranya bergerak-gerak Saat berjalan seolah akan patah si britis terbang rendah di atas Sang Putri Sesampai di taman siblitis berbisik-bisik kepada sang putri Dewi renggawati mempunyai sebuah Sendang pribadi Sendang itu akhirnya sangat bening luasnya seluas sawah satu bahu sekeliling Sendang dibuat pagar batu bata yang tinggi dengan hiasan dan tanaman-tanaman yang sangat indah pintunya berbentuk kupu tarung yang bisa membuka dan menutup daun pintunya terbuat dari kaca yang diberi hiasan sepasang wayang laki-laki dan perempuan saat pintu tertutup akan nampak dua kepala yang sedang berangkulan dan saat terbuka seperti sedang janjian atapnya terbuat dari emas dengan hiasan butir-butir air saat diterbah sinar matahari gupala seolah hidup dan menyala si Belibis sangat kagum melihatnya Sesampai di depan pintu Sang Putri berkata pintu terbukalah aku akan masuk bersama burung belibisku tiba-tiba pintu terbuka sendiri Sang Putri pun masuk bersama dengan burung belibis putihnya para dayang yang berada di luar berteriak-teriak ramai sekali ada yang berhubungan ada juga yang berjalan-jalan ke utara dan selatan bermain di laut buatan Sang Putri telah berada di dalam Sendang pribadinya kritis lemarilah aku akan mengeramasimu Panggil Sang Putri kepada peritisnya ditawan tuni berkata dengan memelas putri jika Putri mau memandikanku cabutlah kuncungku dengan kuat Sang Putri pun segera memegang dan mencabut Kuncung si Belibis dengan sekuat tenaga hingga turunnya tercabut tercabutlah tenung yang mengikat sang prabu Angling Dharma daun tang yang bertuliskan mantra dan kertas kuning yang menancap di gelungnya telah lepas Sang Putri tertegun melihat seorang raja berdiri di hadapannya seorang raja yang tampan rupawan Batara Kamajaya cahayanya Gemilang kemudian bagi kilat sejenak ia terpaku tidak bisa mengucap kata sepatah kata pun sang prabu menghampiri lalu membobong sang putri jangan bingung tindak Akulah Prabu Angling Dharma Raja Agung yang ber kerajaan di malwati Sungguhkah Sang Putri tulus mencintaiku dalam hati Sang Putri berkata tidak salah dugaanku aku sudah merasakan tipu dayanya waktu berwujud burung dia begitu kecil tetapi saat terwujud manusia sungguh mengagumkan akhirnya aku bersuami raja yang sedang menyamar Ia lalu bertanya Kenapa Paduka berubah menjadi burung sang prabu menjawab aku terkena guna-guna Putri daripada mereka berwujud siluman raksasa di kabar saudara sang prabu lalu menceritakan seluruh pengalamannya dari awal hingga akhir Dewi renggawati merasa ternuh mendengar cerita Prabu Angling Dharma Ia lalu berkata kalau begitu mari Paduka hamba antarkan menghadap Ayah handap Rabu Ayah hendak Pasti sangat senang bermenantu Paduka Prabu Angling Dharma menjawab kalau Kanda masih berwujud manusia tanda sangat dikasihi para dewa tetapi dulu Kanda juga pernah mendapat kutukan dari Batara Ratih dan Batari Umak bahwa selama 9 tahun aku tidak boleh menjadi raja karena itu Dinda aku mengabdi padamu maka Izinkan aku jika siang tetap berwujud kritis sedang jika malam aku akan berwujud Prabu Angling Dharma Prabu Angling Dharma sangat pandai merayu dan rayuannya sangat manis Permata Hati mustika kecantikan Mbak Dewi supraba wahai Apakah engkau titisan dewi hati aku ingin mencium pipimu wahai putri putri menjawab Bibiku yang kanan adalah larangan yang teramasti sedang pipiku yang kiri larangan seluruh Dewata badanku yang tunggal yang memiliki aku hanya mendapati titipan saja Angling Dharma menjawab Aku berani menciummu karena diutus oleh yang Wisesa semuanya siapa yang akan memiliki belum selesai Sang Putri berkata-kata tiba-tiba para ada yang berteriak dari luar Putri Ayo pulang sudah lama Sang Putri di taman Putri dijawab nanti dayang Sang Putri masih dipopung oleh Prabu Angling Dharma sang prabu melanjutkan rayuannya Duh Dinda hanya Engkaulah tempatku mengabdi sampai kujalani berubah wujud menjadi burung karena aku mencari Dewa sejak istriku dan sekarang aku menemukannya ada dalam dirimu Apakah engkau memang titisan dewi sejak Dewi Setiawati kalian sebagai bunga kala dan Kenanga Aku berjanji akan terus mengabdi padamu dunia dan akhirat jika engkau menjadi air aku akan menjadi ikan jika engkau jadi bunga aku akan menjadi kumbang jika anggota jadi Taman izinkan hanya aku yang tercengkrama di dalamnya masih sambil dibobong Sang Putri diciumi oleh sang prabu di tepi Sendang sebenarnya Sang Putri menolak tetapi lama-lama hatinya luluh setelah selesai mandi keduanya keluar dari dalam air sang prabu Angling Dharma berkata Dinda kembalikan kuncungku agar aku kembali menjadi burung belibis Dewi renggawati menjawab Kanda Tetaplah menjadi manusia Mari kita menghadap Ayahanda tidak usah menjadi Belibis lagi hamba akan menceritakan semuanya pada Ayahanda jika Paduka mati hamba akan ikut karena hanya padukalah yang hamba cintai sudah lama hamba disuruh menikah oleh ayah anda tetapi hamba menolak semua lamaran Raja punggawa atau Mantri semua Saya tolak meskipun gunung dan samudra jika berjodoh maka Akhirnya Datang Juga Prabu Angling Dharma tersenyum mendengar penuturan sang putri putri jika aku tetap menjadi manusia kita tidak akan bisa lama-lama bersanding jika aku tetap menjadi burung aku akan lebih lama mengabdi padamu karena itu indah Cepatlah kembalikan kunjung ku Lebih baik aku menjadi Belibis agar lebih lama mengabdi padamu ganda Mari hamba sisiri Sang Putri lalu menghaturkan sembah ampunkan hamba Paduka semoga terjauh dari segala kutukan karena berani menyisiri Paduka setelah disisiri sang prabu Angling Dharma kembali menjadi burung belibis putih Sang Putri sangat heran melihatnya meskipun terwujud burung Paduka sangat pantas menjadi raja memangguh kerajaan yang mengherankan setelah menjadi burung Paduka hanya menjadi sebesar pelipis ampunkan hamba Paduka jika selama ini banyak salah sang prabu menjawab Sudahlah Dinda Ayo kita segera pulang Sang Putri keluar dari Sendang pribadinya dengan membobong si Belibis lalu kembali ke istana diiringi oleh para dayang seorang dayang berkata Tuan Putri dialah hamba yang membawa si Belibis tidak boleh emban tidak ada yang boleh menggendongnya jika sampai ada bulunya yang patah itu harganya sama dengan diriku singkat cerita Sang Putri telah sampai di istana Sang Putri berkata kepada para dayang para dayang kalian semua Tidurlah di luar jangan ada yang menemaniku Aku sedang bersedih semua ada yang menjalankan perintah Sang Putri demikianlah setiap malam sang prabu Angling Dharma berubah menjadi manusia sedang kalau siang menjadi burung belibis telah lama mereka selalu tidur bersama dan tidak pernah bosan percinta Sang Putri sangat senang dan hatinya telah terkena daya pikat Asmara sang prabu Angling Dharma hingga akhirnya rusaklah kegadisannya cahaya wajah sang putri berubah menjadikah hijau-hijauan pinggulnya membesar dan dadanya semakin montok perutnya menjadi sangat halus sela-sela kuku jarinya membuka dan jika dipandang tampak bertambah gemuk para dayang termasuk nislam perang tidak ada yang tahu bahwa Sang Putri tiap malam bercinta dengan Prabu Angling Dharma mereka bertanya-tanya dalam hati tentang perubahan tubuh gustinya suatu hari Prabu Puja negara prabunya Prabu anak sedang duduk-duduk di halaman bersama permaisuritan diiringi para selir sang prabu duduk di kursi emas di bawah Nagasari para dayang tidak ketinggalan duduk berjajar di hadapan Raja dengan membaca upacara sang prabu bersabda permaisuri Sudah lama aku tidak bertemu dengan putriku apa putrimu sedang sakit coba panggillah dia seorang Ambon menghaturkan sembah lalu mengundurkan diri untuk memanggil Sang Putri tidak lama kemudian dayang kembali tanpa mengirimkan Sang Putri ampun Paduka Sang Putri tidak mau menghadap Raja bersabda lagi coba Dinda kamu lihat Siapa tahu putrimu benar-benar sakit permaisuri berjalan menuju tempat Dewi renggawati Sesampai di Kabupaten menyambut kedatangan ibundanya lalu menghaturkan sembah Ibu Suri bertanya Nini kamu kenapa wajahmu nampak berwarna kehijauan dan sela-sela kukumu membuka Sang Putri menjawab hamba tidak sakit Bunda hamba selama ini hanya sakit esur ibundanya menyaut sepertinya bukan sakit Isur Jika kamu sudah menikah Sepertinya kamu hamil tetapi kamu belum menikah coba sini ini coba itu apa perutmu Sang Putri menolak permintaan ibundanya tetapi sang Ibu Terus memaksa Sang Putri hendak ditangkap tetapi tidak kena permaisuri hanya sempat meraba lambungnya sebelah kiri sang permaisuri sangat terkejut tidak salah lagi dugaan itu jika sang prabu tahu pasti beliau akan sangat murka aku lihat memang mencurigakan pantatmu lebih sudah Mekar bahkan mengalahkan tampil Dewi renggawati mundur dengan cepat ia merasa malu lalu menangis sedih ibundanya berkata nenek masa kamu tidak tahu kamu memang sakit sakit karena hamil Apa jadinya jika ayah anda mau tahu pasti beliau akan sangat marah sekarang katakan pada ibu kamu melakukannya dengan siapa dengan punggawa atau Mantri atau dengan seorang raja katakan pada guna Sang Putri hanya menangis kera sambil menjawab Aku tidak tahu permaisuri akhirnya pegal hatinya karena sang putri tidak juga mau mengaku sambil menangis dan memukul-mukul dadanya sang permaisuri meninggalkan putrinya Sesampai di hadapan sang prabu permaisuri mencium kaki sang prabu sampil terus menangis Paduka bunuhlah hamba karena hamba tidak bisa menjaga Putri Paduka sang prabu bertanya dengan keras apa yang terjadi dengan ini Putri seluruh dayang istana dipanggil menghadap Tetapi semua tidak bisa menjawab pertanyaan raja raja merasa sangat pegal hatinya dalam hati ia berkata jika aku mau membunuh mereka semua pasti mati tapi betapa aniayanya diriku ini semua salahku karena tidak bisa menjaga anak akhirnya kemarahan sang prabu reda panggilah Patih jawikarta perintahnya kemudian kepada dayang seorang dayang menghaturkan sembah mohon diri tidak lama kemudian Patih jawikarta telah menghadap sang prabu berkata Pati sepertinya istana telah kemasukan maling yang berani bercinta dengan putriku umumkan ke seluruh peloso negeri Barang siapa yang bisa menangkap maling akan mendapat hadiah besar ia akan aku angkat menjadi Prabu Anom yang aku beri tempat tinggal di sebelah utara pasar dan aku beri wewenang menabuh gamelan pasti menghaturkan sembah lalu keluar untuk mengumumkan perintah raja Patih beserta para punggawa dan Mantri telah menghadap dipisuwanan di Patih Mangkubumi menabuh kendang suaranya beregumandang hingga terdengar oleh semua yang hadir gipati mulai membacakan pengumuman wahai para punggawa sang prabu telah bersabda bahwa barangsiapa yang mampu menangkap maling yang memasuki istana akan diberi Anugerah dinikahkan dengan Putri Pergilah kalian ke istana tetapi malingnya sangat Sakti para punggawa dan Mantri semua merasa sanggup mengikuti sayembara mereka lalu berdandan mengenakan pakaian keprajuritan berbagai macam senjata dan peralatan mereka bawa ada yang membawa tirai besi ada yang membawa jimat bersusun-susun ada yang membawa pedang ada juga yang membawa anak panah tampang Mereka pun bermacam-macam ada yang kumisnya susun 9 seperti raksasa ada kumisnya menyentuh Ali seperti gembala ada juga peserta yang sudah tua tubuhnya kurus dan sukamada bernama Byson dilenting kalau aku berhasil menangkap maling aku akan Mada sambil memegang payudara Sang Putri Lurah rangka Yudha menyaut Mana mungkin kamu bisa menangkap pencuri tubuhmu kurus kering manusia tidak tahu diri tidak bercermin pasti aku yang pisah karena tubuhku tinggi dan besar saat malam tiba para punggawa Mantri sudah ramai mengelilingi istana para peserta sayembara sudah masuk dan berjalan mengitari Kabupaten sementara itu Prabu Angling Dharma sedang bercumbu dengan Sang Putri Sang Putri dibawa ke tempat tidur lalu dirayu Putri Jangan sedih sayang jika air matamu mengalir jika suaramu menjadi serak hanya dindalah Dewiku yang kupandang sebagai bunga Menur kau membuatku gila karena Asmara wahai putri cantik Kusuma hatiku Walau Seribu kerajaan telah ku datangi tanda belum pernah menemukan putri sepertimu hanya engkaulah permata hatiku berkeliling ke 1000 kerajaan buta akan kutemui yang sebanding denganmu tidak ada Putri seperti yang bening pakai bulan seluruh kaharuman dan keindahan intan permata yang ada di bumi semua berkumpul dalam dirimu seumpama bunga tunjung yang berada di lautan dan dijaga oleh raksasa putih aku akan berenang walau dijaga oleh raksasa seribu aku tidak takut mati hanya Putri pucat negara yang selalu nampak di mata hanya Diko yang membuatku rindu dendam karena Asmara jika engkau dibunuh oleh ayah anda aku akan membelamu hanya Putri tempatku mengabdi di dunia sampai akhirat hanya Diko yang tercipta dalam hati sang putri yang berada di pangkuan terus dijumpai oleh sang prabu Angling Dharma ia tidak menangis lagi tapi tampak masih sendiri sedang sang prabu mencium pipi dan rambutnya lalu bermaksud membuka ikatan kain Sang Putri Sang Putri menahan dada sang prabu sampil berkata hari sudah tengah malam sabarlah sang prabu Besok saja kita lakukan hamba tidak akan menolak Prabu Angling Dharma tersenyum dan berkata Baiklah aku lepas denda aku menurut tapi aku mohon belas kasihmu Sang Putri menyaut apa sang prabu belum juga puasa setiap malam berhubungan Prabu Angling Dharma menjawab besok kalau sudah berputra sembilan aku puas Sang Putri berkat dalam hati apa aku harus menangis sang prabu kalau mencium tidak pernah sebentar Prabu Angling Dharma mengelus besar Sang Putri sambil mencium alisnya pria tampan ini tidak mundur dilarang kata Sang Putri dalam hati Sang Putri terus dijumpai dan Akhirnya lepas juga ikatan kainnya tidak aku akan keluar menengok 40 orang yang katanya sanggup menangkapku kata Sang Prabu setelah selesai dan puas berolah Asmara Sang Putri tidak mengizinkan tetapi sang prabu tetap keluar seluruh punggawa yang sedang berjaga di mantrap hingga semua jatuh tertidur di tanah setelah itu Prabu Angling Dharma mencukur jenggot dan kumis mereka ada juga yang dicukur seperempat diambilnya juga keris yang mereka bawa saat pagi menjelang dan para punggawa bangun keadaan menjadi ricuh mereka marah karena keris dan rambut tubuhnya telah hilang ada yang tertawa kegirangan melihat wajah temannya yang dicukur seperempat tetapi dalam hati mereka semua merasa gentar dan takut dengan maling yang tidak lari mereka kepung para peserta sayembara yang berjumlah 40 orang satupun tidak ada yang mempunyai senjata semua merasa malu karena ada yang dicoreng dengan kunir ada yang hilang sebelah alisnya bahkan ada yang hilang seluruhnya mereka lalu berumput dan setuju untuk menghadap kipati Ayo kita menghadap kipati maling yang berada di dalam kabutren benar-benar Sakti aja salah satu diantara mereka
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kisah-legenda
Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?
Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho • Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518) • * Candi Sukuh • Suk...
-
Bertemu dengan leluhur yang sudah berada di alam kadewatan (alam roh) dalam tradisi spiritual Bali atau Jawa umumnya dilakukan melalui upac...
-
Pernah, nggak, kamu ngerasain atau mikir, gimana, ya, caranya supaya nggak merasa kesepian? Atau pernah nggak mikir, gimana cara ngatasi...
-
Serat Praniti Radya adalah karya sastra Jawa yang dibuat oleh Sri Aji Jayabaya , Raja Nuswantara yang terkenal sebagai Raja dari Kerajaan ...
No comments:
Post a Comment