Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa Sabdo Palon hidup di masa Brawijaya 5 atau beri kertabumi Ia merupakan tokoh legendaris yang dipandang sebagai Pandita dan penasehat Brawijaya 5 name Sabdo Palon banyak diresahkan dalam serat Jangka Jayabaya Sabdo Palon oleh Pujangga Ronggowarsito Hai salah satu syairnya memuat ramalan kehancuran Islam di tanah Jawa PA 500 tahun keruntuhan Majapahit dalam syair tersebut sabdopalon meramalkan kejayaan agama Budi setelah keruntuhan Islam Adapun pahit ramalan tersebut dikenal dengan istilah sabdopalon Nagih Janji tokoh Sabdo Palon sangat dihormati kalangan umat Hindu Budha dan aliran Kejawen di tanah Jawa pada masa kerajaan Majapahit ia mengemban tugas yang cukup berat yaitu sebagai guru kawan Abdi Kinasih Prabu Brawijaya 5 dalam kesehariannya sabdopalon terlibat langsung dengan sang prabu dalam proses wawansabda atau dialog dengan para wali sama satunya kangjeng Sunan Kalijaga Disini kita akan Bagaimana Prabu Brawijaya Sunan Kalijaga dan Sabdo Palon sebuah awal akan dimulainya kehancuran Jawa yang akan datang yang sekarang sudah mulai terbukti kebenarannya Sunan Kalijaga kini Putra Paduka ingat bahwa Paduka lolos dari istana dan tidak karuan tinggal dimana Paduka dimohon kembali ke Majapahit Tetaplah menjadi raja dijunjung para punggawa menjadi pusaka dan pedoman yang dijunjung tinggi anak cucu dan para sanak saudara dihormati dan dicintai Restu keselamatan semua di bumi apabila Paduka berkenan memegang Tahta lagi Paduka ingin tinggal di Gunung mana Paduka tinggal Putra Paduka memberi busana dan makanan untuk Paduka tetapi mohon pusaka Kraton di tanah Jawa diminta dengan tulus Prabu Brawijaya berkata Aku muak bicara dengan santri Mereka bicara dengan mata 7 lahmi semua maka blero matanya menunduk di muka tetapi memukul di belakang kata-katanya hanya manis di bibir rate-nya meraup pasir ditaburkan ke mata agar Kuta mataku ini dulu dulu aku prihati tapi balasannya seperti umum pun turut Sunan Kalijaga berkata apabila Prabu tidak bersedia mengikuti saranku lebih baik Bunuh saja Hai Prabu Brawijaya berkata Syahid tutuplah dulu kupikir baik-baik ku pertimbangkan saranmu benar dan salahnya baik dan buruknya karena aku khawatir omonganmu itu bohong saja Hai saumpama aku ke Majapahit sifat Ah bencinya tidak sembuh punya ayah kuda kafan kafir ukur kemudian aku ditangkap dikebiri disuruh menunggu pintu belakang pagi-sore ditokohi sembahyang apabila tidak tahu kemudian dicuci di kolam digosok dengan Ilalang kering Coba pikir lah Sahid alangkah sedih hatiku orang sudah tua Renta lemah tak berdaya kok akan direndam dalam air Sunan Kalijaga berkata mustahil jika demikian besok hamba yang tanggung tidak mungkin Putra Paduka berlaku demikian akan halnya masalah agama hanya terserah sekehendak Paduka 6 lebih baik Paduka berkenan Terganti syarat Rasul dan mengucapkan asma Allah akan tetapi jika Paduka tidak tekanan itu tidak masalah toh hanya soal agama pedoman Perang Islam itu sahadat meskipun salah tim cladding lo jika belum paham syahadat itu tetap kafir namanya terjadi percakapan teologi dan Sunan Kalijaga berbicara banyak-banyak agar Prabu Brawijaya berkenan pindah agama jika Paduka memeluk Islam manusia Jawa tentu kemudian Islam semua setelah itu Prabu Brawijaya mengucapkan kalimat syahadat setelah kejadian itu minta potong rambut tetapi belum lahir batin rambut Paduka belum Bisa terpotong setelah potong rambut Prabu Brawijaya berkata kamu berdua Kuberitahu mulai hari ini aku meninggalkan agama Buddha dan memeluk agama Islam Hai kalau kalian mau kalian akan kuajak pindah agama Rasul dan meninggalkan agama Buddha Sabdo Palon berkata hamba inilah tukang yang yang menjaga tanah Jawa Siapa yang bertahta menjadi asuhan hamba mulai dari leluhur Paduka dahulu sang wiku Mang masa sakutrem dan Bambang Sakri turun-temurun sampai sekarang hamba mengasuh penurun raja-raja Jawa hambah tidak tidur sampai 2000 tahun selamat tidur hamba selalu ada perang saudara manusia yang nakal membunuh bangsanya sendiri sampai sekarang umur hamba sudah 2000 lebih tiga tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa tidak ada yang berubah agamanya Sejak pertama menepati agama Buddha baru batuk Keane meninggalkan pedoman leluhur Jawa Hai Jawa artinya tahu mau menerima berarti jalan kalau hanya ikut-ikutan akan membuat celaka moksa Paduka kelak halilintar bersahutan menyambut perkataan Oik utama Sang sabdopalon Prabu Brawijaya disindir oleh Dewata karena mau masuk agama Islam yaitu dengan perwujudan keadaan dunia ditambah tiga hal satu rumpun cawan dhuafa di randano dan tidak batimetri Prabu Brawijaya berkata Bagaimana niatmu mau apa tidak meninggalkan agama Budha masuk agama Rasul sabdopalon berkata Paduka masuklah sendiri hamba tidak tega melihat watak sia-sia seperti manusia Arab itu menginjak-injak hukum menginjak-injak dengan jika hampa pindah agama pasti akan celaka moksa hamba kelak yang mengatakan Mulia Itu kan orang Arab dan orang Islam semua memuji diri sendiri mati yang utama itu Sewu satus telung puluh artinya satu situ putus Teluk itu bilas 10 itu oleh wujud kembali wujudnya rusak tetapi yang rusak berasal dari roh Prabu Brawijaya berkata citaku menempel pada orang-orang yang lebih Sabdo Palon berkata itu manusia tersesat seperti kemladean menempel di pohon besar tidak punya kemuliaan sendiri hanya numpang itu bukan mati yang utama tapi matinya manusia Nista sukanya menempel ikut-ikutan tidak memiliki sendiri jika diusir Ken tayangan menjadi kuntilanak Prabu Brawijaya berkata aku akan kembali kepada Suwung kekosongan ketika aku belum wujud apa-apa demikianlah tujuan matiku kelak sabdopalon berkata itu matinya manusia tidak berguna ketika hidupnya seperti hewan hanya makan minum dan tidur demikian hidup bisa gemuk kaya daging penting minum dan kencing saja hilang hidup dalam hati Prabu Brawijaya berkata aku menunggui tempat kubur apabila sudah hancur luluh menjadi abu Sabdo Palon berkata itulah matinya orang kudu menjadi setan ukuran menunggui daging ukuran Daging sudah luluh menjadi tanah tidak mengerti roh baru itu Manusia Bodoh yo yo Hai Prabu Brawijaya aku akan moksa dengan ragaku Hai Sabdo Palon berkata kalau orang Islam terang tidak bisa moksa tidak mampu meringkas makan badannya gemuk kebanyakan daging Hai Prabu Brawijaya berkata aku tidak punya kehendak apa-apa tidak bisa memilih terserah Yang Mahakuasa Dimanakah Tuhan yang sejati sabdopalon berkata tidak jauh tidak dekat Baduga bayangannya sendiri Paduka wujud sifat Sukma sejatinya tinggal putih Wah dan badan Prabu Brawijaya Apa kamu tidak mau masuk agama Islam Sabdo Palon berkata ikut agama lama kepada agama baru Tidak kenapa Paduka berganti agama tidak bertanya kepada Hai apakah Paduka lupa nama hamba Sabdo Palon Sado artinya kata-kata Palm kayu pengancing kandang Naya artinya pandangan Genggong artinya langgeng tidak berubah jadi bicara hamba itu bisa untuk pedoman orang tanah Jawa langgeng selamanya sungguh jika sudah berganti agama Islam meninggalkan agama Buddha keturunan Paduka akan celaka Jawa tinggal jawaban artinya hilang suka ikut bangsa lain Paduka besok saksikan banyak manusia suka menipu berani bertindak Nista dan suka bersumpah Hai besok setelah bertaubat Ingat kepada agama Buddha lagi dan kemudian mau makan buah pengetahuan Dewa kemudian memaafkan Hujan kembali seperti jaman udah Prabu Brawijaya berkata aku menyesal masuk Islam dan meninggalkan agama Buddha Oh iya masuk agama Islam karena istrinya Putri campa yang mengatakan orang agama Islam itu Tengah apabila mati akan masuk surga yang melebihi surganya orang kafir sabdopalon berkata sejak zaman kuno bila laki-laki menurut perempuan pasti sengsara karena perempuan itu utamanya untuk wadah tidak berwenang mulai kehendak aku akan memisahkan diri dengan Paduka Prabu Brawijaya berkata kamu cela tanpa guna karena sudah terlanjur sekarang hanya kamu yang ku tanya masih tetap kah dekatmu aku masuk agama Islam disaksikan oleh Syahid sudah tidak bisa kembali lagi ke agama Buddha Kamu mau pergi kemana sabdopalon berkata tidak pergi tetapi tidak berada itu hanya menempati yang namanya Smart artinya melingkupi sekalian wujud Angelo kalingan Padang Prabu Brawijaya berkata Aku bersumpah besok Apabila ada orang Jawa tuang berpengetahuan ya itulah yang akan diasuh oleh Sabdo Palon orang tua itu akan diajari benar-salah besok gantilah negara Blambangan dengan nama negara Banyuwangi agar menjadi pertanda kembalinya sabdopalon ke tanah Jawa membawa asuhannya Hai ada gajah di kertas seperti kucing walaupun mati wujud ku tetapi Ingatlah esok apabila sudah agama kaweruh besok akan kubalas kuajari tahu benar dan salah cara memangku kerajaan makan babi seperti zaman Majapahit Sunan Kalijaga diampuni oleh Allah dengan pas Mona adanya orang-orang yang punggungnya sampai ke gunung disisipi Tatal kayu jati maksudnya untukmu panas no ilmu sejati itu tidak usah berguru kepada orang Arab sabdopalon penganut kepercayaan Budi yaitu agama Jawa yang sudah berlaku secara turun temurun dalam jangka sabdopalon ia meramalkan kehancuran Islam di tanah Jawa syair ramalan ini berbunyi toples then install tekan janji Yen was Changed 500 Warso qtum zaman Islami musno Bali marang ingsun kami putih mag sawiji artinya takdir Nusa sampai kepada janji jika suka Kenapa 500 tahun terhitung zaman Islam musnah kembali kepadaku agama Budi terdiri menjadi t-shirt tersebut muncul di penghujung serat cangkas sabdopalon yang dikenal sebagai sang Bhopal Nagih Janji melalui syair nya itu sabdopalon memberitahukan tanda-tanda alam dan sosial kemasyarakatan yang akan muncul di zaman kembalinya nanti Hai Sabdo Palon menyatakan sumpahnya untuk kembali ke tanah Jawa 500 tahun lagi tepat setelah Majapahit runtuh Pada masa itu agama baru yang sempurna yakni Islam tidak dijalankan Paripurna oleh pemeluknya Oleh karena itu agama ini akan hancur dan digantikan dengan agama bukti jika dihitung dari waktu Sabdo Palon menyatakan sumpahnya ia diprediksi akan kembali di abad ke-20 sabdopalon bersama anak buahnya akan menguasai tanah Jawa dan mengembangkan agama Budha di nusantara meski dipisahkan dalam beberapa riwayat sumpah Sabdo Palon Nagih Janji ini masih diperdebatkan oleh banyak kalangan sebagian tidak mempercayainya namun sebagian lain justru sangat menanti kedatangannya ini mengingat beberapa ramalan Sabdo Palon juga pernah menjadi kenyataan di Indonesia ramalan tersebut diantaranya tentang letusan gunung Semeru gunung merapi dan lain-lain Adapun isi syairnya adalah sebagai berikut Hardi Agung Agung samyo huru-hara nggegirisi ku melegar suarany roh-roh kanan kering I am blogger Angel lebih racang wondes agung manungsa nyo deh basto kebo sapi samyok OSIS sirno kembang Tan wonten Monggo polyhose gunung berapi semua huru hara mengerikan menggelegar suaranya lahar tumpah ke kanan dan ke kiri nya liat Hai menenggelamkan menerjang hutan dan perkotaan manusia banyak yang tewas kerbau dan sapi habis sirna hilang tak bisa dipulihkan lagi ramalan Jayabaya ungkap di Tahun 2022 Sabdo Palon datang kedatangan Sabdo Palon ditandakan dengan bencana alam merajalela dimana-mana kedatangan sabdopalon sudah ditunggu-tunggu masyarakat Jawa dipercaya bahwa akan tiba Masa dimana kekacauan banyak terjadi yang dikenal sabdopalon Nagih Janji wong Jowo wes ilang jawane adalah ungkapan Jayabaya yang menyebut tanda-tanda Sabdo Palon datang ngomong masyarakat Jawa yang sudah kekeringan spiritualitas dalam ramalan Jayabaya masa sabdopalon Nagih Janji dalam hukum 4 bersumpah bahwa akan datang kembali Oke pamomong tanah Jawa 500 tahun setelah runtuhnya kerajaan Majapahit lantas Kapan Sabdo Palon datang Nagih Janji dalam ramalan Jayabaya berdasarkan serat Sabda Palon diganti hitung 500 tahun runtuhnya kerajaan Majapahit di tahun 1478 maka jatuh pada tahun 2020 hingga 2022 maka di Tahun 2022 Indonesia akan Dihebohkan dengan janji 500 tahun keruntuhan yang ditandai dengan bencana alam diantaranya bencana gunung meletus seperti disebut dalam kuh 5 saya akan membuat pertanda sebagai janji Teguh apa bilang sudah meletus mengeluarkan lahar Tak hanya itu ramalan Jayabaya juga menyebut er rencana alam dan kekacauan merajalela di antaranya dalam 15.00 bencana gempa tujuh kali sehari yang membuat manusia takut dalam kubur 7 akan datang bencana banjir bandang dalam Pupuh 13 bencana tsunami omba akan naik kedaratan akan diserang bencana wabah mematikan seperti yang diramalkan dalam 11.00 kondisi politik yang semakin memanas negara carut-marut serta rusaknya moral masyarakat Jawa Seperti yang diramalkan dalam fokus 9 10 dan 11 Hai berdasarkan ramalan Jayabaya mengungkapkan bahwa masyarakat Jawa Menunggu datangnya masa Sabdo Palon Nagih Janji kemudian kekacauan merajalela Hai dari ramalan Jangka Jayabaya tersebut masyarakat Jawa meyakini akan tiga Masa dimana kekacauan banyak terjadi yang dikenal dengan sebutan sabdopalon Nagih Janji Hai di Tahun 2022 Indonesia akan Dihebohkan dengan berdirinya sebuah kerajaan yang mengaku akan memenuhi janji 500 tahun keruntuhan Kerajaan Majapahit menurut ramalan Jangka Jayabaya dalam serat Sabdo Palon kemunculan akan ditandai dengan beberapa kejadian alam dan sosial berdasarkan Pupus setelah dalam serat Sabdo Palon disebutkan Bablu Engkong final Hong lorong ombro ombro enjing Sugeng sore praloyo artinya akan datang watak mengerikan merajalela dimana-mana paginya orang-orang masih hidup sorenya banyak yang mati dalam ramalan Jangka Jayabaya bahwa masa sabdopalon Nagih Janji ini akan menimbulkan kejadian alam dan sosial yang bakal terjadi secara terus menerus sehingga tahun 2056 berdasarkan hitungan waktu yang sudah diperkirakan tak hanya tentang wilayah pulau Jawa yang disebutkan oleh Sabdo Palon dalam ramalan cangka Jayabaya tapi masa sabdopalon meliputi satu Nusantara atau Indonesia itu artinya dari Sabang sampai Merauke sama-sama akan mengalami kejadian bencana alam dan sosial datangnya rentetan peristiwa tersebut akan terjadi secara beruntun atau silih berganti dan tidak menentu perlu diketahui sabdopalon merupakan tokoh legendaris Pandita penasehat Kerajaan Majapahit penguasa terakhir yang beragama Budha dari kerajaan Majapahit di Pulau Jawa Rahayu Rahayu Rahayu
Showing posts with label jongko Joyoboyo. Show all posts
Showing posts with label jongko Joyoboyo. Show all posts
Sunday, December 25, 2022
Jongko Joyoboyo mengenai Sabdo Palon nagih janji
Ramalan Jayabaya sabdopalon datang Nagih Janji Tahun 2022
Subscribe to:
Comments (Atom)
Kisah-legenda
Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?
Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho • Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518) • * Candi Sukuh • Suk...
-
Bertemu dengan leluhur yang sudah berada di alam kadewatan (alam roh) dalam tradisi spiritual Bali atau Jawa umumnya dilakukan melalui upac...
-
Pernah, nggak, kamu ngerasain atau mikir, gimana, ya, caranya supaya nggak merasa kesepian? Atau pernah nggak mikir, gimana cara ngatasi...
-
Serat Praniti Radya adalah karya sastra Jawa yang dibuat oleh Sri Aji Jayabaya , Raja Nuswantara yang terkenal sebagai Raja dari Kerajaan ...