Sunday, December 25, 2022
Legenda Sejarah Kendan
Kendan di dalam catatan sejarah Jawa Barat diperkirakan terletak disuatu daerah di wilayah kabupaten Bandung di tepi sebuah bukit kendan 500 meter sebelah timur stasiun kereta api Nagreg Terdapat daerah Hunian yang bernama Kampung kendan Desa citaman Kecamatan Nagreg bukit kendan yang dimaksud sangat jauh untuk disebutkan memiliki jejak secara mengingat perbukitan kendan saat ini sudah hampir habis akibat tanahnya dieksploitasi untuk bahan pembuatan bata merah Danau purba di kendang disekitar Nagreg dan citaman ditemukan pula suatu tempat yang disebut masyarakat sekitarnya tempat pemujaan sayang istilah tempat pemujaan dalam paradigma masyarakat Sunda dewasa ini dikonotasikan negatif karena sering digunakan pamujan suatu cara meminta harta kekayaan kepada makhluk gaib dan dianggap menyekutukan Tuhan sama dengan istilah pesugihan nama kendan lebih dikenal dalam dunia arkeologi identik sebagai pusat industri perkakas neolitik pada zaman purbakala batu kendan sudah lama disebut-sebut dalam dunia kepurbakalaan disinyalir daerah kendang sudah ramai dihuni penduduk sejak sebelum Tarikh masehi pasir batu bukit kendang sampai saat ini masih dieksploitasi penduduk setempat karena mengandung bahan perekat yang sangat cocok untuk pembuatan gerabah konon kabar menurut cerita pada waktu zaman Belanda mengeksploitasi tanah dendam untuk dikirim ke Belanda dari stasiun Nagreg melalui Pelabuhan Surabaya bahkan Pembangunan Gedung Sate dan gedung lainnya di kota Bandung di Nyalin menggunakan bahan dari bukit kendan mungkin keberadaan Stasiun nugget pada awalnya tidak dapat dilepaskan dari daerah Kendal Stasiun ini merupakan Saksi Bisu dari diangkutnya material gendang ke daerah lain di daerah kendang pernah ditemukan sebuah patung kecil para ahli sejarah menyebutnya patung dewi Turki saat ini disimpan di Museum Jakarta sedangkan didalam prasasti jayabupati disebutkan bahwa kekuatan Turki dianggap kekuatan gaib dalam cerita Lutung Kasarung Nini Turki dianggap berasal dari Kanekes keberadaan patung turga di tempat pengujian menimbulkan spekulasi dari beberapa ahli sejarah play times sinyalir daerah tersebut termasuk daerah kabuyu lebih Hai sama dengan daerah Mandala atau kabuyutan yang ada di wilayah cukanggenteng dekat Ciwidey kabupaten Bandung kerajaan kendan selain dikenal melalui gerabah purbakalanya juga disebut-sebut di dalam naskah tarita Parahyangan dan Naskah Wangsakerta Hai kedua sumber dianggap duplikasi dari pararaton Parahyangan sayangnya para radwan Parahyangan saat ini tidak diketahui rimbanya Namun karena dijadikan sebagai naskah rujukan maka para Tuan Parahyangan dipastikan keberadaannya lebih tua dari naskah Carita Parahyangan dan Naskah Wangsakerta [Musik] sejarah kerajaan gendam Hai sumber mengenai kerajaan kendan sebagian besar diperoleh dari pustaka rajyarajya I bhumi Nusantara kerajaan kendan adalah kerajaan yang terletak di daerah pulau Jawa bagian barat Hai secara hukum kerajaan kendang adalah daerah bawahan Kerajaan Tarumanegara yang pada saat itu berada dibawah pengaruh raja suryawarman raja ketujuh Kerajaan Tarumanegara Hai nama tenan berasal dari kata kendan yang memiliki makna sejenis batu Cadas berongga dan didalamnya mengandung kaca yang berwarna hitam batuan ini jika dilihat mirip batu Onix yang sering digunakan untuk mata cincin dan dipakai oleh anak muda zaman sekarang batu Ini juga akan tampak kemilauan saat tersorot oleh sinar matahari memiliki permukaan yang sangat kasar dan tajam menurut versi lain nama gendang berasal dari kata Kanda yang mendapat akhiran antri yaitu sebuah sistem religi tradisional yang menganut paham monoteisme atau yang tunggal yang dikembangkan oleh Prabu resi kurung manik Maya pada abad ke-6 sebagai norma kehidupan beragama jauh sebelumnya Hai masuk ke Tatar Sunda sekitar abad ke-16 salah satu kegiatan ritual keagamaannya berbentuk pas satuan yang dilakukan di seputar kabuyutan dan di dalam kabuyutan tersebut biasanya ditandai dengan bangunan Punden berundak raja-raja yang memerintah di kerajaan kehendak satu resi kurung manik Maya 536 sampai 568 masehi raja pertama kerajaan kendan kerajaan kendang diperkirakan didirikan oleh suryawarman dari Kerajaan Tarumanegara pada tahun 536 masehi dengan mengangkat resi guru manikmaya sebagai raja pertama Kerajaan gendam resi guru manikmaya berasal dari keluarga jalan kayak di India Selatan Sudah beberapa negeri dan wilayah didatangi olehnya serta tinggal disana kemudian berangkat lagi dindah ke negeri lain negeri itu diantaranya Pulau simhala Negeri kauda hujung Medini Pulau Sumatera Pulau Bali Jawa Timur Hai akhirnya tiba di Jawa Barat dan tinggal di situ di ibukota Kerajaan Tarumanegara ialah Jaya Singapura sang resi kurma hikmah ya ahli agama pandai bicara serta sifatnya sangat baik beliau dijadikan kepala pendeta di ibukota Kerajaan Tarumanegara [Musik] Hai rasyiqul manikmaya tidak lama setelah diangkat sebagai kepala pendeta di ibukota Kerajaan Tarumanegara yang menikah dengan Tirta Kencana Putri Maharaja suryawarman penguasa ketujuh Kerajaan Tarumanegara [Musik] Oleh karena itu ia dihadiahi daerah kendang atau suatu wilayah perbukitan Nagreg kabupaten Bandung lengkap dengan rakyat dan tentaranya selain menikahi Putri Raja suryawarman resi kurung manik Mayang juga menikahi Dewi sanwar dan memiliki seorang anak yang bernama Sri narawati Hai setelah pernikahan narsi kurung manik Maya dengan tirtakencana sebagai seorang prahmana maka resi guru manikmaya diberikan Anugerah oleh suryawarman dengan penobatannya sebagai seorang raja Rossi di daerah gendang Selain itu sang Maharaja suryawarman menganugrahkan perlengkapan kerajaan berupa mahkota Raja dan mahkota permaisuri hal ini dimaksudkan secara tidak langsung Selain sebagai seorang pemuka agama resi guru manikmaya pun diangkat sebagai seorang raja daerah Unes suryawarman dan memerintah bersama istrinya tirtakencana sebagai raja dan ratu daerah kendang yang bertanggungjawab langsung kepada raja suryawarman sebagai seorang menantu sang raja suryawarman Hasyim manikmaya selain hadir mahkota Raja juga diberikan senjata bagi para pembesar kerajaan pegawai-pegawai raja pejabat Raja bahkan seluruh barang dan bermacam-macam makanan bermacam-macam kendaraan yaitu kereta Gajah kuda ternak sapi kambing anjing juga burung ayam dan macam-macam yang lainnya lagi berita pengangkatan resik romanik mayat sebagai penguasa daerah kendan dikabarkan oleh Maharaja suryawarman kepada seluruh raja-raja bawahan Kerajaan Tarumanegara dengan Sepucuk Surat di Malang di dalam surat tersebut berisi tentang keberadaan rajaresi manikmaya di kerajaan kendan harus diterima dengan baik sebab Ia menantu sang Maharaja dan mesti dijadikan sahabat terlebih sang Curug gendang itu seorang prahmana ulung yang telah banyak berjasa terhadap agama [Musik] siapapun yang berani menolak Raja resi guru kendang akan dijatuhi hukuman mati dan kerajaannya akan dihapuskan secara tidak langsung dengan diangkatnya resi guru Malik mayat sebagai penguasa kerajaan kendan sekaligus telah menikahi anak suryawarman Hai telah meningkatkan status kerajaan gendam sebagai daerah bawahan yang nampaknya sebelum pengangkatan resi kurung manik Maya sebagai penguasa Hai kerajaan kendang kemungkinan hanya sebagai salah satu daerah yang kurang begitu penting dalam struktur birokrasi kerajaan Hai sedang kerajaan kendan resmi diperintahkan oleh resi kurung manik Maya status kerajaan kendan dinaikkan sebagai daerah kasihan yaitu daerah yang dilindungi sebagai tempatnya para resi Luhung ilmu sebagai seorang raja sekaligus seorang agamawan resi guru manikmaya tentu mengembangkan pula ajaran-ajaran Hindu di daerah Kendal Hal ini dapat terbukti dari ditemukannya Arcamanik Arca Durga dan pusaka naga sastra yang menggunakan bahasa Sansekerta dari hasil peninggalan harus dikurung manikmaya telah membawa perubahan besar di dalam struktur sosial masyarakat di daerah sekitar kendang dimana telah terjadi suatu penyebaran ajaran Hindu beraliran jiwa Meskipun tidak dapat dipastikan bahwa penduduk di daerah ke and tendang akan mengkonversi kepercayaannya menjadi pemeluk ajaran Hindu beraliran Siwa Hal ini disebabkan bahwa pada periode-periode awal berdirinya Kerajaan Tarumanegara dan dari beberapa peninggalan prasasti yang ditemukan bahwa kerajaan Tarumanegara terutama Raja Purnawarman adalah seorang penganut ajaran Hindu beraliran Wisnu meskipun memiliki persamaan dengan penganut ajaran Hindu namun tentu tidaklah mudah mengkonversi sebuah aliran dari Wisnu ke Penganut aliran Siwa Selain itu perlu juga dipertimbangkan dengan keberadaan tradisi-tradisi lokal yang masih bertahan dan tetap berkembang di daerah Kerajaan gendang Hai sehingga nampaklah sebuah daerah dengan palet kepercayaan yang beragam dari hasil pernikahan resiko romanik Maya dengan tirtakencana disebutkan bahwa ia memiliki seorang anak yang bernama rajaputra Sulaiman sebagai seorang resi yang memahami ilmu keagamaan resi kurung manik Maya pun juga memiliki pengetahuan di bidang pemerintahan dan kemiliteran status kerajaan kendan sebagai tanah suci pun dapat terlihat dari fungsi daerah Kerajaan gendang sebagai tempat bagi para perajurit Kerajaan Tarumanegara untuk menempa ilmu kanuragan dan kadigdayaan Hai salah satu kitab yang disusun oleh sang resi pustaka ratuning pala sarewu menjelaskan tentang tata cara pengelolaan Hai Di dalam kitab tersebut berisi tentang bagaimana cara membangun sebuah negara dengan prajuritnya yang sangat kuat Hai sebagai daerah suci dan sebagai tempat menempa ilmu para prajurit Kerajaan Tarumanegara Kerajaan kendang telah melahirkan panglima perang laut bagi kerajaan Tarumanegara dan salah satunya adalah putra sang resi yaitu Raja Putra sang Baladika surah 52 sang balla ditaksir Aliman 568 sampai 597 masehi perluasan kerajaan kendan pada tahun 568 masehi sang resi meninggal dan kedudukannya digantikan oleh anaknya rajaputra sural Iman sebagai raja kedua kerajaan kendan sang raja menikahi putri Kerajaan Kutai papula Putra martadipura Mutia Sari Putri dari hasil pernikahannya rajaputra purel Iman memiliki seorang Putra yang bernama kandiawan dan seorang putri bernama kan Diawati dibawah kepemimpinannya kerajaan gendang sebagai daerah bawahan Kerajaan Tarumanegara telah berhasil memperluas wilayahnya dengan menguasai Medang Jati karut sebagaimana yang dipisahkan dari cerita kabuyutan Sanghyang tapak keberhasilan rajaputra Sulaiman di dalam menaklukkan daerah Medang Jati tidak terlepas dari didikan ayahnya resi kurung manik Mayang dan juga daerah Kerajaan kendan yang nampaknya memang dijadikan sebagai tempat pendidikan bagi calon calon prajurit elit dari Kerajaan Tarumanegara Selain itu keberhasilan rajaputra sura5 di yang juga telah mencapai salah satu jabatan tertinggi dalam struktur birokrasi bacaan yaitu sebagai panglima Angkatan Laut kerajaan Tarumanegara penaklukan yang dilakukan oleh sang Baladika soliman telah memajukan perekonomian masyarakat kerajaan kendan dari segi ekonomi dapat terlihat dengan adanya perluasan tersebut masyarakat kerajaan kendan yang awal mulanya bekerja diladang beberapa diantaranya telah mulai menggunakan jalur Sungai terutama Sungai Cimanuk yang mengalir menuju pelabuhan di Utara yaitu Indramayu dan Cirebon dengan terbukanya daerah ini maka sangatlah memungkinkan bagi kerajaan gendam untuk menarik Bea Cukai dari para pedagang yang singgah di kedua pelabuhan di utara yang hendak menuju daerah pusat Kerajaan kendan yang terletak di pedalaman tidak andiawan 597 sampai 612 masehi pindahnya pusat kekuasaan Kerajaan pendam ke Medang Jati setelah sang pala dikasur Aliman wafat posisinya sebagai seorang raja kerajaan kendang digantikan oleh anaknya kandiawan Hai pada masa pemerintahan kandiawan ia memindahkan pusat Kerajaan kendan dari desa citaman Nagreg ke daerah Medang Jati Cangkuang Garut Hal ini didasari dari temuan situs Candi Cangkuang yang berada di Desa Bojong Menteng Cicalengka Garut masih belum dapat diketahui penyebab dari perpindahan pusat Kerajaan ini akan tetapi tentu bukanlah perintah langsung dari Kerajaan Tarumanegara Hai spam kerajaan bawahan memiliki hak otonomi sendiri di dalam menentukan kebijakan politik internal dan ekonomi kandiawan memiliki lima orang Putra yang masing-masing memerintah di lima daerah Mangku Ana memerintah di Surabaya lalu sandang brepa memerintah di kelas Awi tarungqq Allah memerintah di rawung langit Tatum malah memerintah di Meneer dan Merdeka ndayun memerintah di kulit kulit pada masa akhir pemerintahannya tahta kerajaan kendan diberikan kepada wretikandayun sedangkan kandiawan sendiri memilih menjalani Tapa di bukit terlalu watang Kuningan pada masa akhir pemerintahannya inilah di daerah selatan wilayah Kerajaan Tarumanegara tepatnya di daerah cilauteureun pulau bongkang gunung Nagara secara perlahan agama Islam mulai diperkenalkan oleh rakyat Santang Putra kertawarman 4WD kan Dayun 612 sampai 702 masehi berdirinya Kerajaan kalung worotikan Dayun yang mendapatkan Tahta dari ayahnya memindahkan lagi pusat Kerajaan kendan atau Klang ke kalu di desa karangkamulyan Kecamatan Cijeungjing Ciamis di dalam pemerintahan pusat Kerajaan ini menghentikan Dino menikahi Dewi Nawang Titip anak dari pendeta Hindu ia itu resmi country A dan menurunkan tiga orang Putra yaitu sempakwaja menjadi resiko Wanayasa amarah menjadi resi guru penuh dan jantaka atau mandiminyak Hal ini berdasarkan Pusaka Nagasasra Hai Pada masa itu kerajaan kendan atau pelanggar berubah nama menjadi kerajaan Galuh sang wretikandayun dinobatkan sebagai penguasa kerajaan kendang pada tanggal 23 Maret 612 masehi Dalam usia 21 tahun Hai malam itu bulan sedang Purnama esok harinya matahari terbit tepat di titik Timur garis ekuator hai sang wretikandayun tidak berkedudukan di kendang ataupun di Medang Jati tidak juga di Meneer Oh iya mendirikan pusat pemerintahan baru kemudian diberi nama Galuh atau harfiahnya Permata lahan pusat pemerintahan yang dipilihnya diapit oleh dua batang sungai yang bertemu yaitu citandui dan cimuntur Ketika sang wretikandayun dinobatkan sebagai raja kendang di kalau penguasan di Kerajaan Tarumanegara saat itu adalah Sri Maharaja kertawarman 561 sampai 628 Masehi Hai spa gerak Jadi kalau status aurat ikan dayung adalah sebagai raja bawahan Kerajaan Tarumanegara berturut-turut sang perhatikan Dayun menjadi raja daerah dibawah kekuasaan sudhawarman 628 sampai 639 masehi Dewa morte 639-640 masehi nagajayawarman 640-45 puluh enam Masehi dan linggawarman 666-666 sheehy ketika linggawarman digantikan oleh sang tarusbawa pada tahun 669 masehi umur sang pertikaian Dayun sudah mencapai 78 tahun ia mengetahui persis tentang kerajaan Tarumanegara yang Hai putar pamornya Apa alat pisang tarusbawa yang lahir di Sunda Sembawa dan mengganti nama kerajaan Tarumanegara menjadi kerajaan Sunda diangkatnya tarusbawa menimbulkan pergolakan dari kerajaan-kerajaan bawahan Kerajaan Tarumanegara tarusbawa yang kemudian mendapat gelar Maharaja tarusbawa Sunda Sumba tamanu Manggala Jaya karena keputusannya mengubah nama kerajaan Tarumanegara menjadi kerajaan Sunda semakin menimbulkan pergolakan ini merupakan peluang bagi sang wretikandayun untuk membebaskan diri atau Mahardika dari kekuasaan sang tarusbawa sang wretikandayun setelah mengirimkan Duta ke Pakuan Bogor sebagai ibukota kerajaan Sunda lanjutan Kerajaan Tarumanegara yang Nuh menyampaikan surat kepada sang Maharaja tarusbawa isi surat tersebut menyatakan bahwa kalau misalkan diri dari kerajaan Sunda menjadi kerajaan yang Mahardika berisi peringatan dan keputusan pemisahan daerah karunya Ning charitra yang isinya mulai hari ini Galuh berdiri sebagai sebuah kerajaan yang Mahardika tidak berada dibawah kerajaan bahkan Nita lagi Hai Janganlah pasukan Tuan menyerang kalau karena pasukan kalu jauh lebih uang dari pasukan Sunda ditambah kalung didukung oleh kerajaan-kerajaan di sebelah timur Citarum hendaknya kita rukun hidup berdampingan atas keputusan tersebut maka pada tahun 670 masehi berdirilah buah-buah kerajaan besar di Jawa dengan Citarum sebagai pembatasnya dari Citarum kearah Barat menjadi kerajaan Sunda sedang dari Citarum kearah Timur menjadi kerajaan Galuh sementara Mandala kendang tetap menjadi sebuah daerah yang dilindungi oleh kedua kerajaan tersebut kemudian hari Sunda dan kalau pada masa Sanjaya dapat dipersatukan kembali setelah terjadi pemberontakan dan perang saudara antar keturunan kalau perebutan perubahan kerajaan tidak lantas mengubah keadaan dendam tetap sebagai sebuah Mandala yang sepakat dilindungi namun Kemudian sejak Pajajaran runtuh tahun 1579 status ke Mandala and mengalami perubahan bahkan beberapa tempat seperti halnya di thanatos tidak lagi diakui oleh para penguasa selanjutnya [Musik] Sejak saat itu berbagai kepentingan penguasa tidak lagi sejalan dalam melindungi kesucian Mandala pada tahun 1482 kedua kerajaan ini dipersatukan oleh Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi menjadi kerajaan Sunda Pajajaran dalam kelopak-kelopak nuras sesungguhnya erat dan tumbuh sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Sunda yang hidup menggantungkan diri terhadap ladang dan sawah karena dua hal tersebut merupakan satu penghormatan kepada Nyai pohaci Sanghyang asri dan Batara patanjala artinya bagi masyarakat Ladang padi dan hujan atau air merupakan dua sejoli Yang Tak Terpisahkan untuk mereka dalam gaib pelindung hujan atau air sama pentingnya dengan gaib pelindung padi kedua hal ini menjadi dua substansi penting dalam nurash dalam kropak 406 dan kropak 630 tercatat patanjala adalah nama seorang resi murid jiwa yang berjumlah lima orang namun tidak tercatat dalam praktik alesan great dictionary McDonald kata patanjala berarti air jatuh atau air hujan pada artinya jatuh Jalla artinya air Hai sementara di dalam sejarah Jawa Barat ada dua orang raja yang dianggap penjelmaan dari patanjala yaitu web ikan dayung Raja keempat kendan pendiri kalau dan darmasiksa atau Maharaja tarusbawa Sunda Sembada Manunggal Jaya pendiri kerajaan Sunda Hai penulis koropak 632 bahkan menganggap Fathan Jalan sebagai daya hidup Sehingga toko ini dalam kepercayaan orang Sunda silam menggeser posisi Siwa dan Wisnu dalam lakon Lutung Kasarung versi pantun karena ke setoko guruminda disebut guruminda patanjala khusus di daerah tangtu lakon itu tergolong sakral karena isinya berkaitan dengan perawatan tanaman padi dan pengurusannya setelah panen tersirat disini hubungan antara patanjala yang turun ke dunia untuk mengajarkan tata cara penanaman padi dan pemeliharaannya agar sesuai dengan kehendaknya Iko Haji Sanghyang Asri dalam pantun Bogor Batara kuwera yang dianggap sebagai dewa hujan atau Dewa Air dan kemakmuran dipisah dan sebagai suaminya iboa jihyang Hasri dalam hal ini pun kita melihat bagaimana kaki pelindung padi dijodohkan dengan kaki pelindung hujan atau air pelindung hujan atau air hanya berbeda nama upacara Seren Taun dalam versi panhub Bogor dinamakan Guruku mi yang berlangsung selama sembilan hari dan ditutup dengan upacara kuwera Bakti Pada bulan purnama upacara ini meliputi syukuran atas keberhasilan panen yang dipandang sebagai anugerah dari dewa kuwera begitu pula pada upacara noras sesungguhnya adalah satu bentuk upacara syukuran Bagaimana seharusnya merawat patanjala atau air sebutan lain bagi merugikan danghyang dan Nyai Pohaci, Sanghyang Sri. nuhun nuhun
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kisah-legenda
Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?
Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho • Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518) • * Candi Sukuh • Suk...
-
Bertemu dengan leluhur yang sudah berada di alam kadewatan (alam roh) dalam tradisi spiritual Bali atau Jawa umumnya dilakukan melalui upac...
-
Pernah, nggak, kamu ngerasain atau mikir, gimana, ya, caranya supaya nggak merasa kesepian? Atau pernah nggak mikir, gimana cara ngatasi...
-
Serat Praniti Radya adalah karya sastra Jawa yang dibuat oleh Sri Aji Jayabaya , Raja Nuswantara yang terkenal sebagai Raja dari Kerajaan ...
No comments:
Post a Comment