Sunday, December 25, 2022

Legenda GUNUNG SEMERU

Gunung Semeru pegunungan emas di poros alam semesta gunung Meru dalam metologi Jawa adalah pegunungan emas yang berdiri di pusat alam semesta dan poros dunia Hai Gunung ini menjadi tempat tinggal para dewa gunung Meru adalah pegunungan 5 Puncak yang suci untuk kosmologi Hindu Saint dan budak dan dianggap sebagai pusat alam semesta secara fisik metafisika dan spiritual Hai banyak kuil-kuil Buddha Saint dan induk dibangun sebagai perwakilan simbolis pegunungan ini dalam kubisme gunung Meru berada di pusat dunia dan matahari serta bulan berputar mengelilingi gunung Meru pegunungan memiliki empat wajah semuanya terbuat dari bahan yang berbeda wajah Utara terbuat dari emas wajah Timur terbuat dari kristal wajah Selatan terbuat dari lapis lazuli dan wajah parah terbuat dari Rupiah [Musik] menurut agama Hindu gunung Meru konon merupakan kediaman Raja Brahma zaman dulu [Musik] dalam sinisme ada dua pasang matahari bulan dan bintang yang mengelilingi gunung Meru 1set bekerja set lainnya terletak di belakang Gunung Meru Gunung Semeru juga merupakan memperhatikan tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat kawah di puncak gunung Semeru dikenal dengan nama jonggring Saloko sebelah selatan kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi Selatan meliputi daerah Pronojiwo dan candipuro di Lumajang jonggring Saloko dalam bahasa Sansekerta adalah Meru Agung merubah arti pusat dari alam semesta baik secara fisik maupun spiritual sedangkan Agung berarti sangat besar atau bisa juga diartikan Maha dari sinilah kemudian puncak gunung Semeru diberi nama Mahameru dalam sejarah dan mitos gunung Semeru dipisahkan kehadiran Mahameru di Timur kalau melahirkan gunung-gunung lain yang lebih kecil beberapa diantaranya Gunung Lawu Gunung Kelud Gunung Wilis Gunung Kawi Gunung Arjuna dan Gunung Kemukus Hai mungkin karena inilah gunung Semeru dianggap menjadi gunung yang paling Agung bahkan sejarah dan mitos gunung Semeru juga menceritakan bahwa Gunung ini adalah Bapak dari Gunung Agung Bali di sejumlah misteri kerap menyelimuti wilayah Gunung Semeru seperti halnya sebelum terjadi letusan lalu dimana warga sekitar sudah melihat ada keanehan di aliran sungai di kaki gunung Hai air yang mengalir jernih tiba-tiba berubah kecoklatan dan mendadak debit meninggi meski ada fenomena tersebut warga belum menyadari akan ada letusan besar dari gunung Semeru Hai akan tetapi setelah melihat keanehan tersebut warga mulai merasakan gempa kecil Lalu Tak lama kemudian suara dentuman terdengar Hai menurut pengamat spiritual letusan Semeru sejatinya untuk mengingatkan manusia untuk selalu ingat akan sang pencipta dan untuk para pemimpin Negeri angkar Eling Lan waspodo lalu Bagaimana dengan para pribumi Gunung Semeru yang penuh dengan kepercayaan kepada penciptanya artikel ini mencoba membaca secara historis fenomena keberagamaan orang-orang Semeru yang tetap eksis hingga saat ini [Musik] meski harus berhadapan dengan agama-agama lain disekitarnya kekuatan budaya Jawa terletak pada sifatnya yang terbuka terhadap budaya asing yang masuk ke dalamnya mulder mengamini bahwa budaya Jawa memiliki kekuatan dan kemampuan integritas untuk menemukan jalan Hai serta menyesuaikan diri dengan dunia baru dan perubahan sosial kekuatan istimewa tersebut adalah kemampuan budaya Jawa untuk tetap bertahan meski dibanjiri oleh gelombang kebudayaan yang datang dari luar di dalam arus banjir tersebut ia mempertahankan keasliannya pribumi Semeru sangat sadar serta bangga dengan kontinuitas kebudayaan mereka [Musik] kebanggaan ini begitu mendarah daging sehingga hampir semua bisa ditolelir asalkan dapat diadaptasi dan diterangkan dari sudut pandang Jawa mereka tidak menganggap bahwa budaya-budaya baru yang masuk di tanah mereka sebagai ancaman melainkan sebagai bangkaian Khazanah kebudayaan Jawa itu sendiri budaya yang akomodatif menjadikan brigham Semeru begitu ramah bagi agama-agama baru yang mendatanginya Namun demikian lima agama yang masuk di tanah Jawa induk Budha Islam Kristen dan Katolik tidak dapat menancapkan kukunya secara menyeluruh dan konsisten dan yang terjadi adalah proses sinkretisme antara agama-agama tersebut dengan budaya Jawa masing-masing agama mempengaruhi budaya Jawa dan demikian sebaliknya perjalanan panjang sinkretisme antara budaya Semeru karena agama-agama pendatang pada fase selanjutnya menciptakan varian keagamaan yang bernama agama Jawi Hai agama ini merupakan hasil dari proses sinkretisme antara Islam Hindu Budha dan kepercayaan lokal [Musik] Selain itu muncul pula varian keagamaan Islam santri yang lebih condong kepada dogma dan purifikasi Agama Islam empat varian terakhir ini tidak akan dibahas dalam artikel ini sejarah agami Jawi agami Jawi tidak muncul dari ruang hampa melainkan lahir melalui proses sejarah panjang masyarakat Jawa itu sendiri-sendiri Hai pada masa awal sebelum menerima pengaruh dari kebudayaan dan agama Hindu suku Jawa mempunyai kepercayaan animisme dan dinamisme [Musik] memuja roh nenek moyang Percaya adanya kekuatan gaib atau daya magis yang terdapat pada benda tumbuh-tumbuhan binatang atau pada objek di sekeliling mereka yang dianggap sakral [Musik] dalam pandangan Simo kepercayaan dan pemujaan seperti tersebut diatas belum termasuk vestasi kan dalam bentuk agama secara nyata dan sadar Hindu yang masuk ke tanah Jawa pada abad 4 merupakan agama yang bersentuhan pertama kali dengan budaya Jawa meski kebudayaan hindu-jawa baru tampak pada abad ke-8 kedatangan agama Buddha yang dibawa oleh dinasti Syailendra dari mantra pada abad yang sama turut pulang memperkaya khasanah keberagaman masyarakat Jawa badang masa tersebut kedua agama tersebut yang ditempat asalnya selalu berseteru didamaikan oleh kebudayaan Jawa yang terbuka berdirinya Candi Prambanan oleh pemeluk agama Hindu dan candi Borobudur oleh umat Buddha yang berdampingan menunjukkan bahwa masyarakat Jawa mampu menaklukkan kedua pemeluk agama tersebut untuk hidup rukun dan damai dalam nilai-nilai budaya Jawa [Musik] bahkan pada masa kerajaan Majapahit kebudayaan Jawa mampu menghilangkan perbedaan antara buddhisme dan Hindu siwaisme serta menciptakan agama resmi baru yang bersifat sinkretis yaitu agama Siwa Budha dalam pandangan Cha Hai siwaisme dan kubisme adalah bentuk ungkapan yang berbeda dari realitas yang sama yang pada hakekatnya identik selain pola sinkretisasi Jawa hindu-buddha di atas unsur-unsur Jawa juga terlihat dominan atas ajaran dan budaya hindu-budha Franz magnis dan Suseno mencatat empat proses jawanisasi agama Hindu dan Budha dalam beberapa perubahan yang dilakukan oleh masyarakat Jawa terhadap ritual ritus dan budaya agama Hindu dan Budha hai pertama perubahan fungsi candi-candi yang ada selain sebagai tempat peribadatan juga sebagai kuburan para raja atau nenek moyang yang telah meninggal [Musik] sebagai perumpamaan Candi Borobudur yang didirikan oleh umat Buddha Mahayana Selain sebagai tempat ibadah juga digunakan sebagai tempat pemakaman raja Syailendra demikian halnya Candi Roro Jonggrang yang dijadikan pemakaman raja-raja Mataram yang beragama Hindu Hai kedua proses sinkretisasi agama Hindu dan Budha oleh masyarakat Jawa adalah bentuk usaha jawa untuk mempersatukan hal-hal yang berbeda mengukuhkan revivalisme atas perbedaan-perbedaan formal mempertemukan ajaran-ajaran yang substantif dan menolak setiap majalan keagamaan yang eksklusif baiknya distorsi praktik ritual hindu-budha menyesuaikan dengan budaya Jawa yakni ritual keagamaan yang ada harus bisa mencapai kesaktian para raja dengan jalan memperoleh baik kesaktian jiwa maupun Buddha dan menambahkannya pada dewa-dewa yang sudah diwariskan dari nenek moyangnya sendiri [Musik] keempat penggantian bahasa Sansekerta dengan bahasa Jawa kuno bisa Hai memperlancip Islam datang ke tanah Jawa melalui jalur perdagangan laut dari Sumatera dan Samudra Pasai kelompok Islam yang berdagang ke tanah Jawa tersebut berasal dari Gujarat di India yang memiliki pola keagamaan yang sufistik posisi mereka diuntungkan dengan kondisi penduduk pesisir pantai Pada masa itu yang sangat bergantung pada perdagangan internasional sehingga dengan menerima Islam dapat mempertahankan para pedagang muslim agar mereka tidak pindah ke daerah lain jika penguasa lokal tersebut memeluk agama Islam maka sedikit banyak mereka akan menerapkan ajaran Islam khususnya dalam bidang perekonomian meski demikian tingkat penerimaan ajaran Islam bergantung tidak hanya pada kau menelan tetapi juga pada watak budaya lokal yang dihadapinya di daerah pesisir pantai yang pada umumnya memiliki budaya maritim dan Sangat terbuka terhadap kehidupan Kosmopolitan Islam dapat diterima lebih mudah dan dalam daripada di daerah pedalaman yang memiliki budaya agraris yang lebih tertutup adalah Sunan Kalijaga satu dari sembilan wali sangha penyebaran agama Islam di Jawa yang dipercaya sebagai orang yang mampu mesin kritis kan atau mengakulturasikan Islam ke dalam budaya Jawa sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat Hai Pada masa itu Islamisasi dilakukan terhadap beberapa bentuk reduce dan festival rakyat seperti jimat Kalimasada bangunan istilah gapura untuk pintu gerbang candi yang diubah menjadi masjid dan lain sebagainya agami Jawi ajaran ketuhanan Hai pandangan dunia Jawa berpijak pada pemahaman pembedaan antara dua realitas fundamental yakni segi lahir atau lahir dan segi batin atau batin sebagai makhluk alam Manusia merupakan makhluk jasmani Ia memiliki dimensi lahir kita mengenal dan memahami orang lain pertama-tama melalui dhohirnya [Musik] tetapi dibalik Thohir itu terselubung patin dunia dhahir mengikat manusia dalam fenomena alam bentuk-bentuk materi segala sesuatu yang bisa dirasa sub makan Urip kemampuan manusia untuk menguasai unsur Thohir dapat membantu mereka mencapai kebenaran yang tersembunyi atau batin dan esensi dari kehidupan pembedaan antara lahir dan Jin juga dapat merujuk pada dikotomi alus dan kasar batin kenyataan dalam manusia secara hakiki bersifat halus sedangkan Thohir dan alam luar adalah kasar semakin unggul sekitar Tin pada sebuah benda atau manusia maka ia akan makin nampak halus [Musik] sebaliknya segala manifestasi yang kasar memperlihatkan bahwa orang itu terikat pada alam dhohir mulder menambahkan bahwa inti penting dari agami Jawi adalah kebatinan yakni pengembangan kehidupan batin dan diri yang terdalam dari seseorang kesadaran bahwa batin adalah kenyataan yang sebenarnya terungkap dalam spekulasi tentang makrokosmos atau Jagad gede dan mikrokosmos atau jaga Hai berkali-kali gerak diri harus mengalir dari luar ke bagian dalam dari penguasaan yang telah irba pengembangan yang batin dari menjadi sungguh-sungguh sadar terhadap situasi sosial sampai menjadi bekal terhadap kehadiran kehidupan dan perwujudan kehidupan itu di dalam batin jika manusia sudah mencapai dunia batinnya maka ia tidak hanya mencapai kenyataannya sendiri melainkan kenyataan yang Ilahi Hai karena sesungguhnya jiwa manusia atau Sukma merupakan dasar Patinya seperti sering diungkapkan jiwa Ilahi yang menyeluruh atau yang Sukma Hai tujuan tertinggi dari spiritualitas agami Jawi adalah persatuan Hamba dengan Tuhan atau Manunggaling kawulo Gusti yang bisa dicapai melalui praktik Kepatihan Hai yakni usaha yang terpusat pada diri dan meletakkan Dedi dalam aku atau ingsun sejati pada pusat dari segala pendirian di dalam penelitiannya tentang serat wirid Hidayat Jati karangan Raden ngabehi Ronggowarsito Simo menjelaskan bahwa manusia berasal dari Tuhan Oleh karena itu harus berusaha untuk dapat bersatu kembali dengan Tuhan kesatuan kembali antara manusia dengan Tuhan di dunia bisa dicapai melalui penghayatan mistis akan tetapi kesatuan yang sempurna antara manusia dengan Tuhan menurut wirid Hidayat Jati sesudah datangnya masa Ajeng atau maut manusia yang sanggup mencapai penghayatan kesatuan dengan Tuhan akan menjadi orang yang Waskito dan menjadi manusia yang sempurna hidupnya yaitu orang yang tingkah lakunya mencerminkan perbuatan-perbuatan Tuhan lantaran bahan bersabda mendengar melihat merasakan segala rasa serta berbuat mempergunakan buku manusia dalam keadaan kesatuan seperti itu manusia berhak mengakui sebagai Tuhan karena Tuhanlah yang berbicara mempergunakan mulutnya pengaruh Islam juga masuk dalam konsep Ketuhanan agama Jawi yang tampak pada penyebutan istilah istilah teologis seperti gusti Allah yang diucapkan dalam dialek Jawa Kang Jeng Nabi Muhammad dan para Anbiya penganut agami Jawi juga meyakini bahwa gusti Allah adalah pencipta alam semesta [Musik] mereka meyakini bahwa tiada tuhan selain Tuhan itu sendiri gusti Allah engkau maha esa dan mengucapkan Bismillah sebelum memberikan keputusan penting Hai meski demikian kebudayaan Jawa kuno yang aneh mistis dan dinamis tidak bisa dihilangkan begitu saja Bahkan kebudayaan tersebut mampu memberi warna tersendiri bagi Agama Islam Hindu dan Budha banyak tokoh-tokoh muslim dan masyarakat seperti wali sangha Kyai dalang ataupun dukun dilabeli sebagai orang suci meski mereka masih hidup ketika meninggal dunia maka mereka menjadi pop Um dan dan menjadi objek ziarah kubur hal yang sama terjadi juga pada ajaran asli Hindu dan Budha Hai banyak dewa-dewa yang diubah perannya oleh orang Jawa seperti Dewi Sri istri dari dewa Wisnu yang berubah menjadi dewi kesuburan tanah Hai secara umum kuncoroningrat mencatat bahwa kepercayaan agami Jawi asli mencakup kepercayaan terhadap roh leluhur lelembut setan d'mawa memedih widodari dan tuyul Adapun adjaran tentang kosmogoni atau orang tuh mati kosmologi atau bawana Agung eskatologi atau akhir zaman dan Ratu Adil berasal dari ajaran hindu budha sedangkan konsep tentang kematian dan hidup sesudah mati dipengaruhi oleh ajaran Islam karenanya menurut mulder orang Jawa menganggap bahwa ritual formal agama Hindu Budha dan Islam adalah ritual pribadi seseorang untuk menghadap Tuhannya [Musik] sebagai bentuk konsekuensi dari anggapan ini ajaran agama menjauhi lebih mereka dan pada kebaikan kehidupan manusia di dunia dengan berbagai dimensinya daripada acara eskatologi itu sendiri ritus religius akan menjauhi [Musik] sistem ritual dan ceremony keagamaan Jawi sangat berbeda dengan dogma agama hindu-buddha ataupun Islam Penganut Agama Jawi menilai bahwa salat lima waktu puasa ramadhan atau berdoa di kuil bukanlah hal yang penting untuk dilakukan mereka seringkali meninggalkan ritual-ritual resmi tersebut ritus religius Sentral orang Jawa adalah selamatan suatu perjamuan Makan seremonial Sederhana tuan rumah mengundang para tetangga kawan dan tokoh agama dan masyarakat Hai makanan yang dihidangkan Letakkan didepan para tamu undangan untuk diberkati oleh tokoh agama dengan mengutip beberapa ayat al-quran dan doa-doa berbahasa Arab dan Jawa besar kecilnya biaya sedikit banyaknya undangan yang hadir dan perlengkapan yang digunakan dalam selamatan tergantung pada tingkat urgensi hajatan yang digelar dan kemampuan finansial si Empu hajat diantara banyaknya ritual selamatan yang ada hajatan pernikahan dan doa untuk orang yang telah meninggal dunia adalah bentuk ritual yang paling penting [Musik] Adapun waktu penyelenggaraan selamatan tergantung pada keseharian masyarakat di suatu wilayah tersebut di masyarakat petani selamatan biasanya digelar pada masa pra cocok Xamthone pascapanen Hai sedangkan di masyarakat muslim Jawa selamatan biasanya diadakan pada saat peringatan hari-hari besar Islam Hai selamatan dapat diadakan untuk tolak tolak memohon keselamatan seseorang yang akan melakukan perjalanan jauh dan sebagainya Hai selamatan mempunyai makna penting dalam agama Jawi ia mengungkap nilai-nilai Luhur dalam masyarakat Jawa yaitu kebersamaan ketetanggaan dan kerukunan Hai Selain itu selamatan juga mengumpulkan suatu perasaan kuat bahwa semua warga desa adalah sama derajatnya satu sama lain kecuali ada yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi seperti Lurah pegawai pemerintah dari kota dan orang-orang yang lebih tua nilai-nilai ini lebih lanjut berkembang pada wilayah yang lebih luas sebagai contoh dalam sistem kekerabatan Jawa keturunan dari ibu dan ayah dianggap sama haknya dan warisan anak perempuan sama dengan warisan anak laki-laki praktik keagamaan jauh yang juga penting adalah nyekar dan Sajen ritual pertama adalah bentuk penghormatan kepada roh leluhur dan orang-orang yang telah meninggal dengan para ke kuburan mereka sedangkan yang kedua adalah makanan berupa nasi tontong ayam dan telur yang dihidangkan diatas bambu yang ditelah adapun ritual-ritual yang lain secara umum adalah tirakat tapabrata samadhi dan pertunjukan wayang perkembangan agami Jawi [Musik] pengamalan ritual-ritual keagamaan yang telah dipaparkan diatas mendorong Penganut Agama Jawi untuk mengeksplorasi lebih dalam esensi kehidupan dan keberlangsungan spiritualitas mereka [Musik] kesadaran ini kemudian memunculkan ide tentang keharusan adanya gerakan atau kelompok spiritual kebatinan Kejawen [Musik] setelah kemerdekaan Republik Indonesia muncul puluhan bahkan ratusan kan dan ajaran mistik agama baru atau aliran-aliran baru dalam agama-agama lama meski ditentang oleh beberapa kalangan jumlah mereka dari tahun ke tahun semakin bertambah [Musik] Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu [Musik]

No comments:

Post a Comment

Kisah-legenda

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho •  Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518)  • * Candi Sukuh •  Suk...