Sunday, December 25, 2022

PRABU HIRANYAKASIPU VS NARASIMHA AWATARA

 Selamat malam selamat berjumpa kembali. kali  ini kita akan mengupas sejarah Prabu hiranyakasipu   seorang raja yang dalam mitologi kuno adalah  seorang bangsa Asyura dan juga Raja bangsa Dravida   adiknya hiranyaksa dibunuh  oleh waraha salah satu Awatara   Wisnu semenjak saat itu ia membenci  Dewa Wisnu dan seluruh pengikutnya dengan Tapa Brata nya Prabu hiranyakasipu  mendapat anugerah dari Batara Guru bahwa ia tidak bisa dibunuh oleh manusia binatang ataupun  Dewa ia tidak bisa dibunuh saat pagi siang dan   malam tak bisa dibunuh didarat laut api ataupun  udara. dia tak bisa dibunuh di dalam dan   di luar rumah dan tak bisa dibunuh oleh segala  senjata. Mungkin orang dulu menyebutnya dengan Rawa rontek Prabu hiranyakasipu memiliki seorang anak  yang bernama prahlada anaknya adalah seorang   pemuja Wisnu yang taat. Oleh karena  itu prahlada sangat dibenci ayahnya namun   meskipun berkali-kali berusaha dibunuh prahlada  selalu Selamat berkat kekuatan gaib dari Dewa Wisnu Prabu hiranyakasipu berhasil dibunuh  oleh Narasinga salah satu Awatara Wisnu yang   berwujud manusia berkepala singa yang memiliki  banyak tangan yang memegang senjata seperti dewa Ia dibunuh di atas pangkuannya dengan  merobek-robek perutnya menggunakan kuku   yang tajam pada saat Senja hari. Kisah ini  menceritakan tentang kelima Putra Batara   Guru yang menjadi raja di pulau Jawa dan  bertahtakan Lima pegunungan kisah dilanjutkan   dengan serangan Prabu hiranyakasipu  raja lengkapura leluhur Prabu Rahwana   juga dikisahkan perkawinan anak-anak Prabu  hiranyakasipu dengan anak-anak Batara Brahma   Pada suatu hari di Kahyangan Jongkring  salaka Batara Guru dihadapkan Narada dan para   dewa lainnya yang dibicarakan adalah rencana untuk  melanjutkan penyebaran agama Dewa dan pembangunan   di Pulau Jawa dengan mengirim ke lima Putra  yang lahir dari Batara umayi untuk menjadi raja   di sana. Mereka adalah Batara Sambu Batara  Brahma Batara Indra Batara Bayu dan Batara Wisnu   kelima Dewa pun meminta  restu kepada Batara Guru dan   Batara Narada kemudian mereka mohon  pamit berangkat menuju ke pulau Jawa Sesampainya di Pulau Jawa kelima Dewa  Putra Batara Guru pun mencari tempat yang   cocok untuk mendirikan kerajaan masing-masing. Mereka menelusuri Pulau Jawa yang membentang   panjang dari tanah Aceh sampai Tanah Bali dan  masing-masing akhirnya memilih pegunungan sebagai   ibukota kerajaan mereka. Batara Sambu turun  di Gunung Rajabasa di daerah Sumatera sebelah   selatan lalu mendirikan Kerajaan Medang Prawa di sana Ia memakai nama Sri Maharaja malwadewa   Batara Brahma Turun di Gunung Mahera di  daerah Banten lalu mendirikan Kerajaan Medang   gede disana ia memakai nama Sri Maharaja Sunda . Batara Wisnu turun di Gunung Gora didaerah   Tegal lalu mendirikan Kerajaan Medang kura  disana ia memakai nama Sri Maharaja Suman   Batara Indra turun di Gunung Mahameru  di daerah Jawa sebelah timur lalu mendirikan   Kerajaan Medang Gana disana ia memakai nama Sri  Maharaja Sakra. Batara Bayu turun di Gunung   Karang di daerah Bali lalu mendirikan Kerajaan  Medang Gora disana ia memakai nama Sri Maharaja  Bima kelima Maharaja tersebut memerintah  di wilayah masing-masing dengan derajat   yang setara. Tidak ada yang lebih unggul dan  tidak ada yang lebih rendah diantara mereka   Setahun kemudian datanglah tiga orang  resi penjelmaan Dewa ke pulau jawa untuk   membantu penyebaran agama. mereka adalah resi  atrakelassa resi drasta dan resi Kusamba   Adaupun Resi atrakelasa adalah  penjelmaan Batara Wanda Putra Batara Brahma   Setia Putra Sanghyang Pancaresi sedangkan Resi DRasta adalah penjelmaan Batara langsur Putra   Sanghyang Citra gotra Putra Sanghyang Pancar resi  dan resi Kusamba adalah penjelmaan Batara singa  jalma juga Putra Sanghyang citragatra. dua  tahun kemudian datang lagi empat orang resi ke   pulau Jawa mereka adalah Resi Prawa resi Boma resi bana dan resi kosara. Adapun Resi prawa adalah penjelmaan Batara kulika Putera  Batara sanggana atau cucu Sang Hyang hening   kemudian Resi Boma adalah penjelmaan Batara  suksena &r resi bana adalah penjelmaan Batara   shukrana keduanya adalah kakak-beradik Putra  Batara nihoya adik dari Batara sanggana. terakhir adalah resi KOSARA merupakan penjelmaan  Batara Gangga Putra batara hermaya adik dari   batara nihoya. tahun demi tahun berlalu ketujuh  Resi itu memiliki pengikut yang semakin banyak. Mereka kemudian berpencar untuk mengunjungi  kelima kerajaan yang dipimpin oleh lima dewa   dengan membawa pengikut masing-masing. resi  atra kelasa mengunjungi Kerajaan Medang prawa yang disambut dengan baik oleh Sri Maharaja  malwadewa dan diangkat sebagai Patih disana   Hai Rashid Rasta dan resi Kusamba mengunjungi  Kerajaan Medang GB mereka disambut dengan baik   oleh Sri Maharaja Sunda dan keduanya diangkat  sebagai Patih di sana resep Rawa mengunjungi   Kerajaan Medang karena yang disambut baik oleh  Sri Maharaja Sakra dan diangkat sebagai Patih   di sana dengan nama baru Fatih Resi kapila Resi  pomade dan resi panah mengunjungi Kerajaan Medang   korak mereka disambut baik oleh Sri Maharaja Bima  dan diangkat sebagai Patih di sana yang terakhir   adalah resiko Sara mengunjungi Kerajaan Medang  pura yang disambut baik oleh Sri Maharaja soo-man   dan diangkat sebagai Patih di sana tersebutlah  seorang raja raksasa bernama Prabu hiranyakasipu   dari kerajaan lengkap pura kerajaan lengkap  pura ini terletak Hai di Pulau Srilanka yaitu   bekas Kahyangan selokan di yang dulu ditempati  Sanghyang darmajaka Kakak Sanghyang wenang Pada   suatu hari Sang Hyang darmajaka memutuskan untuk  membangun tempat tinggal baru bernama tak yang and   Bima mayat sehingga Kahyangan selokan di menjadi  kosong tak berpenghuni akhirnya bekas Kahyangan   itu diambil alih oleh bangsa raksasa yang dipimpin  Ditya hiranyakasipu dan dibangun menjadi kerajaan   bernama lengkap orang itu langsung sebabnya  kerajaan lengkap kurang memiliki keindahan   luar biasa bagaikan Kayangan para dewa-dewa  Hai Prabu hiranyakasipu ini merupakan pemuja   Batara Guru yang setia dan pernah menjalankan  Tapa Brata sangat terang selama belasan tahun   Hai bataraguru berkenan menerima tapabrata  tersebut dan bersedia mengabulkan apa saja   permintaan Prabu hiranyakasipu kecuali jika ia  meminta kehidupan Abadi ternyata yang diminta   Prabu hiranyakasipu adalah ilmu kesaktian yaitu  tidak bisa dikalahkan oleh Dewa manusia raksasa   binatang jin-jin juga tubuhnya tidak bisa terkena  penyakit dan tidak bisa terluka oleh senjata jenis   apapun Batara Guru pun mengabulkan permintaan  tersebut setelah mendapat kesaktian yang   diinginkannya Prabu hiranyakasipu sangat berterima  kasih dan mohon pamit kembali ke kerajaan lengkap   Hai namun setelah mendapatkan kesaktian justru  sifat rapuh hiranyakasipu berubah menjadi Angkara   Murka Ia banyak menaklukkan kerajaan-kerajaan  lain di sekitar tanah Hindustan dengan dibantu   adiknya yang bernama Prabu hiranya Reka raja  kerajaan kasih Kurang sampai akhirnya mereka   mendengar di seberang timur terdapat sebuah  pulau yang sangat indah dan subur bernama pulau   Jawa yang dipimpin oleh lima raja bersaudara maka  berangkatlah kedua Raja raksasa itu menuju kesana   untuk menjadikan pulau tersebut sebagai daerah  jajahan Prabu hiranyakasipu menyerang Pulau Jawa   Hai Prabu hiranyakasipu dan berakhir Anyar Eka  mendarat di Pulau Jawa yang menjadi sasaran   pertama adalah kerajaan Medang perawat yang  terletak paling barat perang besar pun terjadi   Sri Maharaja marwadewa terdesak kalah dan  melarikan diri ke Tenggara untuk berlindung   di kerajaan Medang kiri Sri Maharaja Sunda di  kerajaan Medang gini menerima kedatangan Sri   Maharaja marwadewa dan ia merasa sangat khawatir  mendengar apa yang telah dialami kakaknya itu Ia   lalu mengundang ketika saudara yang lain supaya  datang dengan membawa bala tentara masing-masing   ia sangat yakin negerinya akan menjadi  sasaran Prabu hiranyakasipu yang berikutnya   Hai maka ia pun berniat menggabungkan kekuatan 5  kerajaan dengan berkumpul di Medang diri ketidak   Maharaja telah datang di kerajaan Medang fi'li  dengan membawa pasukan lengkap serta menunggang   kendaraan masing-masing Sri Maharaja zachem  datang dengan mengendarai gajah ra wata Sri   Maharaja Bima mengendarai gajah Sena sedangkan  Sri Maharaja cuman mengendarai Garuda birawan   sesuai bukaan Prabu hiranyakasipu dan Prabu  hiranya Reka pun datang menyerbu Kerajaan   Medang Dewi pertempuran kembali berlangsung  di Malang pasukan raksasa kerajaan lengkap   pura dan kasih pura menghadapi gabungan pasukan  jawata dari lima kerajaan kendaraan Sri Maharaja   cuman yang bernama Garuda by Hwang ikut maju  menerjang dan berhasil menewaskan Travel pancareka   Hai Prabu hiranyakasipu sangat marah melihat  adiknya tewas Ia pun mengamuk memukul mundur   pasukan jawata tidak ada seorangpun yang  mampu mengalahkannya juga tidak ada satu   senjata apapun yang dapat melukai kulitnya dalam  keadaan kawat tersebut Batara Narada datang dari   Kahyangan jonggring salaka menemui 5 Maharaja  untuk menceritakan riwayat Prabu hiranyakasipu   Oh begitu mengetahui kesaktian macam apa yang  dimiliki Prabu hiranyakasipu Sri Maharaja cuman   pun mendapat akal untuk mengalahkan raja raksasa  tersebut Ia lalu mengubah wujudnya menjadi manusia   berkepala singa dengan memakai nama Batara  narasinya maka terjadilah perang tanding   seru antara Prabu hiranyakasipu melawan Batara  Narasinga setelah bertarung cukup lama Prabu   hiranyakasipu akhirnya terluka parah dengan  perut robek terkena kuku-kuku tajam di kedua   tangan Batara Narasinga Hai Prabu hiranyakasipu  yang sekarat merasa heran mengapa Anugerah Batara   Guru tidak bisa melindungi dirinya dari serangan  lawan yang satu ini Batara Narasinga menjelaskan   bahwa dirinya adalah manusia berkepala hewan  sehingga tidak bisa disebut manusia juga tidak   bisa disebut binatang Ia juga tidak menggunakan  senjata untuk mengalahkan Prabu hiranyakasipu   tetapi menggunakan cakar untuk merobek perutnya  Hai Prabu hiranyakasipu akhirnya meninggal karena   luka-lukanya namun yang sempat bersumpah Bahwa  kelak ia akan menitis bersatu jiwa raga dengan   seorang keturunannya yang bernama Prabu Rahwana  untuk menyebarkan kejahatan dan Angkara Murka Prabu hiranyakasipu memiliki Putra berwujud  raksasa muda bernama Aditya Banjaran jadi berbeda   dengan sang ayah yang kejam dan Angkara Murka di  tiap Banjar Anjali bersifat lembut dan berbudi   luhur dengan sikap tulus ia menyerahkan diri  kepada lima Maharaja dan siap menerima hukuman   Sri Maharaja Sunda selaku tuan rumah menyerahkan  keputusan kepada Batara Narada singa karena dialah   yang berhasil mengalahkan Prabu hiranyakasipu Hai  fatara Narasinga kembali ke wujud Sri Maharaja   cuman kemudian mengamati Putra Prabu hiranyakasipu  tersebut Iya melihat Taqwa Dicky Avanza rancabali   benar-benar tulus dan tidak menyembunyikan maksud  jahat maka ia pun membebaskan raksasa mudah itu   dari segala hukuman dan mengizinkannya pulang ke  kerajaan lengkap pura Untuk menjadi raja di sana   Hai berita Bahwa Kerajaan Medang kiri mengalami  kerusakan parah setelah perang besar melawan Prabu   hiranyakasipu terdengar sampai ke tanah Hindustan  para Putra Batara Brahma pun berangkat menuju ke   pulau jawa untuk membantu sang ayah membangun  kembali Kerajaan Medang diri Hai karena Batara   Brahma telah menjelma menjadi manusia bergelar  Sri Maharaja Sunda maka putra-putranya pun ikut   menjelma sebagai manusia dengan berkelahi Raden  untuk yang laki-laki dan Dewi untuk yang perempuan   Hai inilah awal mula adanya Pangeran  berkelahi Raden sementara itu gelar   Dewi sudah lazim dipakai sejak zaman sebelumnya  para Putera Sri Maharaja Sunda tersebut adalah   Raden marji Brahma dan rajin Narada pragma yang  lahir dari tatarasa jika kemudian Raden Rahmat   masa Raden Brahmana Dewa Raden Brahmana kandang  dan Raden Brahmana resi yang lahir dari Batara   Saraswati dan selanjutnya adalah Raden Brahmana  Niskala Raden dah mana ditiasa Raden Brahmana   Yara Raden Brahmana niari Raden brahmantyo  di Raden brahman Yasa Raden brahmani asap   Hai Dewi Praha Minawati Dewi brahmani  Sri Dewi rahmaniati Dewi brahmani Uta   Dewi Tresna la dan dewytree sawati yang  kesemuanya lahir dari Batara rarasati Pada suatu hari Prabu Banjaransari yang telah  menjadi raja kerajaan lengkap pura datang kembali   ke Pulau Jawa dengan sikap persahabatan kali ini  Ia datang untuk mempersembahkan kedua adiknya   yang cantik kepada Sri Maharaja Sunda sebagai  permintaan maaf karena dulu ayahnya telah banyak   berbuat kerusakan di kerajaan Medang pilih Hai  kedua Putri itu bernama Dewi KCB dan Dewi tetapi Sri Maharaja Sunda heran mengapa Prabu  Banjaransari memiliki dua orang adik   berwujud manusia cantik sedangkan dia  berwujud raksasa Prabu Banjaransari   menjelaskan bahwa ibu mereka bukan  berasal dari bangsa raksasa melainkan   seorang manusia bernama Dewi hariti  Putri Prabu rasa dari kerajaan Bana Hai jika Prabu pancaran Callie berwujud raksasa  seperti sang ayah maka kedua adiknya berparas   cantik seperti sang ibu Hai Sri Maharaja Sunda  sangat berkenan menerima kedua Putri itu dan   berniat menjadikan mereka sebagai menantu  Agam tetapi terjadilah perselisihan diantara   para putranya yang memperebutkan kedua Putri  tersebut mereka yang perut adalah Raden marji   Brahma Raden maradap Rahma lahden prahmana sah  Raden Brahmana Dewa Raden Brahmana resi Raden   brahmani skala dan Raden Rahmat biasa Sri  Maharaja Sunda bingung menentukan pilihan   dan khawatir akan terjadi perkelahian diantara  para putranya itu pada saat itulah Sri Maharaja   cuman datang di kerajaan Medang Dede dengan  mengendarai Garuda birawan ia mengusulkan supaya   diadakan sayembara saja diantara para Putra yang  bersuci tersebut Sri Maharaja Sunda setuju dan   Hai bersama di memohon petunjuk yang Mahakuasa  tiba-tiba dari langit turun sebuah kitab gaib   yang jatuh ke tangan Sri Maharaja Sunda Sri  Maharaja Sunda pun mengumkan barangsiapa   bisa membaca dan menafsirkan isi kitab gaib  tersebut berhak menikahi delegasi HTI dan   Dewi tetapi ternyata yang mampu membacanya  hanyalah Raden Brahma nityasa namun Ia tidak   mampu menafsirkannya isi kitab tersebut berbunyi  dia hengdian dari act Raden brahman Iya sayang   tidak ikut memperebutkan kedua Putri mengajukan  diri untuk mencoba menterjemahkan kalimat gaib   tersebut menurut penafsirannya kalimat itu  mengandung makna kedua Putri dimiliki oleh   kelapangan hati Sri Maharaja Sunda sangat  berkenan terhadap penafsiran itu ia lantas   umumkan bahwa Dewi KCB akan dinikahkan dengan  Raden brahmani Tiasa sedangkan Dewi bis tapi   dengan Raden brahmani asap keputusan ini membuat  para Putra yang lain merasa kesal bercampur malu   Raden marici Brahma Raden Narada Brahma Raden  prognosa Raden Rahmat Dewa Raden prahmana resi dan   Raden brahmani skala memilih pergi meninggalkan  pulau Jawa dan kembali ke tanah Hindustan   Hai Sri Maharaja Suman kemudian menjelaskan  maksud kedatangannya di kerajaan Medang kini   adalah untuk menagih hadiah atas bantuannya  membunuh Prabu hiranyakasipu dan Prabu hiranya   Hai Adapun hadiah yang diminta Sri Maharaja  cuman adalah supaya Sri Maharaja Sunda menikahkan   seorang putrinya dengan Garuda briawan Sri  Maharaja Sunda agak bimbang jika putrinya   harus menikah dengan seekor burung Hal inilah  sudah dipertimbangkan oleh Sri Maharaja cuman   Hai makan sebelum berangkat ke Medan GB tadi Sri  Maharaja cuman sempat mengajarkan ilmu kesaktian   kepada Garuda priawan supaya bisa mengubah  wujud menjadi manusia setelah melihat Garuda   beri hewan berubah wujud menjadi laki-laki  tampan Sri Maharaja Sunda sangat berkenan dan   setuju menyerahkan Dewi dakman istri kepadanya  Hai slime itu Sri Maharaja Sunda juga senang   melihat ketulusan Prabu Banjaransari menyerahkan  kedua adiknya sebagai taliasih Sri Maharaja Sunda   pun menyerahkan Dewita Minawati sebagai istri  Prabu Banjaran kali maka diadakanlah pernikahan   antara empat pasang pengantin di kerajaan  Medang kiri tersebut mereka adalah Prabu   pancaran Jali dengan Dewi brahman diwati Garuda  briawan dengan Dewi brahman istri Raden brahmani   Tiasa dengan Dewi KCB serta Raden Rachman  Yasa dengan Dewi kostati Sampai jumpa Hi Ho

No comments:

Post a Comment

Kisah-legenda

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho •  Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518)  • * Candi Sukuh •  Suk...