Selamat malam selamat berjumpa kembali. kali ini kita akan mengupas sejarah Prabu hiranyakasipu seorang raja yang dalam mitologi kuno adalah seorang bangsa Asyura dan juga Raja bangsa Dravida adiknya hiranyaksa dibunuh oleh waraha salah satu Awatara Wisnu semenjak saat itu ia membenci Dewa Wisnu dan seluruh pengikutnya dengan Tapa Brata nya Prabu hiranyakasipu mendapat anugerah dari Batara Guru bahwa ia tidak bisa dibunuh oleh manusia binatang ataupun Dewa ia tidak bisa dibunuh saat pagi siang dan malam tak bisa dibunuh didarat laut api ataupun udara. dia tak bisa dibunuh di dalam dan di luar rumah dan tak bisa dibunuh oleh segala senjata. Mungkin orang dulu menyebutnya dengan Rawa rontek Prabu hiranyakasipu memiliki seorang anak yang bernama prahlada anaknya adalah seorang pemuja Wisnu yang taat. Oleh karena itu prahlada sangat dibenci ayahnya namun meskipun berkali-kali berusaha dibunuh prahlada selalu Selamat berkat kekuatan gaib dari Dewa Wisnu Prabu hiranyakasipu berhasil dibunuh oleh Narasinga salah satu Awatara Wisnu yang berwujud manusia berkepala singa yang memiliki banyak tangan yang memegang senjata seperti dewa Ia dibunuh di atas pangkuannya dengan merobek-robek perutnya menggunakan kuku yang tajam pada saat Senja hari. Kisah ini menceritakan tentang kelima Putra Batara Guru yang menjadi raja di pulau Jawa dan bertahtakan Lima pegunungan kisah dilanjutkan dengan serangan Prabu hiranyakasipu raja lengkapura leluhur Prabu Rahwana juga dikisahkan perkawinan anak-anak Prabu hiranyakasipu dengan anak-anak Batara Brahma Pada suatu hari di Kahyangan Jongkring salaka Batara Guru dihadapkan Narada dan para dewa lainnya yang dibicarakan adalah rencana untuk melanjutkan penyebaran agama Dewa dan pembangunan di Pulau Jawa dengan mengirim ke lima Putra yang lahir dari Batara umayi untuk menjadi raja di sana. Mereka adalah Batara Sambu Batara Brahma Batara Indra Batara Bayu dan Batara Wisnu kelima Dewa pun meminta restu kepada Batara Guru dan Batara Narada kemudian mereka mohon pamit berangkat menuju ke pulau Jawa Sesampainya di Pulau Jawa kelima Dewa Putra Batara Guru pun mencari tempat yang cocok untuk mendirikan kerajaan masing-masing. Mereka menelusuri Pulau Jawa yang membentang panjang dari tanah Aceh sampai Tanah Bali dan masing-masing akhirnya memilih pegunungan sebagai ibukota kerajaan mereka. Batara Sambu turun di Gunung Rajabasa di daerah Sumatera sebelah selatan lalu mendirikan Kerajaan Medang Prawa di sana Ia memakai nama Sri Maharaja malwadewa Batara Brahma Turun di Gunung Mahera di daerah Banten lalu mendirikan Kerajaan Medang gede disana ia memakai nama Sri Maharaja Sunda . Batara Wisnu turun di Gunung Gora didaerah Tegal lalu mendirikan Kerajaan Medang kura disana ia memakai nama Sri Maharaja Suman Batara Indra turun di Gunung Mahameru di daerah Jawa sebelah timur lalu mendirikan Kerajaan Medang Gana disana ia memakai nama Sri Maharaja Sakra. Batara Bayu turun di Gunung Karang di daerah Bali lalu mendirikan Kerajaan Medang Gora disana ia memakai nama Sri Maharaja Bima kelima Maharaja tersebut memerintah di wilayah masing-masing dengan derajat yang setara. Tidak ada yang lebih unggul dan tidak ada yang lebih rendah diantara mereka Setahun kemudian datanglah tiga orang resi penjelmaan Dewa ke pulau jawa untuk membantu penyebaran agama. mereka adalah resi atrakelassa resi drasta dan resi Kusamba Adaupun Resi atrakelasa adalah penjelmaan Batara Wanda Putra Batara Brahma Setia Putra Sanghyang Pancaresi sedangkan Resi DRasta adalah penjelmaan Batara langsur Putra Sanghyang Citra gotra Putra Sanghyang Pancar resi dan resi Kusamba adalah penjelmaan Batara singa jalma juga Putra Sanghyang citragatra. dua tahun kemudian datang lagi empat orang resi ke pulau Jawa mereka adalah Resi Prawa resi Boma resi bana dan resi kosara. Adapun Resi prawa adalah penjelmaan Batara kulika Putera Batara sanggana atau cucu Sang Hyang hening kemudian Resi Boma adalah penjelmaan Batara suksena &r resi bana adalah penjelmaan Batara shukrana keduanya adalah kakak-beradik Putra Batara nihoya adik dari Batara sanggana. terakhir adalah resi KOSARA merupakan penjelmaan Batara Gangga Putra batara hermaya adik dari batara nihoya. tahun demi tahun berlalu ketujuh Resi itu memiliki pengikut yang semakin banyak. Mereka kemudian berpencar untuk mengunjungi kelima kerajaan yang dipimpin oleh lima dewa dengan membawa pengikut masing-masing. resi atra kelasa mengunjungi Kerajaan Medang prawa yang disambut dengan baik oleh Sri Maharaja malwadewa dan diangkat sebagai Patih disana Hai Rashid Rasta dan resi Kusamba mengunjungi Kerajaan Medang GB mereka disambut dengan baik oleh Sri Maharaja Sunda dan keduanya diangkat sebagai Patih di sana resep Rawa mengunjungi Kerajaan Medang karena yang disambut baik oleh Sri Maharaja Sakra dan diangkat sebagai Patih di sana dengan nama baru Fatih Resi kapila Resi pomade dan resi panah mengunjungi Kerajaan Medang korak mereka disambut baik oleh Sri Maharaja Bima dan diangkat sebagai Patih di sana yang terakhir adalah resiko Sara mengunjungi Kerajaan Medang pura yang disambut baik oleh Sri Maharaja soo-man dan diangkat sebagai Patih di sana tersebutlah seorang raja raksasa bernama Prabu hiranyakasipu dari kerajaan lengkap pura kerajaan lengkap pura ini terletak Hai di Pulau Srilanka yaitu bekas Kahyangan selokan di yang dulu ditempati Sanghyang darmajaka Kakak Sanghyang wenang Pada suatu hari Sang Hyang darmajaka memutuskan untuk membangun tempat tinggal baru bernama tak yang and Bima mayat sehingga Kahyangan selokan di menjadi kosong tak berpenghuni akhirnya bekas Kahyangan itu diambil alih oleh bangsa raksasa yang dipimpin Ditya hiranyakasipu dan dibangun menjadi kerajaan bernama lengkap orang itu langsung sebabnya kerajaan lengkap kurang memiliki keindahan luar biasa bagaikan Kayangan para dewa-dewa Hai Prabu hiranyakasipu ini merupakan pemuja Batara Guru yang setia dan pernah menjalankan Tapa Brata sangat terang selama belasan tahun Hai bataraguru berkenan menerima tapabrata tersebut dan bersedia mengabulkan apa saja permintaan Prabu hiranyakasipu kecuali jika ia meminta kehidupan Abadi ternyata yang diminta Prabu hiranyakasipu adalah ilmu kesaktian yaitu tidak bisa dikalahkan oleh Dewa manusia raksasa binatang jin-jin juga tubuhnya tidak bisa terkena penyakit dan tidak bisa terluka oleh senjata jenis apapun Batara Guru pun mengabulkan permintaan tersebut setelah mendapat kesaktian yang diinginkannya Prabu hiranyakasipu sangat berterima kasih dan mohon pamit kembali ke kerajaan lengkap Hai namun setelah mendapatkan kesaktian justru sifat rapuh hiranyakasipu berubah menjadi Angkara Murka Ia banyak menaklukkan kerajaan-kerajaan lain di sekitar tanah Hindustan dengan dibantu adiknya yang bernama Prabu hiranya Reka raja kerajaan kasih Kurang sampai akhirnya mereka mendengar di seberang timur terdapat sebuah pulau yang sangat indah dan subur bernama pulau Jawa yang dipimpin oleh lima raja bersaudara maka berangkatlah kedua Raja raksasa itu menuju kesana untuk menjadikan pulau tersebut sebagai daerah jajahan Prabu hiranyakasipu menyerang Pulau Jawa Hai Prabu hiranyakasipu dan berakhir Anyar Eka mendarat di Pulau Jawa yang menjadi sasaran pertama adalah kerajaan Medang perawat yang terletak paling barat perang besar pun terjadi Sri Maharaja marwadewa terdesak kalah dan melarikan diri ke Tenggara untuk berlindung di kerajaan Medang kiri Sri Maharaja Sunda di kerajaan Medang gini menerima kedatangan Sri Maharaja marwadewa dan ia merasa sangat khawatir mendengar apa yang telah dialami kakaknya itu Ia lalu mengundang ketika saudara yang lain supaya datang dengan membawa bala tentara masing-masing ia sangat yakin negerinya akan menjadi sasaran Prabu hiranyakasipu yang berikutnya Hai maka ia pun berniat menggabungkan kekuatan 5 kerajaan dengan berkumpul di Medang diri ketidak Maharaja telah datang di kerajaan Medang fi'li dengan membawa pasukan lengkap serta menunggang kendaraan masing-masing Sri Maharaja zachem datang dengan mengendarai gajah ra wata Sri Maharaja Bima mengendarai gajah Sena sedangkan Sri Maharaja cuman mengendarai Garuda birawan sesuai bukaan Prabu hiranyakasipu dan Prabu hiranya Reka pun datang menyerbu Kerajaan Medang Dewi pertempuran kembali berlangsung di Malang pasukan raksasa kerajaan lengkap pura dan kasih pura menghadapi gabungan pasukan jawata dari lima kerajaan kendaraan Sri Maharaja cuman yang bernama Garuda by Hwang ikut maju menerjang dan berhasil menewaskan Travel pancareka Hai Prabu hiranyakasipu sangat marah melihat adiknya tewas Ia pun mengamuk memukul mundur pasukan jawata tidak ada seorangpun yang mampu mengalahkannya juga tidak ada satu senjata apapun yang dapat melukai kulitnya dalam keadaan kawat tersebut Batara Narada datang dari Kahyangan jonggring salaka menemui 5 Maharaja untuk menceritakan riwayat Prabu hiranyakasipu Oh begitu mengetahui kesaktian macam apa yang dimiliki Prabu hiranyakasipu Sri Maharaja cuman pun mendapat akal untuk mengalahkan raja raksasa tersebut Ia lalu mengubah wujudnya menjadi manusia berkepala singa dengan memakai nama Batara narasinya maka terjadilah perang tanding seru antara Prabu hiranyakasipu melawan Batara Narasinga setelah bertarung cukup lama Prabu hiranyakasipu akhirnya terluka parah dengan perut robek terkena kuku-kuku tajam di kedua tangan Batara Narasinga Hai Prabu hiranyakasipu yang sekarat merasa heran mengapa Anugerah Batara Guru tidak bisa melindungi dirinya dari serangan lawan yang satu ini Batara Narasinga menjelaskan bahwa dirinya adalah manusia berkepala hewan sehingga tidak bisa disebut manusia juga tidak bisa disebut binatang Ia juga tidak menggunakan senjata untuk mengalahkan Prabu hiranyakasipu tetapi menggunakan cakar untuk merobek perutnya Hai Prabu hiranyakasipu akhirnya meninggal karena luka-lukanya namun yang sempat bersumpah Bahwa kelak ia akan menitis bersatu jiwa raga dengan seorang keturunannya yang bernama Prabu Rahwana untuk menyebarkan kejahatan dan Angkara Murka Prabu hiranyakasipu memiliki Putra berwujud raksasa muda bernama Aditya Banjaran jadi berbeda dengan sang ayah yang kejam dan Angkara Murka di tiap Banjar Anjali bersifat lembut dan berbudi luhur dengan sikap tulus ia menyerahkan diri kepada lima Maharaja dan siap menerima hukuman Sri Maharaja Sunda selaku tuan rumah menyerahkan keputusan kepada Batara Narada singa karena dialah yang berhasil mengalahkan Prabu hiranyakasipu Hai fatara Narasinga kembali ke wujud Sri Maharaja cuman kemudian mengamati Putra Prabu hiranyakasipu tersebut Iya melihat Taqwa Dicky Avanza rancabali benar-benar tulus dan tidak menyembunyikan maksud jahat maka ia pun membebaskan raksasa mudah itu dari segala hukuman dan mengizinkannya pulang ke kerajaan lengkap pura Untuk menjadi raja di sana Hai berita Bahwa Kerajaan Medang kiri mengalami kerusakan parah setelah perang besar melawan Prabu hiranyakasipu terdengar sampai ke tanah Hindustan para Putra Batara Brahma pun berangkat menuju ke pulau jawa untuk membantu sang ayah membangun kembali Kerajaan Medang diri Hai karena Batara Brahma telah menjelma menjadi manusia bergelar Sri Maharaja Sunda maka putra-putranya pun ikut menjelma sebagai manusia dengan berkelahi Raden untuk yang laki-laki dan Dewi untuk yang perempuan Hai inilah awal mula adanya Pangeran berkelahi Raden sementara itu gelar Dewi sudah lazim dipakai sejak zaman sebelumnya para Putera Sri Maharaja Sunda tersebut adalah Raden marji Brahma dan rajin Narada pragma yang lahir dari tatarasa jika kemudian Raden Rahmat masa Raden Brahmana Dewa Raden Brahmana kandang dan Raden Brahmana resi yang lahir dari Batara Saraswati dan selanjutnya adalah Raden Brahmana Niskala Raden dah mana ditiasa Raden Brahmana Yara Raden Brahmana niari Raden brahmantyo di Raden brahman Yasa Raden brahmani asap Hai Dewi Praha Minawati Dewi brahmani Sri Dewi rahmaniati Dewi brahmani Uta Dewi Tresna la dan dewytree sawati yang kesemuanya lahir dari Batara rarasati Pada suatu hari Prabu Banjaransari yang telah menjadi raja kerajaan lengkap pura datang kembali ke Pulau Jawa dengan sikap persahabatan kali ini Ia datang untuk mempersembahkan kedua adiknya yang cantik kepada Sri Maharaja Sunda sebagai permintaan maaf karena dulu ayahnya telah banyak berbuat kerusakan di kerajaan Medang pilih Hai kedua Putri itu bernama Dewi KCB dan Dewi tetapi Sri Maharaja Sunda heran mengapa Prabu Banjaransari memiliki dua orang adik berwujud manusia cantik sedangkan dia berwujud raksasa Prabu Banjaransari menjelaskan bahwa ibu mereka bukan berasal dari bangsa raksasa melainkan seorang manusia bernama Dewi hariti Putri Prabu rasa dari kerajaan Bana Hai jika Prabu pancaran Callie berwujud raksasa seperti sang ayah maka kedua adiknya berparas cantik seperti sang ibu Hai Sri Maharaja Sunda sangat berkenan menerima kedua Putri itu dan berniat menjadikan mereka sebagai menantu Agam tetapi terjadilah perselisihan diantara para putranya yang memperebutkan kedua Putri tersebut mereka yang perut adalah Raden marji Brahma Raden maradap Rahma lahden prahmana sah Raden Brahmana Dewa Raden Brahmana resi Raden brahmani skala dan Raden Rahmat biasa Sri Maharaja Sunda bingung menentukan pilihan dan khawatir akan terjadi perkelahian diantara para putranya itu pada saat itulah Sri Maharaja cuman datang di kerajaan Medang Dede dengan mengendarai Garuda birawan ia mengusulkan supaya diadakan sayembara saja diantara para Putra yang bersuci tersebut Sri Maharaja Sunda setuju dan Hai bersama di memohon petunjuk yang Mahakuasa tiba-tiba dari langit turun sebuah kitab gaib yang jatuh ke tangan Sri Maharaja Sunda Sri Maharaja Sunda pun mengumkan barangsiapa bisa membaca dan menafsirkan isi kitab gaib tersebut berhak menikahi delegasi HTI dan Dewi tetapi ternyata yang mampu membacanya hanyalah Raden Brahma nityasa namun Ia tidak mampu menafsirkannya isi kitab tersebut berbunyi dia hengdian dari act Raden brahman Iya sayang tidak ikut memperebutkan kedua Putri mengajukan diri untuk mencoba menterjemahkan kalimat gaib tersebut menurut penafsirannya kalimat itu mengandung makna kedua Putri dimiliki oleh kelapangan hati Sri Maharaja Sunda sangat berkenan terhadap penafsiran itu ia lantas umumkan bahwa Dewi KCB akan dinikahkan dengan Raden brahmani Tiasa sedangkan Dewi bis tapi dengan Raden brahmani asap keputusan ini membuat para Putra yang lain merasa kesal bercampur malu Raden marici Brahma Raden Narada Brahma Raden prognosa Raden Rahmat Dewa Raden prahmana resi dan Raden brahmani skala memilih pergi meninggalkan pulau Jawa dan kembali ke tanah Hindustan Hai Sri Maharaja Suman kemudian menjelaskan maksud kedatangannya di kerajaan Medang kini adalah untuk menagih hadiah atas bantuannya membunuh Prabu hiranyakasipu dan Prabu hiranya Hai Adapun hadiah yang diminta Sri Maharaja cuman adalah supaya Sri Maharaja Sunda menikahkan seorang putrinya dengan Garuda briawan Sri Maharaja Sunda agak bimbang jika putrinya harus menikah dengan seekor burung Hal inilah sudah dipertimbangkan oleh Sri Maharaja cuman Hai makan sebelum berangkat ke Medan GB tadi Sri Maharaja cuman sempat mengajarkan ilmu kesaktian kepada Garuda priawan supaya bisa mengubah wujud menjadi manusia setelah melihat Garuda beri hewan berubah wujud menjadi laki-laki tampan Sri Maharaja Sunda sangat berkenan dan setuju menyerahkan Dewi dakman istri kepadanya Hai slime itu Sri Maharaja Sunda juga senang melihat ketulusan Prabu Banjaransari menyerahkan kedua adiknya sebagai taliasih Sri Maharaja Sunda pun menyerahkan Dewita Minawati sebagai istri Prabu Banjaran kali maka diadakanlah pernikahan antara empat pasang pengantin di kerajaan Medang kiri tersebut mereka adalah Prabu pancaran Jali dengan Dewi brahman diwati Garuda briawan dengan Dewi brahman istri Raden brahmani Tiasa dengan Dewi KCB serta Raden Rachman Yasa dengan Dewi kostati Sampai jumpa Hi Ho
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kisah-legenda
Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?
Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho • Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518) • * Candi Sukuh • Suk...
-
Bertemu dengan leluhur yang sudah berada di alam kadewatan (alam roh) dalam tradisi spiritual Bali atau Jawa umumnya dilakukan melalui upac...
-
Pernah, nggak, kamu ngerasain atau mikir, gimana, ya, caranya supaya nggak merasa kesepian? Atau pernah nggak mikir, gimana cara ngatasi...
-
Serat Praniti Radya adalah karya sastra Jawa yang dibuat oleh Sri Aji Jayabaya , Raja Nuswantara yang terkenal sebagai Raja dari Kerajaan ...
No comments:
Post a Comment