Sunday, December 25, 2022
Rahasia dibalik Ilmu Kesaktian Raja Angling Dharma
Hai rahasia ilmu Angling Darma Angling Darma raja yang mengerti bahasa binatang telah dikenal masyarakat Majapahit dengan cerita berbeda-beda di dalam berbagai cerita Angling Darma disebutkan sebagai titisan Wisnu yang ke-8 sementara dalam metologi Jawa Anglingdarma dikenal sebagai titisan Wisnu yang Hai metologi Jawa menyebut Anglingdarma tidak pernah mati dan selalu hidup untuk memberi kemuliaan dan kemakmuran pada orang-orang yang meyakininya sebagai Dewa khususnya bagi orang-orang Jawa yang masih dalam lingkup keturunannya dan menurut Jawa kuno Jayabaya adalah titisan Wisnu yang ketujuh sebagai Wisnu yang terakhir Lalu bagaimana rahasia Jayabaya dan Anglingdarma sebagai titisan Wisnu yang dalam bentuk ragawi Jayabaya lahir lebih dulu sementara Anglingdarma lahir sesudahnya tapi dalam kedudukan sebagai Dewa Wisnu Anglingdarma ada lebih dulu daripada Prabu Jayabaya Mari kita kilas balik bersama legenda Angling Darma Angling Sama Dengan memahami Dharma berarti lagu Atau segala macam perbuatan Anglingdarma bisa diartikan memahami lagu suatu hari Prabu Anglingdarma raja kerajaan malawapati sedang berburu dia memergoki istri gurunya naga Dini sedang berselingkuh dengan seekor ular tampar Anglingdarma pun menarik busurnya untuk membunuh ular jantan itu namun tanpa sengaja ekornaga Dini ikut terluka kurang ajar kau Anglingdarma kau akan kuadukan kepada Kakang naga bergola seru nagagini Nah gak ini pun pulang dengan menyusun laporan lesu dia ingin agar suaminya membalas dendam kepada Anglingdarma setelah mendengar laporan istrinya naga bergola lalu menyusup kedalam istana malawapati dia mendengar Anglingdarma sedang membicarakan perselingkuhan nagagini dengan istrinya Hai Sang Naga Pertapa itu pun sadar kalau istrinya yang salak naga bergola lalu muncul di yang meminta maaf kepada Anglingdarma sekaligus ingin segera moksa Hai aku telah bersumpah lebih baik mati daripada dikhianati Seorang Istri aku akan laksanakan sumpahku gatal naga bergola Hai sebelum moksa naga bergola mewariskan ilmu kesaktiannya aji gineng kepada Anglingdarma ilmu itu akan membuat Anglingdarma paham bahasa binatang dia berpesan supaya warisannya dijaga dengan penuh rahasia Hai kisah itu membuka episode pertama sinetron kolosal berjudul Anglingdarma pada 2001 Anglingdarma mulai disiarkan lewat salah satu Stasiun TV swasta hingga 2005 sinetron arahan sutradara Imam Tantowi ini pernah meraih penghargaan sebagai sinetron terpuji di Festival Film Bandung 2014 rilis anke tulisan Jauh sebelum kisah ini menjadi demikian populer Anglingdarma sudah lebih dulu dikenal pada era Majapahit menurut Dwi Cahyono arkeolog Universitas Negeri Malang kisah itu muncul lebih dulu dalam tradisi lisan kemungkinan perang Majapahit pada masa hindu-budha sebagai sastra lisan kisah itu Pak diberbagai tempat terutama wilayah Jawa Timur sekarang sampai-sampai pada masa modern nama tempat yang disebut dalam cerita dianggap sebagai awal mula wilayah itu yang menarik adalah klem setting area untuk daerah-daerah tertentu dalam kisah yang ini dikenal luas misalnya ada yang disebut negara Puja atau pudjanegara ini kemudian dianggap sebagai toponimi daerah yang kini dikenal dengan Bojonegoro jelas Dwi bisa itu kemudian ditulis kemungkinan pada era Majapahit awalnya berjudul adidharma pada perkembangannya dikenal sebagai Anglingdarma menurut Lidya keven dalam menelusuri figur bertopi dalam relief dan desa Hai Majapahit Anglingdarma sekarang adalah versi Bahasa Jawa modern dari hidung bahasa Jawa pertengahan judulnya ajidarma diluar itu hingga kini dikenal begitu banyak versi naskah tentang Anglingdarma Saya tidak tahu kenapa bisa jadi perubahan itu saya tidak melihat Apakah itu merujuk pada arti harfiah yang sama ujar duit relief Angling Dharma Hai dari bentuk tertulis kisah Angling Darma kemudian ditransformasikan lagi ke bentuk visual kisah ini bisa ditemukan dalam Relief candi meski begitu relief cerita ini baru ditemukan di Candi Jago Hai padahal sebagai cerita ia sudah dikenal baik dalam bentuk hidung maupun serat Angling Darma versi reliefnya pun tak bisa ditentukan dengan pasti korelasinya dengan narasi manapun Hai penentuan kisah relief itu hasil tafsiran Thomas M Hunter ahli linguistik dan Jawa kuno berdasarkan naskah yang tak diterbitkan karya Bambang Sutrisno mantan juru kunci Candi Jago tafsiran itu pertama kali diungkap nya lewat seminar pada 1989 Dia kemudian menuliskannya lewat makalah the Arif Dharma relief of Candi Jago yang terbit dalam Society Enno kultur of South Asia jika dibandingkan kesamaan versi rap dengan yang dikenal sekarang hanya pada awal kisah sampai ketika Anglingdarma dibuang ke hutan sementara perbedaannya begitu banyak pertama kisah pertemuannya dengan ambarawati istri kedua nah diceritakan berbeda dalam relief mereka bertemu di hutan pada kisah yang kini dikenal luas mereka bertemu di istana latar belakang ambarawati juga berbeda dalam relief perempuan itu adalah anak dari seorang resi yang dikutuk sementara dalam versi yang dikenal luas di yang merupakan Putri Raja Dharmawangsa pelan Anglingdarma yang berhasil merawat resi Payah ambarawati juga tak dipisahkan dalam versi yang dikenal luas di versi yang banyak dikenal masyarakat Anglingdarma juga diceritakan terkena kutuk dua kali selain dibuang ke hutan Dia juga dikutuk menjadi seekor Belibis sementara dalam relief Tak ada kisah dia yang menjadi Belibis paling mencolok adalah keberadaan dua tokoh Punokawan dalam relief ini tak ditemukan dalam versi tertulisnya secara keseluruhan kisah Angling Darma terdapat dalam tujuh panel relief kisah nadi relief didahului dengan adegan Nata jantan merayu naga betina di Candi Jago relief Anglingdarma bisa ditemukan di kaki Candi tepatnya pada sisi timur laut letaknya setelah relief Tantri Kamandaka dan sebelum relief kunjarakarna kalau diurutkan setelah cerita Tantri atau Tantri Kamandaka cerita binatang Kenapa ditempatkan begitu karena dalam kisah adidharma itu ada kisah binatangnya jelas duit Hai walaupun branded Anglingdarma dipahat di Candi Jago bukan berarti relief ini dibuat pada masa Singasari itu mengingat Candi Jago dibangun sebagai pendharmaan bagi Raja Singasari [Musik] Hai menurut Dwi relief ini dipahat pada bangunan yang dibongkar pada masa Hayam Wuruk di negara Kertagama disebutkan Hayam Wuruk melakukan pemugaran terhadap 27 pendharmaan leluhurnya Candi Jago ini mengalami perombakan signifikan secara arsitektural seni pahat nya wayang Style Ini baru hadir pada masa Majapahit jelas Dwi selain di Candi Jago masyarakat banyak yang percaya kisah Angling Darma juga terbaca di Relief candi mirigambar namun banyak ahli yang meragukannya diantaranya arkeolog Belanda NJ krom kan knebel knebel dan kemudian krom seperti halnya saya melakukan penafsiran bahwa relief tersebut menggambarkan Angling Darma istri asli dia kelahiran Prabu Anglingdarma saat sebelum Anglingdarma lahir ada suatu kerajaan yang dikenal dengan kerajaan hastina kerajaan hastina itu dipimpin oleh raja yang dikenal dengan raja Parikesit sejak Parikesit memiliki sebagian orang Putra kehidupan disekitar kerajaan mulai lebih buruk lantaran berlangsung persaingan perebutan tahta kerajaan raja Parikesit mewariskan tahtanya pada putranya yudayana saat-saat kepemimpinan yudayana diawali kerajaan nyaris alami kehancuran hingga Raja yudayana hingga berani merubah nama kerajaannya jadi kerajaan yawastina Hai pergantian nama kerajaan dikerjakan punya maksud supaya hari esok kerajaan yang dipimpin Raja yudayana makin lebih baik tetapi sebenarnya hari esok kerajaan yawastina terus tak Jaya hingga Tahta Raja yudayana dia berikanlah pada saudaranya Gentra Yana yang dahulu pernah berkompetisi dengan yudayana pada saat pemerintahan raja baru gendrayana lingkungan kerajaan makin lebih baik serta mulai ada pergantian yang lebih sejahtera hal semacam itu dibuktikan dengan tak ada rakyat yang alami kelaparan serta kemiskinan Hai tetapi saat kepemimpinan Kendra Yana tak terlampau lama lantaran dia menghukum Adiknya sendiri yang bernama Sudarsana dengan besi kesalahpahaman pada kedua iris pihak ia mendengar berita itu Batara Narada atau Seorang pendeta dari Kahyangan yang bijaksana datang ke kerajaan di Awas Tina untuk mengadili gendrayana juga sebagai hukumannya Kendra Yana dibuang ke Rimba oleh Batara Narada sedang adiknya Sudarsana dijadikan juga sebagai pengganti gendrayana gendrayana mengajak sebagian pengikut setianya untuk hidup bersamanya serta bikin kerajaan baru satu hari Kelap Hai didalam Rimba kendrayani berjuang keras berbarengan pengikut-pengikutnya bikin suatu kerajaan yang bakal berdiri kokoh sesudah satu tahun lebih pada akhirnya suatu kerajaan sukses berdiri atas perjuangan keras yang dikerjakan gendrayana kerajaan itu dinamakan kerajaan mamenang gule Gentra Yana serta raja pertama yang menempati pada saat itu yaitu kendrayani sendiri bahkan juga hingga beberapa ratus tahun kerajaan memenangi sukses memakmurkan rakyatnya serta senantiasa unggul Dalam persaingan dengan kerajaan di Awas Tina Hai sesudah alami saat kejayaan Gentra Yana dikaruniai seorang Putra yang dinamakan Jayabaya gendroyono mewariskan tahtanya pada Jayabaya sedang Raja Sudarsana juga menyerahkan tahtanya pada putranya yakni syar'i Wahana kemudian Sari Wahana mewariskan tahtanya pada putranya Astra Dharma lantaran sriwahana tak terlampau suka jadi seseorang raja pada saat perubahan Tahta kedua kerajaan ini kerap ikut serta dalam perang saudara perang saudara ini enggak bertahan sampai beberapa puluh tahun serta tetap harus tak selesai-selesai pada akhirnya kedua kerajaan ini damai atas pertolongan dari Hanoman yang sudah bertanya lebih beberapa ratus tahun Hanoman bertindak yang sukses mewujudkan perdamaian pada Kerajaan yawastina dengan kerajaan menang lewat cara perkawinan satu diantara anggota kerajaan yakni Astra Dharma dinikahkan dengan Pramesti Putra Jaya Baya Hai sesudah menikah Pramesti punya mimpi bersua dengan Batara Wisnu Batara Wisnu berkata bahwa dia bakal dilahirkan di dunia lewat rahimnya sendiri Hai karenanya ada peristiwa mimpi itu mendadak perlu Pramesti membuncit serta di dalam rahimnya ada jabang bayi sontak Astra Dharma menuduh Pramesti selingkuh dengan orang lain Hai hingga Astra Dharma mengusir istrinya untuk pulang kembali pada negerinya waktu Jayabaya menjumpai putrinya jalan menuju ke istananya dengan situasi hamil serta lemas Jayabaya sangatlah murka pada raja Astra Dharma lalu Jayabaya menutup kerajaan yawastina terbenam oleh banjir bandang yang besar tidak lama kutukan itu juga berlangsung serta menerpa kerajaan yawastina pada akhirnya Raja Astra Dharma dengan semua rakyatnya Terhempas serta menghilang berbarengan istananya lantaran banjir yang menimpa kerajaannya begitulah selesainya kerajaan yawastina [Musik] sesudah Robohnya kerajaan yawastina selama tujuh hari tujuh malam Pramesti keanehan pada jabang bayinya ia akan lahir tapi belum mau keluar juga Hal itu membuat seisi kerajaan menjadi panik dan Geger melihat kondisi Pramesti yang begitu memprihatinkan hingga prabujaya bingung dibuatnya dan Dia masuk keruang sama diri kamu lam sama Dina Jayabaya mendapat petunjuk bahwa bayi itu tidak akan lahir sebelum dia melepas Titis Wisnu nya mendapat petunjuk begitu Jayabaya sadar bahwa jabang bayi itu adalah Titis dari kakeknya dan dia segera melepas Titis Wisnu nya akhirnya Pramesti melahirkan seorang Putra yang diberi nama Aji setan oleh Prabu Jayabaya Azis Cetak adalah bayi titisan Krisno yang mempunyai kekuatan kekuatan yang luar umum Aji sekang dilahirkan berbarengan dengan kematian kakeknya Jayabaya sesudah wafatnya Jayabaya tahta kerajaan mau menang lalu diserahkan pada Jaya amijaya saudara Pramesti perjalanan hidup Prabu Anglingdarma pada saat kecil hingga remaja Aji Z akrab sekali menolong sesama rekannya dia senantiasa memberantas kejahatan walau umur Aji setup masih tetap sangatlah muda sangat banyak perampok perampok yang sukses ia kalahkan hingga dia sangatlah disegani oleh banyak orang-orang yang sudah dibantunya hai ketika masuk umur remaja Azis Eta mulai melatih serta mengasah kemampuannya dalam dunia persilatan serta kemampuan dalam [Musik] Hai dengan dibekali ketrampilan Mulai sejak kecil Azis Eta sangat telak gampang pelajari beragam jenis jurus yang diajarkan oleh gurunya yakni bekawan manik Sudro Dian juga diajarkan gurunya untuk berburu yang baik serta tak mengakibatkan kerusakan alam cuma berburu kurun waktu 30 menit Azis Eta sukses melumpuhkan seekor singa yang besar Azis Ta'lab sekali membunuh hewan sesudah dia dapat berburu dalam satu hari Aji setan senantiasa membantai tiga ekor singa tahu hal itu guru memarahi Aji setan hingga Haji serta tidak ingin berlatih dengan gurunya sendiri di sepanjang piang lebih 2 tahun bekawan Malik Sutra sukses kuasai beragam jenis pengetahuan tenaga dalam serta jurus-jurus yang sangatlah hebat satu hari bekawan memergoki Azis Eta Tengah berburu serta membawa dua ekor singa yang diikat tali oleh Aji setan begawang manis Sutra segera menghambat langkah ngaji setan yang penuh dengan keringat Seta berhenti disitu teriak Begawan manis Sutra Tengah apa anda di sini menyingkirlah anda dari jalanku kata Azis Eta Tasik anak kurang ajar bebaskan kedua Singa itu atau Anda saya apa Saya tak takut denganmu walaupun saya pernah berburu kepadamu Aji Zeta memotong baru pecangan bekawan memanglah makin besar anda makin kurang ajar Rasakan ini mendadak dipotong Aji setan rasakan apa saya tak takut meskipun engkau hebat Aji Zeta tertawa sembari lihat jurus yang dikerjakan oleh Begawan manik Sutra mana ilmumu wahai guru Aji setang Ajukan pertanyaan saksikan seputar MU kata Begawan Haji Seta terperanjat lihat tali yang diikatkan ke leher singa mendadak menghilang sontak Haji tak segera lari menghindar dari kejaran dua ekor singa yang sudah diburunya sesudah jauh hari pada akhirnya Haji Zeta sukses lolos dari kejaran singa mendadak Begawan manis Sutra ada di depan Aji Setra Hai Aji setan segera meminta pada bekawan manik Sutra untuk terima kembali juga sebagai mulutnya sepanjang Azis Eta jadi murid bekawan manik Sutra dia diajarkan ilmu-ilmu yang dipunyai Begawan manik Sutra supaya dapat melanjutkan pengetahuan untuk beberapa pemuda-pemuda yang berjuang menjaga negeri kita Hai pada akhirnya Azis Eta sukses kuasai semua pengetahuan serta jurus-jurus yang diajarkan oleh Begawan manis Sutra lalu dengan tekad serta keberanian Azis Eta dia mau bangun suatu Negeri baru lantaran tahu history Negeri kakeknya yang dahulu kerap berselisih dengan kerajaan lain Azis Eta mau menciptakan suatu negeri yang damai serta Makmur untuk rakyatnya sesudah Adista masuk saat dewasa Aji setup punya niat membawa ibunya geser ke negeri yang sudah dibangunnya sendiri negeri itu dinamakan malawapati di sana Azis Eta memimpin negerinya sendiri serta mengatur negerinya sendiri dengan berikan gelar Prabu ajidarma Dedi Anyar sesudah kerajaan yawastina tahu kemakmuran yang terlangsing pada Kerajaan malawapati Jaya amijaya juga sebagai raja yawastina memberi seperempat kekuasaannya pada ajidarma untuk punya maksud memakmurkan rakyat barunya meskipun dia juga sebagai raja dia terus tidak ingin meninggalkan kesukaannya untuk berburu ajidarma suka sekali berburu saat malam hari lantaran saat malam hari hewan-hewan sangatlah gampang untuk diburu ketikan dia berburu ia temukan seorang gadis yang bersembunyi dari kejaran harimau lantas lalu dia membawa Gadis itu menuju ke tempat yang aman dari jangkauan Harimau di sepanjang perjalanan mereka sama-sama berteman serta sama-sama bercerita kegemaran mereka Gadis itu nyatanya bernama Setiawati Yang kayaknya adalah seorang Pertapa Sakti bernama resi manik Sutra [Musik] hai ajidarma lalu mengantarkannya pulang ke rumah lantaran ajidarma terasa jatuh cinta pada Setiawati dalam pandangan pertama ajidarma punya niat untuk jadikan Setiawati juga sebagai pendamping hidupnya serta pada akhirnya ajidarma juga melamar Setiawati juga sebagai istrinya tetapi ada sedikit masalah waktu bakal memperoleh Setiawati kagak Setiawati yang bernama batik madrim sudah tersumpah bahwa barang siapa yang mau menikah dengan adiknya mesti bisa menaklukannya tahu Sumpah itu ajidarma membulatkan tekad untuk melawan batik madrim untuk memperoleh Setiawati jadi terjadi kompetisi pada Kakak Setiawati dengan ajidarma yang rangkaian oleh ajidarma Hai kemudian Setiawati jadi permaisuri ajidarma sedang batik madrim diangkat juga sebagai Patih di kerajaan malawapati dilain hari ajidarma memergoki istri nagaraja yang bernama nagagini Tengah berselingkuh dengan seekor ular tampar negara aja adalah seorang guru yang tinggal di kerajaan yawastina hal semacam itu diketahui ajidarma waktu ajidarma Tengah berburu saat malam hari ajidarma juga membunuh ular jantan itu untuk kebaikan sedang nagagini pulang dalam situasi terluka nagagini lalu membuat suatu laporan palsu pada suaminya agar membalas dendam pada ajidarma yang sudah membunuh rekannya nagaraja juga menyusup ke istana Purwati tetapi waktu menyusup ke istana nagaraja melihat ajidarma Tengah mengulas perselingkuhan nagagini pada Setiawati nagaraja juga sadar bahwa istrinya yang salah nagaraja juga nampak serta mohon maaf pada ajidarma lantaran dia nyaris saja membunuh ajidarma ketika itu juga nagaraja mengaku bahwa dianya bakal wafat lantaran dia sudah masuk saat moksa moksha yaitu saat dimana arwah seseorang Bakal pergi dari raganya serta trek inkarnasi menuju ke manusia yang bakal dilahirkan lalu negara Jamal wariskan pengetahuan kesaktiannya berbentuk Aji gineng pada ajidarma pengetahuan itu mesti dijaga dengan baik serta penuh razia sesudah mewariskan pengetahuan itu nagaraja juga wafat jenazah nagaraja lalu dibawa ke rumah istrinya oleh ajidarma serta ajidarma menuturkan badan agak ini apa yang sesungguhnya berlangsung saat sebelum suaminya wafat sejak Haji Dharma warisi pengetahuan baru dari nagaraja di yang bisa tahu bahasa binatang dan dia diberi gelar Prabu Anglingdarma pernah IA tertawa melihat pembicaraan sepasang cicak hal semacam itu bikin Setiawati tersinggung lantaran dianya tak pernah diperhatikan oleh suaminya sejak Dia memelihara banyak hewan dari hasil perburuannya Anglingdarma bertaruh jelas lantaran terlanjur berjanji bakal merahasiakan Aji gineng hal semacam itu bikin Setiawati jadi tambah G kliatan Hai Setiawati juga pilih bunuh diri dalam api lantaran terasa dianya tak dihargai lagi oleh Angling Darma Angling Darma berjanji tambah baik temani Setyawati mati daripada mesti mengungkapkan rahasia ilmunya Hai saat Upacara pembakaran diri digelar Anglingdarma pernah Mendengar pembicaraan sepasang kambing dari pembicaraan itu Anglingdarma sadar bilang keputusannya temani Setyawati mati yaitu ketentuan yang tidak pas serta dapat merugikan rakyat banyak sesudah kematian istrinya yang tragis Anglingdarma melakukan hukuman buang untuk sekian waktu juga sebagai penebus dosa hukuman itu merupakan keinginan dari rakyatnya sendiri lantaran Anglingdarma sudah memungkiri janji setia sehidup semati dengan istrinya sendiri meskipun Anglingdarma dihukum dia terus tak Lengser dari kursi rajanya [Musik] lalu Anglingdarma menitipkan istananya Ada apa Dik Madrid sepanjang dia melakukan hukuman dalam perjalanan Anglingdarma bersua tiga orang putri yang bernama widata widati serta widaningsih ketikanya jatuh cinta pada Anglingdarma serta menahanya tidak untuk pergi meninggalkan mereka sepanjang mereka sama-sama mengetahui anglingdarmo minta tolong pada tiga Putri itu untuk memberi suatu rumah untuk dia pada akhirnya Ketiga orang putri itu memberi rumah untuk Anglingdarma tetapi sejak tinggal berbarengan dengan tiga orang putri Anglingdarma terasa ada yang ganjil waktu putri-putri kerap keluar saat malam hari lalu Anglingdarma menyamar juga sebagai sosok burung gagak untuk Jackie aktivitas rahasia ketika Putri itu nyatanya tiap-tiap malam mereka senantiasa berpesta makan daging manusia pada akhirnya keraguan Anglingdarma telah dapat dibuktikan tiga orang putri tadi adalah penyihir yang sukai memangsa manusia juga sebagai makanannya waktu Anglingdarma ketahuan Tengah mengintip aktivitas mereka yang tengah makan daging manusia Anglingdarma juga berselisih dengan mereka tetapi kemampuan Anglingdarma masih tetap bisa ditaklukan oleh tiga orang penyihir pada akhirnya ketiga putri tadi menutup Anglingdarma jadi seekor Belibis putih Hai Belibis putih itu terbang hingga ke lokasi kerajaan bojanegara disana ia dipelihara seorang pemuda Desa bernama Jaka gedug jaga kedok terperanjat waktu dia tahu British putih dapat berbicara kepadanya hai ketika itu Dharmawangsa yang juga sebagai raja pudjanegara Tengah bingung hadapi pengadilan yang dimana kasusnya adalah seorang wanita bernama bermandi memiliki dua orang suami yang berwujud sama serta bernama sama yakni Permana [Musik] lalu Pemuda Desa tadi datang sembari membawa blibis putih untuk menolong raja dalam mengadili bermani atas bantuan British putih jaga kedok sukses membongkar Permana palsu kembali pada bentuk aslinya yakni jin wiratsangka di atas kesuksesannya itu Jaka ketuk diangkat juga sebagai Hakim negara sedang Belibis putih disuruh juga sebagai peliharaan putri raja pudjanegara yang bernama Ambarwati [Musik] kesuksesan Prabu Anglingdarma meskipun Anglingdarma sudah terwujud Belibis putih dia sesungguhnya dapat beralih ke bentuk manusia saat malam hari saja tetapi Anglingdarma merahasiakan keunggulanya itu pada siapa saja terkecuali ambarawati tiap-tiap malam ia menjumpai ambarawati dalam bentuk manusia hingga mereka berdua sama-sama jatuh cinta mereka pada akhirnya menikah tanpa ada sepengetahuan orangtua ambarawati Hai Dari perkawinan itu ambarawati juga memiliki kandungan Dharmawangsa heran serta bingung merasakan putrinya memiliki kandungan tanpa ada suami kebetulan waktu dalam tiap-tiap kebingungan arah jas senantiasa ada jalan keluar karenanya ada orang ketiga [Musik] muncullah seorang Pertapa Sakti yang bernama resi yogiswara mengakui siap temukan Bapak dari janin yang dikandung ambarawati yogiswara lalu mencari pelakunya resi mencurigai karenanya ada seekor Belibis yang mempunyai suatu kalung yang sama dengan kalung Anglingdarma lalu resi Oke suara menyerang British putih peliharaan ambarawati sesudah lewat pertarungan yang sengit blibis putih kembali pada bentuk awal mulanya yakni Anglingdarma sedang yogiswara beralih jadi batik madrim [Musik] kehadiran batik madrim yang sesungguhnya yaitu untuk menjemput Angling Dharma yang telah habis sangat hukumannya Hai Raja Dharmawangsa malah terima perlakuan Anglingdarma pada putrinya serta merestui jalinan mereka hingga Raja Dharmawangsa lakukan acara pernikahan besar untuk menyongsong Angling Dharma Hai Anglingdarma lalu membawa ambarawati geser ke malawapati Dari perkawinan mereka pada akhirnya lahir seorang Putra yang bernama Angling Kusuma Hai Angling Kusuma bakal Jadi penerus raja di Kerajaan bocah negara serta menukar kakeknya itu tetapi sepanjang Angling Kusuma Jadi Raja Dia memiliki musuh bernama durgandini serta sudawirat yang mau menjatuhkan kerajaan pudjanegara Hai sesudah kembalinya Anglingdarma ke malawapati kerajaan Anglingdarma percaya serta dapat membantu putranya dalam memerangi musuh-musuhnya serta pada akhirnya mereka sukses menaklukkan musuh-musuhnya serta waktu tersebut sudah Wira terbuka hatinya untuk mengabdi pada kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Anglingdarma serta sedang durgandini bersedia mengabdi pada kerajaan bojanegara [Musik] Hai di sebuah kerajaan di Pulau Jawa bertahtalah seorang raja yang masih muda tampan berwibawa dan bijaksana Raja itu sangat terkenal di seluruh negeri ia bahkan diluar pulau Jawa pun seperti di negeri seberang nama raja itu sangat termahsyur sebenarnya Raja itu bernama Angling Dharma tetapi beliau sering menyembunyikan asal-muasalnya Oleh karena itu beliau sering Tidak dikenali rakyatnya Setelah lama saling bergaul orang-orang barulah mengetahui bahwa beliau adalah seorang raja yang mahabijaksana banyak orang terkecoh terhadap Anglingdarma sehingga orang-orang menganggap Raja Anglingdarma hanya rakyat biasa apalagi ketika Anglingdarma melakukan pengembaraannya ke seluruh negeri orang lain sama sekali tidak mengenalinya mengembara adalah salah satu kegemaran Anglingdarma beliau menjelajahi desa-desa hutan-hutan atau gunung-gunung beliau ingin melihat langsung kehidupan rakyat baik rakyat yang dipimpinnya maupun rakyat yang dipimpin oleh raja yang lain hampir semua gunung di seluruh pulau Jawa yang tidak terlalu tinggi hingga gunung yang tinggi sekalipun sudah tidak punya Padang suatu ketika Anglingdarma bertanya disebuah gunung yang sangat tinggi setelah cukup waktunya Anglingdarma dianggap telah berhasil beliau sudah mendapatkan izin untuk turun dari gunung tempat pertapaan itu selama bertanya beliau banyak sekali mendapat godaan godaan itu bermacam-macam bentuk dan jenisnya binatang-binatang buas adalah salah satu godaan yang Hai mengganggu Angling Darma selain binatang hutan yang buas itu banyak sekali makhluk halus seperti setan peri cantik atau gandarwo dagang menggodanya namun Anglingdarma tetap tabah melaksanakan perintah yang Mahakuasa di kerajaannya yakni di malawapati seluruh rakyat merasa bingung ketika mendengar bahwa Raja mereka menghilang para menteri kerajaan sibuk mencari rajanya yang amat bijaksana dan amat adil itu ini mereka khawatir jika ada orang asing yang tiba-tiba menculik Anglingdarma hari berganti hari bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun Anglingdarma tidak ditemukan para punggawa Keraton membagi diri berpencar and ke segala arah untuk mencari Anglingdarma setiap 10 hari pasukan pencari jejak itu kembali ke kerajaan untuk digantikan oleh petugas lain bagaimana ya keadaan teman-teman kita sampai hari ini tidak kembali jangan-jangan di hutan mengalami gangguan binatang buas padahal hari ini giliran kita menggantikan tugasnya menjaga Hal itulah yang selalu terdengar dari hari kehari di kerajaan malawapati seluruh rakyat mengetahui bahwa kegemaran Raja Anglingdarma adalah mengembara ke makam Tetapi setelah mengembara biasanya Brio secepatnya kembali ke kerajaan entah ada halangan apa yang menimpa tuanku yang fisik Abdi kerajaan kepada sesamanya saat itu Anglingdarma bersiap-siap akan turun gunung Sebelum turun gunung Anglingdarma terkejut mendengar bisikan dari yangmaha kuasa Hai Anglingdarma Engkau adalah keturunan raja yang sangat termasyur engkau telah mengorbankan hidupmu hanya untuk melaksanakan perintah o janganlah kau sia-siakan ilmu ke Pian yang kuberikan kepadamu engkau tetap menjadi raja yang sangat baik Jaya serta dihormati semua orang akan tunduk kepadamu pesanku kepadamu Tolonglah orang yang membutuhkanmu janganlah kau salah gunakan Kesaktianmu itu dengan kesombonganmu raja Anglingdarma sempat meneteskan air mata saat itu Ternyata permohonanku dikabulkan oleh Yang Mahakuasa kata hati Anglingdarma begitu suara itu lenyap saat itu juga Anglingdarma turun dari gunung dari kejauhan Anglingdarma melihat bayangan yang bergerak-gerak ternyata bayangan itu adalah iring-iringan orang mereka sedang menuju ke gunung tempatnya bertanya-tanya mereka adalah rombongan dari bocah negara yang sedang mengawal putri raja basunanda berhari-hari putri itu ditanduk oleh para punggawa keraton yang setia kepadanya para prajurit gembira Meskipun mereka harus berjalan berhari-hari hingga berminggu-minggu mereka rela meninggalkan keluarganya hanya untuk mengabdikan diri kepada kerajaan ayolah kawan kita beristirahat dahulu Cobalah kita bertanya kepada penduduk desa di sebelah itu barangkali mereka mengetahui Dimana tempat tapi tiang bisa mengobati Putri Raja kita ucap Seorang Prajurit kepada rekan-rekannya Hai baik Taman Um Andhika kami akan bertanya kepada penduduk desa itu sahut seorang Abdi kerajaan mereka terus berjalan ke arah yang ditunjukkan oleh penduduk setempat Baru berjalan beberapa meter mereka bertemu dengan seseorang yang sejak tadi mengamati mereka orang yang memperhatikan rombongan itu adalah Angling Darma Angling Darma memberanikan diri bertanya kepada pimpinan rombongan itu Paman Mengapakah Putri itu ditandu batik Um Andhika tidak berani mengatakan keadaan yang sebenarnya Fatih Om Antika adalah pemimpin rombongan yang dipercaya raja para prajurit itu hanya berpandang-pandangan mereka gemetar melihat sorot mata Angling Dharma Hai sorot mata itu sungguh sangat menyejukkan hati orang lain dan sangat berwibawa Putri itu terus menunduk seakan-akan mengerti apa yang dikatakan batik Um Antika kepada Anglingdarma Anglingdarma menawarkan diri untuk membantu mengobati penyakit yang diderita oleh Putri itu Paman Mengapakah nama putri yang cantik ini dan darimanakah asalnya Anglingdarma bertanya kepada batik mematikan dengan sopan Fatih Um Antika menjawabnya daulat tuanku hamba mohon maaf padukan telah peduli terhadap penyakit Putri dursilawati ia Putri Tunggal Raja basunanda beliau ini menderita penyakit tidak bisa berbicara ketika beliau berada di raksasa Negeri seberang itu bernama Simbar manyura semua tapi sudah kami datangi dan semuanya menyatakan tidak sanggup mengobatinya Paman Putri ini menderita Tekanan jiwa yang sangat berat Angling Darma mengatakan hal yang sebenarnya kami sungguh berterima kasih kami akan membawa tuang ke hadapan Raja kami jika Tuhan berhasil mengobatinya sahut Pati umat Jika dengan membaca mantra-mantra yang telah dikuasainya Anglingdarma mulai mengobati Sang Putri dursilawati ilmu kesaktiannya dimanfaatkan untuk kesembuhan Diah tursilawati dengan sangat khusyuk Anglingdarma berdoa kepada Tuhan memintakan kesembuhan bagi sang Dyah tursilawati [Musik] a Hai setelah Anglingdarma selesai berdoa dia dursilawati mulai mendongakkan kepalanya lalu melihat satu persatu orang yang berada di sekitarnya Fatih Mantika menahan rasa haru menyaksikan perubahan itu Hai semua pengiring menahan rasa haru bercampur gembira Anglingdarma ikut tersenyum kepada kiat tursilawati sungguh cantik putri ini Mengapakah ia sampai tidak bisa berbicara Adakah orang lain yang kiri melihat kecantikannya Anglingdarma bertanya-tanya kepada dirinya sendiri Hai setelah memandangi orang-orang di sekitarnya ia tursilawati mulai dapat berbicara Sang Putri tak lupa menyatakan terima kasihnya kepada semuanya terutama kepada Anglingdarma tapi mudah nan Sakti badugang telah mengobati diriku aku sangat bahagia saat ini karena aku dapat berbicara lagi seperti semula aku akan menghadap Ayahanda di Kertanegara Raja basunanda supaya Priyo berkenan memberi hadiah kepada tuan saat itu Anglingdarma tidak menolak dan tidak mengiyakan perkataan dia tursilawati Anglingdarma juga tidak mengatakan siapa sebenarnya dirinya beliau hanya menyebutkan dirinya qwc saja dari kannya Puri yang sedang karena di kerajaan Kertanegara suasana masih berkabung sang raja basunanda dan permaisuri senantiasa dirundung duka memikirkan keadaan putrinya yang semata wayang Putri itu menderita sakit tidak dapat berbicara sejak kepergiannya kesimbar manyura pada suatu sore Sang Raja basunanda Sedang dihadap oleh para punggawa tiba-tiba rombongan dibatik pemantik Al tiba di kerajaan bocah negara para punggawa Menghadap dan menyembah pernah junjungannya Fatih romantika melaporkan keadaan Putri dia tursilawati raja basunanda beserta permaisuri terharu mendengar penuturan Um Antika sang raja bertanya kepada batik pemantik a party pendeta manakah yang Hai berjasa menyembuhkan putriku daulat tuanku hamba sekarang membawa tapi yang menyembuhkan Putri Paduka beliau berasal dari sebuah pertapaan beliau amat Sakti dan memiliki ilmu gaib Brio berbeda di desa nyatanya Puri untuk bertanya kemudian ilmu kesaktian yang diperolehnya itu diamalkannya kepada siapapun yang memerlukannya jawab Batik pemantik A Raja basunanda senang mendengar laporan praktikum Antika beliau bertanya langsung kepada tabib yang mengobati putrinya wahai Taruna muda nan rupawan begitu Mulia hatimu mau mengobati Putriku yang sudah lama sekali tidak bisa berbicara kiranya Dari mana asalmu dan keturunan Siapakah Paduka Raden Anglingdarma menghormat lalu menjawab pertanyaan Raja basunanda hamba dari Desa kannya Polri dan bernama Ki Wisesa batik pemantik berbisik kepada Patih batik madrim yang duduk di belakangnya Hai Bagaimana menurut pendapat nadi Apakah benar yang dikatakan pendeta ini sambil tersenyum ke batik batik madrim berkata sesungguhnya tapi itu adalah Gusti hamba raja dari malwapati beliau menyamar dari kannya POLRI dan pergi ke Puncak Gunung beliau amat Sakti dan memiliki ilmu gaib Brio tak terkalahkan dalam peperangan value ahli dalam ilmu pemerintahan Sri Maharaja basunanda mendengar bisikan Patih batik madrim itu kemudian Raja basunanda berkata kepada Anglingdarma aku baru mengetahui bahwa Paduka adalah Sri Maha Angling Darma Raja Agung yang sangat mulia sebagai penguasa di Pulau Jawa itu Paduka sangat curut di dunia dan terkenal sangat Sakti begitulah Raja basunanda memuji Angling Darma Angling Darma hanya tersenyum dan menunduk Hai akhirnya semua punggawa Keraton mengetahui bahwa Anglingdarma adalah seorang raja yang sangat terkenal Berhati Mulia berwibawa dan dikasihi Tuhan beliau adalah raja yang berhasil dalam bertanya beliau adalah keturunan orang suci dihormati oleh semua rajang serta disegani oleh orang-orang terkemuka di dunia Raja basunanda bertukar pikiran dengan permaisurinya beliau menyampaikan bahwa ia bermaksud menjodohkan Anglingdarma dengan Putri tursilawati sang permaisuri menyetujui usul suaminya itu kemudian Raja basunanda memanggil Anglingdarma dan berkata jika berkenan badugang akan kutunjukkan dengan putriku tiang tursilawati ke Kai itu Anglingdarma perlu menjawab sepatah katapun pertanyaan sang prabu [Musik] beritahu kesembuhan dia tursilawati terdengar sampai di negeri seberang semua raja di sana sangat marah apalagi mereka mendengar kabar bahwa Putri dia tursilawati akan dinikahkan dengan pendeta yang mengobatinya raja Sastranegara sudah lama menaruh hati terhadap Putri dia tursilawati Oleh karena itu ia sangat marah kepada raja basunanda Ia menantang basunanda untuk berperang Hai pejuang tua pihak pasukan Pak Sondang dan pasukan raja Sastranegara sudah bersepakat untuk berperang Gong segera dipukul suara genderang bergemuruh Hai tentara Kertanegara hiruk-pikuk rajapakse noda dan pasukannya bersiap terjun ke arena peperangan semua perajurit Kertanegara mengikuti batik-batik Madrid bersama raja Anglingdarma mereka segera keluar dari istana diiringkan oleh Patik pemantik a diluar istana para menteri telah bersiap-siap raja basunanda telah keluar dari istana pertempuran pun segera dimulai Bajuri Kertanegara hanya sedikit jumlahnya mereka menggunakan senjata api prajurit Raja basunanda banyak yang tewas para prajurit basunanda banyak yang ditabrak dengan paling-paling para punggawa banyak yang menderita luka [Musik] Anglingdarma segera berkata kepada raja Pak sumondang janganlah takut tua kuraja jika hamba masih hidup hamba akan berdiri tegak menjaga Permata tuanku Anglingdarma menenangkan hati Raja Pasung Honda sementara itu Kim Madrid juga siap mempertaruhkan nyawanya untuk membalas kekalahan pasukannya Fatih pemantik berkata lantang kunuh yang berani melawan pasukan Kami semuanya pasti tewas Raja malwapati sangat Sakti berilmu gaib dan tak perlu gantungan senjata apapun cobalah maju pastilah kalian akan menyesal seumur hidup [Musik] Anglingdarma segera berangkat bersama kita tik batik madrim menuju medan pertempuran kedua pemimpin perang itu saling sesumbar mengunggulkan dirinya Anglingdarma dengan lantang berkata Hai Raja Sastranegara lawanlah ngaku silakan reputasi ku di medan perang dan silakan terbukti ah tursilawati putri dari pudjanegara jika aku masih hidup tak akan Kau Dapatkan apa yang Engkau kehendaki Aku adalah laki-laki dari malawapati Raja Sastranegara sangat marah ketika mendengar sesumbar Anglingdarma mereka beramai-ramai mening pakai Anglingdarma dengan senjata api mereka mencaci maki mendekati dan menusuk Anglingdarma dengan tombak hujan lembing terjadi di medan pertempuran itu namun Anglingdarma sedikitpun Tidak terluka Anglingdarma segera mencabut jemparing senjata perang itu sudah disiapkan sejak beliau mendengar kabar bahwa Raja Sastranegara Hai menantang perang Hai jemparing itu segera dilepaskannya baturip Sastranegara banyak yang tewas mereka dihujani senjata panah setiap prajurit yang berani melawan tasty terluka bahkan tidak sedikit yang tewas [Musik] batik madrim mengamuk bagaikan singa kelaparan sambil membawa gada besi batik madrim menyepuh para punggawa Sastranegara pasukan Sastranegara porak poranda [Musik] Hai prajurit Kertanegara bersorak-sorai bagaikan memecah langit semua raja yang membantu Sastranegara merasa ketakutan tak ada yang berani maju mereka berlari berpencar berpencar baju read Sastranegara yang tersisa berlari tunggang-langgang Raja Sastranegara sangat bersedih prajuritnya banyak yang tewas ia pulang ke kerajaannya dan Anglingdarma pun kembali ke istana dikawal oleh para Fatih Fatih Um Andhika memimpin didepan Anglingdarma beserta rombongan mengikutinya dari belakangnya mereka tetap waspada Karena sewaktu-waktu musuh bisa menyerang mereka Setelah tiba di istana batik pemantik menyembah Raja tuanku musuh yang berani melawan kita semuanya tewas semua para tentara hancur lebur tak satupun yang tersisa Raja Pak Jono ndak emas bahagia Priyo berkata kepada permaisurinya Adinda kita harus bersyukur terhadap Tuhan dan berterima kasih kepada sang Anglingdarma tidak perlu kita ragukan lagi ketangguhan sang Anglingdarma ia benar-benar berat ilmu gaib dan tak terluka oleh senjata apapun Ia adalah perwira utama dan ahli berperang jika berlaga ia selalu unggul permaisurinya menyambut perkataan suaminya Betulkah kandang Anglingdarma memang menguasai ilmu kadang ia sangat berani dan menakutkan seperti singa siap menerkam pasukan musuh hancur dipukul ganda dan mereka tewas lebur bersama kudanya Hai sementara itu Anglingdarma sedang berbincang-bincang dengan pratikum Andhika mengenai penyakit kyak dursilawati Fatih menceritakan awal peristiwa itu sampai penyakit itu melanda sang dia Anglingdarma tampaknya sudah mulai menaruh perhatian terhadap Sang Putri ia sangat mengagumi kecantikan dan keanggunan Sang Putri Hai rajapascol Honda memerintahkan punggawanya untuk segera memanggil Anglingdarma yang dipanggil segera menghadap raja raja pop Sunda menyampaikan ucapan terima kasihnya Hai Anglingdarma Paduka telah menang dalam peperangan melawan Raja Sastranegara Aku ingin memberikan penghargaan yang tidak seberapa nilainya Hai jikalau Tuhan berkenan dengan senang hati aku akan menikahkan Putri qudsiyyah tursilawati dengan Tuan Anglingdarma sangat gembira mendengar ucapan Raja itu Oh iya menyembah kaki rajapakse nondang sebagai tanda persetujuannya terhadap tawaran Raja basunanda ia berkata tuh senohong junjungan hamba hamba merasa kejatuhan bulan hamba telah lama memimpikan Putri Paduka didalam mimpi hamba Putri Tuan itu dikejar-kejar oleh raja Sastranegara sehingga Putri sangat ketakutan akhirnya ia menekan perasaannya sendiri Mbah ingin sekali menolongnya tetapi banyak sekali rintangan yang menghalangi Amba kiranya mimpi hamba itu sekarang menjadi kenyataan dan Putri itu ada di istana ini Putri tursilawati segera dipanggil ayahandanya dengan wajah berseri-seri Putri tursilawati menghadap ayahandanya dan berkata dengan suara bergetar Hai hamba sudah siap menerima apapun yang akan Ayah katakan Raja passion anda mengetahui bahwa putrinya juga senang setelah ayahnya menceritakan rencana pernikahannya dengan Anglingdarma yang sakti itu dengan disaksikan oleh beberapa punggawa Anglingdarma dipersandingkan dengan dia tursilawati keduanya tidak dapat memendam rasa bahagia dari pancaran matanya Mereka tampak sangat bahagia Hai keduanya bersama-sama menyembah Raja Pasung ronda anakku engkau akan segera aku nikahkan dengan raja termasyhur di seluruh negeri yaitu pangeran yang ada di sampingmu jika engkau rela berkatalah sejujurnya tetapi jika hatimu berkeberatan katakan juga apa yang kau rasakan Ayahanda tursilawati mengatakan hal itu dengan rasa bahagia Anglingdarma melirik Sang Putri keduanya sama-sama mengangguk tanda setuju dengan apa yang diperintahkan raja basunanda Hari itu Anglingdarma Telah bertemu jodoh bertahun-tahun beliau mengembara dari gunung yang satu ke Gunung yang lain dari satu desa ke desa lain akhirnya apa yang diimpikannya selama ini menjadi kenyataan Hai semua orang mengirimkan sang Kamajaya dan Dewi Ratih itu masuk kedalam istana Mereka tampak bahagia sekali kedua orang tua Dia tursilawati juga merasa sangat bahagia Hai banyak orang berdatangan di istana untuk menyaksikan kedua orang sedang bahagia tersebut semua orang merasa iri sekaligus senang melihat keduanya Mereka adalah pasangan yang cocok Hai tidak ada satupun yang cacat dari keduanya di Bangsal keputrian telah dihias dengan aneka ke hiasan semua yang indah dipajang sehingga tampak seperti surga Sang Putri dihiasi bunga beraneka warna sehingga bertambah cantik para dayang menggelar permadan yang ditaburi bunga warna-warni ia tursilawati melirik suaminya yang sudah terhias Priyo sangat tampang dan cahaya mukanya berseri-seri gay kan bulan saat Purnama Anglingdarma juga memandangi istrinya dengan hati riang malam itu bulan sedang Purnama [Musik] sinarnya menerangi seisi istana kerajaan bunga harum menyegarkan menghias istana itu Diah tursilawati tidak dapat menyembunyikan hanya bersanding dengan Anglingdarma mereka memang pasangan yang sangat serasi Sejak saat itu penguasa kerajaan diserahkan kepada sang menantu Pasundan Anglingdarma telah tujuh bulan ini Anglingdarma merasakan hidup baru iang tinggal di istana Kartanegara bersama istri tercinta ia merasa sangat keberatan jika harus meninggalkan sang istri meskipun hanya beberapa saat ia selalu ingin dekat dengan istrinya Pada suatu hari Anglingdarma mendapat bisikan lagi dari yang Mahakuasa pada intinya bisikan itu mewajibkan Anglingdarma menjalankan perintah-nya yakni melanjutkan pengembaraannya hal itu harus dilakukannya karena tugas Angling mapel umum Kenapa delapan tahun dijalankannya agar tak terlena dengan keindahan dunia Anglingdarma harus segera berangkat menunaikan kewajiban suatu ketika sang putri dia tursilawati memberanikan diri untuk bertanya kepada suaminya Paduka raja yang loria Mengapa Paduka mengatakan bahwa duka berasal dari hanya Puri Anglingdarma menjawab dengan lembut sebenarnya kakakmu ini sudah lama berada di Kartanegara di negeri ini Kakanda pertama untuk memenuhi perintah yang Mahakuasa di negeri inilah Kakanda menemukan kebahagiaan yang tiada taranya Adinda Oke sebentar lagi relakan Kakanda untuk melanjutkan pengembaraan sesuai dengan perintahnya ia tursilawati sangat terkejut Ia tidak menyangka Anglingdarma segera pergi meninggalkannya Oh iya tursilawati menangis Iya tidak dapat melanjutkan kata-katanya ia tampak Murung sepanjang hari ia memikirkan nasibnya yang akan ditinggalkan sendiri di istana padahal Ia sudah mulai mengandung setiap kali Anglingdarma menghibur semakin sedih hati dia tursilawati dia tursilawati memohon agar Anglingdarma bersedia membawanya serta Kakanda hamba mohon jangan tinggalkan hamba hamba khawatir Kakanda tidak cepat kembali Janganlah kekanda tega meninggalkan Adinda pastilah hamba menderita Anglingdarma tersayat hatinya ketika mendengar ucapan istrinya itu Anglingdarma menghibur istrinya dengan kata-kata yang sangat lembut Adinda Hai Kak anda hanya pergi selama satu bulan Kak Anda harus segera pulang janganlah Adinda mengikuti perjalanan Kakanda Kakanda akan berjalan melintasi hutan belantara dan curang suram yang berbatu Karang tak mungkin wanita melintasinya Oleh karena itu Kakanda mohon Adinda bersedia tinggal di sini sepulang nanti Kak Anda akan bawakan buah parijatha sebagai tanda kesetiaan Kakanda dia tursilawati semakin tersedu-sedu menangis sambil mendekap kaki suaminya kata-katanya semakin menusuk hati dan suaranya semakin memelas ia lemas menangis sambil berkata Wahai Paduka dengarkan kata-kata hamba-hamba tidak akan merelakan jika hamba tak tipe menangkan mengikuti perjalanan Paduka Anglingdarma sangat khawatir mendengar permohonan istrinya Oh iya mengingatkan akan kesehatan dia tursilawati dan bayi yang sedang dikandungnya ia melarang istrinya untuk melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri Ia juga mengingatkan bahwa di dalam perjalanan Nanti banyak binatang buas dan banyak orang yang tidak dikenal ia mengkhawatirkan keselamatan istrinya [Musik] Sudahlah sebaiknya Adinda tidak usah mengikuti kehendak supaya emas itu nantinya tidak berubah menjadi hitam begitulah Anglingdarma menenangkan hati istrinya Hai akhirnya ia tursilawati mengajak suaminya menghadap kedua orangtuanya Anglingdarma ingin menitipkan keselamatan dia tursilawati kepada raja basuno ndak namun sang dia langsung memotong kalimat suaminya Ayahanda hamba tidak bersedia ditinggalkan Anglingdarma hamba mohon izin kepada Paduka untuk mengikuti sang Anglingdarma mengembara sebenarnya Raja basunanda telah berusaha mengurungkan niat Anglingdarma untuk mengembara akan tetapi Anglingdarma bersikeras menyatakan bahwa ia harus mengembara selama delapan tahun jadi lebih dari tujuh tahun lagi pengembaraan itu harus dijalaninya Hai dengan berat hati Raja basunanda mengizinkan permohonan anaknya itu raja mengusulkan agar kepergian mereka dikawal oleh para punggawa kerajaan usul itu ditolak oleh Anglingdarma ia mengatakan bahwa pengembaraannya ini hanya dia lakukan berdua dengan istrinya sang raja berkeberatan terhadap bantahan Anglingdarma akhirnya Anglingdarma minta dikawal hanya oleh satu Pati yang ditunjuk adalah Patih batik madrim [Musik] bersambung [Musik] Hai Angling Dharma sang Merak Sakti Ibu sang tidak merasa belas kasihan terhadap putrinya tangisnya tak dapat ditahan setelah kedua putranya pergi [Musik] Anglingdarma istrinya dan Patih batik madrim sudah berjalan jauh mereka telah melewati perkampungan yang indah-indah di Kertanegara pemandangan sungguh mempesona di sepanjang perjalanan mereka makin mendekati hutan pegunungan binatang-binatang berkeliaran di sana jurang melintang Menghadang mereka kijang kijang berlarian menuju lembah yang curam Harimau dan badak juga berlari Kian kemari dijual burung sangat Rio batik madrim memandangi sang Dyah dengan merasa tal Iya malah marah karena sang dia tidak mau menuruti kata-kata suaminya dalam pikirannya Mungkin Sang Dyah ingin mengadu kepandaiannya dengan Anglingdarma begitulah pikiran-pikiran batik madrim sepanjang perjalanan sang dia dapat menangkap sikap batik madrim itu di dalam hatinya ia menduga-duga Apakah dia ini menaruh hati terhadap ku sehinggan seperti ini kelakuannya terhadapku sang dia memendam bukaannya itu ia tidak berani menyampaikan hal itu kepada suaminya ia tidak ingin menimbulkan kesusahan bagi batik madrim Anglingdarma tidak mengetahui pikiran tak baik batik Madrid mereka tetap berjalan pergi dengan dengan pikiran masing-masing dia nursilawati sudah mulai tampak letih ia memohon kepada suaminya agar beristirahat di bawah pohon beringin yang rindang itu mereka bertiga beristirahat sambil tidur-tiduran sang Dyah tampak segar saat memandangi pohon entar muda raut mukanya bersinar-sinar memandang Uan tal itu kemudian sang Dia meminta suaminya untuk mengambil buah ental sebagai obat dahaganya lagipula sang dia saat itu sedang mengandung dua bulan sehingga buah ental muda itu sangat menarik perhatiannya wahai Paduka hamba sangat tertarik pada buah ental mudah itu hamba mohon tersedia mengambilnya hamba akan sengsara takkan mungkin akan mati jika kekuatanku tidak memenuhi permintaan hamba-nya Oh iya dursilawati mohon dengan sangat kepada suaminya setelah menyampaikan maksudnya itu sang Dyah mendadak pingsan Anglingdarma kebingungan ia berkata kepada batik madrim amal Madrid segeralah panjat pohon ental ini dan ambillah barang sebuah untuk istriku barangkali istriku terlalu capek sehingga ia pingsan batik madrim mengatakan bahwa dia tidak bisa memanjat pohon mental yang tinggi menjulang itu Anglingdarma berpikir untuk mencari jalan agar buah ental itu dapat diambilnya pada saat itu batik madrim berkata rasukan lah jiwa tuanku kedalam tubuh merak yang sudah mati itu batik madrim Berkata sambil menunjukkan game Hai yang ada di dekat mereka Anglingdarma menyetujui usul batik madrim saat itu juga Ia memasukkan Rod nya kedalam tubuh Merak itu pada saat yang bersamaan sang dia siuman ia bangkit dan menyembah suaminya tuh Kakanda Maafkan hamba karena Paduka telah merasuk kan lo Paduka ke dalam tubuh burung merak Anglingdarma berpesan kepada istrinya Hai istriku waspadalah dan jagalah dirimu Janganlah Kakak khawatir hamba akan menunggu kedatangan bakukang setelah buah ental itu didapatkan sang dia menjawab perkataan suaminya tubuh Anglingdarma yang takut harus sandar di bahu istrinya burung merak itu segera tak menuju pohon kental yang menjelang tinggi tiba-tiba batik madrim ikut melepaskan roknya dan masuk ke tubuh Angling Dharma sang Dia segera menyadari bahwa yang baru saja terbangun dari sandaran bahu nya Ibu adalah bukan suaminya itu adalah batik madrim dari dahulu sang dia sudah mempunyai firasat bahwa batik madrim mempunyai niat jahat terhadapnya ketika itu Merak menoleh kebawah sangat keterlaluan Simpati magrib ini dia terlalu berani merasuk kan rohnya kedalam tubuhku Anglingdarma menyumpahi batik madrim Dia tursilawati sedang beristirahat bersama Anglingdarma dan batik madrim di bawah pohon beringin rindang hei detik Madrid Mengapa engkau menyelinap ke dalam tubuhku dan Hai apakah kamu binatang liar dan lupa siapa diriku dan siapa dirimu burung merak itu sangat marah sang Dia sangat ketakutan Ia berlari sambil menangis sepanjang jalan batik madrim terus mengejarnya sambil meyakinkan sang dia bahwa dirinya adalah suaminya dia tursilawati Percayalah aku ini adalah suamimu Hai aku hanya berdoa untuk memberi jiwa kepada tubuh burung merak itu jadi yang bersama Merak itu hanyalah doaku sedangkan aku tetap Angling Dharma sang Dyah tidak mempercayai kata-kata batik Madrid hai sang Dyah semakin cepat berlari sementara itu burung merak terus menabrak nabrak batik Madrid yang tengah mengejar dia tursilawati batik madrim mengambil patung lalu melempar burung merak itu dengan ganasnya burung merak menyambar batik madrim dari arah belakang batik madrim jatuh terpelanting tak sadarkan diri matanya berputar-putar karena marahnya kepada burung merak itu batik madrim akhirnya pingsan setelah bertarung dengan Anglingdarma lama sekali batik madrim tak sadarkan diri di tempat itu dia ditinggalkan oleh si Merak satu yang terus terbang dia dursilawati telah jauh berlari yang pergi tak tentu arah tanpa memikirkan bahaya yang mengancam diri Hai siang dan malam ia tak henti berjalan akhirnya ia sampai di dalam hutan rimba disana ia beristirahat badannya terluka pakaian yang dipakainya penuh pilihan Dil bajunya compang-camping badannya Tertusuk Duri bandil itu setelah beristirahat sebentar ia melanjutkan perjalanan akhirnya dengan sisa-sisa tenaganya ia selamat sampai ke istana di kerajaan sang raja basunanda bersama permaisurinya sedang memperbincangkan nasib putrinya siang dan malam sang permaisuri menangis karena mengingat Putri kesayangannya dayang-dayang istana selalu menghiburnya Pada suatu hari raja dan permaisuri duduk-duduk di beranda belakang hai tiba-tiba sang dia datang berlari-lari seperti orang ketakutan keadaannya sangat menyedihkan Sang Putri menangis sambil memeluk kaki ayah dan Bundanya Sang Putri tampak seperti orang kebingungan sebentar-sebentar ia menengok ke belakang seperti mencari seseorang orang tuanya semakin tidak mengerti mereka bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi di mana Anglingdarma sambil menangis dia tursilawati menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya Raja basunanda murka terhadap batik Madrid Hai Priyo segera memerintahkan Patih Um Antika untuk mencari batik madrim dan menemui Anglingdarma dimanapun mereka berada Putri dia tursilawati mengatakan kepada orang seisi istana tentang keadaan Anglingdarma Putri berpesan kepada para dayang yang Hai jika ada orang yang datang mencari aku dan dia mengaku sebagai Anglingdarma jangan diizinkan masuk ke istana Biarkanlah orang itu menunggu di pintu gerbang di hutan Merak sangat kedinginan Merak itu kecapean setelah bertarung dengan batik madrim batik madrim telah menyakiti hati Anglingdarma Selain itu tubuh Anglingdarma juga telah disakiti batik matiin dilempari dengan batu [Musik] burung merak Sakti itu berpikir-pikir bagaimana caranya membuang zat-zat batik Madrid dari ketinggian ia melihat sebuah Curang di jurang itulah jasad batik Madrid ditutupinya dengan batu yang sangat besar setelah itu burung merak itu melanjutkan pengembaraannya ke seluruh dunia Hai banyak pengalaman yang didapatkannya dari perjalanan yang sangat panjang itu di kerajaan Kertanegara sang Dyah tursilawati telah melahirkan seorang Putra yang amat tampan ia amat sedih karena Ayah sang bayi tidak ada putranya itu diberi nama Angling Kusuma sebuah nama yang sangat bagus Angling Kusuma sangat disayangi oleh kakek dan neneknya Angling Kusuma belum pernah berjumpa dengan ayahandanya umurnya sekitar bucu tahun Angling Kusuma selalu dipangku oleh kakeknya Oleh karena itu ia Menangkap apa yang selalu dibicarakan para punggawa dan ktp-nya Angling Kusuma telah mengetahui bahwa ayahnya diperdaya oleh batik Made Hai muncullah perasaan bencinya terhadap batik madrim Angling Kusuma bertanya-tanya didalam hatinya Mengapa Paman Patih berbuat itu terhadap Ayah Abang kesalahan ayat pada kesempatan yang sangat baik Angling Kusuma bertanya kepada ibunya ibu di manakah sebenarnya Ayahanda hamba telah lama merindukannya hambal diperoleh oleh teman-teman sepermainan hamba di istana sang dia hanya diam dan meneteskan airmata pertanyaan seperti itu selalu diulang-ulang Angling Kusuma hai ketika itu Merak Sakti sangat ingin kembali ke Kertanegara untuk menengok istri dan putranya dipuja negara Agan tetapi ia belum mendapat izin dari yang Mahakuasa ia harus menaati perintah dan mengingat bisikan Yang Mahakuasa sebelum genap delapan tahun engkau belum diperbolehkan menikmati dunia ini sang Merak Sakti selalu menghibur diri Hai Merak Itu tampak Anggun bertengger di pohon siwalan bulunya berwarna hijau keputih-putihan tampak indah sekali Merak Sakti itu menatap jauh ke tempat sang dia dan putranya berada meraih itu mengucapkan janji di dalam hati Suatu saat aku pasti akan menjumpai istri dan anakku Suatu saat aku pasti berubah wujud seperti semula Tunggu saja tunggu saja aku di Kertanegara wahai anak dan istriku Merak itu selalu terbang dari satu tempat ke tempat yang lain setiap orang yang berjumpa dengan Merak itu pastilah akan tertarik dan jatuh hati kepada Merak itu meraih itu tidak mau menjadi perhatian orang lain dia ingin menghindar di orang ramai dia khawatir diketahui orang Siapakah sebenarnya dirinya [Musik] sangsiah telah lama menahan rasa rindu kepada suaminya ia senantiasa memikirkan nasib suaminya seringkali didalam hatinya muncul pertimbangan yang menghibur dirinya suamiku akan selamat sebab Rio sangat Sakti meskipun sekarang terwujud Merak kelak ia pasti menjelma kembali sebagai manusia sore itu air kolam di istana tampak jernih dan indah bunga-bunga teratai sedang Mekar bersemi harumnya semerbak mewangi akan tetapi dia kursi lawati tetap bermuram durja ia tampak kelelahan karena seharian bermain dengan putranya ia tertidur dycal Hai permadani Iya Deeply mimpi bertemu dengan sang suami semua pintu masuk Taman telah dikunci tiba-tiba Anglingdarma dengan lembut memanggil sang dia wahai permataku bukalah pintu ini aku suamimu datang menjengukmu sang dia menjawab Paduka raja yang mulia turunlah dahulu dari pohon ental Adinda berjanji besok akan menemui Kakanda Pada sore itu raja basunanda menghimpun para prajuritnya lalu berangkat menuju alun-alun dikawal para pembesar para menteri menyaksikan rajanya dihadap oleh para punggawa hai sang raja sangat terharu menyaksikan semua itu raja bersabda Hai para punggawa Mengapa sampai hari ini batik madrim tidak kunjung datang masih hidup kakinya ataukah sudah [Musik] Hai para punggawa menghaturkan sembah sambil berkata hamba telah datang ke tempat batik madrim tuanku yang lainnya juga telah pergi ke mallawa untuk mencarinya mereka menunggang kuda datang ke negeri itu Hai namun pakai Madrid Belum Kami temukan sementara itu Anglingdarma siluman telah siuman dan berjalan menuju kota negara dirinya ingin menjumpai istrinya di istana di gerbang istana ia meminta kepada para prajurit supaya memberitahukan kepada sang dia tentang kedatangannya di luar kerajaan Suasananya sangat gaduh ternyata mereka meributkan Anglingdarma yang datang secara tiba-tiba para punggawa menghaturkan sembah kepada Anglingdarma pemimpin prajurit tergopoh-gopoh menghadap Raja tuanku Gusti Anglingdarma datang beliau sekarang berada diluar istana cepat sampaikan berita ini kepada push Timo raja basunanda akan pakai sabetan untuk memberitahukan berita gembira itu kepada putrinya Fatih sabetan menghadap Putri Dian di taman [Musik] sambil menyembah ia berkata Gusti keluarlah segera suami Paduka sudah datang beliau ingin sekali bertemu dengan Paduka sang dia memerintah para punggawa agar tetap waspada ia menduga bahwa yang datang ini bukan Anglingdarma suaminya Oleh karena itu dia tursilawati tidak mau keluar berhari-hari Sang Kiai kudu oleh para punggawa supaya keluar dari taman tetapi ia tetap tidak mau keluar di Bale yang tinggi Anglingdarma situmandi jamu Ia hanya makan dan minum dengan para punggawa kerajaan semua datang buat ditangkap dan dia Dunya singa Kijang gajah dan Senu juga diadu dengan kambing kesayangan Anglingdarma siluman itu semua binatang buas itu dikalahkan oleh kambing itu kambing itu selalu dirangkul oleh Anglingdarma siluman dalam pertemuan dengan para prajurit pun kambing itu dipangkunya dan diklus halusnya kambing itu diberi kalung emas permata dibedaki serta diberi minyak kasturi baunya menyengat hidung Hai Anglingdarma siluman itu berbicara sangat sembarangan kaku dan kotor banyak orang tidak senang kepadanya Angling Kusuma juga tidak mau mendekat Anglingdarma ia merasa bahwa yang ada di istana itu pasti Bukan ayahnya yang sebenarnya Angling Kusuma Kesinilah dan mendekatlah kepadaku aku ini ayahmu aku membawakan sebuah keris kesukaanmu begitulah Anglingdarma siluman Melayu Angling Kusuma Angling Kusuma tetap tidak mau mendekatinya Angling Kusuma mengatakan bahwa dia tidak pernah suka keris Hai sampai saat itu para punggawa belum mengetahui siapa sebenarnya Anglingdarma yang hadir di Bali istana itu di dalam Balai keputrian sang dia mengetahui siapa sebenarnya kambing yang selalu dibawa-bawa oleh Anglingdarma siluman itu kambing itu mempunyai keberanian luar biasa karena disusupi sebagian loh Anglingdarma yang asli hal itu diketahui sang dia dari bisikan roh Anglingdarma [Musik] saat itu di kerajaan masih berlangsung pesta pora menyambut kedatangan Anglingdarma siluman suasana kerajaan sangat ramai Sang Putri masih berada di dalam Balai keputrian sambil tidur-tiduran beliau melihat bayang-bayang orang makin mendekat tidak begitu payangan itu menjiwai Merak putih kehijau-hijauan burung merak itu terbang menuju pohon beringin lalu hinggap di pohon itu Merak itu memandang kedalam Balai keputrian dari pohon beringin Merak itu berkata Wahai sang dia bangunlah Kekasihku aku yang datang Sambutlah aku melaksakan ini itu tak henti-hentinya memandang wajah istrinya sambil berkata sendiri Memang sangat cantik wajah istriku aku akan membangunkannya dia sangat menderita karena sudah lama aku tinggalkan kasihan aku melihatnya Merak itu pun turun dari pohon beringin menuju Balai tempat sangki ah merupakan diri tubuh Sang biar digoyang-goyangkan nya bangunlah d two inilah suamimu datang Tengoklah kembali depan si batik madrim sedang menyombongkan dirinya usirlah dia dari istana ini aku tak sanggup mendengar ocehannya kepada para punggawa Aku perhatikan dia dari pohon beringin dia itu mengaku sebagai raja penguasa di Pulau Jawa burung merak itu berkata-kata dengan istrinya yang masih belum terbuka matanya ini dia dursilawati terkejut sambil mengusap-ngusap matanya di yang duduk dibalik keputrian sambil berkata pelahan-lahan Siapakah yang telah berani membangun karena aku ia menoleh kekanan dan kekiri tetapi tidak tampak sosok manusia seketika itu ia melihat burung merak beraneka warna bulunya Merak itu berkata kepada dia dursilawati Akulah suamimu setelah aku dengan kata-kata yang indah dia tursilawati menyambut kedatangan burung merak yang menentramkan hatinya Paduka datang pada waktu yang tepat diluar sana ada batik madrim yang sedang mengadu kambing dengan binatang-binatang buas dia mirip sekali dengan Paduka Hai para punggawa tidak mengetahui bahwa Anglingdarma itu adalah palsu hamba mengetahui bahwa dia itu adalah batik Madrid sang dia mengadukan hal itu kepada burung merak hamba mohon maaf istriku hamba terlalu lama tidak mengunjungimu dan Putraku Bagaimana keadaan Putraku burung merak itu bertanya kepada sang dia Ia tursilawati menceritakan semua keadaan dirinya dan putranya Kakanda Putra Paduka bernama Angling Kusuma Putra Paduka sungguh tampan dan mirip lakukan di yang sedang bermain-main dengan para punggawa keraton di yang tidak mau didekati oleh pabrik Madrid yang mirip Paduka sungguh tidak pantas perkuatan batik Madrid terhadapku di yang tidak ingat lagi Siapa dirinya dan dia telah TK berkhianat terhadapmu Aku sangat menyesal atas perlakuannya kepada keluargaku Anglingdarma berkata demikian dengan marak ia berjanji dengan dirinya sendiri akan memberi pelajaran kepada batik Madrid Anglingdarma siluman sedang mengadu kambing kesayangannya dengan binatang-binatang buas pada waktu itu pesta di kerajaan itu semakin ramai Anglingdarma siluman itu selalu merangkul kambing kesayangannya para punggawa ku saksikan kambingku ini jika kambingku ini sampai kalah bertarung potonglah Leherku kalimat seperti itu selalu diucapkan Anglingdarma sih lu Hai pada setiap pertarungan kambingnya dengan binatang hutan kebetulan kata-kata itu didengar oleh raja basunanda beliau kurang senang mendengar kesombongan Anglingdarma siluman itu Anglingdarma siluman kembali duduk di kursi yang berlapiskan emas Hai sambil tersenyum ia memperhatikan kambingnya yang dirasuki sebagian maroh Anglingdarma saat itu burung merak tetap bertengger di pohon beringin yang rindang Hai Merak itu memperhatikan semua gerak-gerik batik madrim atau Anglingdarma siluman burung merak yang sedang bersembunyi direndahkan daun beringin itu terlihat oleh Anglingdarma siluman ia mendekati burung merak putih itu Anglingdarma siluman memerintahkan para menteri dan prajurit untuk mengambil senjata dan menembak secara bersama-sama bagaikan gunung meletus bunyinya peluru berhamburan dan asap hitam menyelimuti dan menutupi para punggawa Keraton burung merak hanya tersenyum dan berkata aku takkan rela menyerahkan istriku kepadamu ternyata engkau telah berkhianat kepadaku kemudian burung merak itu terbang kepala keputrian kau istrinya dan mengatakan Wahai putriku Amatilah diriku ini aku sekarang berwujud burung atau tetapi warna pulauku tetap cantik keluarlah kedepan dan segera temui batik madrim yang sedang merangkul kambingnya burung atau menyertai Dia tursilawati kemudian ia menyelinap di dalam baju Sanghyang sang Dia segera kembali depan dan berpura-pura bersikap manis terhadap Anglingdarma siluman wahai Kakanda hamba ingin Paduka tidur di sisiku namun sebelumnya minumlah Arahkan Chung dan kecubung Kadung Minuman itu campurlah dengan Nira agar padukan nyenyak tidur Selain itu hamba juga ingin kambing itu ketikkan bunga kenanga di taman sana untuk diselipkan di telingaku saat itu Anglingdarma siluman terkejut lalu berkata aduk Putri dia tursilawati Mengapa Putri memintaku untuk meminum arak yang dicampur-campur itu lalu untuk apa bunga kenanga yang sudah layu itu harus dipetik sebenarnya Anglingdarma siluman sangat keberatan memenuhi permintaan dia tursilawati Jika ia bersedia memetikan bunga kenanga berarti rohnya harus dilepas dari tubuhnya akan tetapi ia tidak berani menolak permintaan dia tursilawati dia khawatir sang dia akan kecewa akhirnya tubuhnya dibiarkan tidur DC Diah dursilawati di dan rohnya segera merasuk kedalam kambing kesayangannya Hai kambing itu semakin Perkasa dengan sebagian roh Anglingdarma yang asli bunga kenanga yang dari pagi layu begitu dipetik oleh kambing itu menjadi Mekar kembali ke Hai dengan senang kambing itu berlari menuju sang Dyah yang sedang menunggunya kambing itu terkejut melihat tubuh Anglingdarma sudah dimasuki roh burung akal yang menyelinap di dalam baju sang Dyah tursilawati Hai saat itu juga kambing siluman itu marah dan berusaha menyerang Anglingdarma akan tetapi Anglingdarma siap menikamnya dari belakang Raja Anglingdarma bertambah marah dengan tangkas anglingdarmo memerosotkan kaki kambing itu kedalam tanah kambing itu menjerit sambil bertobat hamba bertaubat Pangeran kembalilah Tuan kepada Gusti dia tursilawati ketika mendengar rintihan itu Anglingdarma merasa kasihan ia memaafkan si kambing ia menyuruh kambing itu untuk mencari jasadnya di jurang yang amat dalam di lereng gunung [Musik] sang putri dan Angling Kusuma segera menyambut kedatangan Anglingdarma di istana Raja Basa Sunda yang hadir ketakutan karena angin bertiup sangat kencang guruh dan petir bersahutan seperti membelah angkasa bunga-bunga berterbangan seperti hujan jatuh berserakan Anglingdarma berkata kepada ngeja basunanda Janganlah Ayah merasa takut suara petir dan keributan itu merupakan tanda bahwa hamba Direstui oleh para dewa dan dimaafkan kesalahan hamba keadaan di kerajaan sudah agak tenang kebahagiaan kembali menyertai Putri dursilawati dan Angling Kusuma Angling Darma menyatakan bahwa ia hendak kembali ke malawapati ia mengajak dia tursilawati beserta Angling Kusuma karena raja 2.apa tsunoda dan permaisuri tidak dapat dipisahkan dari anak dan cucunya beliung berdua mengikuti perjalanan itu untuk sementara kerajaan diserahkan kepada paman darmawisesa Hai di NATO di seberang berdirilah Sebuah kerajaan yang bernama Simbar manyura daerah kekuasaan kerajaan itu sangat luas rakyatnya banyak para punggawa dan para menteri juga tak tertilang jumlahnya rajanya adalah seorang raksasa yang bernama acitrap Ati Raja itu juga dikenal dengan sebutan neraca pancatnyana Raja pancatnyana sangat Sakti mulia dan berilmu gaib dia dapat memasuki ruangan terbuka Tan tertutup wajahnya menyeramkan jenggotnya panjang sampai di dada matanya Bagaikan Matahari kembar dan giginya runcing runcing tampak sangat menakutkan prajuritnya sebagian berwujud manusia dan sebagian lagi berwujud Sasak dalam pemerintahannya pancatnyana dibantu oleh patih yang sangat menjijikkan mati itu juga bertaring runcing runcing Fatih itu memimpin rakyat banyak ia Sakti dan mempunyai ilmu menipu dalam berperang yang gagah perkasa dan kebal Fatih itu bernama bahwa sengkey karena merasa kuat dan memiliki rakyat banyak sang raja berkehendak memperluas daerah jajahannya dia ingin berkuasa di manapun meskipun neraca itu sangat kuat seluruh rakyatnya membencinya Raja itu beristri banyak yakni 100 orang tidak semua istrinya berwujud raksasa ada juga istrinya yang berwujud manusia dari serat istri yang cantik-cantik itu yang paling disayanginya adalah Dewi Mayang Sari [Musik] Putri Mayangsari juga berwujud raksasa tetapi cantik rupanya Putri Mayangsari tidak pernah riang karena memang dia tidak mencintai Raja pancatnyana Putri itu menyiksa tubuhnya sendiri ia menjauhkan diri dari Busana indah kalau didekati Raja pancatnyana Dewi Mayangsari menjadi bingung dan akhirnya menangis Padang Suatu sore nan cerah di kerajaan Simbar manyura sedang diadakan pertemuan antar istri raksasa Dewi Mayangsari bertanya kepada para madunya Hei para maduku Apakah kalian juga mencintai sang raja nah Hai secara serempak para madu mengatakan bahwa sebenarnya mereka tidak pernah mencintai Raja yang menjijikkan itu mereka hanya ketakutan kalau tidak menuruti kemauan sang raksasa Hai Dewi Mayangsari semakin yakin bahwa bukan ia sendiri yang membenci raksasa itu semua madunya juga tidak mencintai suaminya mereka bahkan sangat membenci Raja raksasa itu malam hari datang bisikan dari yangmaha kuasa Hai Dewi Mayangsari engkau dapat terlepas dari cengkraman Raja raksasa itu tetapi engkau harus menyiasati raksasa itu sangat Dewi Mayangsari berpikir keras tentang siasat yang harus dilakukannya para Abdi Raja raksasa setiap hari melihat kesedihan Dewi Mayangsari mereka menyampaikan keadaannya itu kepada rajanya sambil bersujud hamba khawatir akan kesehatannya karena mendapat laporan seperti itu raja raksasa segera datang ke Hai Dewi Mayang Sari Dewi Mayangsari mengetahui kedatangan sang raja-raja itu berkata dengan lembutnya Wahai putriku Mengapakah engkau selalu bermuram durja Apakah yang sedang engkau pikirkan Apakah engkau mempunyai keinginan Katakanlah kepadaku aku akan segera mengabulkan permintaanmu Hai karena disapa seperti itu Dewi Mayangsari memberanikan diri berkata kepada raja pancatnyana sebelum hamba menghaturkan keinginan hamba-hamba mohon maaf Gusti hamba ingin menjadi madu sang Dyah tursilawati yang sangat cantik kabarnya beliau sekarang berada di Pulau Jawa bersama suaminya hamba dapat memperkaya nya dengan baik caranya adalah Permata mahkotanya hamba lepaskan dan hamba simpan didalam jejung kumoney setelah permatanya ada di sini pasti sang putri tidak dapat berkata-kata lagi seperti orang bisu Hi Hua Hai Paduka keluarkanlah cuman itu hamba ingin memperlihatkan wajah Tuan Putri yang termasyhur itu demikianlah permohonan Dewi Mayangsari raksasa pancatnyana segera mengambil cupumanik yang dimaksudkan oleh sang Mayang Sari Alangkah terkejutnya raksasa itu karena cupumanik itu sudah kosong permatanya Sudah Tak Ada Lagi raksasa terkejut dan berkata dengan kerasnya siapa berani mencuri permata di dalam secukupnya ini Mengapa tidak minta izin terlebih dahulu raksasa gitu sekali lagi membuka cupumanik itu dan rasa terkejutnya semakin bertambah karena dia menemukan Sepucuk Surat surat itu segera di tunjukkan kepada istrinya Hai mereka membaca bersama-sama sang raksasa membelalakkan matanya setelah membaca isi surat itu surat itu berisi pemberitahuan bahwa sang Dyah dursilawati sudah dibawa pergi oleh Angling Dharma Hai jika raksasa pancatnyana ingin menyusulnya sebaiknya beliau mengerahkan seluruh prajuritnya untuk berperang melawan Angling Darma Raja pancatnyana akan berangkat ke pulau Jawa ia menyambut tantangan Anglingdarma yang berkata kepada para istrinya bersiap-siaplah semua seluruhnya ikut aku aku segera berangkat Agam kuhancur Luluhkan kerajaan di Pulau Jawa itu semua istrinya menurut perintah Raja raksasa itu mereka berdoa memohon Restu para dewa Raja pancatnyana juga memerintahkan istri-istrinya supaya menghadap Dewa yang mahasuci agar mereka menang di dalam peperangan nanti Raja mengumpulkan para menteri dan para Abdi Hai mereka diperintahkan mempunyai kan pendek dan kong Perry pasukan tempur segera datang memenuhi panggilan tanah istri raksasa sudah siap menggunakan pakaian terang mereka beramai-ramai ke tempat persidangan dan berkumpul dengan segenap prajurit beribu-ribu prajurit berjalan menuju kerajaan untuk menghadap pancatnyana Mereka ingin mendengar perintah langsung dari rajanya di dalam perjalanan mereka berteriak-teriak sesumbar bahwa mereka tak akan mundur dalam berperang Fatih kalajengking mengawal para prajurit itu semua pelacur yg telah memasuki ruang persidangan seluruhnya berbusana Indah sebanyak 100 raksasa pemberani berada di barisan depan [Musik] G2 raksasa kalau terpalang dan kala Lawu memimpin para raksasa dua raksasa itu sangat Sakti semuanya menggunakan pakaian utama Mereka tampak gelisah sangat kuat seperti singa mereka berkumpul sehingga tempat itu menjadi penuh sesak sang raja pancatnyana duduk dikursi manik para raja juga duduk rapi di depan istri-istri Raja juga berada di depan dan terlihat saling melirik Mereka tampak ketakutan mereka duduk bersila dengan sakunya Raja pancatnyana memerintahkan para prajurit supaya menyiapkan perahu hari itu juga lajang akan berangkat ke pulau Jawa Hai akan tetapi kemauan Raja itu segera dicegah oleh Patih kalau sang di Janganlah tuanku murka Paduka bertindak terlalu Nesta kekuasaan Paduka berarti lebih rendah [Musik] Hai Paduka adalah raja termasyhur di dunia kalung Paduka berkenan hamba yang akan menggempur pulau Jawa hingga hancur pasti Anglingdarma Madrid dan permaisurinya Agan hamba serahkan kepada Paduka Fatih kalajengking telah mengetahui kesaktian Angling Darma Angling Dharma sebagai penguasa pulau Jawa tak terkalahkan kalau istrinya direbut beliau bisa berjalan diudara seperti Dewa begitulah kesaktian Angling Darma perahu dan kapal banyak yang bersandar semua orang telah diperintahkan membawa Sajali dan cara umpung yakni senjata perang tanduk jolang dan jempana juga harus dibawa oleh para prajurit penjaga keamanan menjaga ketat Sang Raja pancatnyana Raj raksasa pancatnyana sedang membuka surat di hadapan Dewi Mayangsari para permaisuri membawa Bendera bergambar Dewi Mayangsari mereka berada di barisan depan sambil mengibar-ngibarkan bendera nya tampak sangat indah jalannya upacara itu [Musik] Hai kalau hitam para wanita dihias sangat indah dan beraneka warna sang raja pancatnyana menunggang gajah berada dibarisan paling depan di yang mengenakan busana berkilauan suara hiruk pikuk para raksasa menyatu kapal besar telah menunggunya di Muara meregang saling berebut menaikinya balang tentara Simbar manyura berjejal jejang seperti gelombang air laut setelah perahu Merapat di pesisir malawapati rajapakse karena mendahului turun Raja Baskara adalah pemimpin balatentara manusia sedangkan kalasrenggi adalah pemimpin bawang tentara raksasa semua membuat perkemahan untuk raja dan para istrinya perkemahan itu tempatnya sangat megah Hai perkemahan itu dibangun dengan kain sehingga seluruh perkemahan yang dibangun itu sudah selesai raja dan para istrinya segera memasuki perkemahan tersebut Hai perahu pasukan pancatnyana telah disandarkan di tepi-tepi pantai gegap Gempita terdengar suara bala tentara raksasa itu mereka membuat kerusuhan dan mengatur desa-desa semua yang mereka lihat dihancurkannya Hai Demang Pak Pian ketakutan dengan oleh balatentara raksasa itu yang segera melarikan diri ke Oh iya pergi ke kerajaan melawak untuk melapor kepada Arya wijanarka yang memimpin kerajaan malawang selama Anglingdarma mengembara seluruh warga dan para raja atau para pemimpin juga datang menghadap ke kerajaan melawak mereka mengingatkan agar para punggawa selalu waspada menghadapi musuh dari Simbar manyura Hai Demang Pabean sampai di istana ia langsung melaporkan keadaan desa-desa di pesisir yang sudah dihancurkan oleh pasukan pancatnyana dari Simbar manyura pancatnyana ingin menguasai Negeri melewati setelah mendengar laporan itu Pangeran Arya wijanarka menjadi malah dadanya merah membara Tumenggung Jayabaya menasehatkan bahwa sebagai penguasa janganlah terlalu cepat marah Arya wijanarka memberi penjelasan tentang rencana penyerangan Nya kepada balatentara pancatnyana Ia juga mengingatkan bahwa kerajaan tidak boleh dikosongkan Pangeran Arya wijanarka segera berunding dengan para pemimpin kerajaan mereka sepakat akan menghadapi cara raksasa di medan pertempuran Pangeran Arya wijanarka mengingatkan agar mereka waspada semuanya harus kita lihat dengan sangat teliti kalau musuhnya Menghadang janganlah kita menyerang terlebih dahulu Kalau mereka menyerang kita harus membuat perhitungan setelah para raja selesai berunding semua punggawa siap siaga kemudian mereka memukul Bende genderang dan kong Barry suaranya gemuruh tak kanthi hentinya seperti menembus angkasa para prajurit sudah siap demikian juga para panglima negara pasukan tempur sudah siap mengerahkan prajuritnya mereka berpakaian Indah beraneka warna akan memakai periksa yang berlapis tiga Parang prajurit pengawal menjaga daerah widarba Tanjungpura combine amonra kalong banjarmelati Sampalan dan trajutrisna Candi pura sampai Mayora dan bata Ratna juga dijaga para prajurit pengawal Raden daya ningrat bersenjata tombak dan banyak persenjataan lain Brio berkuda dan berbusana kuning diikuti oleh 800 pasukan berpakaian seragam Hai mereka merupakan pasukan utama ditianda pongga juga menyiapkan pasukan perangnya para penjaga tampak seperti pagar bunga ditatap batuapung menyerupai gajah semua tentara pilihan menjadi komandan yang datang dari kerajaan luar sedang menyiapkan pasukan dan mengatur siasat perang sebagai supit udang adalah mundra dan cempala mereka dibantu oleh tanah bidan Banjar batal Ratna Madura dan trajutrisna sebagai supit kiri Hai yang menjadi subjek kanan adalah kombinasi kadar bak lesanpura dan neraca punjung pura Raja pancatnyana sedang mengadakan perundingan dengan kalasrenggi dan raja Baskara sang raja bertanya tentang Anglingdarma Bagaimanakah beritanya Anglingdarma Apakah ia ikut berperang Fatih kalau seranggi menjawab pertanyaan rajanya Anglingdarma sudah lama meninggalkan kerajaan tetapi pada malam hari beliau datang yang menjaga istana adalah Arya wijanarka yang diandalkan dalam perang bernama daya ningrat dan landak kedua orang itu sangat perkasa dan sangat tampan Selain itu ada Arya Mangunjaya semuanya melindungi kerajaan Kalau adik B6 areal Jana Reka sang raja pancatnyana memerintahkan Patih kala sanksi untuk memukul kentongan ia segera berangkat melakukan pertempuran batik kalau seranggi segera mencegah tindakan neracanya Janganlah Paduka bertindak seperti itu Baduga akan tercela di hadapan rakyat Raja Baskara melaksanakan perintah Raja raksasa kentongan dipukul dan Bende genderang serta Gong juga dibunyikan untuk membangkitkan semangat para tentara semua rakyat keluar dan siap bertempur pasukan dipersiapkan kembali suaranya menggelegar seperti gelombang air pasang balatentara riuh gemuruh Setelah tiba di medan perang pasukan itu Hai berlaku seperti gajah mengamuk Raja Baskara menunggang kuda ia bertekad tak akan mundur rajapakse cara mengatur pasukan pilihan setelah itu raja Pak sekarang memerintahkan pacar ronda berangkat ke kerajaan lawan untuk menyampaikan surat tantangan dalam perjalanan baca nonda dicegat oleh di Demang Hey kamu orang dari mana demikian sapaan kidemang yang ditanyain jawabnya Hai hamba utusan dari Simbar manyura hamba diutus oleh Ki Patih Untuk mengantarkan surat Ki Demang menyuruh utusan itu berhenti di tempat itu Ki Demang masuk ke persidangan dan melapor bahwa diluar ada utusan dari Simbar manyura yang bermaksud menyampaikan surat Hai Dian area G memanggil utusan itu surat segera dibuka dan dibaca oleh Arya wijanarka setelah membaca surat itu Arya wijanarka segera berkata Hai utusan segeralah pulang dan katakan Kapan neraca Pak sekarang akan datang aku akan menyambutnya di medan perang di perkemahan Raja Baskara sedang dihadap para prajurit macan on datang berlari-lari yang setelah menyampaikan pesan Arya wijanarka surat Paduka telah dibaca lalu dirobek robek oleh Demang urawan padukan dihina dan akan dibabat habis dalam pertempuran Raja Baskara sangat murka lalu berkata kepada prajuritnya para prajurit pukul kentongan dan akan pendek mereka berhamburan bagaikan banjir Saat Hujan teriakan para prajurit bagaikan gelombang laut sedang pasang pas UBM diatur sedemikian rupa sehingga jika pasukan Musuh datang semuanya akan kelihatan dari dataran tinggi [Musik] pertempuran berlangsung Dahsyat mereka Hampir tak bisa membedakan antara lawan dan Teman siapa bertemu menjadi lawan Nasa peluru menyebabkan arena itu menjadi gelap Setia berbenturan mereka saling tusuk saling merobek pakaian mereka saling melepas dengan pedang saling Mengapa dengan parang panah dan lembing Bagaikan Hujan pasukan andayaningrat terdesak ratusan tentara pilihan tewas karena diserang membabi buta oleh raja raksasa hariang Mangunjaya memohon bantuan memanggil orang-orang pilihan mereka saling berhadapan dan saling memukul dengan Sampang keretanya tak ada yang rusak masih tetap berkilau punggawa dari negeri seberang juga banyak yang mati berjatuhan Raja Baskara menghalau prajuritnya maju para pemimpin juga bersama-sama menyerang andayaningrat Mangunjaya dan daya ningrat sangat kuat Setapak mereka tak mundur konon pasukan mallawa kekurangan pangan Mereka banyak yang mati suratnya seperti gelombang pasang sehingga berkobar-kobar di langit bumi terasa bergetar berubah menjadi lautan darah Hai mayat bertumpuk-tumpuk bagaikan Gunung Rajabasa secara segera berkata kepada para bupati dan para raja untuk meninggalkan medan perang [Musik] ini dia mengatakan bahwa pasukan melawan sudah mundur ke tempat perlindungan rajapakse Kara segera melapor kepada raja pancatnyana hamba mohon maaf Arya wijanarka belum bisa hamba hancurkan sebelum sampai di melawan Mbak dicegat oleh para prajurit tangguh sang raja raksasa naik darah setelah mendengar laporan itu ia segera memerintahkan para prajurit memukul kentongan para prajurit dan raksasa berteriak suaranya hiruk-pikuk sang raja raksasa segera memakai pakaian kebesaran perang Setibanya di medan perang sang raja raksasa keluar sambil menahan amarahnya siasat perang setelah diaturnya kalau sengdy menggunakan siasatnya Breath coba secepatnya para punggawa malawang mengatur pasukannya setelah selesai menyiapkan pasukan para prajurit raksasa menarik jam dan mengamuk pasukan melewati hujani peluru dan tombak ada juga yang dikejar kemudian dirobek robek hingga hancur lebur prajurit mallawa ketakutan mereka melarikan diri terpisah dari pasukannya tak ada yang berbalik arah Raja raksasa merasa menang dalam pertempuran itu kemudian arah jarak Sasa mundur hutan bersenang-senang di kemahnya bersama para pemimpin dan punggawa malawapati menderita kekalahan wuih kedatangan Anglingdarma pasukan area wijanarka berkumpul di perkemahan mereka memperbincangkan tindaklanjut pertempuran itu semua punggawa memberikan saran kepada wijanarka ada yang menyarankan supaya pasukan mundur saja sambil mengatur siasat perang ada juga yang menyarankan agar prajurit kecil diperintahkan maju Sedangkan para pemimpin berada di belakang semua saran belum ada yang disepakati Arya wijanarka dibisiki oleh dwijawara dan sang malah wasidi keduanya adalah pendeta yang sudah berhasil dalam bertanya mereka dapat melihat sesuatu dari jarak jauh sama minta agar area Wijanarko memerintahkan Patih Mangunjaya mencari Anglingdarma Fatih Mangunjaya melaksanakan perintah itu ia berjalan melewati tempat-tempat yang sepi siang dan malam ia tiada pernah berhenti mencari Anglingdarma diperjalanan itu Mangunjaya bertemu dengan orang yang berjalan terhuyung-huyung orang itu bernama IPA tinggi dia memikul beban yang sangat berat orang itu didekati dan ditanya oleh Mangunjaya Hai mengapa Tuan seperti orang bingung kita tinggih menjawab pertanyaan itu hamba sudah lama mencari kerajaan pudjanegara Siapa nama rajanya Mangunjaya bertanya lagi IPA tinggi mengatakan hal yang sebenarnya dahulu yang bertahta adalah bakso ndak tetapi telah lama digantikan oleh menantunya Anglingdarma Mangunjaya diberi petunjuk arah menuju ke tempat itu ke arah barat daya ketika itu di istana Sang Penguasa kerajaan bocah negara sedang dihadap oleh para punggawa dan para menteri mereka seisi istana sudah bersiap-siap akan meninggalkan kerajaan untuk mengiringi Anglingdarma ke malawapati semuanya salam hormat dan merapatkan tangan dengan rapi Hai Mangunjaya datang persembahan yang memberitahukan bahwa Negeri melawan diserang pasukan Simbar manyura kami diutus menjemput Angling Darma Raja Bujana kalau mengatakan bahwa keluarga istana sekarang sedang bersiap-siap mengikuti Anglingdarma kemalauan Raja basunanda segera berangkat disertai rakyatnya Hai Panji Panji Kuning disertai berpuluh-puluh tombak juga mengiringi sang raja Raden Angling Kusuma menunggangi kuda berhias di belakangnya ayahandanya menduduki singgasananya Hai mereka melewati desa-desa banyak desa yang porak-poranda setiap hari penduduk desa dirampok sangat sepi suasana desa-desa itu penduduk banyak Teruno semua yang masih hidup telah mengungsi di sepanjang jalan Mayat bergelimpangan sementara itu Anglingdarma telah memasuki daerah jajahan dan melewati desa-desa beliung beristirahat di pekuburan banyak penduduk desa yang menyampaikan kabar tentang kedatangan rajanya Anglingdarma itu Mangunjaya diminta segera pulang untuk memberitahukan kedatangan Anglingdarma kepada Aria wijanarka semua punggawa terkejut melihat kedatangan Mangunjaya mereka sangat senang mendengar kabar tentang rencana halo halo aja Anglingdarma para punggawa malawapati semakin bertambah keberaniannya remaja mereka bersatu kembali dengan rakyatnya mereka segera menyiapkan perkemahan untuk Raja Anglingdarma bersama permaisuri dan putranya rakyat tua dan muda semuanya bahagia Raja sudah berada di depan mata mereka mereka menuju ke hadapannya mereka berkerumun ingin menyaksikan rajanya dari dekat bahkan ada yang mengira bahwa kerumunan itu adalah orang yang sedang mengamuk Mangunjaya menyampaikan kepada rajanya bahwa para Satria dan para tentara banyak yang gugur mereka berperang melawan pasukan raksasa mereka semua setia terhadap bidan selalu menjaganya Mangunjaya juga menyampaikan bahwa batik madrim telah lama menyusul Angling Darma Angling Darmo menjelaskan keadaan batik madrim simetrin sudah bertemu denganku Sebenarnya dia telah melindungi diriku dan semua orang tetapi kelakuannya tidak terpuji Mangunjaya melaporkan kejadian-kejadian di negaranya selama rajanya pergi kerajaan sudah dua kali berperang melawan musuh dari Simbar manyura tuanku di dalam peperangan itu rakyat dan para tentara banyak yang gugur dan banyak yang terluka Raja Angling Darma mengatakan kepada para prajuritnya bahwa besok akan datang pertolongan di medan perang Hai malam itu juga Anglingdarma perangkat diikuti oleh permaisuri dan putranya Raja tua dan permaisurinya juga tak ketinggalan pelajar memerintahkan para punggawa supaya mengenakan pakaian yang gemerlapan situkang kayu disuruh menebas pepohonan di depan untuk meratakan jalan Hai kereta sudah disiapkan untuk sang raja kemudian sang raja bersabda Hai Patih aku pulang kembali ke mallawa siapkan pengiring hutan pengiring Putraku Lindungilah Putraku hati-hatilah dalam perjalanan sang Patih melaksanakan semua perintah sang raja mereka berangkat pada malam hari Pasukan Pengawal siap di depan dengan memakai pakaian kebesaran pakaian para prajurit sangat indah panji-panji dan suara gendang mengiringi sang raja Angling Kusuma juga menunggangi kuda yang berhias di belakangnya debu mengepul menutupi pelangkin rombongan itu berat Istirahat di perkemahan malam itu Anglingdarma berkata kepada istrinya Hai istriku marilah kita melarikan diri dari perkemahan ini aku akan menunjukkan kepadamu Bagaimana rupa raksasa yang sedang tidur dia tursilawati menolak ajakan suaminya karena khawatir keadaan ibunya bilang kita tinggalkan ibu pasti diserang raksasa perempuan dia dursilawati beralasan akhirnya mereka menyamar sebagai Dewa di istana perkemahan semua penjaga Raja yaksa Sedang tidur nyenyak sebanyak 400 siap saat tidur mengorok bagaikan Bahara hidungnya kembang-kempis sang dia ketakutan melihat wajah para raksasa yang sedang tidur itu beliau tidak kuasa mencium bau busuk kemudian sang yang mengajak suaminya keluar mereka mendatangi raksasa perempuan yang sedang memuja di belakang raksasa itu ada kemenyan yang sedang dibakar di dalam pemecahannya raksasa perempuan itu menyebut-nyebut nama Anglingdarma sungguh mudah orang itu berubah wujud itulah penjelmaan Dewa sang dia berbisik kepada suaminya raksasa itu cantik tidak pantas menjadi istri raksasa lebih baik menjadi istri Paduka hai sang dia cepat-cepat turun menyambut Mayang Sari lalu berkata persembahanmu diterima suamiku telah kau puja Aku tahu kamu tidak suka bersuamikan raksasa dan Mayang Sari menangis sambil merangkul kg sang Anglingdarma Mayang Sari menundukkan wajahnya dan minta belas kasihan Mayang Sari bahagia walaupun menjadi budak perempuan Anglingdarma malam itu juga sang dia membawa Mayang Sari ke tempat peristirahatan atas kehendak sang Dewa Mayang Sari melahirkan Putra yang sangat tampan bernama danurweda Hai Putra itu gagah dan tampan sekali persis ayahandanya selama itu pasukan pengembara dari malawapati berjaga-jaga siang dan malam wijanarka menerima utusan dari pasukan malawapati putusan itu memberitahukan bahwa pasukan raksasa dalam keadaan tidur lelap mereka berpisah dari senjatanya Wijanarko diminta bersiap-siap menghadapi mereka orang melewati bersama-sama menyerang perkemahan raksasa dengan tombak para raksasa yang sedang tidur terpelan cat dan ketakutan semua raksasa yang keluarga steam mati hanya tinggal raksasa yang terluka tidak ada yang membalas serangan malawapati tentara malawapati karena sekali bagaikan Harimau mengamuk telah lama malawapati dikepung mereka menempati raksasa seperti melompat gila bukan semangka Ridwan raksasa mati raja raksasa sedang dikerumuni para istri yang cantik yang tidak mengetahui bahwa pasukan yang telah habis Raja raksasa segera memerintahkan prajuritnya untuk mencari Mayang Sari yang sedang bersama di supaya ia segera berkumpul kembali [Musik] tiba-tiba Fatih kalajengking menghadap sambil berkata terbata-bata Dewi Mayangsari hilang tuanku beliau hilang tanpa sebab bagaikan dibawa Dewa sang raksasa marah dan berkata dengan keras [Musik] Bukan Dewa pencurinya yang mencuri itu Anglingdarma yang dewan pancatnyana telah mengenakan pakaian gemerlapan serba Permata pilihan ia bersabuk senjata menggenggam tombak dan lembing yang telah siap menghadapi Anglingdarma Fatih kalau sendiri melihat pasukan Musuh telah menyerang raksasa dari Allah yang lain batik Um Andhika telah menembaki para raksasa Hai repotnya bagaikan gelombang laut batik Om Antika menghadap danurweda pemimpin perang sambil berkata Marilah Tuan kita berlari Bukankah yang kita hadapi semuanya raksasa Sakti hai danurweda lalu bersabda Hei kamu Janganlah seperti wanita Mengapa takut menghadapi raksasa bila takut dengan raksasa menyingkirlah Um Andhika danurweda tiada gentar menghadapi [Musik] Oh iya diserang raksasa wanita dan disapa dengan pedang ia sangat tangkas bagaikan kilat membalas dan memukul banyak raksasa yang tewas raksasa yang diserang semuanya terbunuh kulitnya tertoreh raksasa yang diserang dan wedang semua terbunuh danurweda ditusuk dengan keris sehingga terkenal Empang yang berlumuran darah tetapi tidak terluka ia tidak menginjak tanah Ia merekam sambil melompat sehingga beribu-ribu raksasa mati raja basunanda juga maju bersama tentara pilihan ketika berjumpa dengan danurweda beliau bersabda wahai Putera Raja Ayolah segera mundur kakekmu ada dibelakangmu bersama para menteri yang akan Club Anglingdarma dan sang Dyah belum muncul di medan perang mereka melarikan diri dari perkemahan pada malam hari itu Mereka menyamar sebagai Dewa dan memasuki perkemahan raksasa rupanya di Medan peperangan sang dia muncul dengan menunggangi gajah para pasukan menjaga sang Dyah dursilawati para prajurit sangat ketakutan lalu mereka berebut lari karena takut kusirnya pun lari sehingga sang dia terpenting sang dia pingsan tergeletak di bawah pohon asam [Musik] sementara itu batik matiin mulai masuk ke dalam gua batu karang dan jurang-jurang itu ditutupi batu putih besar batu besar itu di terjangnya sehingga pecah berhamburan Hai yang telah menemukan tubuhnya setelah itu batik madrim berjalan menuju negeri melawak siang malam Ia terus berjalan tiada berhenti di Medan laga parallax Esa yang masih bertahan hidup menyerang Aria Mangunjaya raksasa itu ingin membunuh Arya wijanarka akan tetapi justru area wijanarka yang mengamuk dan membunuh raksasa-raksasa itu kalasrenggi menyaksikan tentaranya yang terluka dan yang tewas Hai mayatnya bertumpuk-tumpuk batik madrim mendengar suara sorak-sorai bagaikan Rio ombak Samudra batik madrim berkata dalam hati Hai rupanya Ada perang lagi akan tetapi suara hatinya itu ditolaknya lagi pikiran dan hatinya ditentramkan lagi batik madrim ingin bangkit dan maju menyerang Hai langkahnya dipercepat agar segera tiba di Medan laga di Medan peperangan para raksasa dihadang dan diserang oleh Arya wijanarka mereka diinjak-injak dan ditampar Fatih kalau seunggi marah lalu memutar gada akan tetapi kalau srenggi malah ditikam dan ditusuk pada saat itu datang batik madrim mendekat kalau seunggi ditarik kebelakang oleh batik madrim dan disentakkan dadanya seketika itu pula kalau sendi mati area wijana retak senang bertemu dengan batik Madrid hari yang wijanarka bagaikan disiram air kehidupan hatinya sangat bahagia batik madrim bertanya kepada Arya wijanarka Siapakah Ra kisah itu bagaimana Awalnya dia menyerang kerajaan melawak area wijanarka menjawab bahwa raksasa itu dari negeri Simbar menyurat dia ingin merebut dia tursilawati batik madrim Oh pantas jika memang itu penyebabnya raksasa itu harus kita hancurkan ketika itu raja raksasa masih bersumber Sumbar dengan kerasnya Hai orang-orang malawapati rebutlah ngaku di medan perang mana rajamu raja Anglingdarma maju ke medan perang dengan menunggang kuda lanjaya KSA berteriak keras Hai easy apa yang datang raja atau Satria rupamu tampan tentulah Kamu yang melarikan permaisuriku Anglingdarma segera menjawabnya Akulah Angling Darma raja negeri malawapati aku yang mencuri istrimu Mayang Sari rebutlah aku sang raksasa Raja raksasa marah tak henti-hentinya dia mengutuk dia mengejar Anglingdarma sangat menakutkan amarahnya Raja raksasa mengeluarkan Wibawa Garuda yang besarnya menyampaikan Nung Anglingdarma disambar dan diserang tetapi tidak sampai hancur eh Anglingdarma balaslah aku dan adalah Kesaktianmu hadapilah aku Anglingdarma bersiap-siap membalas dengan arah jarak Sasak panah Pasupati dimantrai dan dilepaskan ke arah Raja raksasa mana mengenai kepala raksasa dan robohlah sang raksasa tentara Simbar manyura berhamburan setelah mengetahui rajanya tewas semua tentara raksasa menyerang tetapi tidak ada artinya semuanya tewas tidak tertinggal satupun alat Den Angling Kusuma Raden danurweda Arya wijanarka Mangunjaya dan batik madrim bersama-sama menunggang kuda meninggalkan Medan laga di malawapati Anglingdarma diceritakan telah beristri tiga orang yang berwujud manusia hanyalah dia tursilawati kedua istri ya lain berwujud raksasa yakni Dewi Mayangsari dan Ratna ambaran sang Dyah berputra Angling Kusuma dan Mayang Sari berputra danurweda sang Ratna putranya hilang di medan pertempuran ia menangis sambil menyebut-nyebut nama putranya Anglingdarma sangat plus kasihan melihat istrinya yang bersedih itu kemudian istrinya dirangkul nya dan dihiburnya Anglingdarma telah duduk di tahta kerajaan melawati hadap batik madrim [Musik] batik madrim menangis sambil mencium kaki Sang Raja dan memohon maaf Raja anglingdarmo mengampuni batik madrim meskipun batik Madrid banyak kesalahannya jangan lagi engkau menyakiti hatiku utan bertobat telah Madrid Raja Anglingdarma kembali berkuasa di mallawa para istri dan kedua putranya beserta bala tentara melengkapi kebahagiaannya semua orang bersenang-senang menyambut kedatangan sang raja mereka membasuh kaki Sang Raja dan ketika permaisurinya srinarendra menduduki Singgasana keemasan beliau diapit oleh tiga permaisurinya dan diiringi dayang-dayang di belakangnya rakyat berduyun-duyun ke istana raja menjamu rakyat dengan pesta semua punggawa berbondong-bondong membawa para istrinya semua orang terpesona melihat kedua Putra Raja itu memasuki istana sejak tewasnya Raja raksasa Angel Dharmais makin terkenal kesaktiannya kemasyhurannya bertambah-tambah di dunia beliau terkemuka semua raja tunduk kepadanya di dalam kesempatan yang baik itu raja Anglingdarma bersabda semua raja seberang telah tunduk padaku aku akan mengangkat Arya Mangunjaya menjadi Tumenggung yang menjadi Patih adalah Arya wijanarka kemudian Demang kalau saya yang telah mengasuh Putraku Angling Kusuma kuangkat menjadi Tumenggung demikianlah Anglingdarma memerintah Hai kebahagiaannya selalu pertama kita B yang terkejut ketika melihat rombongan yang datang ia mengira yang datang itu adalah musuh dari Simbar manyura di Pabean segera melaporkan hal itu kepada rajanya Hai akan tetapi sebelumnya kita Pian meminta pendapat kepada Madrid mengenai hal itu batik madrim tidak banyak berbicara beliau langsung menemui rombongan itu dan menanyakan Apa keperluan mereka datang ke melawak yang ditanya menjawab bahwa mereka datang dari Negeri Sukasari hendak mencari dewi Mayangsari yang kabarnya telah dipersunting oleh raja Angling Dharma Hai batik madrim segera menyampaikan kabar itu kepada rajanya yang datang itu adalah raja Sakti surah ayah dari Mayang Sari Sri padukan segera keluar dan secepatnya menghaturkan hormat kepada raja Sakti surat Raja itu sangat terpesona melihat ketampanan Anglingdarma rajasakti surat ternyata ayahanda Dewi Mayangsari beliau telah lama mencari putrinya yang hilang ketika diajak perang oleh suaminya yakni pancatnyana setelah mendengar bahwa putrinya telah dibawa ke malawapati Sakti surah ingin menjumpainya Brio sangat bahagia karena Mayang Sari telah dipersunting raja Anglingdarma ruang srimanganti dihias dengan perhiasan warna-warni semuanya akan pun tuk menyambut tamu agung hai ketika melihat ayahandanya Mayang Sari segera bersembah sujud memohon ampun ayahandanya terharu sambil membelai kepala Dewi Mayangsari Aduh anakku ayahmu bagaikan mimpi bertemu denganmu Engkau hilang di tengah malam tidak jelas Kemana perginya sekarang Ayah bahagia sekali melihat engkau masih hidup dan bersama raja Anglingdarma yang termasyhur Hai pengembaraan Angling Kusuma dan danurweda raja Anglingdarma telah lama bertahta di istana Setelah membersihkan rambut putihnya Anglingdarma segera mengumpulkan para grabat Keraton semua punggawa dan para bupati menghadap beliau beliau mengaku umumkan bahwa tahta kerajaan akan diserahkan kepada kedua putranya Hai Angling Kusuma dinobatkan menjadi raja dan adiknya Raden danurweda menjadi Patih yang sangat Setia tiga bulan sudah Baginda mengukuhkan kedua putranya keduanya tampan dan bijaksana kedua Putra itu telah menginjak dewasa tetapi belum mempunyai istri itulah yang merisaukan Baginda Raja Baginda Raja mengundang para raja Adipati menteri Satria prajurit dan Tumenggung Demang Arya rongga dan para kerabat sekali yang telah terpakai and kebesaran orang-orang tampak bersinar Mereka tiba-tiba takut melihat wajah sang raja matang sang raja bersinar merah Hai Baginda bersabda wahai kedua Putraku kalian sudah dewasa Sudah saatnya kalian untuk berumahtangga aku ini sudah tua jika tidak menuruti kehendak-ku berarti kalian menolak perintah kerajaan telah kupersiapkan dengan baik setelah engkau menggantikanku Aku ingin pergi bertapa di gym baygron kedua Putra itu menunduk tanpa mengucapkan kata-kata setelah sang raja berkata lagi barulah keduanya menjawab permintaan ayahandanya jika Paduka mengundurkan diri hamba bersedia menggantikan akan tetapi pada saat ini hamba belum bersedia karena belum mampu hamba masih muda dan hamba belum mampu mengatasi Hai jika hamba menjadi raja hamba khawatir rakyat akan terlantar karena hamba belum paham peraturan hati para menteri menjadi susah mereka berpikir dalam hati bahwa yang dikatakan kedua tuan muda itu benar sekali Adipati wijanarka berkata kepada raja muda para punggawa akan siap mendampingi jika tuan muda menjadi raja jika Musuh datang hamba akan menanggulangi dan berupaya menjaga Kesejahteraan Rakyat hati Sang Raja Anglingdarma menjadi gembira mendengar penuturan Adipati wijanarka beliau tersenyum kemudian Beliau berkata kepada kedua putranya silahkan kalian mencari istri masing-masing Hai Putri di Pulau Jawa ini cantik-cantik Putri di negeri seberang juga cantik-cantik semuanya merupakan gadis Mulia Carilah gadis dari mana saja Hai silahkan memilih gadis dari Ambon Sumbawa Makassar Bugis Ternate Banjarmasin Tatar palembang-bali Lampung atau Tulangbawang Raden danurweda berkata kepada sang raja sambil menyembah ambek tidak ingin mereka jika tidak dengan gadis mulia yang terkenal di seluruh dunia gadis yang hamba dambakan adalah yang seperti rembulan yang penuh perhiasan yang menyamai boneka cantik yang sedikit bersuara halus yang merupakan keturunan orang bijak yang cekatan dan terampil yang Paham agama engkau Pujangga and Jika ia tidak seperti demikian hambah tidak Suci mereka Baginda Raja terus ikutan masuk ke dalam istana beliau menyampaikan semua persyaratan yang diminta putranya kepada para permaisurinya permaisuri berusaha mengumkan persyaratan yang diminta kedua putranya itu banyak Putri datang dari berbagai negeri semuanya menunjukkan kebolehannya putri dari long piracy dari bocah pundak sategal Longplayer Dayak Zak Sam Lampung menurut dan Satria Thomas semuanya berkumpul di istana [Musik] putri lawak dari Tunjung Putri Wadar babalos ajur jam di Pura Nusa Barong #ratna lesanpura Madura dari kubina juga tidak ketinggalan memakai pakaian yang Mulia Mulia mereka memakai perhiasan Dai bertahtakan Permata seperti kilat menyambar mereka memakai Subang Permata Hijau semuanya indah-indah sinar hari yang terang menyinari busana yang gemerlapan keindahan itu tidak ada habisnya diceritakan permaisuri Raja berkata kepada para Gadis itu jangan kalian khawatir entah siapa saja yang dipilih Putraku setelah sampai di Bangsal yang luas kedua raja muda itu diapit oleh para istri Raja menyaksikan kebolehan para putri yang sedang mengadu nasib penuh sesak para putri pembesar di hadapan raja muda itu raja berkata kepada kedua putranya Silahkan pilih yang mana yang engkau suka kedua tuan muda itu segera menatap semua Putri yang berada dihadapannya tidak ada satupun yang disenangi raja muda itu menilai para Putri itu membawa cacat Hai banyak yang cantik tetapi kurang kuat yang kuat tetapi tidak menyenangkan yang menyenangkan tapi tidak langsing yang langsing tetapi kurang manis yang manis tetapi kurang sopan yang sopan tetapi kurang pandai yang berilmu tinggi tetapi kurang bijaksana yang bersih tetapi tidak teraut muka yang pantas yang bersemu tetapi kurang serasi yang serasi tetapi kurang hiasan yang terhias tetapi kurang pantas yang pantas tetapi kurang menarik hati yang menarik hati tetapi kurang sabar yang sabar tidak ada yang cantik yang berwajah cantik tidak lembut Hai piang lembut tetapi tidak terkendali itulah penilaian sang raja muda kemudian sang raja berkata lagi lalu Apanya yang engkau pilih kedua raja muda itu menjawab Tidak ada yang hamba pilih lebih baik hamba berpisah dengan Paduka daripada harus menikah dengan orang yang tidak hamba sukai Paduka Raja marah sambil mengeluarkan kata-kata umpatan raja muda itu diusir oleh ayahandanya sang Raden mudah diajak keluar oleh para permaisuri meregang dihibur oleh para punggawa sang raja segera mengungkapkan kepada seluruh punggawa bahwa siapapun dilarang menaruh belas kasihan terhadap kedua anak muda itu siapa saja yang berani melanggar aturan ku akan kubakar Maknya rakyat banyak yang menangis menyaksikan kedua tuan muda itu mereka berwajah pucat dan rambutnya kusut ketika hari siang rakyat banyak yang mengikuti perjalanan kedua anak muda itu semuanya menaruh belas kasihan akhirnya kerajaan menjadi goncang setelah berjalan agak jauh Angling Kusuma mengajak adiknya danurweda pergi meninggalkan negeri itu mereka akhirnya lolos pada malam hari mereka berjalan meninggalkan istana anjing anjing melolong mengerikan burung merak dikira lampu karena bulunya bersinar terang mereka seolah ditolong oleh dewan perbuatam kedua anak muda itu tidak ada yang mengetahuinya sinar bulan lembut menerangi perjalanan kedua anak muda itu Hai kepergian mereka seperti anak panah yang lepas mereka sampai ke luar kota mereka telah sampai di tepi Negeri melawan pada Pagi harinya kerajaan hiruk-pikuk putra baginda hilang Baginda Raja tercengang permaisuri tidak dapat berkata apa-apa keduanya kehilangan pikirannya 2000 tangis di istana para punggawa Ingin menyusul raja muda tetapi mereka ketakutan anak muda itu sampai di sebuah gunung sebelumnya mereka berhasil menerobos hutan lebat mereka tidak takut kegelapan jurang dan ngada dilalui dengan aman binatang-binatang seperti badak tabir ular catatan dan ular daun tidak ada yang memangsanya Hai binatang yang sedang berlari yang segera bersembunyi semuanya berebut kehidupan di Gunung itulah ketua Pemuda itu mulai melakukan Tapa tuan muda itu dikasih honey oleh Dewa mulia di melawan sedang ditimpa kesusahan ketentraman istana terganggu puncak gunung bergetar Guntur mengguruh terus-menerus menyambar bebatuan gempa bumi menggelegar dari puncak gunung para pendeta mengungsi keringat mereka bercucuran karena berlari-lari rumput-rumput kering jalan-jalan menjadi kuntu banyak gunung meletus air laut bergelombang Semua pejabat di melawan menderita kesusahan akan tetapi permaisuri Raja dikasihi oleh para dewa seperti kedua putranya bhagawan Santana Murti salah pendeta yang telah berhasil dalam bertanya beliau mempunyai pandangan yang tajam dan telah mencapai kesempurnaan polio berasrama di Gunung Arcamanik beliau sudah pantas disembah oleh semua manusia bertabah dan para biksu beliau mempunyai anak gadis dua orang yang sama-sama cantik yang tuang bernama Kusuma Slank karena Ratna Dan yang mudah bernama Trenggana sari pada suatu malam ketika bakawan sedang bersantap kedua anak gadisnya pergi dari asrama jaladri mereka berada di dalam lautan selama tiga tahun sekembalinya dari lautan mereka memperoleh kelebihan Hai banyak Satria yang jatuh cinta kepada kedua Gadis itu mereka memberanikan diri melamarnya namun para Satria itu ditolaknya Entah sudah berapa Satria yang ditolaknya si Jelita tetap tidak ingin menikah bakawan Arcamanik cemas hatinya Brio seperti ditampar mukanya salah seorang pelamar yang ditolak oleh gadis-gadis itu bernama Raja surawisesa karena ditolak Raja surawisesa marah lalu mengajak pendeta Arcamanik berperang desa di tepi gunung hiruk-pikuk dipenuhi pasukan seperti lautan Hai jalan-jalan yang hancur penuh tohonan roboh March dengan mereka berlari terbirit-birit semua pendeta mengungsi ada juga pendeta yang menghadap sang pendeta Agung Hai pendeta yang sedang duduk di hadapan para resi mereka berbincang-bincang sambil bergurau tiba-tiba datang abdipro yang bernama Putut Kartika Gang dan Putut cardisoma mereka bersama-sama melapor ke Hai pendeta Agung hamba melapor ada Musuh datang mereka bagai lautan mereka berasal dari negeri Parang gombal Cha mereka bertujuan merampas Putri Paduka setelah mendapat laporan bhagawan Santana Murti memerintah Kartika dan cardisoma untuk mengundang rakyat mereka berdua memukul genderang dan gendang Hai semuanya bertali yang hingar-bingar orang-orang Arcamanik serentak keluar meregang berkumpul membentuk pasukan lengkap dengan senjata bambu runcing dan perisai mereka memasang perangkap di tempat yang sulit dengan cara menyusun Pato mereka berjumlah 10.000 orang mereka berbaris menuruni puncak gunung semuanya maju perang pasukan garam gempar jadi bahan tiba terkejut melihat orang-orang turun dari puncak gunung pasukan Arcamanik menyerang pasukan barang gubarja dengan batu-batu dan Hai pasukan barang kumbar jadi hujan heb'atu bertubi-tubi prajurit banyak yang tewas mereka hancur ditimpa batu dan yang lain terlempar ke jurang pasukan Arcamanik dibawah pimpinan cardi raga dan kritis eomma mereka sangat senang menyandang senapan dan bendera mereka mengejar musuh ketika tiba di tempat mereka berbelok menuju ke Bali para punggawa melindungi sebelah kiri dan kanan para menteri dan prajurit menyerang dimuka orang-orang arcamani diserang pasukan Padang kubaca yang berjumlah 10 juta party raga dan cardisoma mengamuk mereka berkumpul dalam peperangan para Patih mengurung Karti ragam sebagai siasat perang pasukan musuh cardisoma tetap tidak bergeser setelah itu hanya payah para Patih menyiksanya [Musik] kedua butut itu merasa kesakitan mereka mengeluh lebih baik mati daripada disiksa orang-orang Arcamanik banyak yang sengsara Mereka banyak bersembunyi di uang dan di jurang kali suara pergumulan di Medan peperangan didengar oleh kedua tuan muda yang sedang bertapa Raden Angling Kusuma berkata kepada adiknya itu suara apa adikku sepertinya ada suara peperangan marilah kita cari mereka bergegas berjalan Mereka melihat orang terluka Raden Angling Kusuma bertanya kepada orang itu Bencana apa yang menimpamu Oh iya menjawab hamba adalah sisa yang mati hamba kalah berperang melawan orang Parang kumbar jadi sana di Gunung Arcamanik di Gunung Arcamanik itu bhagawan Santana Murti mempunyai dua Putri yang cantik-cantik Hai banyak orang yang ngelamarnya tetapi selalu ditolak Salah satu raja yang ditolak itu dari paranggo Barca orang-orang itu berkata tampak seperti ketakutan kemudian berkatalah sang tuan muda Aku bukan musuh kalian Janganlah salah paham sebelum mengetahui wajahnya Adan Angling Kusuma telah merasakan wajah Diah dari Arcamanik Angling Kusuma mengajak adiknya menolong orang-orang yang kalah tolong kita kesana mempertaruhkan jiwa banyak orang pertapaan yang melihat dua orang itu tetapi orang-orang itu diam saja yang lain mengira Dewa yang sedang turun kebumi wajahnya tampak muram berlaga seperti dua orang tahanan keduanya memberanikan diri Adipati barangku Barca Ki Patih tercengang lalu bertanya e-kamus tahanan darimana dan siapa namamu Wajahmu sangat tampan dan sangat pemberani Angling Kusuma mengaku berasal dari Desa gemulung Mega kedua tuan muda itu menanyakan sebab musabab sehingga terjadi perang Fatih itu bercerita bahwa penyebabnya adalah Putri Arcamanik yang tidak mau dilamar rajanya danurweda berkata lagi lah jamu itu yang salah di yang berniat jahat kepada wanita jika engkau belum mengenalku Aku putra malawang bernama Angling Kusuma dan danurweda aku berkelana mantan berperang menolong orang-orang yang tertimpa kesusahan parah batik parang Kumar jha Sam lalu mereka memanggil pasukannya yang diikuti oleh kedua raja muda itu kedua Putra Raja itu dikepung oleh pasukan penghalang keduanya berkata lantang minggirlah para Puput tahanan aku sendiri akan menghadapinya Karti raga dan cardisoma telah terlepas Jauh tali-tali kurungannya telah putus mereka melesat menaiki kuda para Patih menangis mereka Takut dimarahi oleh raja para ngumbar Jakarta keduanya telah teledor mencegah buku tahanan mereka amat marah dan geram mereka berbondong-bondong menyerang kedua tuan muda itu Hai ada yang menghunus pedang dan mengeroyok kedua tuan muda itu dalam peperangan itu banyak menteri tewas dan mahkota berserakan suara kereta roboh berbaur dengan rintihan orang yang terluka Hai semua terletak seperti pohon Pacing yang ditebas batih jenggot bahwa maju sambil berteriak Hei kocak hutan jiwamu terancam engkau pasti mati Angling Kusuma melompat melesat secepat pilot beliau menyedot dengan penuh keberanian sebentar kemudian Fatih terbunuh Hai aku adalah putra mallawa yang menantang perang Hei orang Um parja hadapilah aku rebutlah aku dengan seribu orang dari arah samping dan 10.000 orang dari muka [Musik] Hai adakah punggawa Um Barca yang pemberani kedua Pangeran gitu beres Sumbar Demang laga Nala maju ke Medan laga bersenjata kapak dan selidiki Raden danurweda menepis dengan tangan kirinya tangan kanannya telah di tindihnya Demang lakukan Allah tewas punggawa yang masih hidup berlarian bubar orang-orang Um Barca tidak ada yang berani maju prajurit dan Perwira mundur bagaikan jembatan diterjang banjir tiangnya roboh dan pilar-pilar nya berserakan akhirnya semua tentara takluk dan mereka menyembah kaki kedua tuan muda itu Dewa penolong berbisik kepada kedua anak muda itu teruskan baktimu setulus-tulusnya Budi Muhammad bijaksana dan wajahmu tampan begawang kardiaka dan Kaltim fatal nah sampai di tempat persembunyian kedua drybag kawan Arcamanik kedua Putri itu diajak mendaki gunung menghadap pendeta kedua Kudus dan kedua Putri pendeta itu Tengah sampai dipuncak Arcamanik mereka diterima oleh Pendeta Hai Mbak kawan berkata kepada kedua butut itu masih banyak musuh yang kita hadapi kita harus tetap waspada pasukan Arcamanik segera memukul kentongan Bende dan Perry mereka akan menghadapi musuh yang lainnya pasukan Parang Kumar jha mundur Entah berapa orang yang tewas gajah dan kuda seperti sampah Baginda surawisesa kesal melihat prajuritnya yang tewas beliau menuju peperangan dengan pasukan terpilih beliau bersumber Hei orang-orang yang berani ada bilang aku aku adalah raja dari para ngumbar janji yang bernama Raja surawisesa tidak Jaya dan berkuasa Hai dimana engkau bocah hutan sebentar saja engkau pasti hanguskan terkuno Angling Kusuma dan danurweda segera menyambut dengan bersumber gini aku menjadi musuh Paduka [Musik] Hai aku ingin mengabdi kepada kesatriaan aku menanggulangi perang Aku tidak mencari keuntungan lebih baik Paduka mundur atau Ambillah dulu panahmu Baginda perang lalu memutar gada yg Hai Raden Angling Kusuma dan danurweda sekolah dipukul Raden Angling Kusuma melesat seperti peluru sampai jatuh diatas batu tiba-tiba danurweda menyusul di belakangnya saat itu juga Raja perangkum Barca mengangkat dada tetapi tidak bisa membalas darahnya lenyap dan tiba-tiba raja itu jatuh tetapi tidak mati raja surawisesa Senang Hatinya karena tidak dibunuh oleh tua anak muda itu beliung akhirnya melepaskan jabatannya dan mengabdi kepada dua pemuda tersebut banyak orang mengira kedua Putra mudah itu perwujudan Dewa Wisnu Mereka tampan dan Sakti Hai pasukan Arcamanik akhirnya menang setelah dua orang sakti itu berhasil menanggulangi peperangan itu keduanya sangat pantas dengan kesaktiannya keduanya bagaikan perwujudan Dewa Wisnu pendeta Santana Murti ingin bertemu dengan kedua Putra muda itu aku ingin mengucapkan terima kasihku kepada kedua anak muda itu dan aku akan mempersembahkan kedua putriku kepada keduanya Aku akan segera mengundurkan diri perkataan bakawan Santana morte itu disambut para wiku dan para pendeta seluruh pasukan bergemuruh dan mereka bergembira kedua rajaputra itu berjalan terhuyung-huyung tubuhnya sangat letih [Musik] meregang sangat lelah karena baru saja berperang mereka berkata kepadaku out aku batalkan naik kepuncak gunung itu aku malu dikira mencari pujian dan meminta balasan meminta puji-pujian Baginda pendeta itu bukan cara seorang Satria meregang tidak bertujuan mencari pujian Mereka ingin melanjutkan perjalanan mereka akan mengejar cita-citanya yang jauh kedua Putra itu banyak dinasehati oleh para Putut akan tetapi mereka tidak mendengarkannya mereka tiba-tiba sudah sampai ke arah timur Gunung Batu di tengah hutan lebat kedua Putut itu mengejar sambil menangis Baginda pendeta tidak berada di pertapaan Brio sedang bersama di di puncak gunung para Indang mengetahui tempat sang Baginda berada Hai Baginda menginginkan agar mereka berdua itu muncul dihadapannya saat itu angin topan menghembus sangat kencang menerpa hutan gunung kedua pemuda itu dibangun tiba diterbangkan angin dan sampailah di hadapan Baginda pendeta keduanya terkejut lalu berkata Siapakah yang membawa aku kemari aku seperti bermimpi Hai mereka tertegun dan menatap vagina pendeta yang duduk menakutkan seperti Dewa dan pendeta itu berkata Tuan akhirnya Puan menyelamatkan kami aku akan membalas kebaikan buktimu dengan menghadiahkan kedua putriku kepadamu akhirnya pertapaan Arcamanik diserahkan kepada kedua raja muda itu mereka hidup bahagia didampingi oleh Kusuma shankara Ratna dan Anom senggang Hai Rahayu sagung Dumadi nuwun no one no one else
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kisah-legenda
Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?
Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho • Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518) • * Candi Sukuh • Suk...
-
Bertemu dengan leluhur yang sudah berada di alam kadewatan (alam roh) dalam tradisi spiritual Bali atau Jawa umumnya dilakukan melalui upac...
-
Pernah, nggak, kamu ngerasain atau mikir, gimana, ya, caranya supaya nggak merasa kesepian? Atau pernah nggak mikir, gimana cara ngatasi...
-
Serat Praniti Radya adalah karya sastra Jawa yang dibuat oleh Sri Aji Jayabaya , Raja Nuswantara yang terkenal sebagai Raja dari Kerajaan ...
No comments:
Post a Comment