Sunday, December 25, 2022

SEJARAH BATARA KALA MAKAN SUKERTA DAN SENGKALA

Kisah ini menceritakan batara kala mencari  mangsa berupa manusia yang tergolong sukerta dan   segala namun usahanya digagalkan Batara  Wisnu yang menyamar sebagai dalang kandang   

Mari kita simak ceritanya 

Di suatu hari di Kahyangan jonggring salaka  Batara Guru dihadapkan Taran arahnya dan   para dewa lainnya mereka membicarakan  perkembangan pulau Jawa yang saat ini   hanya memiliki dua orang penguasa saja  yaitu Batara Indra di Kahyangan Suralaya   dan Sri Maharaja Bali yang di kerajaan Medang si  Wanda Hai tidak lama kemudian datanglah Baruna   dewa penguasa lautan yang datang bersama  batarakala penguasa Pulau Nusakambangan Hai Batara Baruna melaporkan perbuatan kalau yang  terus-menerus memangsa ikan di laut seindah banyak   binatang air menjadi korban Hai Batara Baruna  meminta batarakala berhenti memangsa ikan karena   jika hal itu diteruskan maka jumlah ikan di lautan  akan habis lagipula batarakala terlahir dari guys   Samudra sehingga Tidak sepantasnya memangsa sesama  penghuni laut di atas laporan itu batarakala pun   memohon keadilan kepada Batara Guru untuk  diberikan jenis makanan lain karena jika   ia tidak boleh memangsa ikan lantas Bagaimana  caranya untuk mengisi perut dan merambat tenaga Hai Batara Guru pun memutuskan supaya batarakala  memaksa manusia saja yaitu mereka yang termasuk   golongan sukar tanam sengkala sukarta adalah  manusia yang kulit dimangsa karena kelahirannya   sedangkan segala adalah manusia yang  putih dimangsa kan masalah perbuatan   khai ataupun yang termasuk golongan sukarta  antara lain ontang-anting yaitu anak tunggal   tanpa saudara kedono kedini yaitu dua bersaudara  laki-laki perempuan Google ukur Lawang yaitu dua   bersaudara laki-laki kembang sepasang yaitu  dua bersaudara perempuan Gotong mayit yaitu   tiga bersaudara jenis kelamin sama Sendang  kapit Pancuran yaitu tidak bersaudara yang   perempuan di tengah Pancuran kapit Sendang  yaitu tiga bersaudara yang laki-laki di   Hai saramba yaitu empat bersaudara laki-laki semua  serimpi yaitu empat bersaudara perempuan semua   Pandawa yaitu lima bersaudara laki-laki semua  pandawi yaitu lima bersaudara perempuan semua Hai bilang yaitu lima bersaudara  dengan satu laki-laki Padangan   yaitu lima bersaudara dengan satu  perempuan wungkus yaitu anak yang   lahir dalam bungkus wungkul yaitu  anak yang lahir tanpa hari-hari Hai bebas hampir yaitu anak yang lahir berkabung  tali pusar tipe hunker yaitu anak yang lahir   tercekik tali pusat jempina yaitu anak yang  lahir sebelum waktunya Margono yaitu anak yang   lahir dalam perjalanan Wahono yaitu anak yang  lahir dalam keramaian hai hai Hai julungwangi   yaitu anak yang lahir saat matahari terbit julung  Sungsang yaitu anak yang lahir tengah hari Jung   saraf yaitu anak yang lahir saat matahari terbenam  julungpujud yaitu anak yang lahir petang hari   Hai siwah yaitu anak dengan keterbelakangan mental  Kresna yaitu anak yang lahir berkulit hitam Kelap   hai hai Hai bungle yaitu anak yang lahir  berkulit putih bule walikan yaitu anak   yang memiliki taring wungkuk yaitu anak yang  tunggung ya pungku lengkap yaitu anak yang   mendongak ke depan putun yaitu anak yang mendongak  kebelakang wujil yaitu anak yang terlahir kerdil   Hai kembar yaitu dua anak yang lahir sehari dengan  kelamin yang sama Dampit yaitu anak yang lahir   sehari dengan kelamin beda Gondang kasih yaitu tua  anak lahir sehari berkulit putih dan hitam Tawang   gantungan yaitu dua anak yang lahir beda hari  sukendra yaitu dua anak yang lahir terbungkus   Hai sementara itu yang dimaksud golongan sengkala  antara lain orang yang tidak menutup pintu dan   jendela pada saat senja orang yang tidur di depan  tanpa tikar orang yang tidur di kasur tanpa sprei   orang yang punya sumur tepat didepan rumah  orang yang punya sumur tepat dibelakang rumah   orang yang punya tanah pekarangan miring orang  yang menggulingkan dandang saat menanak nasi Hai orang yang melaut dandang ditunggu padahal  belum mencuci beras orang yang mematahkan cobek   orang yang tidak menyisakan beras dirubung  orang yang menyapu dimalam hari orang yang   melakukan seorang dengan kain yang dipakai  orang yang membuang sampah di kolong orang   yang sering telanjang orang yang berdiri di  depan pintu orang yang bergelantungan di pintu Hai orang yang sering tertopang dagu  orang yang sering berdiri dengan satu   kaki orang yang suka bersiul  orang yang suka menggigit kuku Hai orang yang memotong kuku pada malam  hari orang yang makan sambil berjalan   orang yang makan sambil tiduran orang yang  duduk diatas bantal terakhir orang yang   berjalan bertiga pada saat tengah hari tanpa  bercakap-cakap dan banyak lagi yang lainnya   Hai para kalah sangat senang mendengar betapa  banyak jenis manusia yang bisa dimangsanya itu   Batara Guru lalu menyerahkan sebuah pusaka  berwujud golok bernama bedama yang harus   digunakan batarakala untuk membunuh mangsanya  terlebih dahulu sebelum dimakan batarakala   menerima senjata itu kemudian mohon pamit  kembali ke pulau jawa untuk mencari mangsa   Hai setelah batarakala meninggalkan Kahyangan  Batara Narada pun mengajukan keberatan atas apa   yang menjadi keputusan Batara Guru tadi  jika semua orang dengan ketentuan suka   katakan segala tersebut dimangsa oleh  Batara Kala maka penduduk pulau Jawa   akan berkurang banyak bahkan seluruh  manusia di dunia juga akan ikut habis Hai Batara Guru mengatasi kekeliruannya Ia  pun memanggil para Wisnu dan bhatara Brahma   untuk bersama-sama Batara Guru menyadari  kekeliruannya Ia pun memanggil Batara Wisnu   dan bhatara Brahma untuk bersama-sama  Batara Narada merupakan Para manusia di   Pulau Jawa yang termasuk golongan sukerta  dan segala supaya terhindar dari ancaman Hai Batara Wisnu segera merubah wujudnya  menjadi seorang dalang ternama kita lakukan   dakwah nah sedangkan Batara Brahma  menjadi penabuh genderang wanita   bernama Nyai serunik dan Batara Narada menjadi  pelaku gendang bernama panjang kalung rukan Hai Batara Wisnu juga mengajak serta  adik-adiknya yang lahir dari para   pemerhati yaitu Batara Mahadewa Batara  Cakra dan Batara Asmara untuk menyamar   sebagai para penabuh gamelan bersama-sama  mereka lalu perangkap ke pulau jawab   Hai Sesampainya di Pulau Jawa batarakala merasa  lebih dan beristirahat dibawah pohon asam ketika   sedang tidur tiba-tiba kakinya digigit seekor  lipan seketika Ia pun terbangun namun tidak   marah melihat binatang itu bahkan menjadikannya  sebagai anak buah Oh iya lalu memberi nama baru   untuk lipan yaitu kalakang artinya kala yang  berwarna merah Hai batarakala melanjutkan tidur   tiba-tiba kakinya dicabik seekor ketunggeng  yang kemudian menyedihkan ekornya yang tajam   batarakala terbang namun tidak marah dan  menjadikan ketonggeng sebagai anak buah   Oh iya lalu memberi nama baru untuk ketonggeng  yaitu kalajengking artinya Kaulah Yang menungging   Hai para kalah memandang keatas dan tiba-tiba  melihat Batara Guru dan pagari Umar anti   mengendarai lembu Nandini sedang terbang  diangkasa untuk menunjukkan ada unfollow jawab   Hai kebetulan saat itu sedang tengah hari  dan mereka bertiga juga tidak bercakap-cakap   sehingga termasuk golongan sengkala maka Batara  Kala pun segera terbang Menghadang mereka bertiga   Halo pak Ntar aku heran mengapa  batarakala ingin memakan dirinya sendiri   Hai batarakala mengaku tidak peduli meskipun bakar  Aku adalah ayahnya yang telah saat ini sudah masuk   ke dalam golongan sengkala sehingga boleh dimangsa  Hai bakar Aku pasrah jika memang dirinya harus   dimangsa oleh anak sendiri namun sebelumnya ia  ingin bermain tebak-tebakan lebih dulu dengan Hai yang ia tanyakan adalah  makna kalimat of Eka Eka Eka   Wancak jenis Rocky trinabi  Sapta Tri sucahya astapada Hai batarakala tidak bisa menjawabnya Batara  Guru pun menjelaskan makna kalimat tersebut   secara panjang lebar yaitu satu ekor satu  tali hitung2 tanduk 31 7 mata dan delapan   kaki yang tidak lain adalah penggambaran  bataraguru batal Meranti dan lembu Nandini   Hai setelah menerima penjelasan tersebut  batarakala bersiap memangsa mereka bertiga   matang tetapi saat itu matahari sudah  agak condong ke barat sehingga Batara Guru   berkata bahwa dirinya bertiga sudah bukan lagi  golongan sengkala sehingga tidak boleh dimangsa Hai batarakala merasa kalah cekikikan  tertunduk malu pada saat itu nah Batara   Guru secara cepat menuliskan raja  pada dahi rongga mulut dada dan   punggung Batara Kala ia kemudian berpesan  bahwa barangsiapa bisa membaca tulisan   rajah tersebut maka Batara Kala harus  menghormatinya sebagai perwakilan para Hai para kalah mematuhi pesan tersebut dan  kemudian perangkap melanjutkan perjalanan   tersebutlah seorang pemuda bernama catat satu  semati yang merupakan anak tunggalnya itu prihatin   dari Desa Matang kawin pada suatu hari ia mandi di  Telaga Nirmala untuk menghilangkan nasib buruknya   tiba-tiba muncul Batara Kala hendak memangsanya  karena tahu kalau ia anak tunggal jagang catus   mati pun berlari sekencang-kencangnya dan  Batara Kala selalu mengejar kemanapun ia   pergi dalam pelariannya jaga catus mati banyak  melewati orang-orang segala antara lain ada   orang yang memasang atap rumah tapi pihaknya  belum dikuatkan ada orang yang merobohkan   dandang saat menengah Nazi ada pula orang yang  mematahkan cobek saus Pak menggiling kupu-kupu   Hai Batara Kala yang tetap mengejar cacat us  mati tidak memangsa orang-orang itu tetapi   mengutuk mereka akan kehilangan harta benda  dengan demikian menjadi mangsa batarakala   tidak berarti harus mati badan tetapi juga  bisa mati sandang pangan sampai akhirnya   iapun melihat ada sebuah pertunjukan wayang  di desa maka mampu yang dimainkan oleh di   dalam Anda Buana orang yang mengadakan hajatan  menanggap wayang tersebut bernama buyut wangkeng   yang ingin mendamaikan anak dan menantunya  yaitu Rocky pedang kulit ketua awalnya Roro   krimpen sejak menjadi pengantin tidak pernah mau  melayani suaminya bahkan sampai tinta bercerai   Hai puyuh wangkeng pun menasehatinya dengan  sabar sehingga Robinson akhirnya bersedia   melanjutkan rumah tangga dengan buyut Wow  asalkan sang ayah nanggap wayang untuknya hai maaf puyuh banteng kuno undang kita  langka Anda Buana untuk mendalang di rumahnya di Jakarta terus mati yang tiba di rumah unik  uang eh segera menyusupkan atas panggung wayang   dan berbaur dengan para penabuh gamelan Hai Batara  Kala yang datang menyusul menjadi bengong karena   tertarik Melihat pertunjukan wayang sehingga  lupa kepada buruannya sebaliknya para penonton   langsung ketakutan dan berlari lari ke segala  arah begitu melihat ada raksasa tinggi besar   tiba-tiba muncul diantara mereka Hai di dalam  kan dakwah aku menghentikan pentas dan menemui Hai para kalah meminta supaya pentas dilanjutkan  karena ia sudah terlanjur sukab Ayo kita lamganda   Buana bersedia melanjutkannya asalkan batarakala  membayar tebusan dengan cara menyerahkan senjata   pertama batarakala pun menyerahkan  senjata itu kepada Ki Dalang Anda Buana Hai tiba-tiba Batara Kala melihat Jakarta  terus mati ikut melabuhkan amalan dan iapun   menangkap pemuda itu untuk dimangsa akan tetapi  begitu teringat pada pesan Batara Guru ia segera   meminta kembali senjata pertama dari tangan  tidak langka ndak warna untuk menyembelih   Jaka jatus mati di dalam dan dakwah bersedia  menyerahkan bedama asalkan ditukar dengan   Jagat satu swati batarakala setuju dan ia pun  menyerahkan jaga tattoos mati dan menerima Oh begitu menerima bedama batarakala  baru ingat kalau Jakarta terus mati   sudah lepas dari tangannya Ia pun  meminta supaya pemuda itu diserahkan   kepadanya di dalam kan dakwah Naver setia  menyerahkannya asalkan ditukar dengan hai batarakal lalu menyerahkan pertama tersebut  dan ia pun menerima zakat chapus mati begitu   seterusnya Halo Pak arakawa semakin bingung ketika  ia lengah dan mulutnya ternganga tiba-tiba saja   tidak langkan dakwah membaca tulisan neraca di  rongga mulutnya juga raja-raja lainnya tidak   ini punggung dan dada serta Hai batarakala  heran ternyata orang yang dihadapinya ini   bisa membaca tulisan-tulisan tersebut Ayo kita  langka ndak warna juga menjelaskan nama-nama   racak tersebut yaitu pada dahi disebut sastra  cara Cavalli pada rongga mulut disebut sastra   ing telak pada dada disebut sastra pedati  dan pada punggung disebut sastra browsing   pikir seketika batarakala teringat bahwa jika  ada orang yang bisa membaca tulisan rajah   pada tubuhnya maka harus dihormati sebagai wakil  Batara Guru Oleh sebab itu batarakala lalu duduk   bersimpuh dihadapan kita langka ndak warna  dengan sikap pasrah dan lemas tak bertenaga Hai dijalankan dakwah menjelaskan bahwa  dirinya memang mendapat tugas untuk merawat   orang-orang yang termasuk golongan sukerta  dan segala mereka yang sudah diwaktu tidak   boleh dimangsa oleh Batara Kala batarakala  menyatakan patuh terhadap Ketentuan tersebut   Hai yang lalu mohon pamit  kembali ke Pulau Nusakambangan Hai setelah batarakala pergi ke dalam kan  dakwah dan para pengikutnya lalu mengadakan   upacara ruwatan terhadap orang-orang  yang termasuk golongan sukarta kan segala   Hai setelah meluap mereka Ia juga mengajarkan  mantra penolak gangguan jahat Batara Kala yang   berbentuk tembang terakhir Alita berbunyi yamaraja  jaramaya yamarani niramaya yashilla pa-pa razia   yang idora radomiak yang Indosat satu minyak yarda  Yudha dari Dayak yaxiya cha-cha ya siap ya sih ama   Maaf ya Selain itu ia juga mengajarkan lagu prata  sebanyak lima perkara kepada masyarakat Jawa untuk   menghindari ancaman batarakala yaitu kuasa menahan  makan dan minum berjaga tidak tidur sampai orang   lain tidur membisu mengurangi banyak bicara Hai  Wahdah mengurangi persetubuhan dengan cara 100   hari atau paling tidak empat puluh hari bersabar  mengurangi marak Hai setelah mengajak rekan itu   semua tidak langka ndak warna kembali ke wujud  Batara Wisnu dan kembali ke Kahyangan jonggring   salaka bersama para dewa lainnya untuk melaporkan  bahwa tugas setelah selesai dilaksanakan Hai Batara Guru menerima laporan tersebut dengan  senang hati dan berpesan agar Batara Wisnu tetap   waspada karena setiap saat batarakala bisa datang  kembali untuk membuat kekacauan di pulau Jawa

PRABU HIRANYAKASIPU VS NARASIMHA AWATARA

 Selamat malam selamat berjumpa kembali. kali  ini kita akan mengupas sejarah Prabu hiranyakasipu   seorang raja yang dalam mitologi kuno adalah  seorang bangsa Asyura dan juga Raja bangsa Dravida   adiknya hiranyaksa dibunuh  oleh waraha salah satu Awatara   Wisnu semenjak saat itu ia membenci  Dewa Wisnu dan seluruh pengikutnya dengan Tapa Brata nya Prabu hiranyakasipu  mendapat anugerah dari Batara Guru bahwa ia tidak bisa dibunuh oleh manusia binatang ataupun  Dewa ia tidak bisa dibunuh saat pagi siang dan   malam tak bisa dibunuh didarat laut api ataupun  udara. dia tak bisa dibunuh di dalam dan   di luar rumah dan tak bisa dibunuh oleh segala  senjata. Mungkin orang dulu menyebutnya dengan Rawa rontek Prabu hiranyakasipu memiliki seorang anak  yang bernama prahlada anaknya adalah seorang   pemuja Wisnu yang taat. Oleh karena  itu prahlada sangat dibenci ayahnya namun   meskipun berkali-kali berusaha dibunuh prahlada  selalu Selamat berkat kekuatan gaib dari Dewa Wisnu Prabu hiranyakasipu berhasil dibunuh  oleh Narasinga salah satu Awatara Wisnu yang   berwujud manusia berkepala singa yang memiliki  banyak tangan yang memegang senjata seperti dewa Ia dibunuh di atas pangkuannya dengan  merobek-robek perutnya menggunakan kuku   yang tajam pada saat Senja hari. Kisah ini  menceritakan tentang kelima Putra Batara   Guru yang menjadi raja di pulau Jawa dan  bertahtakan Lima pegunungan kisah dilanjutkan   dengan serangan Prabu hiranyakasipu  raja lengkapura leluhur Prabu Rahwana   juga dikisahkan perkawinan anak-anak Prabu  hiranyakasipu dengan anak-anak Batara Brahma   Pada suatu hari di Kahyangan Jongkring  salaka Batara Guru dihadapkan Narada dan para   dewa lainnya yang dibicarakan adalah rencana untuk  melanjutkan penyebaran agama Dewa dan pembangunan   di Pulau Jawa dengan mengirim ke lima Putra  yang lahir dari Batara umayi untuk menjadi raja   di sana. Mereka adalah Batara Sambu Batara  Brahma Batara Indra Batara Bayu dan Batara Wisnu   kelima Dewa pun meminta  restu kepada Batara Guru dan   Batara Narada kemudian mereka mohon  pamit berangkat menuju ke pulau Jawa Sesampainya di Pulau Jawa kelima Dewa  Putra Batara Guru pun mencari tempat yang   cocok untuk mendirikan kerajaan masing-masing. Mereka menelusuri Pulau Jawa yang membentang   panjang dari tanah Aceh sampai Tanah Bali dan  masing-masing akhirnya memilih pegunungan sebagai   ibukota kerajaan mereka. Batara Sambu turun  di Gunung Rajabasa di daerah Sumatera sebelah   selatan lalu mendirikan Kerajaan Medang Prawa di sana Ia memakai nama Sri Maharaja malwadewa   Batara Brahma Turun di Gunung Mahera di  daerah Banten lalu mendirikan Kerajaan Medang   gede disana ia memakai nama Sri Maharaja Sunda . Batara Wisnu turun di Gunung Gora didaerah   Tegal lalu mendirikan Kerajaan Medang kura  disana ia memakai nama Sri Maharaja Suman   Batara Indra turun di Gunung Mahameru  di daerah Jawa sebelah timur lalu mendirikan   Kerajaan Medang Gana disana ia memakai nama Sri  Maharaja Sakra. Batara Bayu turun di Gunung   Karang di daerah Bali lalu mendirikan Kerajaan  Medang Gora disana ia memakai nama Sri Maharaja  Bima kelima Maharaja tersebut memerintah  di wilayah masing-masing dengan derajat   yang setara. Tidak ada yang lebih unggul dan  tidak ada yang lebih rendah diantara mereka   Setahun kemudian datanglah tiga orang  resi penjelmaan Dewa ke pulau jawa untuk   membantu penyebaran agama. mereka adalah resi  atrakelassa resi drasta dan resi Kusamba   Adaupun Resi atrakelasa adalah  penjelmaan Batara Wanda Putra Batara Brahma   Setia Putra Sanghyang Pancaresi sedangkan Resi DRasta adalah penjelmaan Batara langsur Putra   Sanghyang Citra gotra Putra Sanghyang Pancar resi  dan resi Kusamba adalah penjelmaan Batara singa  jalma juga Putra Sanghyang citragatra. dua  tahun kemudian datang lagi empat orang resi ke   pulau Jawa mereka adalah Resi Prawa resi Boma resi bana dan resi kosara. Adapun Resi prawa adalah penjelmaan Batara kulika Putera  Batara sanggana atau cucu Sang Hyang hening   kemudian Resi Boma adalah penjelmaan Batara  suksena &r resi bana adalah penjelmaan Batara   shukrana keduanya adalah kakak-beradik Putra  Batara nihoya adik dari Batara sanggana. terakhir adalah resi KOSARA merupakan penjelmaan  Batara Gangga Putra batara hermaya adik dari   batara nihoya. tahun demi tahun berlalu ketujuh  Resi itu memiliki pengikut yang semakin banyak. Mereka kemudian berpencar untuk mengunjungi  kelima kerajaan yang dipimpin oleh lima dewa   dengan membawa pengikut masing-masing. resi  atra kelasa mengunjungi Kerajaan Medang prawa yang disambut dengan baik oleh Sri Maharaja  malwadewa dan diangkat sebagai Patih disana   Hai Rashid Rasta dan resi Kusamba mengunjungi  Kerajaan Medang GB mereka disambut dengan baik   oleh Sri Maharaja Sunda dan keduanya diangkat  sebagai Patih di sana resep Rawa mengunjungi   Kerajaan Medang karena yang disambut baik oleh  Sri Maharaja Sakra dan diangkat sebagai Patih   di sana dengan nama baru Fatih Resi kapila Resi  pomade dan resi panah mengunjungi Kerajaan Medang   korak mereka disambut baik oleh Sri Maharaja Bima  dan diangkat sebagai Patih di sana yang terakhir   adalah resiko Sara mengunjungi Kerajaan Medang  pura yang disambut baik oleh Sri Maharaja soo-man   dan diangkat sebagai Patih di sana tersebutlah  seorang raja raksasa bernama Prabu hiranyakasipu   dari kerajaan lengkap pura kerajaan lengkap  pura ini terletak Hai di Pulau Srilanka yaitu   bekas Kahyangan selokan di yang dulu ditempati  Sanghyang darmajaka Kakak Sanghyang wenang Pada   suatu hari Sang Hyang darmajaka memutuskan untuk  membangun tempat tinggal baru bernama tak yang and   Bima mayat sehingga Kahyangan selokan di menjadi  kosong tak berpenghuni akhirnya bekas Kahyangan   itu diambil alih oleh bangsa raksasa yang dipimpin  Ditya hiranyakasipu dan dibangun menjadi kerajaan   bernama lengkap orang itu langsung sebabnya  kerajaan lengkap kurang memiliki keindahan   luar biasa bagaikan Kayangan para dewa-dewa  Hai Prabu hiranyakasipu ini merupakan pemuja   Batara Guru yang setia dan pernah menjalankan  Tapa Brata sangat terang selama belasan tahun   Hai bataraguru berkenan menerima tapabrata  tersebut dan bersedia mengabulkan apa saja   permintaan Prabu hiranyakasipu kecuali jika ia  meminta kehidupan Abadi ternyata yang diminta   Prabu hiranyakasipu adalah ilmu kesaktian yaitu  tidak bisa dikalahkan oleh Dewa manusia raksasa   binatang jin-jin juga tubuhnya tidak bisa terkena  penyakit dan tidak bisa terluka oleh senjata jenis   apapun Batara Guru pun mengabulkan permintaan  tersebut setelah mendapat kesaktian yang   diinginkannya Prabu hiranyakasipu sangat berterima  kasih dan mohon pamit kembali ke kerajaan lengkap   Hai namun setelah mendapatkan kesaktian justru  sifat rapuh hiranyakasipu berubah menjadi Angkara   Murka Ia banyak menaklukkan kerajaan-kerajaan  lain di sekitar tanah Hindustan dengan dibantu   adiknya yang bernama Prabu hiranya Reka raja  kerajaan kasih Kurang sampai akhirnya mereka   mendengar di seberang timur terdapat sebuah  pulau yang sangat indah dan subur bernama pulau   Jawa yang dipimpin oleh lima raja bersaudara maka  berangkatlah kedua Raja raksasa itu menuju kesana   untuk menjadikan pulau tersebut sebagai daerah  jajahan Prabu hiranyakasipu menyerang Pulau Jawa   Hai Prabu hiranyakasipu dan berakhir Anyar Eka  mendarat di Pulau Jawa yang menjadi sasaran   pertama adalah kerajaan Medang perawat yang  terletak paling barat perang besar pun terjadi   Sri Maharaja marwadewa terdesak kalah dan  melarikan diri ke Tenggara untuk berlindung   di kerajaan Medang kiri Sri Maharaja Sunda di  kerajaan Medang gini menerima kedatangan Sri   Maharaja marwadewa dan ia merasa sangat khawatir  mendengar apa yang telah dialami kakaknya itu Ia   lalu mengundang ketika saudara yang lain supaya  datang dengan membawa bala tentara masing-masing   ia sangat yakin negerinya akan menjadi  sasaran Prabu hiranyakasipu yang berikutnya   Hai maka ia pun berniat menggabungkan kekuatan 5  kerajaan dengan berkumpul di Medang diri ketidak   Maharaja telah datang di kerajaan Medang fi'li  dengan membawa pasukan lengkap serta menunggang   kendaraan masing-masing Sri Maharaja zachem  datang dengan mengendarai gajah ra wata Sri   Maharaja Bima mengendarai gajah Sena sedangkan  Sri Maharaja cuman mengendarai Garuda birawan   sesuai bukaan Prabu hiranyakasipu dan Prabu  hiranya Reka pun datang menyerbu Kerajaan   Medang Dewi pertempuran kembali berlangsung  di Malang pasukan raksasa kerajaan lengkap   pura dan kasih pura menghadapi gabungan pasukan  jawata dari lima kerajaan kendaraan Sri Maharaja   cuman yang bernama Garuda by Hwang ikut maju  menerjang dan berhasil menewaskan Travel pancareka   Hai Prabu hiranyakasipu sangat marah melihat  adiknya tewas Ia pun mengamuk memukul mundur   pasukan jawata tidak ada seorangpun yang  mampu mengalahkannya juga tidak ada satu   senjata apapun yang dapat melukai kulitnya dalam  keadaan kawat tersebut Batara Narada datang dari   Kahyangan jonggring salaka menemui 5 Maharaja  untuk menceritakan riwayat Prabu hiranyakasipu   Oh begitu mengetahui kesaktian macam apa yang  dimiliki Prabu hiranyakasipu Sri Maharaja cuman   pun mendapat akal untuk mengalahkan raja raksasa  tersebut Ia lalu mengubah wujudnya menjadi manusia   berkepala singa dengan memakai nama Batara  narasinya maka terjadilah perang tanding   seru antara Prabu hiranyakasipu melawan Batara  Narasinga setelah bertarung cukup lama Prabu   hiranyakasipu akhirnya terluka parah dengan  perut robek terkena kuku-kuku tajam di kedua   tangan Batara Narasinga Hai Prabu hiranyakasipu  yang sekarat merasa heran mengapa Anugerah Batara   Guru tidak bisa melindungi dirinya dari serangan  lawan yang satu ini Batara Narasinga menjelaskan   bahwa dirinya adalah manusia berkepala hewan  sehingga tidak bisa disebut manusia juga tidak   bisa disebut binatang Ia juga tidak menggunakan  senjata untuk mengalahkan Prabu hiranyakasipu   tetapi menggunakan cakar untuk merobek perutnya  Hai Prabu hiranyakasipu akhirnya meninggal karena   luka-lukanya namun yang sempat bersumpah Bahwa  kelak ia akan menitis bersatu jiwa raga dengan   seorang keturunannya yang bernama Prabu Rahwana  untuk menyebarkan kejahatan dan Angkara Murka Prabu hiranyakasipu memiliki Putra berwujud  raksasa muda bernama Aditya Banjaran jadi berbeda   dengan sang ayah yang kejam dan Angkara Murka di  tiap Banjar Anjali bersifat lembut dan berbudi   luhur dengan sikap tulus ia menyerahkan diri  kepada lima Maharaja dan siap menerima hukuman   Sri Maharaja Sunda selaku tuan rumah menyerahkan  keputusan kepada Batara Narada singa karena dialah   yang berhasil mengalahkan Prabu hiranyakasipu Hai  fatara Narasinga kembali ke wujud Sri Maharaja   cuman kemudian mengamati Putra Prabu hiranyakasipu  tersebut Iya melihat Taqwa Dicky Avanza rancabali   benar-benar tulus dan tidak menyembunyikan maksud  jahat maka ia pun membebaskan raksasa mudah itu   dari segala hukuman dan mengizinkannya pulang ke  kerajaan lengkap pura Untuk menjadi raja di sana   Hai berita Bahwa Kerajaan Medang kiri mengalami  kerusakan parah setelah perang besar melawan Prabu   hiranyakasipu terdengar sampai ke tanah Hindustan  para Putra Batara Brahma pun berangkat menuju ke   pulau jawa untuk membantu sang ayah membangun  kembali Kerajaan Medang diri Hai karena Batara   Brahma telah menjelma menjadi manusia bergelar  Sri Maharaja Sunda maka putra-putranya pun ikut   menjelma sebagai manusia dengan berkelahi Raden  untuk yang laki-laki dan Dewi untuk yang perempuan   Hai inilah awal mula adanya Pangeran  berkelahi Raden sementara itu gelar   Dewi sudah lazim dipakai sejak zaman sebelumnya  para Putera Sri Maharaja Sunda tersebut adalah   Raden marji Brahma dan rajin Narada pragma yang  lahir dari tatarasa jika kemudian Raden Rahmat   masa Raden Brahmana Dewa Raden Brahmana kandang  dan Raden Brahmana resi yang lahir dari Batara   Saraswati dan selanjutnya adalah Raden Brahmana  Niskala Raden dah mana ditiasa Raden Brahmana   Yara Raden Brahmana niari Raden brahmantyo  di Raden brahman Yasa Raden brahmani asap   Hai Dewi Praha Minawati Dewi brahmani  Sri Dewi rahmaniati Dewi brahmani Uta   Dewi Tresna la dan dewytree sawati yang  kesemuanya lahir dari Batara rarasati Pada suatu hari Prabu Banjaransari yang telah  menjadi raja kerajaan lengkap pura datang kembali   ke Pulau Jawa dengan sikap persahabatan kali ini  Ia datang untuk mempersembahkan kedua adiknya   yang cantik kepada Sri Maharaja Sunda sebagai  permintaan maaf karena dulu ayahnya telah banyak   berbuat kerusakan di kerajaan Medang pilih Hai  kedua Putri itu bernama Dewi KCB dan Dewi tetapi Sri Maharaja Sunda heran mengapa Prabu  Banjaransari memiliki dua orang adik   berwujud manusia cantik sedangkan dia  berwujud raksasa Prabu Banjaransari   menjelaskan bahwa ibu mereka bukan  berasal dari bangsa raksasa melainkan   seorang manusia bernama Dewi hariti  Putri Prabu rasa dari kerajaan Bana Hai jika Prabu pancaran Callie berwujud raksasa  seperti sang ayah maka kedua adiknya berparas   cantik seperti sang ibu Hai Sri Maharaja Sunda  sangat berkenan menerima kedua Putri itu dan   berniat menjadikan mereka sebagai menantu  Agam tetapi terjadilah perselisihan diantara   para putranya yang memperebutkan kedua Putri  tersebut mereka yang perut adalah Raden marji   Brahma Raden maradap Rahma lahden prahmana sah  Raden Brahmana Dewa Raden Brahmana resi Raden   brahmani skala dan Raden Rahmat biasa Sri  Maharaja Sunda bingung menentukan pilihan   dan khawatir akan terjadi perkelahian diantara  para putranya itu pada saat itulah Sri Maharaja   cuman datang di kerajaan Medang Dede dengan  mengendarai Garuda birawan ia mengusulkan supaya   diadakan sayembara saja diantara para Putra yang  bersuci tersebut Sri Maharaja Sunda setuju dan   Hai bersama di memohon petunjuk yang Mahakuasa  tiba-tiba dari langit turun sebuah kitab gaib   yang jatuh ke tangan Sri Maharaja Sunda Sri  Maharaja Sunda pun mengumkan barangsiapa   bisa membaca dan menafsirkan isi kitab gaib  tersebut berhak menikahi delegasi HTI dan   Dewi tetapi ternyata yang mampu membacanya  hanyalah Raden Brahma nityasa namun Ia tidak   mampu menafsirkannya isi kitab tersebut berbunyi  dia hengdian dari act Raden brahman Iya sayang   tidak ikut memperebutkan kedua Putri mengajukan  diri untuk mencoba menterjemahkan kalimat gaib   tersebut menurut penafsirannya kalimat itu  mengandung makna kedua Putri dimiliki oleh   kelapangan hati Sri Maharaja Sunda sangat  berkenan terhadap penafsiran itu ia lantas   umumkan bahwa Dewi KCB akan dinikahkan dengan  Raden brahmani Tiasa sedangkan Dewi bis tapi   dengan Raden brahmani asap keputusan ini membuat  para Putra yang lain merasa kesal bercampur malu   Raden marici Brahma Raden Narada Brahma Raden  prognosa Raden Rahmat Dewa Raden prahmana resi dan   Raden brahmani skala memilih pergi meninggalkan  pulau Jawa dan kembali ke tanah Hindustan   Hai Sri Maharaja Suman kemudian menjelaskan  maksud kedatangannya di kerajaan Medang kini   adalah untuk menagih hadiah atas bantuannya  membunuh Prabu hiranyakasipu dan Prabu hiranya   Hai Adapun hadiah yang diminta Sri Maharaja  cuman adalah supaya Sri Maharaja Sunda menikahkan   seorang putrinya dengan Garuda briawan Sri  Maharaja Sunda agak bimbang jika putrinya   harus menikah dengan seekor burung Hal inilah  sudah dipertimbangkan oleh Sri Maharaja cuman   Hai makan sebelum berangkat ke Medan GB tadi Sri  Maharaja cuman sempat mengajarkan ilmu kesaktian   kepada Garuda priawan supaya bisa mengubah  wujud menjadi manusia setelah melihat Garuda   beri hewan berubah wujud menjadi laki-laki  tampan Sri Maharaja Sunda sangat berkenan dan   setuju menyerahkan Dewi dakman istri kepadanya  Hai slime itu Sri Maharaja Sunda juga senang   melihat ketulusan Prabu Banjaransari menyerahkan  kedua adiknya sebagai taliasih Sri Maharaja Sunda   pun menyerahkan Dewita Minawati sebagai istri  Prabu Banjaran kali maka diadakanlah pernikahan   antara empat pasang pengantin di kerajaan  Medang kiri tersebut mereka adalah Prabu   pancaran Jali dengan Dewi brahman diwati Garuda  briawan dengan Dewi brahman istri Raden brahmani   Tiasa dengan Dewi KCB serta Raden Rachman  Yasa dengan Dewi kostati Sampai jumpa Hi Ho

Sejarah Batara Guru menjadi Mahadewa

   Legenda Mahadewa 

Kisah ini menceritakan tentang Batara Guru yang menjelma sebagai seorang Pertapa bernama resi Mahadewa buda untuk mengajarkan agama dan tata cara kehidupan kepada para penduduk pulau Jawa.

Kemudian mendirikan Kerajaan Medang Kamulan dan menjadi raja bergelar Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha di Kahyangan Jonggring Saloka Batara Guru dihadapkan cara Narada dan para Putra yaitu Batara Sambu Batara Brahma Batara Indra Batara Bayu dan Batara Wisnu mereka membicarakan tentang orang-orang keling Benggala dan syam yang telah berkembang biak di Pulau Jawa selama 100 tahun 

pada mulanya mereka yang datang bersama ampuh sengkala masih tekun beribadah Sesuai ajaran agama Hai namun kini anak keturunan Mereka banyak yang tidak beriman dan hanya sibuk mencari makan atau berkembang biak saja tidak lama kemudian Sang Hyang pada wenang datang dari Kahyangan awal-awal Gumitir Hai pacar aku menghaturkan sembah dan menceritakan keadaan pulau Jawa yang penduduknya saat ini sudah jauh dari agama dan hidup seperti hewan saja Sanghyang pada pernah merasa sangat prihatin mendengarnya maka ia pun memerintahkan Batara Guru Supaya pergi ke pulau jawa untuk mengajarkan ilmu agama kepada para penduduk disana hai hai Hai Batara Guru mematuhi perintah tersebut dan menyerahkan kepemimpinan Kahyangan Cungkring Salahkah untuk sementara waktu kepada Batara Sambu dengan didampingi Batara Narada Noah para kru menjelma menjadi resi Mahadewa Hai sebelum berangkat ke pulau Jawa Bakara guru lebih uh berpamitan kepada sang istri yaitu Batari Uma Ranti Ia juga meninggalkan lebuh Andini di Kahyangan jonggring salaka untuk menemani bakar ra Umar [Musik] Hai setelah dirasa cukup Batara Guru lalu menjelma menjadi seorang resi dengan menyembunyikan segala bentuk Caca tubuhnya seperti berlengan empat bertaring berkaki pincang dan terlahir pelangi-pelangi Hai nama gelar yang ia pakai adalah resi Mahadewa Budha Hai Razi Mahadewa Buddha pun berangkat ke pulau Jawa dan Mulai mengajarkan agama Dewa parah penutup yang berusia tua menyambut gembira kedatangan sang resi karena mereka samar-samar masih teringat tentang agama yang pernah dianut para leluhur yang dulu datang ke pulau Jawa bersama empuk sengkala sementara itu para penduduk yang berusia muda pun belajar agama mulai dari awal tidak hanya itu selain bangsa manusia juga banyak pula jenis makhluk lain yang ikut pelajaran agama Dewa kepada resi Mahadewa muda mereka adalah kaum raksasa siluman bahkan segala jenis binatang pun banyak pula yang berguru kepadanya Hai Setelah berkelana menjelajahi pulau jawa untuk mengajarkan agama resi Mahadewa Buddha lalu membangun sebuah Padepokan di Gunung kamula sebagai tempat tinggalnya Hai dipakai program tersebut ia menerima murid dan pengikut yang semakin banyak jumlahnya dan juga beraneka ragam jenisnya Hai Arashi Mahadewa kuda mendirikan Kerajaan Medang Kamulan Hai setelah mengajarkan ilmu agama selama 40 tahun resi Mahadewa Buddha menerima kedatangan Batara Narada dari tanah instan Hai yang menyampaikan perintah sang yang pada benang supaya mengajarkan pula tata cara pemerintahan kepada masyarakat Jawa yang sudah semakin berkembang kehidupannya itu [Musik] maka Batara Guru pun mengubah Padepokan di Gunung kamolan menjadi sebuah pusat pemerintahan yang diberi nama kerajaan Medang Kamulan Ia menjadi raja di sana dengan bergelar Sri Paduka Raja Mahadewa Budha sedangkan Batara Narada menjadi menteri utama bergelar Pati Narada Hai kisah sensasi tunanetra memohon keadilan Hai Pada suatu hari Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha menerima kedatangan seorang penduduk bernama Sena yang menghadap memohon keadilan ia mengeluh mengapa Tuhan Yang Mahakuasa menciptakan dirinya tidak sempurna Yaitu menderita tuna netra sejak lahir sebagai Sukaraja Mahadewa kuda menasehati agar channel tidak mencela ciptaan Tuhan Hai namun Sena terus-menerus memohon supaya diberi mata yang lebar agar bisa melihat pemandangan dunia Hai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha pun mengabulkannya Sena berterimakasih dan meninggalkan pertemuan tidak lama kemudian Sena kembali lagi datang menghadap Sri Paduka Raja Mahadewa kuda dan mengeluh ternyata memiliki mata lebar tidaklah enak karena mudah kemasukan debu ia memohon agar diberi mata yang sempit saja Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha mengabulkannya Hai Sena pun boleh Terima kasih dan mohon pamit keluar ruangan Hai namun baru saja berada diluar istana Sena terjatuh karena matanya silau melihat halilintar menyambar di angkasa Ia pun kembali Menghadap dan memohon kepada Sri Paduka Raja Mahadewa kuda supaya makanya dikembalikan buta saja Sri Paduka Raja Mahadewa muda mengabulkannya dan memberikan nasehat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa telah menciptakan setiap makhluk hidup dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing [Musik] Hai apa yang sangat diinginkan oleh seseorang belum tentu menjadi sumber kebahagiaannya dan apa yang tidak disukai seseorang belum tentu menjadi sumber penderitaannya wuik aada bagian tubuh yang memiliki kekurangan tentu ada bagian tubuh lain yang memiliki kelebihan Hai Sena merenungkan nasehat tersebut dan ia pun mendapatkan pencerahan setelah meninggalkan istana Medang kamolan Ia banyak belajar ilmu pengobatan dan akhirnya menjadi seorang hukum yang memberikan pengobatan kepada masyarakat luas Sri Paduka Raja Mahadewa pudak memindahkan Medang Kamulan setelah lima tahun bertahta di Gunung Kamulan Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha teringat dulu ia pernah dikejar-kejar burung dara berpisah ciptaan Nabi Isa sehingga tindak ke pulau Jawa dan membangun sebuah Kahyangan baru di Gunung Mahendra Hai Kahyangan tersebut diberi nama kyangan Argo tumila dan kini menjadi tempat kosong Setelah lama ditinggalkan ia teringat pada kenangan tersebut Sri Paduka Raja Mahadewa kuda ingin sekali memindahkan pusat Kerajaan Medang kamolan dari gunung Kemulan ke gunung Mahendra tersebut Hai demikianlah Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha dengan dipangku batik naradha dan para menteri pun membangun kembali bekas Kayangan Argo dumilah di puncak gunung Mahendra menjadi sebuah istana yaitu pusat Kerajaan Medang kamolan yang baru istana yang baru ini tentu saja jauh lebih indah dan lebih megah daripada istana lama diumumkan bulan Hai Medang kamolan diserang kerajaan gua go bajra Pada suatu hari Sri Paduka Raja Mahadewa buka melihat cahaya Kemilau there arah laut selatan Hai Fatih Narada pun dikirim untuk pergi menyelidiki ternyata cahaya itu berasal dari seorang Pertapa raksasa bernama Begawan danau [Musik] hai ketika ditanya apa tujuannya bertanya ia menjawab ingin dijadikan Maha RSI bujangga Kerajaan Medang Kamulan [Musik] Hai Fatih naradha lalu membawanya pergi menemui Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha Sri Paduka Raja Mahadewa kita menerima Patih Narada yang datang membawa pegawai andanu Hai setelah memberikan beberapa ujian kecerdasan Sri Paduka Raja tertarik dan menyukai ilmu pengetahuan yang dimiliki Begawan Danu Hai maka Pertapa raksasa itu pun dikabulkan keinginannya yaitu diangkat menjadi Maha RSI bujangga Kerajaan Medang Kamulan Hai tidak lama kemudian tiba-tiba datang serangan dari kerajaan gua Go bajra yang dipimpin Raja raksasa bernama Prabu dan Oka anak bekawan Danu Hai rupanya telah terjadi salah paham dimana Prabu dan Oka mengira ayahnya ditangkap batik naradha untuk dimasukkan penjara karena senyum ketika pertempuran rame tersebut berlangsung bekawan Danu muncul dan langsung melerai setelah segala kesalah pahaman dijelaskan Prabu dan khas sangat malu dan memohon ampun kepada Sri Paduka Raja Mahadewa Budha [Musik] Hai Sri Paduka Raja Mahadewa kuda mendapatkan sepasang raksasa kembar Hai diantara pasukan Prabu kanuka ada dua orang raksasa kembar bernama Ditya cingkarabala dan di tiap balaupata yang menarik perhatian Sri Paduka Raja Mahadewa Budha Hai kedua raksasa kembar itu adalah putra Patih Copa tanah menteri utama pengikut Prabu dan Hai rupanya Sri Paduka Raja Mahadewa gudang sangat terkesan melihat kekuatan dan kesaktian sepasang raksasa kembar tersebut saat bertempur melawan pasukan nya tadi Ia pun meminta mereka supaya tetap tinggal di Gunung Mahendra sebagai penjaga pintu gerbang Kerajaan Medang Kamulan [Musik] Pati coba sana sangat senang dan mengizinkan jika kedua putranya diterima menjadi nabi seri Paduka Raja Mahadewa Slank Hai kedua raksasa Kembara itu pun menurut dan patuh terhadap perintah tersebut [Musik] Hai maka Sejak saat itu mereka pun menjadi sepasang Abdi penjaga pintu gerbang Kerajaan Medang Kamulan Hai Kerajaan Medang Kamulan kembar dua Sri Paduka Raja Mahadewa Budha di kerajaan Medang kamolan dihadap batik naradha serta para resi dan punggawa yang disebut kaum jawaban mereka membicarakan adanya berita bahwa bekas Kerajaan Medang kamolan yang lama di Gunung kamolan telah diduduki seorang raja dari tanah Hindustan bernama Prabu Sri Raja turunnya Hai tidak lama kemudian datang utusan Prabu Sri Raja purba yang bernama batikraja sabyam menyampaikan surat tantangan dari rajanya berangkatlah Hai surat tantangan itu menyebutkan bahwa apabila Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha kalah perang Hai maka Kerajaan Medang Kamulan di Gunung Mahendra harus diserahkan untuk menjadi satu dengan Medang kamolan di Gunung Kamulan Hai setelah menyampaikan surat tersebut Fatih race saatnya lalu mundur dan kembali ke perkemahan rajanya untuk menghadapi tantangan tersebut Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha segera memerintahkan Patih Narada mempersiapkan pasukan Jawa Tengah Gunung Mahendra [Musik] Hai setelah dirasa cukup pertemuan pun dibubarkan Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha mengalahkan Prabu Sri Raja Durga Hai pertempuran pun terjadi antara pasukan Medang kamolan gunung Mahendra melawan pasukan Medang kamolan gunung kamula Hai setelah kedua pihak kalah dan menang silih berganti akhirnya Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha turun Sendiri ke medan perang menghadapi Prabu Sri raja turda Hai terjadilah pertarungan sengit yang cukup lama dimana akhirnya Prabu Siraja Durga dapat diperlukan dan menyerah kalah-menang Hai ternyata Prabu Sri Raja Durga dan Patih Rajasa dia tidak lain adalah penjelmaan kedua istri pacar aku sendiri yaitu Batari Uma Ranti dan Batari Parwati Hai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha bertanya Mengapa mereka menyamar sebagai laki-laki dan menantang perang seperti ini Halo Pak Cariu Marathi menjawab bahwa dirinya telah dihasut oleh lembu Andini supaya memberontak kepada Sri Paduka Raja Mahadewa kuda Alliance Batara Guru yang kini bertahta di pulau Jawa Hai lampu Andini dikutuk menjadi pelangi Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha sebenarnya sudah lama curiga bahwa lembu Handini masih menyimpan dendam atas kekalahannya dulu dan selama ini terpaksa bersedia menjadi kendaraan baginya Hai Selain itu lampu Andini juga memendam perasaan kesal karena Batara Guru telah mengutuk Batari Uma you menjadi raksasa nah Itulah sebabnya dalam penjelmaan sebagai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha kali ini pacar aku sengaja tidak mengecat serta numbuh Andini tetapi meninggalkannya di Kahyangan jonggring salaka Hai pacar aku ingin melihat apakah tumbuhan ini akan terbongkar sifat aslinya atau tidak Hai ternyata kecurigaannya itu kini telah terbukti nyata [Musik] Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha kemudian mengerahkan Aji pameling membuat lembu Andini seketika hadir dihadapannya lembu Handini ketakutan dan serba salah melihat Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha telah mengetahui bahwa dirinya yang menghasut Batari Uma Ranti dan bakteri Parwati untuk melakukan pemberontakan namun bagaimanapun juga Ia harus rela menerima hukuman dari Sang Raja Dewa Hai meskipun lembu Handini mengakui kesalahannya namun Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha tetap tidak lupa atas semua jasa-jasanya Maka sebagai hukuman lembu Handini pun dipecat sebagai kendaraan dan dikutuk menjadi pelangi supaya tetap bisa bermanfaat bagi Kahyangan [Musik] Hai yaitu sebagai tangga tapi para Bidadari apabila turun ke bumi Hai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha kemudian mengampuni kesalahan bacaleg Meranti dan Batari Parwati serta menerima mereka sebagai permaisuri di Medang kamolan gunung Mahendra Batari Meranti lalu diberi nama gelar menjadi dewi Maheswari sedangkan bakteri Parwati menjadi dewi sate Hai Sri Paduka Raja Mahadewa buka menaklukkan lembu Anda nah Hai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha memerintahkan para Jawa tahu untuk mencari sapi yang mirip dengan lembu Andini sebagai kendaraan pengganti [Musik] sepasang raksasa penjaga gerbang yaitu Batara cingkarabala dan Batara balaupata melaporkan bahwa mereka memiliki saudara tiri berwujud sapi jantan bernama lembu Andana yang juga satu seperti lembu Andini Hai lembuan dana tersebut adalah putra Aditya Koba tanah yang lahir dari Dewi sungkawa sedangkan Batara cingkarabala dan Batara balaupata lahir dari Dewi ama Tri Hai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha lalu mengirim pasukan Medang kamolan untuk menjemput lepuhan dana yang saat ini sedang bertapa ke gunung kamput Hai begitu mengetahui dirinya akan dijadikan sebagai kendaraan lampu antara Pun bangun dari tabel dan mengamuk menghadapi para prajurit Jawa tersebut di dalam waktu singkat pasukanmu tank kamolan dibuat kocar-kacir dan berlarian kembali ke gunung Mahendra Hai setelah menerima laporan Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha memutuskan berangkat sendiri ke gunung kampuh untuk menangkap lembu Anda nah Hai maka terjadilah pertarungan sengit antara mereka berdua [Musik] setelah bertempur cukup lama lembu Handana akhirnya menyerah kalah dan tumbuh menjadi kendaraan Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha melihat wujud lepuhan dana sangat mirip dengan lembu Handini hanya berbeda jenis kelamin saja Hai jika lembu Andini berkelamin betina maka lembu Anda mah berkelamin jantan Kai Oleh karena itu lampu Handana pun diganti namanya menjadi lembu Handini dan sejak itu resmi menjadi kendaraan Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha jika kelak kembali ke Kahyangan kalau Hai Sri Paduka Raja Mahadewa budak memaksakan Hai pada suatu malam Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha bermimpi menemukan sebongkah permata di puncak gunung Mahendra [Musik] Hai dan esok harinya ternyata ia benar-benar menemukan Permata tersebut maka ia lalu mengumkan barangsiapa mimpi melakukan sesuatu maka esok harinya harus mewujudkan mimpi tersebut Hai misalnya jika ada orang yang bermimpi mandi maka esoknya ia harus mandi seperti bada Mimpi Nah itu Hai peraturan perundang membuat rakyat menjadi gembira sekaligus resah [Musik] Hai mereka yang perminggu bagus tentu akan merasa senang sedangkan yang bermimpi buruk pasti akan merasa susah [Musik] misalnya ada Kijang bermimpi dimangsa harimau maka esok harinya ia harus merelakan diri untuk diterkam harimau namun Sri Paduka Raja Mahadewa kuda ternyata melakukan perbuatan tidak adil Hai Pada suatu hari ada seorang raksasa bernama Ditya admira yang memiliki anak perempuan bernama Ken Hai mereka menghadap ke matang Kamulan karena Ken Waptrick semalam bermimpi menjadi istri Sri Paduka Raja Mahadewa Budha Hai Sri Paduka Raja Mahadewa kuda bersedia melaksanakan mimpi tersebut Hai namun Ia juga mengaku telah bermimpi hanya sebentar saja menjadi suami Ken Waptrick Karena untuk selanjutnya Ken Latri menjadi istri Batara cingkarabala Hai mau tidak mau Ditya Amira dan Ken Waptrick pun melaksanakan keputusan tersebut maka dilaksanakanlah pernikahan antara Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha dengan Ken Waptrick yang kemudian disusul dengan pernikahan Ken Waptrick dengan Batara cingkarabala saat itu juga [Musik] Sri Paduka Raja Mahadewa kuda kembali menjadi Batara Guru tersebut Langsa ekor bunglon bijaksana yang merasa prihatin mendengar keluh-kesah penduduk Medang kamolan yang terdiri dari berbagai jenis makhluk hidup itu Hai para penduduk manusia raksasa gandarwa siluman dan binatang banyak yang kecewa terhadap kewajiban melaksanakan mimpi yang telah ditetapkan Sri Paduka Raja Mahadewa Budha [Musik] Hai Si Bunglon dapat merasakan bahwa kebijaksanaan Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha jauh menurun setelah kedatangan Dewi Maheswari dan devisa hai sang raja yang lama tidak berjumpa kedua istrinya itu Kini lebih banyak bersenang-senang untuk memuaskan keinginan sehingga tidak lagi memimpin Kerajaan Medang Kamulan dengan baik maka setelah memperlakukan tekad Si Bunglon memberanikan diri datang ke gunung Mahendra menghadap Sri Paduka Raja Mahadewa Oh iya Menyampaikan keluhan para penduduk bahwa kewajiban melaksanakan mimpi adalah keputusan yang Sangat memberatkan dan tidak masuk akal Hai bagaimanapun juga Tidak semua mimpi adalah petunjuk Tuhan bahkan banyak diantaranya hanyalah Bunga Tidur pelaka [Musik] Hai Sri Paduka Raja Mahadewa Buddha merasa sangat malu melihat ada seekor bunglon telah menegur kebijaksanaannya yang dirasa memang tidak masuk akal Hai maka ia pun memutuskan kembali menjadi Batara Guru dan pergi meninggalkan pulau Jawa Batara Narada battery Umar anti-bakteri Parwati Batara cingkarabala batara balaupata dan para jawata lainnya juga ikut serta meninggalkan kerajaan Medang Kamulan sehingga gunung Mahendra menjadi spiso ketika 25 Dewa bersiap melanjutkan tugas bataraguru Batara Guru dan rombongannya telah kembali ke Kahyangan Cungkring Salahkah di tanah Hindustan tidak lama kemudian sang yang pada wenang datang dan menegur kegagalan Batara Guru dalam memakmurkan pulau Jawa karena terlena oleh peraturan melaksanakan mimpi yang tidak masuk akal [Musik] bataraguru mohon ampun dan berniat memerintahkan kelima putranya untuk melanjutkan tugas memakmurkan pulau Jawa tersebut Hai setelah sangat yang pada warna menerima usulan itu pacarnya guru pun memerintahkan Batara Sambu Basara Brahma Batara Indra Batara Bayu dan Batara Wisnu supaya mempersiapkan diri menjadi 5 raja yang mengatur Pulau Jawa Hai kelima Dewa itu menyatakan bersedia dan berjanji melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya Hai rahayu's Agung tuh mati nuhun nuhun nuhun hai hai hai hai Hi Ho

Sejarah Batara Siwa

 Hai Pada kesempatan kali ini kita akan  menceritakan tentang bhatara Siwa yang   menjadi raja di Kerajaan Medang jiwanda  yang bergelar Sri Maharaja baliak Hai dimana   kebijakannya telah berhasil membuat keempat  Maharaja lainnya Merasa tersaingi dan kembali   menjadi dewa kecuali Sri Maharaja Surabaya yang  tetap bertahan dan kemudian membangun Kahyangan   Suralaya sebagai cabang Kayangan combring  Salahkah aku Hai Mari kita simak ceritanya Pada suatu hari Sri Maharaja Prajapati  di perancangan mengganti dihadapkan dua   batiknya yaitu Rashid Rasta dan  bersyukur Samba mereka sedang   membicarakan permasalahan para penduduk  yang terdiri dari bangsa manusia dan raksasa tiba-tiba datang seorang manusia bernama  Adri k yang menghadap untuk memohon keadilan   Hai Nafi kamu ceritakan bahwa istrinya telah  tewas dimangsa raksasa Akan tetapi karena ia   tidak mengetahui Siapa nama raksasa gitu  sehingga Sri Maharaja Prajapati mengaku   kesulitan untuk memutuskan perkara  Hai Sri Maharaja Prajapati hanya   bisa memberikan saran supaya nutrica  mereka lagi dengan perempuan lain Afrika sangat kecewa terhadap keputusan Sri  Maharaja Prajapati tersebut Oh iya lalu pergi ke   gunung Mahendra untuk memohon keadilan kepada Sri  Maharaja baliak pemimpin Kerajaan Medang jiwanda Hai Sri Maharaja bahagia sangat prihatin  mendengar kisah natika ia memberikan daun   rontal yang sudah ditulisi mantra  al-azhar sekali untuk membunuh kaum   raksasa nantikan sangat berterima kasih dan  segera membawa pulang kau Murottal tersebut Sesampainya di kerajaan Medang Kitty Navy  kaum menaruh daun rontal itu di jalanan   dan mengintip dari tempat persembunyian  Hai pada seorang raksasa bernama Ditya   selengkap Pak sedang mencari mangsa tanpa  sadar melangkahi daun rontal tersebut Hai seketika raksasa itu menjadi lemas dan  kemudian roboh di tanah kehilangan nyawa nafikan sangat gembira 6 sekaligus ketakutan  karena khawatir Polsek saja yang lain akan   mengejarnya untuk membalas dendam berpikir  demikian natika meninggalkan kerajaan Medang   kiri untuk kemudian mengabdi kepada Sri  Maharaja Balinya di kerajaan Medang si Wanda   Hai kemudian ada kisah lagi  pada suatu hari ada seekor   induk banteng yang kehilangan  anak karena dimangsa harimau iya datang ke Kerajaan Medang  orang menghadap Sri Maharaja   mereka Pati untuk meminta keadilan namun  Sri Maharaja margapati justru memutuskan   supaya si induk paten membalas  dengan cara memaksa anak harimau A1000 partai merasa kecewa  kemudian pergi menghadap   Sri Maharaja Bali yang di kerajaan Medang jiwanda seemaraja Bali yang sangat prihatin dalam  memberikan kekuatan pada tanduk banteng sehingga   bisa lebih keras dan punching untuk bisa digunakan  sebagai senjata melawan harimau sindupaten   sangat berterima kasih dan mohon pamit kembali ke  Kerajaan Medang corak makan Sejak saat itu partai   memiliki kemampuan untuk menghadapi serangan  Harimau dengan menggunakan kedua tanduknya   Hai ada lagi bisa Sri Maharaja maspati  di kerajaan Medang pura dihadapi memimpin   ikan karena banyak rakyatnya yang  mati dimangsa banget Sri Maharaja   Ahmad Fathi mengaku tidak bisa memberikan  pengadilan karena kamu tersebut binatang   terbang yang tumbuh kepada Sri Maharaja  kagak pabrik di kerajaan Medang rawa Hai Jeju pemimpin kita merasa kecewa dan pergi  menghadap Sri Maharaja Bali yang di kerajaan   Medang si Wanda untuk memohon keadilan Sri  Maharaja balya merasa prihatin dan memberikan   minyak saat di kepada si pemimpin ikan yang bisa  digunakan untuk menghindari serangan bau-bau Hai   si pemimpin hitam berterima kasih dan obat ketika  penyakit itu kepada rakyatnya 6 karena jumlahnya   terbatas maka ada ikan yang mendapatkan minyak  Ada pula yang tidak kebagian ikan yang mendapatkan   minyak menjadi licin tubuhnya sehingga bisa  berenang lebih Persib dan sulit ditangkap bangau Hai Sri Maharaja maspati sangat  malu mendengar Sri Maharaja   baliak ternyata memiliki kebijaksanaan  melebihi dirinya Ia pun meninggalkan   kerajaan Medang Putra dan kembali ke  tanah Hindustan sebagai Batara Wisnu Hai Sri Maharaja Prajapati di kerajaan Medang  pilih Yap mendengar berita ini segera menjadikan   kerajaan megah bukan sebagai negara bawahan dengan  menempatkan resi Drona sedang sebagai wakil disana   di laut er chitrahasta merasa tidak mampu  mengemban kewajiban sehingga ia kembali menjadi   Batara langsung dan pulang ke tanah Hindustan  mendengar itu Sri Maharaja Prajapati lalu   mengirim harus itu Sahabat Untuk mewakilinya  sebagai raja bawahan di kerajaan Medang   Hai Sri Maharaja Kaka Pati Sri Maharaja  Prajapati dan Sri Maharaja mereka babi   semakin hari semakin kehilangan di bawah karena  rakyatnya banyak yang Meminta perlindungan kepada   Sri Maharaja Ball yang kemudian menjadi  penduduk Kerajaan Medang si Wanda bulat   para penduduk itu juga oleh pasukan agama  mereka masing-masing untuk kemudian memeluk   agama yang diajarkan Sri Maharaja baliak yang  disebut agama Siwa semakin hari Jumlah pemeluk   agama Siwa semakin bertambah banyak dan  mengalahkan jumlah pemeluk agama lainnya Hai akhirnya ketika Maharaja tersebut tidak What  lagi menahan rasa malu Mereka pun memutuskan untuk   kembali ke tanah Hindustan Ki Hai yaitu  Sri Maharaja rake hati kembali menjadi   para sapu Sri Maharaja Prajapati kembali  menjadi Batara Brahma dan Sri Maharaja   mereka Pati kembali menjadi Batara Bayu Hai  sementara itu Sri Maharaja Surapati menjadi   satu-satunya raja yang hidup tenang tanpa Merasa  tersaingi oleh Wibawa Sri Maharaja Ball yang Hai hal itu karena rakyat kerajaan Medang  kan adalah kaum resi dan jawaban yang sudah   tidak tertarik keinginan duniawi sehingga  jarang terjadi perselisihan diantara mereka di tengah demikian di tanah Jawa kini  hanya Tertinggal dua orang Maharaja   saja yaitu Sri Maharaja baliak yang memimpin  Kerajaan Medang Jiwang dari gunung Mahendra   serta Sri Maharaja Surapati yang memimpin  Kerajaan Medang kanal di Gunung Mahameru selain mereka juga agak resi Kusamba yang menjadi  raja bawahan di kerajaan Medang pura di gunung Hai akhirnya Sri Maharaja Suropati di kerajaan  Medang karena menerima kedatangan Batara Narada   dan Batara wrahaspati Hai kedua Dewa itupun  talca menyampaikan perintah Batara Guru supaya   Sri Maharaja Surapati mendirikan Kahyangan di  Gunung Mahameru sebagai perwakilan Kahyangan   jonggring salaka di Gunung kailasa  Hal ini dikarenakan banyak penduduk   tanah Jawa yang tekun beribadah memeluk  agama Dewa dan mengurangi keterikatan   duniawi sehingga mereka pantat diangkat  menjadi dewa dan tinggal di Kahyangan Hai Sri Maharaja sulawati partai Makasih  telah mendapatkan kepercayaan dari Batara   Guru Ia pun kembali memakai nama Batara  Indra yang juga bergelar Batara Surapati Hai dengan dipatupa cara lada dan para oleh  hashparty Ia lalu membangun kerajaan Medang   Kara menjadi Sama persis dengan karyawan jonggring  salaka dan diberi nama Kahyangan Suralaya rumah   Hai setelah tidak saja cukup Batara Narada  pun pamit meninggalkan Kahyangan Suralaya   sedangkan Batara wrahaspati tetap  tinggal disana jika Batara Indra   jadi Batara Guru maka Batara wrahaspati  menjadi wakil para Narada di tanah Jawa

Legenda Batari Pratiwi penguasa Eka Pratala

 Hai selamat malam selamat berjumpa kembali dengan kami pada kesempatan kali ini kita akan mengupas sejarah tentang bakteri Pratiwi atau Dewi Sri Mari kita simak bersama ceritanya Batari Pratiwi adalah Dewi yang menguasai bumi lapis pertama bumi lapis pertama sering disebut e-card ratala Eka berarti satu dan pratala berarti bumi bathari pretiwi merupakan Putri Sang Hyang nagaraja dengan bhatari Dewi bumi lapis kedua disebut wickrath telah dikuasai oleh pacar aku Vika bumi lapis ketiga yang disebut Tri bantala menjadi tempatnya Batara ganggang mbok Hai bumi lapis keempat atau caturpratama dikuasai oleh Batara syndulla dan bumi lapis kelima disebut Panca pratala dikuasai oleh batara karang bawang selanjutnya bumi lapis keenam adalah Kahyangan batal Malay Gem dan saptapratala atau Bumi lapis ke tujuh adalah kyangan Batara antaboga fakta lewisburg datang ke Kayangan Eka pratala untuk melamar battery Pratiwi Batara Wisnu ingin meminta bathari pretiwi agar mau menjadi permaisurinya Hai hal itu dimanfaatkan bathari pretiwi untuk mewujudkan keinginannya memiliki kembangwijayakusuma kepada Batara Wisnu bathari pretiwi mengungkapkan kesanggupannya menjadi istri Batara Wisnu asalkan ia bisa menyediakan kembangwijayakusuma sebagai mas kawin Batara Wisnu pun menyanggupi permintaan Dewi pradewi dari pernikahan tersebut mereka memiliki dua orang Putra kembar yaitu sutedja atau Prabu bomanarakasura dan Siti Sundari menjadi istri Arjuna yang melahirkan Abimanyu Hai kisah ini menceritakan Peperangan antara Sri Maharaja Sakra melawan Raja raksasa teratur dan lengkap yang dilanjutkan dengan perkawinan Sri Maharaja sumandan empat hari Pratiwi setelah itu terjadilah perselisihan diantara kelima Maharaja yang kemudian ditengahi oleh 10 Brahmana penjelmaan Putra Putra Batara Ismaya yang dipimpin Brahmana palikab atau bhatara Siwa di kerajaanku aku bajra raja raksasa Prabu Dasamuka dihadap Patih diswa raja dan para menteri serta putranya yang bernama Ditya ganpati Ji Hai mereka mendengar berita bahwa lima Maha raja yang berkuasa di Pulau Jawa Baru saja menumpas Prabu hiranyakasipu dari kerajaan lengkap pura dan Sejak saat itu mereka menjadi sangat benci terhadap kaum raksasa kami Halo Pak Gang kelima Maharaja itu juga telah memerintahkan pembantaian terhadap kaum raksasa yang dianggap sebagai makhluk tidak berguna Hai Prabu dangkal sangat murka dan menuduh kelima Maharaja telah berdua tidak adil karena pada zaman Sri Baduga Maharaja Dewa Muda dulu semua jenis makhluk hidup dilindungi tanpa pilih kasih Hai maka Prabu dan kabul memerintahkan Patih visual hajatan ditiadakan upati mempersiapkan pasukanku aku bajra untuk menyerang kelima Maharaja tersebut sasaran pertama Prabu dan muka adalah kerajaan Medang kanan di Gunung Mahameru Sri Maharaja sakral menjelaskan bahwa berita pembantaian kaum raksasa yang didengar para Bukankah itu tidak benar bahkan Sri Maharaja Sunda dari Kerajaan Medang pilih telah mengambil Prabu Banjaransari sebagai menantu Hai Namun demikian Prabu dan K tidak percaya dan tetap menggempur Kerajaan Medang karena perang besar pun terjadi di Hai karena pihak raksasa lebih uang dan persiapannya lebih matang Sri Maharaja sakral dan Pati hal jika bila akhirnya melarikan diri setelah bertempur sekuat tenaga melawan musuh bangsa raksasa yang Hai Sri Maharaja sakral dan Patih resi kapila dalam pelarian ke arah barat bertemu pasukan Wanara yaitu sebangsa kera yang memiliki kecerdasan seperti manusia dan biasa hidup di hutan pegunungan tanah Hindustan Hai pemimpin pasukan Wanara itu bernama Katie malawapati yang ternyata adalah sahabat baik Fatih resi kapila saat masih menjadi Batara Gangga dulu tapi malawapati dan pasukannya sengaja datang dari tanah Hindustan ke pulau Jawa adalah untuk menyusul sahabatnya itu dan ingin ikut serta mengabdi kepada Sri Maharaja Sakra Sri Maharaja sakral sangat gembira mendapatkan balapan Tuan Ia menceritakan bahwa saat ini Kerajaan Medang karena telah direbut musuh dari Kerajaan Gowa aku bajra yang dipimpin Prabu dan Hai Kabhi malawapati segera mohon pamit untuk kemudian perangkat menyerang para raksasa tersebut Sesampainya di kerajaan Medang karena pasukan Wanara langsung menggempur pasukan raksasa aku aku pajak pertempuran besar pun terjadi ia melihat banyak perajurit raksasa yang tewas dibunuh para Wanara Prabu dan Kak sangat marah dan mengamuk melakukan pembalasan Hai tapi malawapati segera maju menghadapinya Raja kaum Wanara itu Mengheningkan Cipta mengerahkan Aji Toyota dari tubuhnya keluar angin topan Dahsyat yang bergulung-gulung menewaskan Prabu dan utang dan Pati hiswara aja beserta pasukan mereka Hai titiang tanobati sendiri berhasil lolos dari maut dan memilih pulang ke gua kubajak beserta para prajurit yang masih hidup Hai setelah pertempuran besar itu Sri Maharaja sakral bersama Fatih resi kapila dan lengkapi malawapati memperbaiki bangunan istana Medang karena yang rusak parah Sri Maharaja Sakra lalu mengundang keempat Maharaja lainnya untuk ikut merayakan syukuran atas keberhasilan Negeri Medang karena lolos dari bahaya 25 Maharaja telah terkumpul di kerajaan Medang karena menikmati pertunjukan musik dan tari yang digelar di sana tiba-tiba dari dalam tanah memancar keluar Seberkas cahaya Teja yang menjulang tegak lurus ke angkasa kelima Maharaja terkejut dan berusaha menyelidiki asal-usul cahaya tersebut Hai Sri Maharaja Suman segera menjelma menjadi babi hutan dan menggali tanah tempat cahaya itu keluar menggunakan tariknya sedangkan Sri Maharaja Sunda menjelma menjadi burung elang untuk kemudian terbang ke angkasa mengejar ujung cahaya Sesampainya di atas Si burung elang mencakar cahaya tersebut hingga pecah berantakan Hai tiba-tiba muncul seorang tidak dari cantik dari dalam tanah yang digali si babi hutan Bidadari itu mengaku bernama bathari pretiwi goodyera bhatara nagaraja melihat itu babi hutan segera kembali ke wujud Sri Maharaja Suman sedangkan burung elang kembali ke wujud Sri Maharaja Sunda Halo Pak tari Pertiwi kemudian duduk berhadap-hadapan dengan lima Maharaja di kerajaan Medang karena yang menyampaikan nasehat supaya mereka berlima tetap menjaga kerukunan dan persatuan jangan saling iri diantara sesama saudara karena hanya akan menimbulkan perpecahan ek5 Maharaja itu merasa tidak mungkin akan terjadi perselisihan diantara mereka Namun demikian mereka tetap berjanji untuk saling setia satu sama lain dan selalu menjaga kerukunan Halo Pak kaliper Teddy kemudian menjelaskan bahwa diantara kelima Maharaja tadi ada dua orang yang berusaha keras menemukan asal-usul sumber cahaya Teja yang terpancar tadi di Hai yaitu Sri Maharaja Sunda dan Sri Maharaja Sumantri Hai yang satu menjelma menjadi burung elang dan yang satu lagi menjelma menjadi babi hutan atas usaha yang dilakukan keduanya bathari pretiwi pun meramalkan kelak keturunan mereka wangi yang akan berkuasa turun-temurun di tanah jawab Hai Sri Maharaja cuman sangat tertarik melihat kecantikan bathari pretiwi dan ia pun mengajukan lamaran untuk menikah minyak bathari pretiwi menerima lamaran tersebut karena Ia memang ditakdirkan berjodoh dengan Batara Wisnu yang saat ini telah menjelma sebagai Sri Maharaja Sunan tersebut Halo Pak tari Pertiwi juga memberikan hadiah kepada Sri Maharaja Sunda alias Batara Brahma atas usahanya mengejar cahaya becak tadi hadiah tersebut berupa Permata mustika bumi sumber dari cahaya Teja yang memancar dari tanah tadi Sri Maharaja Sunda Bersenang hati menerimanya dan menyimpan Permata pusaka itu baik-baik porno setelah dirasa cukup keempat Maharaja lalu mohon pamit kepada Sri Maharaja Sakra untuk pulang ke negara masing-masing Hai tidak lama setelah peristiwa di kerajaan Medang karena tersebut terjadilah perselisihan diantara para pengikut 5 Maharaja ramalan bathari pretiwi akhirnya menjadi kenyataan Hai awam dari perselisihan itu adalah seorang penduduk Kerajaan Medang kurang bernama kode yang pergi mengunjungi saudaranya di kerajaan Medang diri bernama purwika namun puyikang justru menipu kodenya sehingga habis seluruh harta dan perhiasan yang dibawanya Hai kok diam lalu menghadap Sri Maharaja Sunda dan meminta keadilan namun Sri Maharaja Sunda justru menyalahkan dan membela bunyi Hai kodenya pulang ke Kerajaan Medang pura dengan perasaan kecewa Lalu mengadukan Nasib sialnya kepada Sri Maharaja cuman Hai karena Sri Maharaja cuman tidak mempunyai cara untuk mendapatkan kembali harta dan perhiasan kode a maka ia pun berjanji akan melakukan pembalasan dengan cara lain apabila ada penduduk medanggili yang memasuki Medang kura semua orang harus mempermalukannya di Hai Pada suatu hari ada seorang pemburu dari Kerajaan Medang gini bernama pastima yang mengejar Kijang berkulit Ungu Sampai masuk ke wilayah Kerajaan Medang pura di sana ia kehilangan jejak dan pandangan matanya kemudian tertuju pada seekor burung derkuku Hai pasti berusaha menangkapnya 6 ketahuan salibana pemilih burung tersebut salibana dan para tetangganya lalu beramai-ramai menangkap pasti map dan menelanjangi nya mereka melakukan hal itu adalah untuk melakukan perintah Sri Maharaja cuman Hai demikianlah sejak kejadian itu banyak terjadi perselisihan antara warga medanggili dan Medang pura yang akhirnya berkembang menjadi perselisihan dengan warga tidak kerajaan lainnya Hai perselisihan itu kadang disertai perkelahian bahkan pertempuran lima Maharaja saling menyalahkan dan membela penduduk kerajaan masing-masing tidak hanya itu bahkan agama Dewa pun terpecah menjadi lima aliran yaitu agama Sambu agama Brahma agama Indra agama Bayu dan agama Wisnu perselisihan diantara kelima Maharaja itu akhirnya terdengar oleh Batara Guru di Kahyangan jonggring salaka maka ia pun mengirim ke-10 keponakannya yaitu anak-anak Batara Ismaya yang untuk menjadi juru damai diantara mereka Hai ke-10 keponakan itupun mohon pahit terangkat ke tanah Jawa dengan menjelma sebagai kaum Brahmana Hai anak-anak bacalah Ismaya itu adalah Batara bengkuang menjadi Brahmana Weda bhatara Siwa menjadi fragman apa Liga Halo Pak taraweh hashparty menjadi Brahmana Trista Batara yamadipati menjadi Brahmana gerak sah Batara Surya menjadi Brahmana grishma Batara Candra menjadi Brahmana wanta Batara kuwera menjadi truk mana Bima bathara cemburu menjadi telah mana batu Batara Kamajaya menjadi truk mana tadi dan Batara Darma Nastiti menjadi truk mana wanita yukti Hai diantara ke-10 Brahmana tersebut yang dipilih menjadi pemimpin rombongan adalah truk mana balika di mana ia mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan agama dari Batara Guru kepada Hai ke-10 Pramana tersebut akhirnya tiba di pulau Jawa dan bermukim di bekas Kerajaan Medang kamolan di Gunung Mahendra Hai mereka lalu mengirim undangan supaya kelima Maharaja datang dan berkumpul di Gunung tersebut ek5 Maharaja telah terkumpul di Gunung Mahendra ke-10 telah mana mengaku diutus Batara Guru untuk menjadi penengah dalam perselisihan mereka Hai maka Tikung ungkapkanlah sebuah sayembara barangsiapa mengembangkan aksara auroramanda95 ah Jawa ternyata kelima Maharaja itu tidak mampu dan menyatakan tunduk terhadap semua keputusan para Brahmana hai ke-10 prahmana lalu menetapkan pembagian rakyat di tanah Jawa mulai saat ini Sri Maharaja melewati Kerajaan Medang Tawa Hanya boleh memimpin binatang terbang dan ia pun mendapatkan nama baru yaitu Sri Maharaja kaga Pati Hai Sri Maharaja sumandi Kerajaan Medang kura hanya boleh memimpin binatang air dan ia pun mendapatkan nama baru yaitu Sri Maharaja Marsha Pati Sri Maharaja Bima di kerajaan Medang Gora hanya boleh memimpin binatang darat dan ia pun mendapatkan nama baru yaitu Sri Maharaja mereka Pati Hai Sri Maharaja Sunda di kerajaan Medang gini hanya boleh memimpin manusia dan raksasa dan ia pun mendapatkan nama baru yaitu Sri Maharaja Prajapati Hai Sri Maharaja cakram di kerajaan Medang karena hanya boleh memimpin para Zidane Jawa tak yaitu orang-orang yang tidak terlatih tertarik keinginan duniawi Ia pun mendapatkan nama baru yaitu Sri Maharaja Surapati Hai setelah kelima Maharaja menerima keputusan tersebut dan pulang ke negara masing-masing para Brahmana pun kembali ke Kayangan Cungkring Salahkah untuk melapor kepada Batara Guru kecuali satu orang saja yang tetap tinggal di tanah Jawa untuk mengawasi kelima Maharaja agar tidak berselisih lagi Halo Pramana yang tinggal di Gunung Mahendra tersebut adalah sang pemimpin rombongan yaitu Brahmana balika Alliance bhatara Siwa Hai dengan berbekal ilmu pengetahuan dan wawasan agama yang didapatkannya dari Batara Guru sebelum berangkat Brahmana balik kak lalu mengajarkan agama dewan kepada masyarakat Tanah Jawa yang datang kepadanya semakin lama jumlah murid dan pengikutnya semakin banyak dan Hai akhirnya Brahmana balik kapur mengangkat dirinya sebagai raja bergelar Sri Maharaja baliak serta membangun kembali bekas Kerajaan Medang Kamulan di Gunung Mahendra yang ditempatinya menjadi sebuah negeri baru bernama Kerajaan Medang si Wanda nuhun nuhun nuhun

Sejarah Penumbalan Tanah Jawa

 Hai sejarah penumbalan Tanah Jawa Hai kisah ini menceritakan bagaimana awal mula pulau Jawa diisi penduduk manusia Hai jika dikisahkan bagaimana ampuh sengkala membantu memasang tumbal diturut Jawa yang angker sehingga menjadi aman untuk dihuni manusia [Musik] Hai batal Aang Ghazali di tempat pembuatan senjata Kayangan menerima kedatangan hantu sungkalang yang hendak pergi bertapa di Pulau Jawa atas perintah Batara Guru Hai fakta rahang Ghazali pun membekali putranya itu dengan mengajarkan beberapa tambahan ilmu kesaktian dan nasehat kehidupan Hai setelah dirasa cukup Ia lalu memberikan doa restu agar usang Putra selalu mendapatkan keselamatan dalam perjalanannya [Musik] Hai setelah berlayar menyeberangi lautan luas mengusung kala akhirnya tiba di Pulau Jawa yang saat itu masih tersambung dengan Pulau Sumatera dan pulau Bali [Musik] Hai Butuh Waktu 103 hari bagimu sengkala untuk berkeliling menjelajah pulau tersebut dari tanah Aceh di ujung barat laut sampai ke Bali puluh tersebut benar-benar sepi dan hanya dihuni oleh para makhluk halus siluman bekas akan dan binatang buas setelah selesai berkeliling Empu sangka lalu membangun tempat tinggal di gunung di siang yang diberi nama Padepokan purwapada membusung kalau menciptakan penanggalan Hai ampuh sangkalah mulai bertanya di padepokan borwap ada [Musik] Hai karena gaya perbawa yang ia pancarkan tidak ada makhluk halus yang berani mengganggunya Hai setelah beberapa hari bertanya Ia pun didatangi oleh bakteri sreelakshmi yang memancarkan cahaya putih tidak Halo Pak Karang sreelakshmi mengajarkan kepadanya ilmu asmaragama asmaranala Asmara Tura Asmara Turi dendan Asmarandana Hai setelah empuk sengkala memahaminya Ia pun kembali ke Kahyangan [Musik] pada hari kedua membusung kalah didatangi bakal kalau yang memancarkan cahaya kuning Hai batarakala mengajarkan berbagai macam ilmu sihir kemayan dan penggendaman Hai setelah embuh sengkala memahaminya Ia pun kembali ke Kahyangan kalau Hai pada hari ketika ampuh sengkalan didatangi Batara Brahma yang memancarkan cahaya merah Hai Batara Brahma mengajarkan berbagai macam ilmu ramalan dan kemampuan melihat masa depan Hai setelah empuk sengkala memahaminya Ia pun kembali ke Kahyangan pada hari ke 44 sengkala didatangi Batara Wisnu yang memancarkan cahaya hitam Hai Batara Wisnu mengajarkan berbagai macam ilmu kesaktian dan siasat peperangan [Musik] Hai setelah empat sengkala memahaminya Ia pun kembali ke Kahyangan pada hari kelima membuat sengkalan didatangi Batara Guru yang memancarkan cahaya mancawarna wuih Batara Guru mengajarkan ilmu kesempurnaan dan ilmu penitisan setelah embuh sengkala memahaminya Ia pun kembali ke Kahyangan kalau Hai untuk mengenang peristiwa tersebut ampuh sangkalah kemudian membuat sebuah penanggalan yang dalam satu pekan terdiri atas lima hari yaitu hari sering kala Brahma Wisnu dan guru pada hari sering ia bersama di menghadap ke timur pada hari kala bersama di menghadap ke selatan pada hari Kama bersama di menghadap ke barat Hai pada hari Wisnu bersama di menghadap ke utara dan pada hari guru bersama di menunduk ke bumi serta mendongak ke angkasa penanggalan yang diciptakan untuk Sangkala tersebut kemudian diberi nama tahun suryasengkala hongdam tahun candrasengkala Hai jika suryasengkala didasarkan pada peredaran bumi terhadap matahari maka candrasengkala didasarkan pada peredaran bulan terhadap bumi [Musik] penduduk negeri Rum mengisi kulo jawab Hai terus aku telah melacak kerajaan norum bernama Maharaja galba Pada suatu hari ia memimpin pertemuan dengan dihadap Sang putra bernama Pangeran auto dan menteri utama bernama batik Amirul Samsu Hai yang dibicarakan adalah perihal mimpi Maharaja galba yaitu Ia mendapatkan perintah dari suara gaib agar mengisi kolot Cawang diseberang lautan timur pulau tersebut sangat subur namun hanya dihuni kaum bekas akan dan makhluk halus tanpa ada manusia sama sekali didalamnya Maharaja kalau bahwa pertanyaan kepada para pendeta kerajaan dan mereka menjelaskan bahwa suara gaib dalam mimpi tersebut adalah perintah Tuhan yang maha kuasa agar dilaksanakan maka Maharaja garebag pun mengutus Patih Amirul Samsung untuk memimpin sebagian penduduk kerajaan lebih indah dan bermukim di pulau Jawa Hai Fatih Amirul Samsu berangkat dengan membawa 20.000 orang penduduk room menyeberang lautan luas Sesampainya di Pulau Jawa orang-orang ROM tersebut terpotong royong membuka hutan dan mendirikan perkampungan Hai setelah dirasa cukup Fatih Amirul Samsu lalu kembali untuk melapor kepada Maharaja garebag Hai sepeninggal sang Pati orang-orang Rudi pulau Jawa banyak yang jatuh sakit dan meninggal karena tidak tahan hawa panas serta diganggu makhluk halus atau Ada pula yang dimangsa binatang buas di dalam waktu tiga tahun saja yang tersisa hanya tinggal 20 orang dan mereka memutuskan untuk pulang ke negeri ROM Hai Pandita Usman Haji berangkat ke pulau Jawa [Musik] di Maharaja Kalbar sangat sedih mendengar laporan bahwa dari 20.000 orang yang menghuni pulau Jawa hanya tersisa dua puluh orang saja dan mereka memiliki pulang kembali ke negeri rum Hai Fatih Amirul Samsung berpendapat bahwa pulau Jawa terlalu angker untuk ditempati manusia dan Untuk itu perlu dipasangi tumbal penakluk makhluk halus hai sang Patih melaporkan bahwa di negeri Bani Israil untuk seorang pendeta berilmu tinggi bernama Pandita kusmanadji yang kiranya bisa melaksanakan tugas berat ini [Musik] kerajaan Bani isra'il sudah lama menjadi Negeri jajahan kerajaan ROM sehingga Maharaja galba dapat leluasa memanggil pendeta kusmanadji untuk menghadap dan menerima perintah darinya bandida Usman Haji tiba di kerajaan dan menyatakan siap melaksanakan perintah itu Oh iyalah lu mohon pamit berlayar ke Pulau Jawa dengan diiringi sejumlah pendeta lainnya [Musik] Ya ampun sengkala membantu penumpangan Pulau Jawa enggak setelah berlayar beberapa bulan rombongan Pandita kusmanadji akhirnya tiba dan mendarat di pulau Jawa Hai berkat kesaktiannya Pandita kusmanadji dapat merasakan bahwa di pulau tersebut ternyata ada seorang manusia sedang bertapa di gunung di yang yang didatanginya gunung tersebut dan ditemuinya sang Pertapa yang ternyata Empu Sangkala muridnya sendiri [Musik] Hai ampuh sengkala sangat terharu dan gembira bisa bertemu Sang Guru di Pulau Sunny ini Oh iya pun menceritakan semua pengalaman hidupnya sejak berpisah dulu antara lain pernah menjadi raja kerajaan surat di dan akhirnya mendapatkan perintah dari Batara Guru untuk bertanya di pulau Jawa [Musik] Hai tak terasa sudah enam tahun lamanya ampuh sengkala bertanya dan ia pun sempat mendengar berita adanya orang-orang rom yang bermukim di Pulau Jawa namun mengalami nasib malang Hai Pandita kusmanadji lalu mengacak rambut sungkawa untuk membantunya memasang tumbal supaya pulau Jawa yang angker menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditempati manusia Mereka pun mulai bekerja dengan memasang lima buah tumbal yaitu yang empat ditanam di empat penjuru mata angin dan satu lagi dipasang di tengah-tengah Pulau setelah pemasangan tumbal selesai Pandita kusmanadji dan rombongan membawa serta ampuh sengkala melingkarkan Pulau Jawa Hai hari berikutnya terjadilah bencana alam di segenap penjuru Pulau gempa bumi gunung meletus badai halilintar disertai suara bergemuruh terjadi dimana-mana yang kemudian diikuti suara cerita ngisp arah makhluk jahat [Musik] Mereka pun berlarian menuju laut selatan untuk mencari perlindungan ampuh sangkalah mendapat perintah dari maharja galba Pandita kusmanadji tiba di kerajaan laut dan melaporkan keberhasilannya kepada Maharaja garebag Maharaja galba juga sangat berterima kasih atas bantuannya empuk Singkawang dan memberikan gelar Pandita isaka kepadanya Hai Pandita kusmanadji lalu mohon pamit pulang ke negeri Bani Israil dengan mengajak Empu sengkala ikut serta di sana Empu sengkala pun mendapatkan banyak tambahan ilmu pengetahuan dan ilmu kesaktian darinya Pada suatu hari Patih Amirul Samsung datang ke Bani Israil untuk menyampaikan Surat Perintah Maharaja garebag kepada empu sengkala Hai bagaimanapun juga perintah Tuhan Yang Mahakuasa untuk menempatkan penduduk manusia di Pulau Jawa harus tetap dilaksanakan Hai hanya saja perintah tersebut tidak menjelaskan bahwa yang harus ditempatkan disana adalah penduduk kerajaan merumput [Musik] Hai sehingga Maharaja kalau bak ini memerintahkan Mpu sengkala untuk mencari penduduk negeri lain yang cocok dengan keadaan pulau Jawa sehingga bisa bermukim disana dengan nyaman Ya ampun sengkala menyatakan bersedia dan iapun mohon restu kepada Pandita kusmanadji kemudian berangkat menuju ke timur ampuh sengkala memimpin pengajian Pulau Jawa di kampus engkaulah tiba ditayangkan Cungkring salah kau menghadap Batara Guru untuk meminta petunjuk dalam melaksanakan perintah Tuhan yang maha kuasa melalui mimpi Maharaja garebag tersebut Sri Batara Guru selaku Pemimpin tertinggi di tanah Hindustan dan sekitarnya memberikan izin kepada ampuh sengkala untuk mengumpulkan orang-orang keling Donggala dan orang siang karena mereka memiliki tubuh yang cocok dengan keadaan alam di pulau Jawa Hai ampuh sengkala kemudian menemui ayahnya yaitu Batara Angga hai sang ayah memberikan Restu dan menyertakan putra-putranya yang lain untuk membantu pekerjaan embuh sengkala tersebut mereka adalah ampuh berat Andang ampuh Rumi dan ampuh berarti dia yaitu anak-anak Batara Angga Jelly yang lahir dari istri kedua [Musik] ampuh sengkala ditemani ketika adiknya berlayar membawa 20.000 orang yang mereka kumpulkan dari keliling Benggala dan syam sesuai perintah Batara Guru Hai setelah mendarat di Pulau Jawa orang-orang itu kemudian diajak bergotong-royong membuka hutan dan pegunungan untuk dijadikan tempat permukiman Hai setelah 10 tempat permukiman berdiri membusung kala lalu memilih 10 orang yang paling pendek diantara penduduk untuk mendapatkan tambahan pelajaran darinya [Musik] Hai mereka bernama janggan wisata Kuta stag mallipa tak Wisnuwardhana kurma ndak usalia anu IPA Suska di dan sarada Hai setelah mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan ke-10 orang itu lalu disebabkan untuk menjadi pemimpin para penduduk Hai setelah dirasa cukup ampuh sengkala pun kembali ke negeri Rum sedangkan ketika adiknya kembali ke tanah Hindustan ampuh sangkalah meninjau kulo Jawa ke-17 tarung kemudian 600 kala kembali mendapatkan perintah untuk berlayar ke pulau Jawa kali ini yang memberikan perintah adalah Maharaja otu yaitu ukra Maharaja di Maharaja baru itu memerintahkan ampuh sengkala pergi menuju keadaan pulau Jawa sebagaimana wasiat terakhir Maharaja galba Sebelum meninggal jika penutup pulau Jawa sudah berkembang pesat dan hidup aman tenteram tentu roh Maharaja garebag bisa merasa tenang di alam baka Hai ampuh sangka lalu perangkat disertai sejumlah orang room sebagai pengiring Setelah tiba di Pulau Jawa mereka gembira melihat para penduduk semakin berkembang dan jumlah mereka meningkat pesat orang-orang room yang datang tersebut menjadi tertarik dan sebagian dari mereka memilih untuk ikut menetap di pulau Jawa Ya ampun kalangan menuju seorang pernah matamu suntuk menjadi pemimpin orang-orang rom yang menetap di pulau Jawa Hai setelah dirasa cukup ampuh sangkalah kemudian kembali genap biru untuk menyampaikan laporan kepada Maharaja Ya ampun sangkalah mendapatkan air Keabadian setelah menyampaikan laporan kepada Maharaja auto tentang keadaan penduduk di pulau Jawa membusung kalah kembali menemui Pandita kusmanadji di kerajaan Bani isra'il Hai pada suatu malam ia bermimpi mendengar suara gaib yang menyuruhnya pergi ke kutub utara mencari sebuah tempat bernama dan ahlul Madang bertabung disana Hai setelah berunding dengan Sang Guru iapun mohon restu dan perangkat melaksanakan mimpi tersebut Hai setelah bersusah payah membusung kalau Akhirnya sampai juga di tanah Lulu AD Hai setelah bertanya beberapa bulan tiba-tiba muncul mustika awan yang memancarkan air Keabadian tirtamarta Kamandanu seperti yang pernah dialami Syaidina Anwar ribuan tahun silam terdengar pula suara gaib yang memerintahkan untuk sekolah untuk meminum air tersebut Hai setelah meminumnya ampuh sengkala seperti kau mendapatkan kehidupan kekal dan tetap awet muda selamanya akan Hai setelah itu suara gaib kembali terdengar yang kali ini mengatakan bahwa kelak mampu sengkala harus datang lagi ke Pulau Jawa Untuk menumpas Angkara Murka dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada penduduk disana Hai namun peristiwa tersebut masih terserang ratusan tahun dari saat ini Hai Untuk Menunggu datangnya saat itu ampuh sengkala diperintahkan untuk tinggal di tanah Hindustan sebagai Brahmana suara gaib tersebut kemudian menghilang tidak terdengar lagi Hai ampuh semangka lalu meninggalkan tanah rumah tante arti menemui Pandita Kusmana chip Negeri Bani Israil untuk kemudian mohon pamit berangkat ke tanah Hindustan Ki Hai Rahayu sak untuk mati nuhun nuhun power [Musik] the lounge [Musik]

Batara Kala

 Hai ye nelayan Hei mungkin batarakala lahir Hai kisah ini menceritakan tentang kelahiran Batara Kala yang terjadi dari Kama salah bataraguru dilanjutkan dengan peristiwa Batari Uma berubah wujud menjadi Batari Durga [Musik] Batara guru mengajak Batari Uma berpesiar Hai meskipun telah membangun Kahyangan Argo dumilah yang tidak kalah indahnya dibandingkan yang and the guru namun perasaan Batara Guru masih sangat kecewa atas kekalahannya melawan mukjizat Nabi Isa AS Oh iya hanya bisa menyesali perbuatannya yang telah menyerang kerajaan Bani isra'il dan melanggar nasehat sang yang pada wenang Hai untuk menghibur diri Batara guru mengajak Batari Uma Barbie berpesiar Menikmati keindahan Pulau Jawa Hai Batari Uma awalnya tidak bersedia karena ia mendapatkan firasat akan terjadi hal yang tidak baik Hai namun bataraguru terus-menerus mendesak sehingga Batari Uma akhirnya menurut juga Hai lahirnya Kama salah Hai Batara Guru dan pacari Uma pun berangkat dengan mengendarai lembu Handini merekam terbang diangkasa Menikmati keindahan pulau Jawa dari atas hai ketika melewati Laut Selatan saat itu hari sudah menjelang senja Hai sinar matahari terbenam yang kemerah-merahan menerpa tubuh Batari Uma sehingga membuatnya terlihat semakin cantik bila Hai tiba-tiba saja kata reporter bangkit nafsu birahinya yo yo Maklum saja sejak kelahiran pacar Wisnu yang melalui ajian asmaragama Asmara cipta dan asmara turida Hai Iyang tidak pernah lagi melakukan persetubuhan dengan sang istri sehingga kali ini nafsunya bagaikan meledak dan berkobar-kobar rezeki pacar aku pun mengajak Batari Uma bersetubuh di atas punggung lembu Andini saat itu juga Hai bakar rumah menolak karena malu namun pacar aku terus memaksa dan mengancam hendak menggunakan kekerasan Mbak Arik mah mengingatkan Batara Guru selaku Raja Dewata Tidak sepantasnya bersikap seperti raksasa Hai ucapan Batari Uma yang sedang terdesak itu berubah menjadi kutukan Hai seketika Batara Guru pun mendapatkan cacat ketika yaitu memiliki dua buah kaleng panjang seperti raksasa hai hai Hai maka Sejak saat itu Batara Guru mendapatkan julukan baru yaitu Sanghyang randuwana yang bermakna Memiliki taring seperti buah Randu hutan multiflora Hai Batara Guru sangat murka atas kutukan yang menimpa dirinya keinginannya bersetubuh pun berubah menjadi niat untuk memperkosa istri sendiri hai hai Hai tubuh bakteri umat kemudian diangkat dan didudukkan di atas bangku hanya Hai karena nafsu birahi sudah tak terkendalikan air mani pacar aku rukun memancar keluar [Musik] Hai namun Batari Uma meronta menghindarinya sehingga air mani tersebut jatuh ke laut tiba-tiba saja air laut yang terkena tumpahan air mani sang raja Dewata langsung mendidih dan mengepulkan asap KMA salah berubah wujud menjadi raksasa Hai dengan perasaan kecewa bercampur malu bataraguru memutuskan pulang ke Kahyangan Maroko tumila Kyuhyun tiba-tiba datang Dewa penjaga lautan yang bernama Batara Baruna menghadap kepadanya ke-4 arah barongan ini adalah Putra Batara Gangga Putra Batara hermaya Putra Sanghyang Neng yaitu Paman Batara Guru Hai Batara Baruna melaporkan bahwa di laut selatan telah tercipta api berkobar-kobar yang menewaskan banyak ikan dan binatang air Hai Batara Baruna mengaku kesulitan memadamkan api tersebut karena semakin dipadamkan justru semakin bertambah besar hai hai Hai kedatangannya ke Kahyangan Argo dumilah ini adalah untuk memohon bantuan kepada Batara Guru supaya turun tangan menyelamatkan segenap binatang laut Hai para guru paham bahwa api tersebut sesungguhnya berasal dari gak masalah yaitu luapan nafsu birahi salah tempat yang tadi tumpah dan membuat air laut mendidih Hai rupanya gelembungkan masalah tersebut kini telah berkembang dan tumbuh menjadi api yang berkobar-kobar Hai pacar aku lalu memerintahkan Batara Sambu supaya memimpin para adik dan para sepupu untuk memadamkan kobaran kamar salah tersebut Hai Batara Sambu dan pasukan Dewata telah tiba di laut selatan dan mengepung api yang berkobar-kobar itu Hai mereka lantas mengerahkan segala cara untuk memadamkan api ka masalah Namun bukannya padam api tersebut justru berkobar semakin besar Hai para dewa lantas melemparkan berbagai senjata pusaka kedalam kobaran api Namun secara ajaib api itu justru berubah wujud menjadi raksasa mengerikan Hai semakin para dewa menghujaninya dengan senjata raksasa itu justru semakin bertambah besar dan kuat Hai raksasa ga masalah itu lalu mengamuk melakukan serangan balasan para dewa pun kocar-kacir dibuatnya Hai mereka berhamburan terbang kembali ke Kahyangan Argo dumilah jika masalah terus mengejar sambil menanyakan Siapa dirinya dan siapa orangtuanya dan Hai Kak masalah mendapat nama batara karang gak masalah mengejar para dewa sampai memasuki Kahyangan arogo tumila hai Pata rapuh dengan tenang menyambut kedatangannya dan menyuruhnya duduk dilantai kamar salah heran melihat wujud Batara Guru yang jauh lebih kecil dari dirinya namun berani memberikan perintah begitu saja Hai para kru pun memperkenalkan diri sebagai raja Dewata penguasa seluruh dunia Hai Kak masalah merasa kebetulan karena Batara Guru pasti bisa menceritakan siapa asal-usulnya dan siapa orangtuanya dan Hai bakar aku bersedia menceritakan asal-usul Kama sawah apabila raksasa tersebut memberikan sembah Bakti yang tulus kepadanya Hai Kak masalah UN membungkuk menghaturkan sembah pada saat itulah bataraguru tiba-tiba memangkas rambut raksasa itu Hai Kak masalah terkejut dan mendongak secepat kilat bataraguru memotong dua buah kalinya dan menusuk lidahnya hingga semua bisa didalam mulut raksasa itu mengalir keluar Hai begitu kehilangan dua buah taring dan bisa di lidahnya Tubuh kamu masalah langsung lemas tak berdaya dan terkulai di lantai Hai Batara Guru kemudian memperkenalkan dirinya sebagai ayah dari Kama salah Hai sejak hari itu kami masalah diakuinya Sebagai Putra dan diberi nama Batara Kala karena lahir pada saat senjakala Hai Putra nomor 6 itu lalu diperintahkan untuk tinggal di Pulau Nusakambangan yang terletak di Laut Selatan wuih batarakala berterima kasih dan perangkap menuruti perintah sang ayah Hai para kru kemudian menyerahkan kedua taring Batara Kala yang dipotongnya tadi kepada Batara Rama Yadi dan Batara Angga Jali supaya ditempa menjadi senjata kedua Empu Khayangan itu lalu mengubah kaleng-kaleng tersebut menjadi dua bilah keris pusaka yang diberi nama keris kala nadah dan keris kala ke-4 dari rumah dikutuk menjadi Batari Durga Hai berita tentang Batara Guru memiliki anak berwujud raksasa besar dan mengerikan telah membuatnya merasa sangat malu Oh iya pun menimpakan kesalahan kepada Batari Uma yang seharusnya tidak menolak sewaktu diajak bersetubuh di atas punggung lembu Andini tadi Hai para Guruku menemui Batari Uma dan menceritakan segalanya ia memarahi Batak rumah sebagai istri tidaklah pantas menolak perintah suami Halo Pak tarik rumah Fals mengatakan bahwa terciptanya batarakala tidak paint karena kesalahan pacar aku sendiri yang tidak dapat mengendalikan nafsu birahi Hai jawaban ini membuat bataraguru tersinggung dan semakin marah Batara Guru lalu menjambak rambut sang istri dan memukul ibadahnya Hai kedua kaki Batari Uma diangkat sehingga tubuhnya pun tergantung dengan kepala dibawah Mbak tarik rumah menjerit memohon ampun dengan suara yang melengking menyayat hati Batara Guru tidak peduli dan menyebut jeritan Batari Uma itu seperti suara rakshasi Hai karena Batara Guru memiliki ajian Kawas Trump membuat apa yang ia ucapkan menjadi kenyataan Hai seketika wujud pacari Umar pun berubah menjadi raksasa si buruk rupa Hai bataraguru menyesali kutukannya Namun semua sudah terlambat Hai Sejak saat itu battery rumah diganti namanya menjadi Batari Durga dan diperintahkan untuk tinggal di hutan setragandamayit memimpin para hantu dan siluman Hai rezeki kelahi akan berubah cantik kembali Jika di ruang oleh seorang yang paling mudah dari lima bersaudara Pandawa Hai Pasaribu Mayang telah berganti nama menjadi Batari Durga itupun menerima keputusan sang suami dengan perasaan sedih Oh iya lah lo perangkat meninggalkan Kahyangan Argo tumila dan pergi ke hutan setragandamayit untuk membangun Kahyangan pribadi di sana di dalam ajaran agama Hindu kala adalah Putra Dewa Siwa yang berarti dewa penguasa waktu kata kawah berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya waktu I Dewa kalau sering disimbolkan sebagai raksasa yang berwajah menyeramkan hampir tidak menyerupai seorang Dewa di dalam filsafat Hindu kala merupakan simbol bahwa siapapun tidak dapat melawan hukum karma apabila sudah waktunya seseorang meninggalkan Dunia Fana maka pada saat itu pula kala akan datang menjemputnya Hai Jika ada yang bersikeras ingin hidup lama dengan kemauan sendiri maka ia akan dibinasakan oleh kala Hai maka dari itu wajah kalah sangat menakutkan bersifat memaksa semua orang Hai kalah selain terwujud waktu juga berarti hitam bentuk feminimnya adalah kali dalam satuan waktu tradisional induk satu kalah adalah 144 di dalam Kitab kala tatwa diceritakan pada waktu Dewa Siwa sedang jalan-jalan dengan Dewi Uma di tepi laut air mani Dewa Siwa menetes ke laut ketika melihat betis Dewi Uma karena angin berhembus menyingkap kain Sang Dewi I Dewa sewa ingin mengajak Dewi Uma untuk berhubungan badan tetapi Sang Dewi menolaknya karena perilaku Dewa Siwa yang tidak pantas dengan perilaku dewa dewi di Kahyangan Hai akhirnya mereka berdua kembali ke Kahyangan air mani Dewa Siwa menetes ke laut kemudian ditemukan oleh Dewa Brahma dan Wisnu Hai benih tersebut kemudian diberi cap amantra dari benih seorang Dewa tersebut lahirlah seorang raksasa yang menggeram kerang menanyakan siapa orangtuanya dan di atas petunjuk dari Dewa Brahma dan Dewa Wisnu raksasa itu mengetahui bahwa Dewa Siwa dan Dewi Uma adalah orang tuanya Hai sebelum dewa Siwa mengakui raksasa tersebut sebagai putranya terlebih dahulu ia harus memotong taringnya yang panjang agar dapat melihat wujud orangtuanya seutuhnya Hai akhirnya syarat tersebut dipenuhi sang raksasa dapat melihat wujud orangtuanya seutuhnya hai sang raksasa diberkati oleh Dewa Siwa dan detri kelar batarakala [Musik] untuk menghormati hari kelahirannya Dewa Siwa memberi Anugerah bahwa batarakala boleh memakan orang yang lahir pada hari Tumpek Wayang dan memakan orang yang jalan-jalan di tengah hari dah hari Tumpek Wayang Hai kebetulan adiknya Dewa Komala juga lahir pada hari Tumpek Wayang sesuai Anugerah Dewa Siwa batarakala golek memakannya Hai namun atas permohonan Dewa Siwa batarakala boleh memakan adiknya kalau adiknya sudah site Hai kesempatan itu digunakan oleh Dewa Siwa ia menganugerahi Dewa Kumara agar selamanya menjadi anak-anak Hai akal-akalan itu diketahui pacara kala akhirnya ia tidak sabar lagi Dewa Kumara dikejarnya dalam pengajarannya ia bertemu Dewa Siwa dan Dewi Uma Hai Mereka pun ingin dimakan oleh para kalau sesuai janjinya Dewa Siwa namun mereka memperingatkan lebih terlebih dahulu yang harus dipecahkan batarakala jika ingin memakan mereka Hai batas waktu menjawabnya hanya sampai matahari condong ke barat akhirnya batarakala tidak bisa menjawab teka-teki dan matahari sudah condong ke barat maka habislah kesempatannya untuk memakan Dewa Siwa dan Dewi Uma Hai karena tidak bisa memakan mereka batarakala melanjutkan pengajarannya mencari Dewa Kumara Hai Setelah lama mengejar akhirnya ia kelelahan dan menemukan sesajen yang dihaturkan sang amangku dalam yang sedang main wayang karena haus dan lapar sesajen itu dilahapnya habis Hai akhirnya terjadilah dialog antara sang amangku Talang dengan Batara Kala yang meminta agar segala sesajen yang dimakan dimuntahkan kembali Hai batarakala tidak bisa memenuhi permohonan tersebut MP3 Hai sebagai gantinya ia berjanji tidak akan memakan orang yang lahir Batang Hari Tumpek Wayang jikang sudah menghaturkan sesajen menggelar wayang sapuh leger Hai namun pada perkembangan selanjutnya batarakala justru menjadi suami Batari Durga karena memang di dunia raksasa tidak mengenal norma-norma perkawinan dari perkawinan mereka dikaruniai seorang Putra bernama bakarak dewasrani dewasrani mengalami cacat genetik akibat hubungan sedarah seharusnya dewasrani memiliki fisik raksasa seperti kedua orang tuanya tetapi fisiknya terlahir tampan dan sempurna layaknya seorang Dewa Hai batarakala dan Batari Durga selalu membuat onar marcapada karena ingin membalas dendam pada para dewa pimpinan Batara Guru Hai karena yamkuru khawatir kalau Kahyangan rusak Maka Batara Guru mengakui kalau kalau Adalah anaknya Hai maka diberi nama Batara Kala dan Batara Kala minta makanan maka Batara Guru memberi makanan tetapi ditentukan yaitu orang yang mempunyai anak satu yang disebut ontang-anting Hai Pandawa Lima anak lima laki-laki semua atau anak lima Putri semua kedono kedini anak dua laki-laki perempuan jadi makanan Betara kala hai hai Hai untuk menghindari jadi mangsa batarakala harus diadakan upacara ruwatan Hai maka untuk lakon-lakon seperti itu di dalam pedalangan disebut lakon murwakala atau lakon ruwatan Indonesia di dalam lakon pedalangan batarakala selalu memakan para Pandawa karena dianggapnya Pandawa adalah orang ontang-anting the lounge Hai Namun karena Pandawa selalu didekati titisan Wisnu yaitu Batara Kresna maka batara karang selalu tidak berhasil memakan Pandawa Hai Rahayu Cakung to mati nuhun nuhun nuhun Hi Ho

Kisah-legenda

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho •  Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518)  • * Candi Sukuh •  Suk...