Monday, February 19, 2024

Ajian sakti para Dewi

 ada sebuah kesaktian yang mampu digunakan untuk menghadirkan para dewa dan mengajukan permohonan langsung dihadapannya uniknya ajian ini hanya dimiliki seorang tokoh perempuan istimewa atas pemberian dari gurunya seorang resi pengelana yang sangat sakti bernama resi druwasa dikisahkan ajian sakti resi druwasa bukan hanya itu saja namun juga mampu membagi seorang bayi menjadi tiga bayi sekaligus kisah masa lalu resi druwasa ini berhubungan dengan resi lain yang kesempatan lalu telah kita hadirkan dalam kisah turunnya aji norontoko atau aji narantaka yakni resi seta lalu mengapa dan untuk apakah ajian menghadirkan para dewa itu digunakan oleh murid perempuannya? suatu kali setelah mengelana ke sana kemari dan mengajar di berbagai tempat resi druwasa telah menyatakan muridnya yakni prabu matswapati raja wirata selesai mempelajari sejumlah ilmunya namun sebelum gurunya pergi ke tempat lain muridnya mengajukan permintaan yang cukup aneh untuk didengar bapa resi, izinkan saya mengajukan sebuah permohonan pada bapa sebelum bapa kembali mengelana hem ... iya seandainya bapa mampu tentu saja bapa akan mengabulkan permohonan angger tersebut katakanlah saja jangan sungkan sungkan, ngger begini, bapa resi saat ini saya hanya memiliki satu putra saja dari istri saya yang bernama dewi sudaksina bagi saya ini sungguh mengkhawatirkan untuk kelangsungan dinasti wirata saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada anak saya satu-satunya itu kelak mungkin saja dia akan menolak menerima tahta yang akan saya berikan lalu memilih menjadi brahmana atau bahkan mendadak wafat oleh sesuatu hal sebelum dia memiliki putra jika itu terjadi tahta wirata pasti akan sangat rapuh apalagi jika digantikan oleh raja yang tidak memiliki garis keturunan langsung dari saya pemberontakan sangat mungkin akan terjadi di mana-mana dan dinasti wirata akan punah dengan segera andai saja saya bisa memiliki tambahan putra tentu segalanya akan terasa lebih aman jika tidak mendapat hak tahta putra-putra saya yang lain bisa mendapat jabatan yang tidak kalah kuat pengaruhnya bagi kerajaan seperti misal menjadi panglima perang atau adipati mereka juga bisa menikah dengan putra putri kerajaan lain sehingga wirata memiliki banyak sekutu selama mengenal bapa resi saya tahu bapa punya kemampuan yang luar biasa bapa ibarat mampu berada tepat di pintu kahyangan para dewa sehingga apapun yang bapa ajukan pada mereka akan langsung dikabulkan jadi saya sungguh berharap bapa bisa membantu saya mewujudkan keinginan saya itu untuk memperoleh tambahan putra lagi demikianlah yang diajukan oleh prabu matswapati pada gurunya atas dasar kasih permintaan itu lantas coba direnungkan dalam samadi oleh resi druwasa ternyata dalam amatan batinnya permohonan sang murid bisa terwujud atas perkenan para dewa namun dengan cara yang juga tidak kalah aneh karena sudah bertekad untuk membantu muridnya resi druwasa kemudian meminta prabu matswapati menghadapkan putranya yang tampan bernama seta kala itu seta juga telah berguru kemana-mana dan mempunyai sejumlah kesaktian tapi ketika resi druwasa mengatakan segalanya pada seta tanpa ditutup tutupi pemuda itu menjadi terkejut dan keberatan untuk menuruti permintaannya maafkan saya bapa resi bukannya saya tidak mau membantu mewujudkan cita-cita ayah saya untuk memiliki putra lagi tapi apa yang bapa resi katakan tadi sungguh memberatkan saya saya sudah bisa memperkirakan segala akibatnya jika raga saya ini akan disusutkan kembali menjadi seorang bayi tentu saya akan kehilangan segala kesaktian yang telah saya pelajari dengan susah payah selama ini saya tidak mau itu terjadi seta, apa yang kamu katakan tadi memang benar kamu akan kehilangan segala ilmu kesaktianmu ketika wujudmu aku rubah menjadi bayi lagi tapi percayalah ngger bahwa itu semua hanya bersifat sementara kelak ketika kamu dewasa kembali pergilah ke gunung suhrini disana kamu akan memperoleh segala ilmu kesaktianmu secara mudah tanpa perlu bersusah payah kembali tidak ada jalan lain untuk mewujudkan keinginan ayahmu kecuali dengan cara yang bapa katakan tadi, ngger sebagai anak yang berbakti seta akhirnya mengikhlaskan dirinya untuk dirubah kembali menjadi seorang bayi oleh resi druwasa tepat ketika wujudnya menyusut sebuah cahaya menyilaukan menutup pandangan mata siapa saja yang melihatnya hingga sesaat kemudian yang nampak adalah tiga sosok bayi dalam pancaran cahaya putih, kuning dan merah yang bercahaya putih dianggap yang lebih tua dan tetap diberi nama seta yang bercahaya kuning diberi nama uttara dan yang merah diberi nama wratsangka sejak saat itu menurut kisah pewayangan versi jawa prabu matswapati raja wirata memiliki tiga putra sementara sekian tahun kemudian resi druwasa juga meramalkan bahwa dewi sudaksina istri prabu matswapati akan mampu melahirkan seorang putri yang segenerasi dengan cucu pandu dewanata seperti kita tahu prabu pandu dewanata yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam epik mahabharata memiliki dua istri yang sangat istimewa yakni dewi kunti dan dewi madrim dewi kunti inilah yang menjadi murid langsung dari resi druwasa di masa lampau kala itu prabu kuntiboja memiliki empat anak yakni basudewa, kunti, rukma dan ugrasena ketika prabu kuntiboja menggelar sayembara untuk mencari calon suami bagi kunti kunti ternyata tidak mau keluar dari kamarnya untuk menunjukkan diri pada para calon pelamarnya saat kuntiboja dan basudewa mendobrak pintu kamar kunti mereka terkejut karena ternyata kunti sedang memegangi perutnya yang besar layaknya ibu hamil aku tanya sekali lagi, kunti ... siapa yang menghamilimu? ayo jawab! jangan terus-terusan diam saja! kamu telah mempermalukan keluarga sekaligus kerajaan kita! e... sa.. saya-saya sulit untuk menjawabnya, kakang m...maaf kan saya, kakang apanya yang sulit? memangnya itu perbuatan berapa laki-laki, heh? murah sekali kamu sebagai perempuan! kamu benar-benar membuat aib bagi ayah kita! kunti, katakan saja apa adanya dengan segera agar kami bisa cepat memikirkan jalan keluarnya di alun-alun para peserta sayembara sudah berkumpul dan berkemah disana mereka semua menunggu kemunculanmu! wah ... bapa, saya mendadak mencurigai seseorang dia paling sering bersama kunti akhir akhir ini hem ... siapa basudewa? katakan saja! gurunya sendiri ... resi druwasa! jangan-jangan dialah pelakunya kurang ajar sekali dia telah menyalah gunakan kebaikan dan kepercayaan kita lalu membalasnya dengan perbuatan memalukan seperti ini wah ... jika memang benar dugaanmu itu segera seret dia kehadapanku, basudewa! akan saya bawa dia hidup atau mati kehadapan bapa sekarang juga! basudewa dengan mudah menemukan resi druwasa dan lantas dihadapkan paksa kepada prabu kuntiboja untuk diinterogasi uniknya resi druwasa sendiri kebingungan dengan apa yang terjadi namun beruntung kunti akhirnya menceritakan apa yang terjadi secara blak-blakan dari sanalah diketahui bahwa salah satu ilmu yang diajarkan oleh resi druwasa telah digunakan secara serampangan oleh kunti sendiri ajian yang bernama adityah redaya yang dalam versi pewayangan surakarta disebut aji kunta wekasing rasa cipta tunggal telah dirapalkan oleh kunti sebagai uji coba saat matahari pagi bersinar kunti menggunakannya untuk menghadirkan batara surya batara surya benar-benar hadir dan menyebabkan kunti hamil sesuai fungsi ajian lemaslah prabu kuntiboja dan basudewa mendengar penjelasan tersebut akhirnya agar aib itu tidak diketahui resi druwasa kemudian menutupinya dengan cara membesarkan kandungan kunti yang sebelumnya empat bulan menjadi saat seharusnya untuk dilahirkan bayi kunti kemudian dilahirkan dan diberi nama basusena dan diangkat anak oleh kakaknya, basudewa kunti sendiri kemudian dikembalikan menjadi perawan lagi oleh resi druwasa uniknya bayi yang dilahirkan kunti ini telah menggunakan anting-anting pusaka di telinganya sejak dalam kandungan kunti sendiri lebih suka menyebut putranya itu sebagai basukarna oleh karena pusaka surya kundala di telinganya kelak karna dititipkan oleh resi druwasa pada seorang kusir hastina bernama adirata dari desa petapralaya sejak kejadian itu kunti menjadi sangat berhati-hati dengan ajian sakti yang dimilikinya ajian memanggil para dewata tersebut disimpannya rapat rapat hingga akhirnya dia menikah dengan laki-laki yang tidak akan pernah bercinta dengannya seumur hidup belakangan ajian pemanggil dewa ini diberitahukan pada suaminya pandu dewanata kemampuan dewi kunti seakan menjadi penghilang rasa dahaga untuk memiliki anak karena pandu sendiri telah dikutuk tidak akan memilikinya jika dilakukan dengan cara senggama kalau dia nekat melakukannya, pandu akan langsung mati seketika ya ... di masa lampau ketika sedang berburu pandu telah memanah rusa yang sedang bercinta ternyata rusa itu adalah perwujudan resi bernama kindamana dan rara dremi mereka akhirnya membalas perbuatan pandu dengan kutukan yang demikian sejak kutukan itu diterima pandu dia merasa hidupnya sebagai raja menjadi sia-sia tahta kemudian diserahkan pada kakaknya dretarastra yang kadang diucapkan sebagai destarastra dalam salah satu versi sanggit pewayangan jawa pandu dan dua istrinya kemudian menyepi menjadi pertapa di gunung sapta arga di gunung inilah suatu kali resi druwasa mendatangi keluarga pandu dan mengingatkan kunti atas ajian yang diberikannya dahulu untuk mengetahui berapa putra yang akan dihasilkan berkat ajian itu resi druwasa membawa sebutir "pertanggajiwa", buah kesukaan para dewa resi druwasa kemudian bersemedi dan menyerap saripati mani prabu pandu dan memindahkannya ke buah pertanggajiwa dari situlah diketahui bahwa kunti akan memiliki tiga putra dan madrim memiliki dua putra buah itu kemudian dibagikan pada kunti dan madrim untuk dimakan singkat cerita beberapa waktu kemudian berlalu setelah resi druwasa muksa keluarga pandu tidak sabar lagi ingin memiliki putra kunti kemudian ingin merapalkan aji kunta wekasing rasa cipta tunggal rapalan pertama ditujukan pada batara darma yang akhirnya menganugerahkan putra yang berhati-hati dalam tutur bahasanya, luar biasa sabar dan memiliki darah putih dia juga dikenal sanggup mengendalikan hawa nafsu dan sangat demokratis dia juga digambarkan sebagai sosok yang ikhlas memberikan apa saja termasuk istri bahkan nyawanya sendiri dalam versi pewayangan jawa dia diberi nama puntadewa yang kelak bergelar prabu yudistira selepas jeda waktu sekian tahun rapalan kedua ditujukan pada batara bayu penguasa angin seperti kita tahu batara bayu menganugerahi putra bernama bima yang lahir terbungkus selaput sakti selama 13 tahun hingga di tahun ke-14 terpaksa diupayakan untuk dibuka atas bantuan para dewa kelak bima dikenal sebagai kesatria yang berwibawa, jujur, gagah berani dan rela berkorban, setia dan tidak pernah berbasa-basi ketika bertapa rambutnya dibiarkan terurai panjang namun ketika macak bangsawan rambutnya ini digelung seperti saudara saudaranya yang lain salah satu sanggit mengisahkan bima pernah menjadi raja di giling wesi dengan nama prabu tugu wasesa selain bima dia dikenal juga dengan nama arya sena, bratasena, kusumadilaga, jayalaga, bayuputra, pandusiwi, kunthisunu dan jodipati sesuai tempat kesatrianya di amarta putra ketiga pandu lahir atas anugerah batara indra yang berwajah sangat rupawan hingga digambarkan sebagai laki-laki gagah yang berwajah manis mirip perempuan dia lantas dikenal sebagai permadi atau arjuna meski dalam pertunjukan wayang orang atau teater kadang dia diperankan oleh aktor perempuan tapi secara lakon dia tetaplah laki-laki tulen kejantanannya terbukti dari banyaknya istri di sana sini dan juga berhasil menghasilkan sekian banyak anak yang tak kalah rupawan diantaranya adalah abimanyu yang menikah dengan dewi utari putri raja matswapati sesuai ramalan resi druwasa di masa lampau arjuna adalah sosok yang dikenal gentur menjalani tapa brata dan berpuasa maka tidak heran wajahnya selalu memancarkan pesona bagi siapa saja dan mereka menjadi mudah jatuh hati padanya kegenturan tapanya ini pula yang menyebabkan koleksi pusaka sakti arjuna menjadi sangat banyak hasil pemberian para dewa sesuai pembacaan resi druwasa dahulu bahwa kunti hanya memiliki tiga putra maka ajian kunti kemudian diajarkan pada dewi madrim karena itulah dari madrim pandu kemudian dianugerahi dua putra kembar karena yang dipanggil adalah dewa aswin yang juga merupakan dewa kembar putra keempat dan kelima pandu ini kemudian diberi nama nakula dan sadewa keduanya juga memiliki sifat yang hampir mirip yakni gemar bekerja dalam diam, cekatan, rendah hati, suka berderma, hormat pada yang lebih tua dan rela berkorban demi kakak kakaknya kelima putra pandu yang lahir akibat aji adityah redaya atau aji kunta wekasing rasa cipta tunggal ini kemudian lebih dikenal sebagai pandawa

No comments:

Post a Comment

Kisah-legenda

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho •  Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518)  • * Candi Sukuh •  Suk...