Monday, February 5, 2024

Sejarah Panjang Nuswantoro

 Sejarah panjang Nuswantoro


Banyak sekali penafsiran umum akan nama Nusantara, mungkin yang paling populer adalah rujukan

penamaan Nusantara yang dapat diakses di situs Wikipedia, di sana disebutkan bahwa ‘Nusantara

merupakan istilah yang dipakai oleh orang Indonesia untuk menggambarkan wilayah kepulauan

Indonesia dari Sabang sampai Merauke’; pertanyaannya, apakah hanya sebatas itu sajakah wilayah

Nusantara dulu?

Nusa sendiri sering diartikan dengan pulau atau kepulauan, penamaan dari leluhur kita dahulu dalam

bahasa sansekerta, sedang dalam bahasa sansekerta dengan peradaban yang lebih lama, istilah Nusa

disebut dengan Nuswa.

Hasil dari penelitian kita terhadap beberapa rontal kuno dan beberapa prasasti, Nuswantara [atau

Nusantara] adalah gabungan dari dua kata, Nuswa atau Nusa, dan Antara. Nuswa sendiri dalam

bahasa sansekerta kuno mempunyai arti “sebuah tempat yang dapat ditinggali”, jadi tidak disebutkan

secara jelas bahwa itu adalah pulau. Seharusnya kita membuka mata dan pikiran lebar-lebar untuk

memaknai ‘sebuah tempat yang dapat ditinggali’ adalah tidak terbatas hanya di daratan yang ada di

muka bumi ini; lautan, dasar laut, tempat di luar bumi atau bahkan tempat di luar galaksi kita-pun adalah

tempat yang dapat ditinggali.

Dalam beberapa serat kuno-pun pernah tertera kata ‘Antariksa’ yang menandakan bahwa sesuatu

jangkauan yang jauh dari letak bumi-pun sudah dikenal oleh para leluhur Nuswantara.

Menurut Sastra-Jendra [catatan alam raya], leluhur kita membahasakan ‘Bumi’ dengan nama

‘Arcapada’ dan tempat kita hidup di atas bumi itu yang dinamakan lapisan bumi pertama atau Eka

Pratala, dan semuanya terdapat 7 lapisan sampai ke Sapta Pratala [inti bumi atau magma bumi]. Di luar

Arcapada, tertera nama Dirgantara yang maknanya adalah lapisan sejauh burung dapat terbang paling

tinggi, kemudian terdapat Angkasa yang maknanya adalah lapisan dari atas Dirgantara sampai ke batas

atmosfir paling tinggi, dan di luar atmosfir itulah yang disebut dengan Antariksa.

Konsepsi dari Nuswantara sendiri adalah sebuah kesatuan wilayah yang dipimpin oleh suatu

pemerintahan [kerajaan] secara absolut. Jadi dalam Nuswantara terdapat satu Kerajaan Induk dengan

puluhan bahkan ratusan kerajaan yang menginduk [bedakan menginduk dengan jajahan].

Dalam sebuah periodesasi jaman, kerajaan induk itu mempunyai seorang pimpinan dengan

kewenangannya yang sangat absolut, sehingga kerajaan-kerajaan yang menginduk sangat hormat dan

loyal kepada Kerajaan Induk dan satu sama lain antara kerajaan yang menginduk akan saling bersatu

dalam menghadapi ancaman keamanan dari negara-negara di luar wilayah Nuswantara, tak pelak

kesatuan dari Nuswantara sangat disegani, dihormati dan ditakuti oleh negara-negara lain pada jaman

dahulu.

Terdapat lagi istilah Salaka Nagara, istilah Salaka Nagara lebih merupakan sebuah status untuk

beberapa periodesasi masa gemilang dari Nuswantara. Dalam bahasa sansekerta, salaka berarti

seluruh alam raya, jadi pada saat ada salah sebuah Kerajaan Induk Nuswantara yang statusnya Salaka

Nagara, berarti pada masa itu semua kerajaan yang ada di muka bumi ini mempunyai pimpinan tunggal,

atau secara absolut Kerajaan Induk itu menguasai seluruh pemerintahan yang ada di muka bumi ini,

dalam sejarah gemilangnya tercatat banyak Kerajaan Induk di Nuswantara yang statusnya Salaka

Nagara, semisal : Kerajaan Keling, Kerajaan Purwadumadi, Kerajaan Medang Gili, Kerajaan Medang

Ghana, Kerajaan Medang Kamulyan, dll.


Kerajaan Induk biasanya dipimpin oleh seorang raja dengan gelar Sang Maha Prabu atau Sang Maha

Raja, bergelar Sang Maha Ratu apabila dipimpin oleh seorang perempuan, pada periode jaman

sebelumnya dengan Sang Rakai atau Sang Mapanji, serta dibantu oleh Patih [sekarang setara dengan

Perdana Menteri] yang bergelar Sang Maha Patih.

Sedangkan kerajaan-kerajaan yang menginduk, istilah Kerajaan juga seringkali disebut dengan

Kadipaten yang dipimpin oleh raja yang bergelar Kanjeng Prabu Adipati atau Kanjeng Ratu Adipati

[apabila dipimpin oleh seorang raja perempuan], dan Patih-nya bergelar Sang Patih.

Pimpinan Kerajaan Induk tidaklah selamanya turun-temurun, tidak tergantung dari besar-kecilnya

wilayah, tapi dilihat dari sosok pimpinannya yang mempunyai kharisma sangat tinggi, kecakapannya

dalam memimpin negara dan keberaniannya dalam mengawal Nuswantara, sehingga negara-negara

lain [kerajaan yang menginduk/Kadipaten] akan dengan suka rela menginduk di bawah sang pemimpin,

apalagi sang pemimpin biasanya dianggap mewarisi perbawa dari para Dewa, dalam pewayangan-pun

beberapa nama raja disebutkan sebagai Dewa sing ngejawantah.

Nuswantara, atau Indonesia kini [dari bahasa melayu dan pengembangan penamaan wilayah nusantara pada

jaman masa kolonial], dahulu dikenal dunia sebagai bangsa yang besar dan terhormat. Orang luar bilang

Nuswantara adalah “Jamrud Khatulistiwa” karena di samping Negara kita ini kaya akan hasil bumi

juga merupakan Negara yang luar biasa megah dan indah.

Bahkan di dalam pewayangan, Nuswantara ini dulu diberikan istilah berbahasa Kawi/Jawa kuno, yaitu :

“Negara kang panjang punjung pasir wukir,

gemah ripah loh jinawi,

tata tentrem kerto raharja”

Artinya dalam bahasa Indonesia kurang lebih yaitu :

“ Luas berwibawa yang terdiri atas daratan dan pegunungan,

subur makmur,

rapi tentram, damai dan sejahtera “

Sehingga tidak sedikit banyak negara-negara lain yang dengan sukarela bergabung di bawah naungan

bangsa kita.

Hal ini tentu saja tidak lepas peranan dari leluhur-leluhur kita yang beradat budaya dan ber-etika tinggi.

Di samping bisa mengatur kondisi Negara sedemikian makmur, leluhur kita juga bahkan dapat

mengetahui kejadian yang akan terjadi di masa depan dan menuliskannya ke dalam karya sastra yang

bertujuan sebagai panduan atau bekal anak cucunya nanti supaya lebih berhati-hati dalam menjalani

roda kehidupan.


Akan tetapi penulisannya tidak secara langsung menggambarkan berbagai kejadian di masa

mendatang, digunakanlah perlambang sehingga kita harus jeli untuk dapat mengetahui apa yang

dimaksud dengan perlambang itu tadi. Digunakannya perlambang karena secara etika tidaklah sopan

apabila manusia mendahului takdir, artinya mendahului Tuhan yang Maha Wenang.

Leluhur kita yang menuliskan kejadian masa depan adalah Maha Raja dari Kerajaan Dahana Pura

bernama Sang Mapanji Sri Aji Jayabaya dalam karyanya Jayabaya Pranitiradya dan Jayabaya

Pranitiwakyo. Sering juga disebut “Jangka Jayabaya” atau oleh masyarakat sekarang dikenal dengan

nama “Ramalan Jayabaya”, sebetulnya istilah ramalan kuranglah begitu tepat, karena “Jangka

Jayabaya” adalah sebuah Sabda, Sabda Pandhita Ratu dari Sang Mapanji Sri Aji Jayabaya, yang

artinya adalah akan terjadi dan harus terjadi.

Leluhur lainnya adalah R. Ng. Ranggawarsita yang menyusun kejadian mendatang ke dalam tembang-

tembang, antara lain Jaka Lodang, Serat Kalatidha, Sabdatama, dll.

Kaitannya dengan penanggalan jaman yang ada di Jangka Jayabaya, kita berhasil menemukan bahwa

sejarah Nuswantara tidak sekerdil seperti sejarah yang tertulis di buku-buku pelajaran sejarah sekolah

yang resmi atau literasi sejarah yang ada. Bahkan lebih dari itu, kami menemukan bukti tentang

kebesaran leluhur Nuswantara yang di peradaban-peradaban sebelumnya mempunyai wilayah yang

lebih besar dari yang kita duga selama ini.

Data yang diperoleh terdapat di beberapa relief dan prasasti yang dapat dilihat dan dimengerti oleh

semua orang. Pola pembacaan yang telah berhasil dipetakan dengan mendokumentasikan puluhan

jenis aksara purba asli Nuswantara yang dapat dipakai untuk membaca prasasti dan rontal-rontal kuno,

di antaranya adalah Sastra Kala Purwa, Sastra Kala Dwara, Sastra Kala Dwapara, Sastra Kala Praniti,

Sastra Kala Wisesa, dll. Sebagai bahan perbandingan, aksara Pallawa yang ada di India itu masih setara

dengan jaman Kerajaan Singasari, jadi masih terhitung sangat muda.

Kembali ke Jangka Jayabaya, telah berhasil dipetakan periodesasi terciptanya bumi sampai ke titik akhir

menjadi 3 [tiga] Jaman Kali [Jaman Besar] atau Tri Kali, dan setiap Jaman Besar atau Kali terbagi menjadi

7 [tujuh] Kala [Jaman Sedang] atau Sapta Kala, dan 1 [satu] Jaman Sedang [Kala] terbagi menjadi 3 [tiga]

Mangsa Kala [Jaman Kecil], serta berhasil mengurutkan sejarah kerajaan-kerajaan induk yang ada di

Nuswantara yang mayoritas telah dihilangkan dari sejarah resmi.

Tri Kali atau 3 Jaman Besar itu terdiri dari :


1. Kali Swara - jaman penuh suara alam

2. Kali Yoga. - jaman pertengahan

3. Kali Sengara. - jaman akhir




Masing-masing Jaman Besar berusia 700 Tahun Surya, suatu perhitungan tahun yang berbeda dengan

Tahun Masehi maupun Tahun Jawa, perhitungan tahun yang digunakan sejak dari awal peradaban.

Konversi setiap Jaman Besar [Kali] masing-masing berbeda, itu dikarenakan karena perputaran bumi

tidak linear, perhitungan masa dalam satu Tahun Surya di Jaman besar Kali Yoga lebih lama dari

perhitungan masa dalam satu Tahun Surya di Jaman Besar Kali Sangara, dan perhitungan masa dalam

satu Tahun Surya di jaman Besar Kali Swara lebih lama dari perhitungan masa dalam satu Tahun Surya

di Jaman Besar Kali Yoga.



Saat ini yang telah berhasil dikonversikan adalah penghitungan untuk Jaman Besar Kali Sangara [jaman

akhir], di mana 1 [satu] Tahun Surya setara dengan 7 [tujuh] Tahun Wuku, satu tahun Wuku terdiri dari 210

hari yang berarti 1 [satu] Tahun Surya pada jaman besar Kali Sangara itu sama dengan 1.470 hari.


Berikut adalah uraian tentang pembagian jaman disertai dengan silsilah Kerajaan-kerajaan Besar

[Kerajaan Induk] di Nuswantara mulai dari Jaman Besar Kali Swara, Kali Yoga, sampai Kali Sangara.

 1. Kali Swara [ jaman penuh suara alam ]

Dibagi atas 7 Jaman Sedang [Sapta Kala], yaitu :

1.1. Kala Kukila [burung]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [Mangsa Kala] :

1.1.1 Mangsa Kala Pakreti [mengerti]

1.1.2 Mangsa Kala Pramana [waspada]

1.1.3 Mangsa Kala Pramawa [terang]

1.2. Kala Budha [mulai munculnya kerajaan]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

1.2.1 Mangsa Kala Murti [kekuasaan]

1.2.2 Mangsa Kala Samsreti [peraturan]

1.2.3 Mangsa Kala Mataya

[manunggal dengan Sang Pencipta]

1.3. Kala Brawa [berani/menyala]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

1.3.1 Mangsa Kala Wedha [pengetahuan]

1.3.2 Mangsa Kala Arcana [tempat sembah-

yang]

1.3.3 Mangsa Kala Wiruca [meninggal]

1.4. Kala Tirta [air bah]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

1.4.1 Mangsa Kala Raksaka [kepentingan]

1.4.2 Mangsa Kala Walkali [tamak]

1.4.3 Mangsa Kala Rancana [percobaan]

1.5. Kala Rwabara [keajaiban]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

1.5.1 Mangsa Kala Sancaya [pergaulan]

1.5.2 Mangsa Kala Byatara [kekuasaan]

1.5.3 Mangsa Kala Swanida [pangkat]

1.6. Kala Rwabawa [ramai]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

1.6.1 Mangsa Kala Wibawa [pengaruh]

1.6.2 Mangsa Kala Prabawa [kekuatan]

1.6.3 Mangsa Kala Manubawa [sarasehan/

pertemuan]

Mangsa Kala

Mangsa Kala

Mangsa Kala

Mangsa Kala

Mangsa Kala

| 1.1. Kala Kukila | 0 - 100 Tahun Surya

1.1.a Keling

1.1.b Purwadumadi

1.1.c Purwacarita / Purwakandha

1.1.d Magadha

1.1.e Gilingwesi

1.1.f Sadha Keling

| 1.2. Kala Budha | 101 - 200 Tahun Surya

1.2.a Gilingwesi

1.2.b Medang Agung

1.2.c Medang Prawa

1.2.d Medang Gili / Gilingaya

1.2.e Medang Gana

1.2.f Medang Pura

1.2.g Medang Gora

1.2.h Grejitawati

1.2.i Medang Sewanda

| 1.3. Kala Brawa | 201 - 300 Tahun Surya

1.3.a Medang Sewanda

1.3.b Medang Kamulyan

1.3.c Medang Gili / Gilingaya

| 1.4. Kala Tirta | 301 - 400 Tahun Surya

1.4.a Purwacarita

1.4.b Maespati

1.4.c Gilingwesi

1.4.d Medang Gele / Medang Galungan

| 1.5. Kala Rwabara | 401 - 500 Tahun Surya

1.5.a Gilingwesi

1.5.b Medang Kamulyan

1.5.c Purwacarita

1.5.d Matswapati

1.5.e Wiratha Wetan

1.5.f Gilingwesi

| 1.6. Kala Rwabawa | 501 - 600 Tahun Surya

1.6.a Galuh

1.6.b Purwacarita

1.6.c Wirata Anyar

1.7. Kala Purwa [permulaan]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

1.7.1 Mangsa Kala Jati [sejati]

1.7.2 Mangsa Kala Wakya [penurut]

1.7.3 Mangsa Kala Mayana

[tempat para maya/ Hyang]

 2. Kali Yoga [ jaman pertengahan ]

Dibagi atas 7 Jaman Sedang [Sapta Kala], yaitu :

2.1. Kala Brata [bertapa]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

2.1.4 Mangsa Kala Yudha [perang]

2.1.5 Mangsa Kala Wahya [saat/waktu]

2.1.6 Mangsa Kala Wahana [kendaraan]

2.2. Kala Dwara [pintu]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

2.2.1 Mangsa Kala Sambada

[sesuai/ sepadan]

2.2.2 Mangsa Kala Sambawa [ajaib]

2.2.3 Mangsa Kala Sangkara [nafsu amarah]

2.3. Kala Dwapara [para dewa]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

2.3.1 Mangsa Kala Mangkara [ragu-ragu]

2.3.2 Mangsa Kala Caruka [perebutan]

2.3.3 Mangsa Kala Mangandra

[perselisihan]

2.4. Kala Praniti [teliti]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

2.4.1 Mangsa Kala Paringga

[pemberian/kesayangan]

2.4.2 Mangsa Kala Daraka [sabar]

2.4.3 Mangsa Kala Wiyaka [pandai]

2.5. Kala Teteka [pendatang]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

2.5.1 Mangsa Kala Sayaga [bersiap-siap]

2.5.2 Mangsa Kala Prawasa [memaksa]

2.5.3 Mangsa Kala Bandawala [perang]

2.6. Kala Wisesa [sangat berkuasa]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

2.6.1 Mangsa Kala Mapurusa [sentosa]

2.6.2 Mangsa Kala Nisditya

[punahnya raksasa]

2.6.3 Mangsa Kala Kindaka [bencana]

Mangsa Kala

Mangsa Kala

Mangsa Kala

Mangsa Kala

Mangsa Kala

Mangsa Kala

Mangsa Kala

| 1.7. Kala Purwa | 601 - 700 Tahun Surya

1.7.a Wirata Kulon

1.7.b Hastina Pura

| 2.1. Kala Brata | 701 - 800 Tahun Surya

2.1.a Hastina Pura

| 2.2. Kala Dwara | 801 - 900 Tahun Surya

2.2.a Hastina Pura

2.2.b Malawapati

2.2.c Dahana Pura

2.2.d Mulwapati

2.2.f Kertanegara

| 2.3. Kala Dwapara | 901 - 1.000 Tahun Surya

2.3.a Pengging Nimrata

2.3.b Galuh

2.3.c Prambanan

2.3.d Medang Nimrata

2.3.e Grejitawati

| 2.4. Kala Praniti | 1.001 - 1.100 Tahun Surya

2.4.a Purwacarita

2.4.b Mojopura

2.4.c Pengging

2.4.d Kanyuruhan

2.4.e Kuripan

2.4.f Kedhiri

2.4.g Jenggala

2.4.h Singasari

| 2.5. Kala Teteka | 1.101 - 1.200 Tahun Surya

2.5.a Kedhiri

2.5.b Galuh

2.5.c Magada

2.5.d Pengging

| 2.6. Kala Wisesa | 1.201 - 1.300 Tahun Surya

2.6.a Pengging

2.6.b Kedhiri

2.6.c Mojopoit (Majapahit)

2.7. Kala Wisaya [fitnah]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

2.7.1 Mangsa Kala Paeka [fitnah]

2.7.2 Mangsa Kala Ambondan

[pemberontakan]

2.7.3 Mangsa Kala Aningkal [menendang]

 3. Kali Sangara [ jaman akhir ]

Dibagi atas 7 Jaman Sedang [Sapta Kala], yaitu :

3.1. Kala Jangga

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

3.1.1 Mangsa Kala Jahaya [keluhuran]

3.1.2 Mangsa Kala Warida [kerahasiaan]

3.1.3 Mangsa Kala Kawati [mempersatukan]

3.2. Kala Sakti [kuasa]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

3.2.1 Mangsa Kala Girinata [Syiwa]

3.2.2 Mangsa Kala Wisudda [pengangkatan]

3.2.3 Mangsa Kala Kridawa [perselisihan]

3.3. Kala Jaya

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

3.3.1 Mangsa Kala Srenggya [angkuh]

3.3.2 Mangsa Kala Rerewa [gangguan]

3.3.3 Mangsa Kala Nisata [tidak sopan]

3.4. Kala Bendu [hukuman/musibah]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

3.4.1 Mangsa Kala Artati [uang/materi]

3.4.2 Mangsa Kala Nistana [tempat nista]

3.4.3 Mangsa Kala Justya [kejahatan]

3.5. Kala Suba [pujian]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

3.5.1 Mangsa Kala Wibawa

[berwibawa/berpengaruh]

3.5.2 Mangsa Kala Saeka [bersatu]

3.5.3 Mangsa Kala Sentosa [sentosa]

3.6. Kala Sumbaga [terkenal]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

3.6.1 Mangsa Kala Andana [memberi]

3.6.2 Mangsa Kala Karena [kesenangan]

3.6.3 Mangsa Kala Sriyana

[tempat yang indah]

3.7. Kala Surata [menjelang jaman akhir]

Dibagi atas 3 Jaman Kecil [ ] :

3.7.1 Mangsa Kala Daramana [luas]

3.7.2 Mangsa Kala Watara [sederhana]

3.7.3 Mangsa Kala Isaka [pegangan]

Mangsa Kala

[leher]

Mangsa Kala

Mangsa Kala

Mangsa Kala

Mangsa Kala

Mangsa Kala

Mangsa Kala

Mangsa Kala

| 2.7. Kala Wisaya | 1.301 - 1.400 Tahun Surya

2.7.a Mojopoit

2.7.b Demak

2.7.c Giri

| 3.1. Kala Jangga | 1.401 - 1.500 Tahun Surya

3.1.a Pajang

3.1.b Mataram

| 3.2. Kala Sakti | 1.501 - 1.600 Tahun Surya

3.2.a Mataram

3.2.b Kartasura

| 3.3. Kala Jaya | 1.601 - 1.700 Tahun Surya

3.3.a Kartasura

3.3.b Surakarta

3.3.c Ngayogyakarta

| 3.4. Kala Bendu | 1.701 - 1.800 Tahun Surya

3.4.a Surakarta

3.4.b Ngayogyakarta

3.4.c Indonesia (Republik)

| 3.5. Kala Suba | 1.801 - 1.900 Tahun Surya

| 3.6. Kala Sumbaga | 1.901 - 2.000 Tahun Surya

| 3.6. Kala Surata | 2.001 - 2.100 Tahun Surya


Minimal mulai dari sekarang sangat penting bagi para anak bangsa untuk mengetahui betapa hebat dan

luhurnya peran para leluhur Nuswantara ini, terbukti dengan telah tersusunnya silsilah kerajaan-

kerajaan Nuswantara mulai dari peradaban awal sampai saat sekarang, para anak bangsa tidak hanya

sekedar mengenal Kerajaan Mataram, Majapahit, Singasari, Kuripan dan Kediri saja; akan tetapi masih

banyak kerajaan-kerajaan di peradaban yang lebih lama yang entah oleh sebab apa sekarang ini

kebesaran Kerajaan tersebut telah digeser ke cerita mitos. Adalah penting semua kebesaran dan

kehebatan leluhur kita jatuh kepada kita sendiri sebagai anak cucu yang seharusnya mewarisinya.

Metode penelitian dan penelusuran yang digunakan selama ini adalah dengan mengkompilasikan studi

literasi pada relief-relief, prasasti-prasasti serta rontal-rontal kuno yang dipadukan dengan Sastra

Cetha, sastra yang tidak tersurat secara langsung. Sastra Cetha sendiri adalah sebuah informasi tak

terbatas yang sudah digambarkan oleh alam semesta secara jelas, sebegitu jelasnya sehingga sampai

tidak dapat terlihat kalau kita menggunakan daya penangkapan yang terlalu tinggi dan rumit :-)

Belajar dari tanah sendiri, belajar dari ajaran Leluhur Nusantara sendiri, belajar banyak dari alam

semesta, di mana bumi diinjak, di situ langit dijunjung.




Sumber Utama: 

          *Agung Bimo Sutejo &Tim ARC (Atlantis Research Center)

          *Ki Tunggul Jati Joyo Among Rogo (pamomong ARC)



Wednesday, December 13, 2023

Ilmu Jawa kuno

 Rahasia ilmu Jawa Aji pameleng tata cara Samadi atau Hening disebut juga Aji pameleng yang bermakna Aji atau Ratu pameleng atau konsentrasi Tapa bertapa mengandung maksud sebuah niat yang paling utama untuk bertapa atau Samadi bertapa Samadi disebut juga menekung Tafakur Puja prata mengendalikan Budi mengendalikan Cipta menenangkan raga Yoga dan sebagainya tempat untuk menjalankan hal tersebut dinamakan pertapaan Pak murjitan pamor setan dan lain sebagainya [Musik] sedangkan teorinya disebut Taiwan tawan Tirta Amerta Tirta Kamandanu Tirta Nirmalasari kawasan [Musik] ataupun sastra Jenderal hayuningrat bank luar negeri dan lain sebagainya sedangkan manfaat ilmu Samadi dan tindakan yang demikian digunakan sebagai sarana menyempurnakan dalam menjalankan ibadah agar mendapatkan keselamatan hidup sebab bisa sebagai sarana untuk bisa melakukan tindak laku utama dengan sempurna dan juga bisa digunakan sebagai sarana ketika dia ada hajat keperluan yang sangat penting untuk memohon anugerah Hidup kepada Tuhan Yang Maha murah, sedangkan Mengapa di dunia ada ilmu tata cara bertapa atau Hening Samadi yang demikian menurut dari kata-kata tersebut Ternyata banyak yang berasal dari bahasa Sansekerta dengan demikian terbukti bahwa ilmu Samadi berasal dari ilmu para peserta payugi dari Hindu India pada zaman dahulu barangkali saja bersamaan dengan ketiga bangsa Hindu membuat candi-candi dan patung-patung pada saat itu awal mula ilmu tersebut hanya untuk bangsa Hindu tidak terkecuali bangsa Hindu yang beragama apa saja akan bisa melakukan Samadi sebab hanyalah ilmu Samadi ini saja yang menjadi pembuka ilmu di seluruh dunia dan juga menjadi ujung tombak dalam ilmu agama lama-kelamaan bangsa Hindu merantau ke tanah Jawa dan ke berbagai negara lain serta juga mengajarkan agama dan ilmu yang dianutnya demikian juga ilmu Samadi juga tidak ketinggalan ilmu Samadi di tanah Jawa bisa berkembang dengan subur sebab masyarakat Jawa tidak pilih-pilih ilmu dan juga orang Jawa senang berguru dan bisa menjalankan dengan sempurna ilmu apa saja yang masuk ke Tanah Jawa [Musik] sebab ilmu yang demikian bisa selaras dengan dasar jiwa orang Jawa sehingga orang Jawa dengan mudahnya bisa menerima ilmu tersebut ditambah juga dengan banyaknya orang Hindu yang pergi ke tanah Jawa dengan tujuan berdagang menyebarkan agama dan juga ilmu bijaknya sekejap saja hampir semua orang di Jawa masa itu memeluk agama Hindu [Musik] kemudian disusul dengan datangnya bangsa Arab ke tanah Jawa yang juga dengan membawa ilmu dan agama Nabi Muhammad yaitu agama Islam sehingga sedikit mengurangi perkembangan agama Hindu sebab banyak juga orang Jawa yang memeluk agama Islam hanya saja agama Islam tidak mempunyai ilmu Samadi sebagaimana tersebut di atas ketika Islam telah berkuasa dengan berhasil mendirikan kerajaan Demak Bintara kemudian negara melarang orang jawa untuk menyebar luaskan ilmu Samadi demikian juga dipaksa berganti agama untuk memeluk agama Islam namun tidak semua orang Jawa mau masuk untuk memeluk agama Islam walaupun telah memeluk agama Islam namun tidak sepenuhnya menjalankan syariatnya hanya sebatas karena takut pada hukuman Raja saja sehingga agama Islam yang dianut hanya sebatas luar atau di lahir saja, dalam jiwa dan batin mereka masih tetap beragama Hindu sehingga ilmu sama di masih tetap dijalankan hanya saja dengan cara sembunyi-sembunyi dan dilakukan pada malam hari di atas jam 12 malam Sedangkan tempat untuk bertapa di tempat yang tidak terhalang apapun yaitu di tempat terbuka yang luas seperti di dalam hutan di sungai dan sebagainya asal saja tempat yang benar-benar sepi di ajarkan dengan cara bisikan tidak boleh terdengar oleh siapapun walaupun oleh dedaunan rumput hewan dan juga hewan kecil yang merayap di tanah juga tidak boleh mendengar jika ikut mendengar maka mereka yang mendengar akan berubah menjadi manusia [Musik] sehingga diajarkan dengan cara guru duduk berhadapan dengan cara beradu dan murid dan guru berpesan bahwa apa yang diajarkan tidak boleh Diberitahukan kepada siapapun juga tanpa izin dari Sang Guru jika dilanggar maka sang murid akan mendapat celaka karena akan mendapat hukuman dari Tuhan cara yang demikian bertujuan agar ajaran ilmu Samadi tidak bisa diketahui oleh pemerintah yang berpedoman pada ajaran agama Islam sebab apabila sampai ketahuan akan mendapat hukuman yang sangat berat sampai dengan zaman sekarang walaupun negara sudah tidak melarang dengan adanya ilmu Samadi namun cara menyebar luaskan ajaran tersebut masih tetap sama dengan cara sembunyi-sembunyi seperti dijelaskan di atas sehingga mendapat julukan oleh orang yang tidak suka ajaran tersebut atau oleh orang yang beragama Islam bahwa ajaran ilmu Samadi tersebut disebut ilmu klenik berasal dari kata klonik sehingga di tanah Jawa ada sebutan lapangan dan putihan merah dan putih yang diberi julukan abangan adalah orang Jawa Islam yang tidak menjalankan syariat agama Islam sedangkan putihan adalah sebutan bagi orang Jawa yang menjalankan sepenuhnya Syariat agama Islam disebut Santri sehingga santri disebut juga putihan sebab pada umumnya pakaian yang digunakan oleh santri yang beragama Islam itu lebih bersih dibanding dengan orang Jawa yang tidak beragama Islam kembali kepada ilmu Samadi bahwa disebut ilmu rahasia Dikarenakan seperti Keterangan tersebut di atas sedangkan yang sesungguhnya nama ajaran rahasia itu sebetulnya tidak ada sehingga boleh-boleh saja diajarkan kepada siapa saja baik kepada yang mudah atau juga kepada yang sudah berumur tua dan juga boleh diajarkan sewaktu-waktu Kapan saja apabila ada seseorang yang benar-benar sangat membutuhkan ilmu sama di tersebut sebab tata cara yang demikian itu agar ajaran tersebut bisa diketahui oleh orang banyak lebih-lebih bahwa ilmu Samadi tersebut ternyata menjadi pembuka dari semua ilmu sehingga wajib disebarluaskan agar menjadi pengetahuan bagi generasi muda ataupun juga yang sudah tua [Musik] tanpa melihat tinggi rendah dari martabat dan derajat seseorang tibalah Pada suatu masa ada cerita kejadian yang tidak disangka-sangka di belakang hari ilmu Samadi atau Hening tersebut bisa diterima oleh orang Islam Sebab mereka percaya bahwa ilmu sama dia atau Hening tersebut memang benar sebagai puncak ilmu yang bisa menghantarkan kepada keselamatan kehormatan ketentraman dan sebagainya sehingga ilmu Samadi atau Hening tersebut oleh seorang yang telah terbuka pintu hatinya dengan kebenaran yang bernama Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang yang nama aslinya San Ali Anshar ada juga yang menyebut kawasan Ali Anshar yang kedudukan tingkat ilmunya juga sebagai pemuka agama setingkat Wali kemudian digubah olehnya di kitabuatannya yang disebut Daim mengambil dari asal kata daiwan yang kemudian digunakan sebagai tata cara dalam melakukan ibadah [Musik] dengan cara dirubah susunan katanya menjadi sholat Daim sholat yang tiada terputus sehingga oleh ajaran Syekh Siti Jenar salat terbagi menjadi dua yaitu salat lima waktu disebut salat syariat salat lahir yang kedua sholat Daim sholat ini adalah sholat di dalam batin mengandung maksud juga menyatukan rasa diri pribadi dengan Tuhan atau dalam bahasa Jawa disebut Manunggaling kawulo Gusti atau loro neng a tunggal 2 menjadi satu kita buatan Syekh Siti Jenar kemudian digunakan sebagai pedoman dalam ajaran tersebut setelah berhasil mendapatkan perhatian oleh orang banyak disitu sholat 5 waktu dan Syariat agama Islam oleh pengikut Syekh Siti Jenar [Musik] acaranya banyak yang ditinggalkan ataupun tidak di ajarkan lagi Perhatian para penyebar ilmu murid Syekh Siti Jenar hanya mengajarkan sholat Daim saja [Musik] sehingga orang Jawa yang semula sudah memeluk agama Islam terlebih lagi yang belum semua condong dan berguru kepada Syekh Siti Jenar [Musik] sebab acaranya lebih mudah terang dan nyata Sedangkan ilmu Samadi yang dikembangkan oleh Syekh Siti Jenar berasal dari Ki Ageng Pengging sebab Syekh Siti Jenar adalah Masih saudara dari Ki Ageng Pengging. ilmu Samadi oleh Syekh Siti Jenar di ajarkan kepada Raden watiswara juga bernama Pangeran panggung yang juga dia mempunyai derajat Wali kemudian diajarkan kepada Sunan Geseng yang juga bernama kicak Raja ya yang berasal dari daerah pageland yang dalam cerita ketika dia belum menjadi wali mempunyai pekerjaan deres mengambil air sari bunga pohon kelapa untuk dibuat menjadi gula kelapa kemudian olehnya di acara kan kepada orang banyak [Musik] demikian juga para sahabat Syekh Siti Jenar yang telah terbuka hatinya oleh ajaran Syekh Siti Jenar disuruh mendirikan perguruan untuk menyebarkan ilmu Samadi tersebut. 

Semakin lama semakin banyak dan berkembang sehingga berhasil menyaingi bahkan melemahkan kekuasaan Wali yang lain dalam hal menyebarkan ilmu agama Islam, sehingga banyak masjid yang kosong untuk menanggulangi keadaan yang demikian agar tidak semakin berkembang luas maka Ki Ageng Pengging dan juga Syekh Siti Jenar beserta pengikutnya semuanya dihukum penggal oleh para wali yang mendapat perintah dari Sultan Demak demikian juga pangeran panggung tidak ketinggalan pula dihukum dengan cara dibakar di tengah alun-alun Demak untuk dijadikan contoh agar supaya orang-orang dan para pengikutnya menjadi takut dengan harapan supaya bersedia meninggalkan ajaran Syekh Siti Jenar dalam cerita tersebut tubuh Pangeran panggung tidak bisa terbakar api kemudian dia keluar dari dalam api dan meninggalkan kerajaan Demak ada salah satu kisah cerita bahwa pada saat Pangeran panggung sedang berada di dalam api Pangeran panggung mengarang kitab yang diberi nama suluk Malang sumirang, tembang macapat yang termuat di dalam buku suluk walisanga karangan Sunan Giri Kedua jenis lagu Jawa sebelum meninggalkan Demak buku itu diserahkan kepada Raja Demak dan pada saat Pangeran panggung pergi meninggalkan api. Sultan Bintara dan para punggawa kerajaan beserta para wali kalah Wibawa oleh kesaktian Pangeran panggung sehingga termangu dan tidak bisa berbuat apa-apa bagaikan tersihir setelah Pangeran panggung berkicau barulah Sultan Demak dan para wali sadar bahwa Pangeran panggung selamat dari hukuman bakar sehingga mereka merasa kalah oleh kesaktian Pangeran panggung yang mendapat Anugerah kasih sayang dari Tuhan Kemudian datang tunggal kerajaan melapor bahwa Sunan Geseng atau Cakra Jaya pergi juga menyusul langka Pangeran panggung kemudian setelah sadar barulah muncul kemarahan Sultan Demak sehingga kemudian menyuruh prajuritnya untuk membunuh sahabat dan semua murid Syekh Siti Jenar yang telah berhasil ditangkap sedangkan yang tidak tertangkap melarikan diri mencari selamat para sahabat dan murid Syekh Siti Jenar yang masih hidup di dalam pelariannya kemudian mendirikan perguruan dan terus melestarikan ajaran ilmu Samadi namun dengan cara ditutupi dengan ajaran syariat Islam seperti pada umumnya agar tidak diganggu ataupun dilarang oleh para wali pembela Kerajaan Demak sedangkan isi acaranya sebagai berikut cara pengajaran ilmu Samadi yang kemudian disebut salat tahim dibarengi dengan pengajaran sholat 5 waktu juga rukun Islam lainnya ajaran salat jaim kemudian diberi nama tarekat sedangkan isi ajaran diberi nama tafakur cara yang lain tata cara dalam cara mengajarkan ilmu tersebut sebelum para murid diberi ajaran salat Daim terlebih dahulu para murid dilatih menjalankan beberapa macam jenis dzikir dan juga membaca ayat-ayat suci Sejak saat itu ajaran ilmu Samadi ada dua macam yaitu 1 ilmu Samadi yang sesuai dengan ajaran yang diajarkan oleh para murid Syekh Siti Jenar yang ditutupi atau oleh ajaran rukun Islam ajaran tersebut pada zaman selanjutnya mengalami perubahan karena tidak sesuai lagi dengan ajaran pada awal ilmu itu ada sehingga para guru pada zaman sekarang dalam menyampaikan pengajaran ilmu Samadi yang telah berganti nama menjadi tarekat mengira bahwa ilmu tersebut berasal dari Jabal kuber atau Mekah walaupun acara tarekat yang asli itu ada dan cara pengajarannya tidak sama seperti tersebut di atas sehingga para Kyai guru agama Islam memberi julukan guru Leni kepada para guru yang mengajarkan ilmu Samadi yang berpedoman pada ajaran Jawa yang bersumber dari ajaran Syekh Siti Jenar dan para Kyai guru tersebut memberi julukan nama giniai mengandung maksud guru yang mengajarkan ilmu setan sedangkan sebutan Kyai adalah hanya untuk guru yang mengajarkan ilmu Nabi dua ajaran ilmu sama di cara Jawa yang bersumber dari Ki Ageng Pengging yang dikembangkan oleh Syekh Siti Jenar [Musik] jaman sekarang diberi julukan klenik tersebut pada awalnya berdasar pada lima pedoman sebagaimana berikut sangat bersungguh-sungguh dan jujur 2 Santosa berbuat adil tanggung jawab tidak berbuat semaunya sendiri 3 benar dalam semua pekerjaan sabar kasih sayang pada sesama tidak mengumpulkan dirinya sendiri tidak berwatak kejam [Musik] 4 pintar saliring dalam banyak ilmu terlebih lagi pandai menjaga perasaan sesama serta bisa mengendalikan Nafsu amarah dalam diri tidak serakah terhadap harta benda 5 susilaan olahraga selalu bersikap sopan santun serta bersikap yang bisa menyenangkan orang lain dan juga indah dalam berkata-kata apalagi terhadap orang yang sedang menderita kesusahan tindakan lima macam tersebut harus dilakukan bersama saat ketika menjalankan sama di yaitu mengendalikan Cipta Mengheningkan Cipta Oleh karena itu menurut ajaran Jawa tentang ilmu Samadi dan juga lima macam tindakan tersebut di atas akan diajarkan kepada semua anak muda atau orang tua tidak memandang tinggi rendahnya kelas dalam masyarakat sebab inti ilmu dan tinggi tingkatan ilmu seseorang apabila tetap dalam menjalankan sama di dan mampu menjalankan 5 ajaran tersebut di atas maka manusia akan mendapatkan ketentraman sedangkan dengan adanya ketentraman menyebabkan hidup merdeka dalam rasa jika tidak demikian sampai dengan akhir zaman seseorang akan mengalami nasib sangsara tergilas oleh roda zaman sebab rusak hati nurani diri [Musik] tentang Ajaran ilmu Samadi yang diberi nama ajaran tarekat yang berasal dari Syekh Siti Jenar telah dijelaskan di muka namun Tata caranya tidak dijelaskan di sini hanya akan menjelaskan tata cara melakukan sama di cara Jawa sebelum tercampur dengan agama lain sebagai berikut semoga para pembaca tidak salah terima [Musik] bahwa Samadi itu akan menghilangkan rasa hidup manusia ataupun akan mengeluarkan roh dari badan pemahaman yang demikian berasal dari pemahaman yang terkandung dalam cerita Sri Kresna raja duarawati atau Arjuna yang sedang menjalankan raga Sukma agar diketahui di sini bahwa cerita demikian hanya sebatas ibarat saja tata cara sama di Jawa adalah sebagai berikut kata Samadi Satu Rasa memusatkan rasa rasa Jati Rasa ketika rasa belum bekerja sedangkan berjalannya rasa disebabkan oleh hasil pengalaman-pengalaman yang diterima atau kejadian-kejadian yang diterima dalam hidup sehari-hari itulah kerja rasa yang disebut berpikir berasal dari kekuatan ilmu pengalaman dan peristiwa hidup sehari-hari Sehingga pikiran manusia bisa menganggap baik dan buruk yang bisa menjadi penyebab tata cara tindakan sikap dan sebagainya yang kemudian akan menjadi kebiasaan [Musik] sedangkan anggapan tentang baik dan buruk yang telah menjadi kebiasaan tersebut apabila buruk memang benar-benar buruk dan apabila baik memang benar-benar baik itu sebetulnya belum tentu benar Hal ini karena hanya disebabkan oleh kebiasaan cara berpikir saja atau anggapan diri sendiri saja anggapan yang demikian tidak mesti benar tetap hanya sebatas kebiasaan tata cara berpikir saja sehingga hal itu bukan yang sebenarnya sedangkan maksud dan tujuan sama dia adalah bertujuan untuk mengetahui dan memahami kenyataan yang sebenarnya atau kacaten sedang Tata caranya adalah dengan memahami dan menghilangkan segala anggapan dari kekuatan daya Pikir sendiri disebut hilangnya tempat dan tulisan setelah berhasil menguasai daya pikir yang demikian maka itu wujud rasa yang sesungguhnya rasa jati yang bisa mengetahui segala sesuatu tanpa petunjuk dalam bahasa Jawa disebut Tanpo tinulis bisa diwoco sedangkan hal demikian akan bisa dicapai dengan cara menghentikan segala pengaruh gerak pikiran dengan cara mengendalikan segala gerak anggota badan mengendalikan pengaruh dari gerakan badan yang paling maksimal adalah dengan cara tidur terlentang tangan bersedap melipat kedua tangan atau kedua tangan diluruskan Kedua telapak tangan ditempelkan di kedua paha kanan dan kiri kaki diluruskan telapak kaki yang kanan di atas telapak kaki kiri sikap yang demikian disebut tidak berkaki satu dan juga memusatkan pandangan atau menghentikan gerak mata tindakan demikian disebut meleng memusatkan mata sikap demikian akan bisa mengendalikan gerak pikiran serta mengendalikan gerak rasa sedangkan pusat titik mata diarahkan dan dipusatkan memandang ujung hidung dengan menyatukan dua titik pandangan mata menjadi satu dengan cara memejamkan kedua mata langkah selanjutnya adalah menata keluar masuknya nafas dengan cara mengendalikan jalannya nafas dimulai nafas berjalan dari puser perut ditarik ke atas melewati pangkal mulut cetak terus dinaikkan ke atas hingga masuk ke dalam otak kemudian ditahan semampunya di dalam kota dalam melakukan tarikan nafas yang demikian dilakukan sampai dengan badan merasa tidak punya daya kekuatan untuk mengangkat apapun sedangkan yang dikendalikan adalah jalannya rasa apabila telah terasa berat dalam menahan nafas kemudian nafas dilepaskan dengan perlahan-lahan sikap yang demikian yang disebut sastra jeda arti dari cetak penempatan ilmu Jeddah suara cetak pangkal mulut yang berat disebut demikian sebab ketika sedang melakukan tarikan nafas dari pusat perut melewati dada terus naik melewati cetak pangkal mulut sampai masuk ke pusat otak apabila jalannya pernapasan tidak dikendalikan maka nafas hanya akan mengikuti jalan nafas Sendiri Saja [Musik] cara nafas yang demikian tidak akan sampai naik masuk ke dalam otak [Musik] sebab nafas baru sampai di Pangkal mulut atau jeda akan turun kembali dan keluar lagi langkah demikian disebut juga Taiwan atau dhawan maksudnya mengendalikan perjalanan nafas yang panjang dan dengan tenang dengan mengucapkan mantra di dalam hati yaitu yang berbunyi hu bersama dengan maksudnya nafas yang berjalan dari puser Jeddah sampai ke pusat otak kemudian mengucapkan ya bersama-sama saat melepaskan nafas yang berjalan dari Pusat Otak sampai ke perut naik dan turunnya perjalanan nafas akan selalu melewati hal demikian disebut sastra Citra sebab ketika mengucapkan mantra sastra dua macam saja akan terasa di dalam cetak pangkal mulut mantra buah macam tersebut dan ya di dalam ajaran tarekat dirubah menjadi berbunyi juga bersamaan dengan perjalanan nafas sedangkan dalam ajaran tarekat sebutan tersebut menjadi H ilaha illallah namun tidak digabung dengan pernapasan pada saat melakukan pernafasan demikian usahakan mengendurkan urat wajah srile-rileknya atau sesanti mungkin dibarengi seolah-olah tersenyum dan mengendurkan erat otak sesanti-santainya dan yang terpenting jangan dibarengi menelan ludah kebiasaan yang biasa terjadi dalam melakukan pernafasan Dengan cara demikian dalam satu angkatan bernapas hanya mampu mengulang sebanyak tiga kali pernapasan biasanya sudah terengah-engah apabila sudah tenang maka diulang lagi tindakan demikian dilakukan berulang-ulang hingga jika semakin lama dan makin banyak dilakukan akan semakin baik sedangkan dalam satu kali angkatan tindakan yang demikian disebut Tri pandurata yang artinya Tri 3 Pandu Suci erat dunia tubuh dan tempat  yang bermakna juga tiga kali tarikan nafas maka itu berarti telah bisa sampai di hadapan yang maha suci yang bertempat di dalam otak atau susunan yang disusun tempat permohonan yaitu yang disebut kawulo Gusti maksudnya ketika kita menarik nafas kita sebagai ibarat Gusti atau Tuhan dan ketika melepas nafas kita kembali sebagai Kawula atau makhluk hal yang demikian diharapkan para pembaca tidak salah menafsirkan bahwa yang disebut kawulo Gusti mahluk dan Tuhan itu bukan nafas kita namun hanya daya kekuatan dari pikiran dan Cipta kita Sehingga dalam inti melakukan Samadi adalah kita harus dengan cara memanjangkan masuk dan keluarnya nafas dengan menjernihkan penglihatan sebab penglihatan adalah terjadi dari pengaruh rasa sedangkan sikap Samadi seperti yang telah dijelaskan di atas juga bisa dengan jalan dipercepat asal dilakukan dengan cara tidak terputus secara mengendalikan jalannya pernafasan bisa dilakukan pada saat duduk berjalan ataupun pada saat bekerja juga Sebaiknya dalam melakukan pernafasan dengan cara tersebut dengan jalan mengucapkan mantra yang berbunyi seperti dijelaskan sebelumnya ataupun juga bisa diganti sesuai dengan keyakinannya masing-masing Selain itu berdasarkan ada Iwan juga masih mempunyai arti yang lain yaitu panjang tidak berujung atau bermakna langgeng [Musik] yang mempunyai maksud bahwa nafas kita adalah sebagai tanda hidup tiap diri pribadi sedangkan bahwa nafas itu ada ditandai dengan adanya keluar dan masuknya angin tanpa berhenti yang bersamaan juga dengan berjalannya detak jantung yang seiring juga dengan perjalanan peredaran darah atau bahwa apabila keduanya berhenti tidak bekerja maka disebut meninggal dunia yaitu rusaknya jasad manusia yang akan kembali kepada asalnya sehingga Sebaiknya dalam bernafas diusahakan dipancangkan juga agar umur kita bisa panjang untuk hidup di dunia dengan adanya uraian di atas menunjukkan bahwa ilmu Samadi ternyata besar manfaatnya sehingga disebut juga Sastra Jendra hayuningrat artinya sastra atau ilmu Jendra berasal dari kata Harja dan Endra artinya Harja bahagia Hendra Raja Yu selamat ningrat Dunia tempat atau badan mengandung maksud mustika dari ilmu yang bisa menyebabkan keselamatan hidup kebahagiaan hidup ketenangan hidup dan lain sebagainya sedangkan makna dari bangun ruang Asura sebagai lambang dari kejahatan penyakit kotoran bahaya pikiran gelap kebodohan dan sebagainya sehingga sifat hiu itu berlawanan dengan Tuhan yaitu pandai indah selamat dan sebagainya mengandung maksud juga bahwa bagi siapa saja yang bisa mengalahkan segala kejahatan dan segala penghalang hidup artinya bagi siapa saja yang selalu menjalankan sama dia yang tiada henti maka apabila dilakukan oleh manusia jahat akan hilang sifat jahatnya dan akan berubah menjadi orang baik orang yang sedang sakit akan hilang sakitnya orang Angkara Murka orang kejam akan menjadi orang sabar menerima apa adanya dan jadi orang yang penyayang jika dilakukan oleh pembohong akan berubah menjadi orang jujur bodoh akan menjadi pintar dan sebagainya bisa juga untuk menghilangkan segala macam bencana dan segala rencana jahat bahaya dan halangan apapun yang tumbuh dari kegelapan jiwa diri pribadi semuanya akan hilang musnah lebur dening pangastuti karena menjalankan ulah sama di demikian juga bisa membentengi diri dari serangan bahaya yang berasal dari perbuatan orang lain dan juga makhluk lainnya baik yang berupa hewan yang jahat atau juga makhluk halus yang jahat akan musnah terbakar dari kewibawaan ahli Samadi atau hening harapan penyunting bahwa akan lebih sempurna apabila menjalankan ajaran kebaikan dari teori yang didapat dari luar diri apabila diimbangi dengan keadaan sucinya hati karena ulah Samadi yang dilakukan dengan olah rasa Tafakur dan Samadi apabila melakukan ajaran kebaikan akan semakin sempurna dan tidak kaku karena bukan hanya berdasar teori dalam ilmu syariat saja tapi juga dengan olah rasa sehingga kebenaran mutlak akan menjadi pedoman dalam segala tindak perbuatan dirinya.

Sebuah pemahaman tentang tatanan jagad raya

*Menuturkan tentang proses terciptanya Kahyangan, digelarnya Alam Semesta, Penciptaan Bumi dan Manusia, juga struktur pengelolaan serta hirarki dalam Alam Semesta. Tulisan ini dimaksudkan agar kita lebih paham akan tatanan alam Jagad Raya, lebih menghargai semesta dan menghargai proses penciptaan dalam versi Pakem yang termasuk dalam kategori 'Sastra Jendra'.*

Babaran ini merupakan penggal kecil dari Serat Praniti Radya yang dibuat oleh Sang Mapanji Sri Aji Jayabaya, Maharaja Nuswantara dari Kerajaan induk Dahana Pura.

Awalnya Kahyangan

Pada awalnya, saat Alam Semesta ini masih suwung [kosong], belum ada kehidupan, tidak ada

bintang, tidak ada planet-planet, dan tidak ada unsur apapun, hanya terdapat sebuah sosok yang bernama Sang Hyang Ogra Pesti, wujud Beliau tidak kelihatan karena diselimuti oleh cahaya yang sangat berkilau.

01. Sang Hyang Ogra Pesti yang tak lain adalah Sang Maha Pencipta Sang Hyang Ogra Pesti kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Bramana Wasesa.

02. Sang Hyang Bramana Wasesa

Sang Hyang Bramana Wasesa kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Toya Wasesa.

03. Sang Hyang Toya Wasesa

Sang Hyang Toya Wasesa kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Wiji Wasesa Jagad.

04. Sang Hyang Wiji Wasesa Jagad

Sang Hyang Wiji Wasesa Jagad kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Jagad Pramana.

05. Sang Hyang Jagad Pramana

Sang Hyang Jagad Pramana kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Wasesa Jagad Pramana.

06. Sang Hyang Wasesa Jagad Pramana

Sang Hyang Wasesa Jagad Pramana kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Jagad Kitaha.

07. Sang Hyang Jagad Kitaha

Sang Hyang Jagad Kitaha kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Atmana.

08. Sang Hyang Atmana

Sang Hyang Atmana kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Atmani.

09. Sang Hyang Atmani

Sang Hyang Atmani kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Arta Etu. 10. Sang Hyang Arta Etu

Sang Hyang Arta Etu kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Wilangan.

11. Sang Hyang Wilangan

Sang Hyang Wilangan kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Kasaha Etu Jagad.

12. Sang Hyang Kasaha Etu Jagad

Sang Hyang Kasaha Etu Jagad kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Tunggal.

13. Sang Hyang Tunggal

Sang Hyang Tunggal kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Wenang atau yang dikenal juga dengan nama Sang Hyang Pada Winenang.

14. Sang Hyang Wenang

Sang Hyang Wenang kemudian menciptakan sosok yang bernama Sang Hyang Wening.

15. Sang Hyang Wening

Semua Sang Hyang mulai dari Sang Hyang Ogra Pesti sampai Sang Hyang Wening tinggal di Kahyangan Alang-Alang Kumitir.

Mulai dari Sang Hyang Ogra Pesti sampai dengan Sang Hyang Tunggal tinggal di Kahyangan Alang-Alang Kumitir bagian atas yang disebut dengan Kahyangan Puncak Pemalang, sedangkan Sang Hyang Wenang dan Sang Hyang Wening tinggal di Kahyangan Alang-Alang Kumitir bagian bawah yang disebut dengan Kahyangan Ondar-Andir Bawana. Di antara Kahyangan Puncak Pemalang dengan Kahyangan Ondar-Andir Bawana terdapat gerbang pembatas yang disebut Kori Pengapit.

Sang Hyang Wening atas seijin dari sang rama yaitu Sang Hyang Wenang kemudian menciptakan

Kahyangan Manik Maninten yang letaknya di bawah Kahyangan Alang-Alang Kumitir dan juga menciptakan sebuah telur. Kemudian telur diremas dan pecah menjadi 3 bagian, dan semua bagian melayang-layang.

Bagian pertama adalah kulit atau cangkang telur yang walaupun remuk dan retak-retak tetapi tetap melayang-layang, begitu juga bagian isi yaitu putih telur dan kuning telur, akan tetapi pada awalnya bagian putih telur dan kuning telur masih menyatu dan tersambung.

Kemudian oleh Sang Hyang Wening, bagian cangkang telur disabda menjadi sosok yang bernama Sang

Hyang Batara Antiga atau nama lainnya adalah Teja Mantri. Setelah itu putih telur dan kuning telur dipisah oleh Sang Hyang Wening, dari putih telur disabda menjadi sosok yang bernama Sang Hyang Batara Ismaya sedangkan bagian kuning telur yang masih melayang-layang kemudian ditangkap dan disabda menjadi sosok yang bernama Sang Hyang Batara Manik Maya.

Ketiganya; yaitu Sang Hyang Batara Antiga, Sang Hyang Batara Ismaya dan Sang Hyang Batara Manik

Maya berparas sangat tampan dan tinggal rukun di Kahyangan Manik Maninten dan setelah itu Sang Hyang Wening kembali ke Kahyangan Alang-Alang Kumitir. Sang Hyang Batara Antiga adalah Dewa yang pertama kali mencoba untuk keluar dari Kahyangan Manik Maninten dan mencoba meniru kebisaan dari Sang Hyang Wening dengan melakukan berbagai sabda, karena kesalahan sabda maka terciptalah para lelembut yang jumlahnya sangat banyak.

Para lelembut yang terdiri dari para drubiksa (raksasa) dan brekasakan itu berjumlah sangat banyak dan karena terwujud dari sabda yang salah maka mereka tidak mempunyai logika, dikarenakan para lelembut itu membutuhkan tempat, maka Sang Hyang Wening kemudian menciptakan Kahyangan Setra Ganda Layu yang letaknya ada di bawah dari Kahyangan Manik Maninten.

Kemudian, Sang Hyang Wening merasa sudah tiba saatnya ketiga anak-nya dibuatkan pasangan

sehingga dapat mempunyai keturunan, maka ditawarkanlah kepada mereka untuk dibuatkan pasangan

hidup.

Sebagai putra tertua, Sang Hyang Batara Antiga memilih untuk menjadi wadat [tidak mempunyai

pasangan], sementara kedua adiknya bersedia. Maka Sang Hyang Wening mengambil bagian dari Sang

Hyang Batara Ismaya dan disabda menjadi Sang Hyang Batari Kanestren yang kemudian menjadi

pasangan hidup [istri] dari Sang Hyang Batara Ismaya, juga kemudian mengambil bagian dari Sang

Hyang Batara Manik Maya dan disabda menjadi Sang Hyang Batari Uma yang kemudian menjadi istri

dari Sang Hyang Batara Manik Maya.

Dari pasangan Sang Hyang Batara Ismaya dengan Sang Hyang Batari Kanestren dan Sang Hyang

Batara Manik Maya dengan Sang Hyang Batari Uma inilah awal terjadinya proses reproduksi atau

mempunyai keturunan.

Keturunan atau anak dari Sang Hyang Batara Ismaya dengan Sang Hyang Batari Kanestren adalah :

Sang Hyang Batara Wungkuam

Sang Hyang Batara Yamadipati

Sang Hyang Batara Surya

Sang Hyang Batara Kuwera

Sang Hyang Batara Kamajaya

Sang Hyang Batari Darmanastiti

Sang Hyang Batara Hananta Boga

Sang Hyang Batara Baruna

Sang Hyang Batara Wisnu

Sang Hyang Batara Platuk Temboro

Keturunan atau anak dari Sang Hyang Batara Manik Maya dengan Sang Hyang Batari Uma adalah :

Sang Hyang Batara Sambo

Sang Hyang Batara Brama

Sang Hyang Batara Indra

Sang Hyang Batara Bayu

Kelak kemudian Sang Hyang Wening menciptakan pasangan buat putra-putri para Batara dan Batari itu

dan menciptakan Kahyangan untuk mereka yang letaknya di bawah Kahyangan Manik Maninten tetapi

di atas Kahyangan Setra Ganda Layu. Lalu dari para Batara dan Batari itu lahirlah putra-putri mereka yaitu para Dewa dan Dewi, kemudian

dibuatkanlah Kahyangan oleh Sang Hyang Wening untuk para Dewa-Dewi itu yang letaknya di bawah

Kahyangan dari para Batara-Batari dan di atas Kahyangan Setra Ganda Layu.

Para Dewa dan Dewi kemudian saling berpasangan dan lahirlah putra-putri mereka yaitu para Widadara

dan Widadari, kemudian dibuatkanlah Kahyangan oleh Sang Hyang Wening untuk para Widadara-

Widadari itu yang letaknya di bawah Kahyangan dari para Dewa-Dewi dan di atas Kahyangan Setra

Ganda Layu.

Para Widadara dan Widadari kemudian saling berpasangan dan lahirlah putra-putri mereka yaitu para

Hapsara dan Hapsari, kemudian dibuatkanlah Kahyangan oleh Sang Hyang Wening untuk para

Hapsara-Hapsari itu yang letaknya di bawah Kahyangan dari para Widadara-Widadari dan di atas

Kahyangan Setra Ganda Layu. Para Hapsara dan Hapsari tinggal di Kahyangan yang bernama

Kahyangan Suralaya, mereka dikenal juga dengan sebutan Dang Hyang atau Danyang.

Saat itu para penghuni di Kahyangan Setra Ganda Layu sudah terlalu banyak, banyak lelembut dan

drubiksa [raksasa] yang memang tidak mengetahui nilai-nilai tataran mulai jahil dengan seenaknya

mengunjungi Kahyangan Suralaya maupun Kahyangan lainnya.

Hal itu yang kemudian membuat Sang Hyang Wening merencanakan untuk mulai menggelar jagad

raya, dengan menciptakan Sela Matangkep atau Pintu Pengarip sebagai batasan dunia, jadi para

penghuni Kahyangan Setra Ganda Layu tidak dapat lagi dengan seenaknya naik ke Kahyangan

Suralaya dan Kahyangan-Kahyangan lain yang lebih tinggi.

Sela Matangkep dijaga oleh Cingkara Bala dan Bala Upata yang tidak memperbolehkan sesiapapun

dapat memasuki dunia luhur tanpa menyebutkan kata sandi yang benar. Gelar Jagad

Atas sabda dari Sang Hyang Wening, kemudian diutuslah Sang Hyang Batara Ismaya, Sang Hyang

Batara Brama, Sang Hyang Batara Indra, Sang Hyang Batara Surya, Sang Hyang Batari Ratih, Sang

Hyang Batara Bayu, Sang Hyang Batara Hananta Boga, Sang Hyang Batara Baruna dan Sang Hyang

Batara Wisnu untuk menciptakan tempat di luar Sela Matangkep.

Saat itulah baru terciptanya dunia, dimulai dengan adanya Bintang yang diciptakan oleh Sang Hyang

Batara Ismaya atau dikenal juga dengan nama Sang Hyang Batara Kartika. Sang Hyang Batara

Brama bersama-sama dengan Sang Hyang Batara Hananta Boga dan Sang Hyang Batara Wisnu

menciptakan Bumi dan planet-planet yang lain.

Bumi sendiri diciptakan awalnya dari sebuah gumpalan api yang dibuat oleh Sang Hyang Batara Brama yang kemudian dilapisi oleh jangkar bumi dan cangkang bumi oleh Sang Hyang Batara Hananta Boga dan Sang Hyang Batara Surya memindahkan kaki Kahyangan Ekacakra mendekati Bumi yang sekarang kita kenal dengan nama Matahari.

Kemudian Sang Hyang Batari Ratih juga memindahkan kaki Kahyangan Cakra Kembang ke dekat Bumi yang kita kenal dengan nama Bulan, Sang Hyang Batara Bayu menciptakan atmosfir serta Sang Hyang Batara Indra menciptakan hujan. Bumi pada waktu itu masih panas karena belum ada lautan.

Baru setelah itu diturunkanlah para lelembut dan drubiksa ke Bumi atau Arcapada, akan tetapi ternyata setelah itu terjadi saling serang antara mereka untuk memperebutkan wilayah yang mereka sukai.

Sehingga kemudian diturunkan juga para Hapsara dan Hapsari serta para Widadara dan Widadari ke Arcapada untuk membuat hirarki di Arcapada agar terjadi kestabilan dan keamanan di Arcapada.

Kemudian oleh Sang Hyang Wening diciptakanlah Dang Hyang Jagad Penjuru Bumi :

- Untuk Jagad Wetan [timur] ditempati oleh Pecuk Pecu Kilan.

- Untuk Jagad Kulon [barat] ditempati oleh Cakrawangsa.

- Untuk Jagad Lor[utara] ditempati oleh Kaneka Putra.

- Untuk Jagad Kidul [selatan] belum terisi, tapi kemudian ditempati oleh Andana dan Andini.

- Untuk Jagad Awang-Awang [angkasa] dipercayakan kepada Garuda Yaksa Retna Peksi Jala Dara. 

 Setelah situasi di Arcapada cukup aman, baru kemudian oleh Batara-Batari yang ditugaskan [tanpa Sang Hyang Hananta Boga] diciptakanlah tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan. Biji dan benih untuk daratan dibawa oleh Sang Hyang Batari Pertiwi, biji dan benih untuk dasar samudera dibawa oleh Sang Hyang Batari Urang Ayu, serta para hewan di bawa oleh Sang Hyang Batara Gana. . 

Manusia Tercipta

Adalah Sang Hyang Batara Brama yang pertama kali menciptakan manusia, diambil dari tanah dan dibuat dengan kepalan tangannya, karena Sang Hyang Batara Brama adalah Dewa Api maka wujud manusia yang dibuat terlalu gosong, makanya kemudian disebut dengan Bangsa Keling. Proses penciptaan manusia pertama itu terjadi di daratan Jawa di Gunung Bromo, dan manusia yang diciptakan saat itu suhunya sangat panas untuk tinggal di dataran rendah sehingga mereka hanya dapat hidup di ketinggian yang suhunya lebih dingin.

Kemudian Sang Hyang Batara Wisnu juga menciptakan manusia dan terwujudlah sosok manusia yang lebih baik dan sempurna [seperti manusia sekarang ini], kejadian itu masih di daratan Jawa di Gunung Pawinihan [sekarang Gunung Wilis]. Tetapi saat itu manusia ciptaan Sang Hyang Batara Wisnu kondisi suhunya masih sama karena hanya mampu tinggal di tempat dingin. Manusia ciptaan itu menjadi rebutan dari para Hapsara dan Hapsari untuk dimomong oleh mereka.

Maka diaturlah agar manusia mempunyai keturunan dulu dan kemudian anak-anak mereka langsung di bawa oleh para Hapsara dan Hapsari untuk kemudian wajahnya dibentuk sesuai dengan wajah dari para Hapsara dan Hapsari yang memomongnya. 

Hal ini dilakukan atas sabda dari Sang Hyang Wening agar Arcapada dapat dipenuhi oleh manusia untuk keseimbangan alam semesta.

Delapan Batara dan Batari yang ikut dalam proses penciptaan manusia dan Prawita Sari [air suci keabadian], yaitu Sang Hyang Batara Ismaya, Sang Hyang Batara Brama, Sang Hyang Batara Indra, Sang Hyang Batara Surya, Sang Hyang Batari Ratih, Sang Hyang Batara Bayu, Sang Hyang Batara Baruna dan Sang Hyang Batara Wisnu inilah yang disebut dengan Hasta Brata, Hasta berarti delapan dan Brata berarti laku, watak, atau sifat utama yang di ambil dari sifat alam.

- Sang Hyang Batara Ismaya/ Sang Hyang Batara Kartika mewakili sifat Bintang

- Sang Hyang Batara Brama mewakili sifat Api

- Sang Hyang Batara Indra mewakili sifat Langit/ Angkasa

- Sang Hyang Batara Surya mewakili sifat Matahari

- Sang Hyang Batari Ratih mewakili sifat Bulan

- Sang Hyang Batara Bayu mewakili sifat Angin

- Sang Hyang Batara Baruna mewakili sifat Air

- Sang Hyang Batara Wisnu mewakili sifat Bumi/ Tanah

Kemudian para Batara-Batari dan Dewa-Dewi turun ke bumi dan mulai mengajarkan pola kehidupan kepada umat manusia, hal itu dilakukan agar manusia kemudian secara otomatis dan naluri akan mengajarkan kepada keturunannya juga, sehingga tidak perlu setiap generasi berikutnya dari keturunan manusia yang lahir, para Batara-Batari dan Dewa-Dewi harus turun ke Arcapada untuk mengajarkan pola yang sama.

Beberapa pola kehidupan yang diajarkan kepada manusia itu antara lain :

- Sang Hyang Batara Brama mengajarkan manusia cara membikin perkakas.

- Sang Hyang Batara Wisma Karma mengajarkan manusia cara membikin rumah tinggal.

- Sang Hyang Batara Iswara mengajarkan manusia cara berbicara dan manembah.

- Sang Hyang Batara Wisnu mengajarkan aturan antar manusia, aturan-aturan berkehidupan untuk tidak saling menjegal.

- Sang Hyang Batara Mahadewa mengajarkan manusia caranya membuat perhiasan dan pakaian.

- Sang Hyang Batara Cipta Gupta mengajarkan manusia caranya mengenal dan membuat warna-warni.

- dan lain-lain

Manusia-manusia awal yang tercipta di Arcapada ini baik yang di Gunung Bromo maupun yang di Gunung Pawinihan dinamakan Bangsa Keling dari kata 'kelingan' yang mengingatkan tentang awal penciptaan, struktur komunal pertama manusia dinamakan Kerajaan Keling dengan Kraton-nya beradadi lereng Gunung Pawinihan yang dipimpin oleh Sang Maha Prabu Radite yang merupakan wujud lain dari Sang Hyang Batara Surya yang ngejawantah. Semua peristiwa sebagai bagian dari awal peradaban ini terjadi di jaman sedang Kala Kukila pada jaman besar Kali Swara, di mana saat itu putaran Bumi masih belum stabil. Tri Loka Buana. Sang Hyang Wening merasa sudah saatnya setelah jagad di gelar harus ada hirarki keseluruhan untuk menata alam semesta ini. Untuk memimpin jalannya kehidupan Alam Semesta akan dipilih seorang pimpinan yang bergelar Ratu Tri Loka Buwana [Tri = tiga, Loka = tempat, Buwana = dunia] yang menguasai 3 dunia; Arcapada [Bumi, dunia di mana manusia tinggal], Madyapada [dunia gaib], dan Mayapada [Kadewatan, dunia luhur tempat mulai dari Hapsara-Hapsari sampai Batara-Batari].

Maka sebelum dipilih siapa yang layak untuk menjadi Ratu Tri Loka Buwana, Sang Hyang Wening mencipta Kahyangan Jong Giri Saloka tempat bakal Ratu Tri Loka Buwana menetap dan mengatur Alam Semesta. Kahyangan Jong Giri Saloka ini terletak di bawah Kahyangan Alang- Alang Kumitir dan di atas Kahyangan Manik Maninten.

Dua putra dari Sang Hyang Wening, yaitu Sang Hyang Batara Antiga dan Sang Hyang Batara Ismaya sangat meminati posisi Ratu Tri Loka Buwana tersebut, maka kemudian disepakatilah antar mereka berdua untuk adu kesaktian guna menunjukkan siapakah yang lebih layak menjadi Ratu Tri Loka Buwana.

Proses adu kesaktian itu adalah barang siapa yang dapat memakan atau menelan Jamur Dipa [bentuk gunung yang sangat besar] maka dialah yang layak menjadi Ratu Tri Loka Buwana. Sang Hyang Batara Antiga menelan Jamur Dipa, tetapi gagal dan mulut dari Sang Hyang Batara Antiga malah sobek, kemudian giliran Sang Hyang Batara Ismaya mencoba menelan Jamur Dipa, ternyata berhasil ditelan tetapi tidak dapat dimuntahkan kembali. Pada saat itulah Sang Hyang Wening rawuh dan sangat tidak berkenan dengan adu kesaktian yang dilakukan oleh Sang Hyang Batara Antiga dan Sang Hyang Batara Ismaya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari apa yang telah mereka lakukan, maka kemudian Sang Hyang Wening mengeluarkan sabda yang mengunci bentuk mereka di mana kondisi mulut dari Sang Hyang Batara Antiga sobek dan perut dari Sang Hyang Batara Ismaya membesar karena terisi Jamur Dipa.

Dalam wujud seperti itulah maka Sang Hyang Batara Antiga juga dikenal dengan nama Togog atau Ki Lurah Togog; sedang Sang Hyang Batara Ismaya dikenal dengan nama Semar atau Ki Lurah Semar Badranaya. Kemudian Sang Hyang Wening menunjuk Sang Hyang Batara Manik Maya yang karena tidak ikut dalam adu kesaktian dan hanya menjadi penonton saja itu menjadi Ratu Tri Loka Buwana. Sang Hyang Batara Manik Maya merasa kegirangan apalagi dari antara tiga bersaudara Sang Hyang Batara Manik Maya yang sekarang wajahnya paling tampan, karena kakak-kakaknya sudah berubah wujud semua. Hal itu tak luput dari perhatian Sang Hyang Wening, maka kemudian disabdalah wajah dari Sang Hyang Manik Maya menjadi buruk rupa, sebagai penanda untuk tidak mempunyai sifat sombong hati.

Sebagai Ratu Tri Loka Buwana, Sang Hyang Batara Manik Maya kemudian bergelar Sang Hyang Batara Guru, dikenal juga dengan nama Sang Hyang Jagadnata atau Sang Hyang Jagad Pratingkah atau Sang Hyang Syiwa. Kemudian Sang Hyang Batara Guru bersama dengan Sang Hyang Batari Uma menempati Kahyangan Jong Giri Saloka dan bertugas sebagai Ratu Tri Loka Buwana.

Sang Hyang Wening kemudian menugaskan Ki Lurah Togog dan Ki Lurah Semar untuk menjadi pamomong bagi umat manusia di Arcapada. Ki Lurah Togog menjadi pamomong umat manusia di belahan Barat dan Utara dari Arcapada, sedangkan Ki Lurah Semar menjadi pamomong untuk umat manusia di belahan Timur dan Selatan dari Arcapada.

Karena mereka berdua masing-masing memerlukan teman dalam perjalanan mereka menjadi pamomong di Arcapada, maka kemudian Ki Lurah Togog menciptakan teman seperjalanannya yang bernama Sarawita atau dikenal dengan nama lain Bilung.

Sedang Ki Lurah Semar juga menciptakan teman seperjalanan yang diambil dari bayangannya sendiri yang diberi nama Bagong. Berita tentang terpilihnya Sang Hyang Batara Manik Maya menjadi Ratu Tri Loka Buwana ternyata membuat gerah para Dang Hyang penunggu Bumi, mereka merasa bahwa Sang Hyang Batara ManikMaya tidak pantas menjadi Ratu Tri Loka Buwana karena dianggap kalah wibawa dan kurang sakti dari kakak-kakaknya. Para Dang Hyang penjuru Bumi merencanakan untuk melakukan protes dengan mengadakan penyerbuan ke Kahyangan Jong Giri Saloka.

Pertama kali yang menyerbu ke Kahyangan Jong Giri Saloka adalah Kaneka Putra sang Dang Hyang Jagad Lor. Dalam perjalanannya ke Kahyangan Jong Giri Saloka dan baru sampai di Sela Matangkep, Dang Hyang Jagad Lor Kaneka Putra bertemu dengan rombongan Ki Lurah Semar bersama dengan Bagong dan Ki Lurah Togog bersama dengan Sarawita yang akan turun ke Arcapada untuk melaksanakan tugas sebagai pamomong umat manusia.

Terjadilah pertempuran sengit antara Ki Lurah Semar dengan Kaneka Putra, akhirnya Kaneka Putra tunduk terkena Aji Kemayan dari Ki Lurah Semar sehingga bentuknya menyerupai wujud pendek seperti yang sekarang kita kenal.

Karena kepandaian dan kepintarannya dalam bertempur, maka oleh Ki Lurah Semar, Dang Hyang Jagad Lor Kaneka Putra kemudian ditugaskan untuk menjadi penasehat utama Kahyangan Jong Giri Saloka untuk mendampingi Sang Hyang Batara Guru dalam mengelola Alam Semesta dan bergelar Sang Hyang Batara Narada atau Resi Kaneka Putra menempati Kahyangan Suduk Pangudal-udal.

Kemudian secara bersamaan naiklah Dang Hyang Jagad Wetan Pecuk Pecu Kilan dan Dang Hyang Jagad Kulon Cakrawangsa untuk menyerbu Kahyangan Jong Giri Saloka. Di Sela Matangkep, mereka bertemu dengan rombongan Ki Lurah Semar dan rombongannya yang baru saja bertempur dengan Dang Hyang Jagad Lor Kaneka Putra.

Oleh Ki Lurah Semar kedatangan kedua Dang Hyang Jagad itu disambut secepat kilat dengan cara menjambak rambut Pecuk Pecu Ki lan dan rambut Cakrawangsa serta dibenturkan satu sama lain sehingga mereka berubah wujud dan langsung tunduk kepada Ki Lurah Semar. Setelah berubah wujud, Pecuk Pecu Kilan berubah nama menjadi Petruk dan Cakrawangsa berubah nama menjadi Gareng, serta mereka berdua akan mengiringi kemanapun Ki Lurah Semar Badranaya dan Bagong akan menempuh perjalanannya dalam memomong umat manusia di belahan Timur dan Selatan Arcapada ini.

Dang Hyang kembar Jagad Kidul yaitu Andana dan Andini melakukan penyerbuan pula ke Kahyangan Jong Giri Saloka, setelah melihat cara Ki Lurah Semar menaklukkan Pecuk Pecu Kilan dan Cakrawangsa, Sang Hyang Batara Guru melakukan hal yang sama pula kepada Andana dan Andini. Begitu Andana dan Andini tiba di Kahyangan Jong Giri Saloka, maka secepat kilat dibenturkanlah kepala dari Andana dan Andini sehingga mereka langsung takluk. Oleh Sang Hyang Batara Guru, Andana dan Andini kemudian disabda menjadi Lembu Nandini dan menjadi Dampar Kencana Kahyangan Jong Giri Saloka.

Dang Hyang Awang-Awang yaitu Garuda Yaksa Retna Peksi Jala Dara juga melakukan penyerbuan ke Kahyangan Jong Giri Saloka, tetapi di tengah perjalanan dia bertemu dengan Sang Hyang Batara Wisnu. Terjadilah pertempuran yang berakhir dengan tunduknya Garuda Yaksa Retna Peksi Jala Dara kepada Sang Hyang Batara Wisnu, sejak saat itulah Garuda Yaksa Retna Peksi Jala Dara dijadikan tunggangan dari Sang Hyang Batara Wisnu.

Setelah semua berjalan normal kembali, sebagai Ratu Tri Loka Buwana, Sang Hyang Batara Guru kemudian membentuk beberapa formasi jagad baru, dengan beliau sendiri sebagai Pusat :

- Sang Hyang Batara Syiwa di Pusat

- Sang Hyang Batara Brama di penjuru Selatan [Kidul]

- Sang Hyang Batara Wisnu di penjuru Utara [Lor]

- Sang Hyang Batara Maheswara di penjuru Timur [Wetan]

- Sang Hyang Batara Mahadewa di penjuru Barat [Kulon]

- Sang Hyang Batara Sambu di penjuru Timur Laut [Wetan Lor]

- Sang Hyang Batara Kartika di penjuru Tenggara [Kidul Wetan]

- Sang Hyang Batara Antiga di penjuru Barat Daya [Kidul Kulon]

- Sang Hyang Batara Narada di penjuru Barat Laut [Kulon Lor] 


Disusun oleh Agung Bimo Sutejo

Thursday, November 16, 2023

ATLANTIS SERIES #001 INTRODUCTION 01

Jadi kita mau mengintroduice dan mau mengklaim bahwa Atlantis ini adalah di sini Kenapa begitu karena ada beberapa pakar luar negeri diantaranya Santos kemudian Steven Open Hammer ini bukunya ini ditulis tahun 99 tebalnya 800 halaman pada saat dia menulis ini dia sampai dipanggil Pak SBY tahun 2012 dan ini profesor dari Oxford dia Profesor DNA dokter dia heran dia menulis sebegitu detail dan pakar-pakar lain seperti juga menulis 29 tahun dia meneliti tapi kok orang Indonesia kurang antusias tidak pernah membuat event besar yang mendunia yang mengklaim saja langsung karena bukti-bukti sudah ada .

Terima kasih Perkenalkan nama saya Agung dan saya dari komunitas Turangga seta ,jadi banyak anggotanya jadi ada yang di Bandung ada di Jakarta dan di Jogja dimana-mana mungkin kalau misalkan ini bisa melihat beberapa kita menganalisis berdasarkan tiga hal yang pertama itu berdasarkan mitos dan kepercayaan dan sebagainya gitu yang kedua berdasarkan pandangan mata keamanan mata yang kita alami di lapangan tentu saja yang ketiga itu berdasarkan beberapa aspek geologi yang bisa kita rasakan oke yang pertama kan kita sering mendengar binatang Atlantis yang diklaim ada di daerah Atlantik sana tapi saya tidak begitu yakin kalau ada di sana karena ada beberapa hal yang menurut saya janggal pertama di Samudra Atlantik itu kalau kita perhatikan lempeng buminya itu kalau misalkan kita lihat kesamaan peradaban yang ada di benua Amerika di benua Amerika itu ditemukan beberapa patung-patung yang menunjukkan kepala-kepala orang dari Afrika dan itu lama Jauh sebelum terjadinya perbudakan di Amerika oleh apa terhadap bangsa Afrika ya Jadi ini menunjukkan bahwa Benua Afrika dengan Benua Amerika itu dulu pernah bergabung sehingga disini tidak mungkin ada benua di tengah-tengah itu yang pertama yang Kenapa saya tidak yakin kalau itu ada di sana ada di daerah Atlantik yang kedua kalau kita perhatikan di arah Pasifik di arah Pasifik kita tidak menemukan adanya suatu bekas itu memang sudah logis seperti itu tapi saya menemukan keanehan-keanehan justru ada di daerah Samudra Hindia ini kalau kita perhatikan secara seksama itu ada beberapa hal yang aneh dimulai dari satu pandangan mata kita kalau misalkan kita melihat laut selatan dan laut utara Maka kalau kita melihat laut selatan Itu ada yang namanya garis abu-abu yang di ujung cakerawala sana dan itu melebar dari arah Bali terus sampai ke arah Jawa Barat dan menuju ke arah barat itu makin menjadi jelas gitu tidak makin ke timur makin kabur jadi kelihatan ada lapisan abu-abu ini aneh ini lapisan apa sehingga kalau misalkan matahari sunset di pas pada 23 setengah derajat Lintang Selatan itu matahari tidak pernah bisa menyentuh batas Cakrawala beda dengan kalau kita berada di pantai utara maka pada saat matahari Sunset itu matahari bisa sampai nyentuh batas Cakrawala disitu jelas ya bedanya Ya jadi kan ada sesuatu yang misterius di sebelah selatan kita Terus yang kedua itu kalau misalkan sore hari sekitar jam 5 menjelang matahari mau apa Mau menjelang gelap ya itu di atas Cakrawala Selatan itu kalau misalkan kondisi langit cerah kita akan kelihatan Elang itu dibatasi itu berwarna putih mendadak berwarna putih terus lama-lama itu dari timur terus ke barat terus nanti yang Timur menjadi gelap lagi hilang gitu seperti kayak suatu wilayah yang nyalain lampu gitu itu juga seperti ini saya pernah naik kapal pada saat nyebrang ke arah Lampung itu pada saat Sumatera ini belum kelihatan pertama kali kelihatan di batas Cakrawala sudah Lapisan abu-abu ini dulu baru makin lama dia makin membesar terus berubah warna menjadi hijau dan sebagainya ini kayak seperti itu tapi ini ada di ada di sebelah selatan kita dan dan selatan kita ini nggak ada nggak ada di selatan pulau Jawa itu enggak ada enggak ada benua apapun tidak ada Pulau apapun gitu yang ada ya kayak pukulan Christmas itu terlalu kecil kalau dilihat dari Bali kan nggak mungkin kelihatan dilihat dari Jawa Tengah juga nggak mungkin kelihatan dilihat dari Jawa Barat itu seharusnya tapi ini ada sesuatu yang cukup besar yang yang bisa dilihat tapi makin ke arah timur bahkan sampai Bali Masih kelihatan itu tapi lebih blur itu dari pandangan mata kita ya dari hasil jalan-jalan kalau itu yang berikutnya itu kita akan terus menganalisis ini ada apa sih sebenarnya di selatan kita maka kita kemudian mencoba menganalisa tentang beberapa cerita mitos dan sebagainya itu kita dapatkan ketika kita datang ke daerah Tamansari Yogyakarta di Taman Sari itu mitos yang berkembang di situ adalah tempat berhubungan antara raja-raja Mataram dengan Kanjeng Ratu Kidul kita jadi berpikir kenapa Karena di sana ada terowongan yang katanya menghubungkan antara Taman Sari Ke Keraton Laut Selatan kalau misalkan ini adalah mitos atau gaib Apakah perlu sih kira-kira terowongan ini digunakan oleh siapa bukan suatu makhluk yang sifatnya gaib ini pasti sesuatu yang sangat real berarti itu MRT Mas ya Terowongan itu MRT berarti kita belum bisa mendefinisikan seperti itu Pak apakah itu di dalamnya atau tidak Tapi yang jelas ini kemudian ditutup gitu ditutup jadi di Taman Sari masih ada Terowongan itu sampai sekarang masih ada di daerah selatan masih ada tapi ditutup oleh masyarakat karena banyak masyarakat yang masuk dan hilang katanya Tapi itu kata orang di sana ya karena ada beberapa penduduk yang mencoba masuk dan tidak pernah kembali maka supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak baik sama masyarakat ini membuktikan bahwa ini bukan gaib tapi mungkin kita salah berorientasi bahwa ini seolah-olah gaib itu Terus kalau kita melihat legenda tentang ini apa namanya Putri Duyung yang dikatakan putri duyung ada di Atlantis dan sebagainya Itu yang diceritakan Barat itu saya kalau melihat cara berpakaian orang Jawa Bali Sunda yang menggunakan jarik ya jarik itu sampai nutupin kaki gitu Terus kalau misalkan ada seorang putri sedang berdiri di atas air laut maka kakinya kan nggak akan kelihatan Coba deh lihat cara orang Bali berpakaian Apa itu di bagian bawahnya ikan gitu beberapa cerita tentang seperti kuda terbang dan sebagainya Itu itu bahkan di Prasasti Baturetno Jogja itu digambarkan jelas bahwa ada kuda sembrani ada prasastinya malahan ada gambarnya itu ada jadi nanti bisa di browsing di internet prasasti Baturetno itu menunjukkan keberadaan itu terus ada beberapa cerita legenda juga yang yang katanya masyarakat masih sering beredar gitu seperti kasus legenda yang terjadi di daerah Tegal itu di daerah gunung Tukung itu sering kelihatan katanya kuda putih yang terbang jadi di atas Waduk Malahayu itu banyak itu yang melihat tapi cerita ini nggak ngerti kenapa ini tidak beredar tapi kalau misalkan sempat mendatangi ke daerah waduk Malahayu itu bisa ditanyakan oleh masyarakat Indramayu Indramayu Bupati Indramayu saat pertama Kalau nggak salah diceritakan itu dan kandangnya Sampai sekarang masih ada terus ada legenda tentang itu yang kemudian dijadikan ini ya apa tarian boraks atau apa itu yang ada di daerah Jawa Barat keberadaan tentang kuda terbang tersebut itu masalah kuda terbang ya Yang yang dari barat tapi Di sini ternyata itu ada prasastinya segala gitu dan bahkan di daerah Jogja itu di daerah yaitu itu masih ada kok bekas telapak kakinya kudanya itu katanya Tapi itu itu susah dibuktikan Tapi minimal kan keberadaan prasasti ini cukup unik ya di transaksi Baturetno itu itu yang mendukung keberadaan Atlantis secara ini ya terus kemudian kalau kita pengen lebih real lagi kalau kita melihat cerita tentang keberadaan cerita Kanjeng Ratu Kidul itu ini secara turun-temurun dikatakan dekat dengan raja-raja di Mataram dan kedekatan ini kemudian ada hubungan kedekatan yang yang sering ada pertemuan dan pertemuan ini ditandai dengan saya jelaskan tadi dan selain itu saya juga menemukan beberapa hal yang agak aneh di tempatnya bapa pleret Wongso di Karso itu karena beliau pernah diundang ke sana itu ada satu mobil fiat 125 ya kalau nggak salah lihat caranya item itu yang sering digunakan kalau jalan ke arah sana lucunya kalau misalkan itu gaib maka seharusnya mobil itu pada saat masuk ke laut beberapa orang kalau misalkan gaib kan seharusnya bagian bawah mobil ini tidak tidak berkarat ya tidak tidak terkena garam dan sebagainya tapi kenyataan seperti itu dan itu masih bisa dilihat itu di daerah pleret Jogja di rumahnya untuk mobilnya yang sering digunakan untuk kawan Ke Keraton sana itu itu kalau misalkan kita melihat dari sisi ini ya dari sisi masalah timbangan kalau misalkan kita punya satu tanah dan air 1 ember dibandingkan dengan air laut 1 ember pasti akan lebih berat satu tanah dan air satu ember daripada tanah air doang Satu ember gitu kan Nah sekarang kita pakai perbandingan begini ya di Selatan Jawa itu yang ada cuma Samudra Hindia di selatan Bali itu ada Australia maka seharusnya beban ke bawah tekanan ke bawah itu lebih beratkan Australia daripada Samudra Hindia Kenapa karena Samudra Hindia cuman air laut saja di atasnya di atasnya permukaan itunya air laut doang Tapi sementara Australia ada batunya ada tanahnya ada airnya juga dan ada lautnya juga gitu maka seharusnya tekanan ke bawah Australia itu sekitar daripada tekanan ke bawah Dari Samudra Hindia sehingga kalau misalkan kita umpamakan ada kasur yang satu ditekan dengan tekanan yang ringan dengan tekanan yang tinggi maka ketika ditekan dengan tekanan yang tinggi Maka daerah sekitarnya akan naik lebih tinggi daripada daerah yang ditekan dengan tekanan yang lebih rendah sekarang kita bandingkan kalau memang beban Australia itu lebih besar maka seharusnya tekanan Australia ke bawah itu lebih besar maka seharusnya pegunungan di Bali lebih besar daripada pegunungan di Jawa nyatanya kebalik Kan pegunungan di Jawa lebih besar daripada pegunungan di Bali yang kedua kalau kita perhatikan lebih lanjut efek dari tekanan tadi maka seharusnya dasar laut di Bali itu harusnya lebih dangkal daripada dasar laut di Jawa kita bisa ukur 20 km dari pantai Selatan Jawa dan Bali kenyataannya terbalik bahwa Pantai Selatan Bali itu lebih dalam daripada Pantai Selatan Jawa itu bisa diukur atau menggunakan beberapa data yang sudah ada ya jadi itu bisa dicari kok datanya cukup gampang terus yang ketiga itu kalau kita melihat tentang efek tektoniknya kalau tekanannya lebih besar maka pasti akan mengganggu daerah sekitarnya lebih besar gangguannya sehingga efek gerakan tanahnya pun pasti akan lempeng dan sebagainya pasti lebih besar daripada itu gerakan tektonik lempengnya lebih kecil daripada di Jawa dan Sumatera yang lebih mengherankan lagi itu kan seharusnya kalau seperti itu efek vulkanik di Bali lebih besar daripada efek vulkanik di Jawa itu juga terbalik semua berarti kan ada sesuatu yang bermasa sangat besar yang kita nggak tahu ini apa itu ada di Selatan Jawa ini kenapa kok Bali dengan Jawa Kenapa kok nggak misalnya Jawa dengan Sumatera atau Jawa dengan Kalimantan itu kenapa perbandingannya kok Australia Jawa dan Bali Mas karena posisi yang sedang kita curigai ada di laut selatan Jawa jadi kalau kita bandingkan antara Jawa dan Kalimantan Jawa dan Kalimantan berarti kan prioritasnya laut utara laut antara Jawa dan Kalimantan sedangkan kita kan prioritas saat ini adalah bagaimana kita membandingkan daerah di Selatan Jawa dan di daerah di selatan Bali Karena kita mau mencari daerah yang bermasa sangat besar di Selatan Jawa itu ada di mana karena kalau misalkan ada satu benua di Selatan Jawa yang tidak bisa kita lihat karena mungkin mereka menutupi dengan teknologi yang tidak kita kenal maka pasti ada sesuatu efek yang bisa diperhatikan satu secara biologis entah itu secara pandangan mata pandangan visual dan sebagainya karena pandangan visual kan jelas Tadi bisa dilihat dari efek terjadinya di area atau daerah abu-abu di bahasa cakrawala yang ada di daerah batas cakrawa laut selatan Samudra Hindia kalau dilihat dari pulau Jawa dan Bali dan dari arah Sumatera Selatan di sini kan efek dari itu kita tentu saja bandingkan Pak kalau ini cuman air doang berarti kan tidak mungkin mempunyai tekanan segitu besarnya efek tekanan yang segitu besarnya ini itu berarti menunjukkan disana ada sesuatu ada sesuatu yang bermasa cukup besar dan ini bisa bisa mengganggu kestabilan tanah di utaranya bahkan mungkin di selatannya dan sebagainya itu Pak Jadi kenapa tidak kita bandingkan dengan Kalimantan Mas yang dimaksud Selatan ini Samudra Hindia termasuk laut selatan nggak iya itu kan kemudian sekarang gini ya setelah kita mencurigai posisi laut selatan ada sesuatu yang misterius disana maka kemudian kita mencoba mengamati beberapa peta tentang komposisi pegunungan di beberapa daerah yang mengelilingi Samudra Hindia tersebut yang pertama kita lihat di Australia kalau ada tekanan yang cukup besar di Samudra Hindia maka seharusnya pegunungan di Australia dari sebelah barat dan ternyata benar pegunungan di Australia ada di barat yang kedua kalau ada tekanan cukup besar di Samudra Hindia Maka seharusnya ada pegunungan yang cukup besar di Afrika sebelah barat sebelah timur sebelah timur Afrika yang mengarah ke Samudra Hindia termasuk Madagaskar dan sebagainya benar di samudra apa di posisinya menghadap ke arah ke arah apa namanya Samudra Hindia di Afrika yang Afrika sebelah timur itu terbentuk pegunungannya begitu juga di barat jadi ada sesuatu yang sangat-sangat misterius disana yang sampai sekarang tidak ini dan kalau memang di sana ada suatu peradaban yang sangat besar dan masih ada sampai sekarang Maka daerah itu akan menjadi daerah yang tidak bisa dilewati oleh masyarakat sekarang dan kita bisa lihat bahwa Samudra Atlantik masih ada kapal lewat masih ada penerbangan lewat Samudra Pasifik juga demikian tapi lihat Samudra Hindia yang lewat tengah-tengah Samudra nggak ada semuanya lewat pinggir mendekati pulau Jawa Liber gitu cara Australia tidak ada yang shortcut dari Australia langsung ke Afrika Selatan itu nggak ada kemarin terus kalau kita perhatikan nanti kan kita sudah memperhatikan dari arah Australia ternyata berpendudukan lengkungannya itu ada di lingkungannya itu ada di sebelah barat Afrika lingkungannya ada di timur di pulau Jawa pegunungannya rata-rata terdapat di bagian Selatan yang diutarakan cuma satu kan Gunung Muria aja tapi sebelum mereka setengah kali tapi rata-rata deretan pegunungannya ada di daratan Selatan termasuk Pegunungan Sewu dan sebagainya Itu kan ada di selatan terus kalau kita melihat ke arah benua Asia itu kelihatan ada kayak daratan yang didorong ke arah utara sehingga akhirnya nabrak di daerah Utara sehingga membentuk pegunungan yang cukup besar itu makanya ada daerah yang cukup lumayan ekstrim perubahan masyarakatnya di sana kan dari orang-orang yang Asia Seperti apa itu ke arah yang kulit putih banget ada something di sini ada sesuatu bahkan kalau kita perhatikan efek dari tsunami yang terjadi tahun baru 2014 yang dihasilkan terus menyebar pasti pola sebenarnya berbentuk lingkaran kan maka seharusnya itu efek dari gelombang tadi kalau misalkan Aceh terkena pukulan pada gelombang pertama maka seharusnya ya Sri Lanka dan Thailand tidak terkena pada pukulan gelombang pertama tapi ini kan efeknya nggak demikian bahwa saya lupa untuk disilangkan itu kena yang besarnya gelombang kedua atau ketiga tapi tidak gelombang pertama itu juga di Thailand itu bukan gelombang pertama yang besar itu kan berarti ada suatu interferensi destruktif yang terjadi adanya pantulan gelombang yang memungkinkan terjadinya gelombang pertama pantulan itu dari mana sedangkan di selatan Itu hanya lautan kalau hanya Samudra harga tidak tidak ini tapi kalau itu ada pantulan dari tanah ada pantulan gelombang dari sana Ini kan Berarti ada sesuatu dengan kata lain kalau gitu Selatan Ini aman dari tsunami apa apa begitu karena ada sesuatu di situ sesuatu ini pasti melindungi wilayahnya Pak ya jadi wilayahnya supaya tidak dikenal kita nggak ngerti ini kenapa mereka nggak mau kita kenal itu ya belum tahu Tapi beberapa orang kita ada ada hubungan dengan sana yang jelas contohnya tadi karena ada ada mobilnya bobot barat yang seperti itu ya Dan mungkin bisa ditanyakan apa Seperti apa ini lautan ada ada kayak jembatan yang transparan yang ditarik dari sana kemudian Mobilnya di atas sana tapi cuman orang kan enggak ngelihat itunya sehingga kelihatan mobil itu ngambang di atas laut karena kalau gaib jelas nggak mungkin ada efek korosifnya dong ini ada efek korosif yang terbentuk di kendaraan tersebut jadi ini ada sesuatu banget di selatan kita ini yang menunjukkan seperti itu kita kan pertama kecurigaan Kita tadi kan berdasarkan data-data biologis dan mitos yang sudah saya sudah terbentuk ya dan yang itu juga ada cerita dari luar dan itu ada cerita dari apa namanya beberapa cerita masyarakat yang ada di dunia yang apa dan kebetulan ada diperkuat dengan teorinya Profesor Santos dan Open Hammer yang menerangkan ada di sini cuman kalau saya mencoba mencari bukti sendiri jadi mencari bukti sendirinya dengan mengadakan pengamatan pengamatan seperti itu baik yang sifatnya sederhana dan sifatnya itu ini apa namanya yang bisa yang bisa diteliti dengan menggunakan cara-cara yang cukup cukup sederhana dan itu harusnya masuk akal gitu dan yang kita lakukan nah kemudian kita kan berpikir tentang bagaimana mereka menyembunyikan wilayah yang segitu besar dan bagaimana mereka sehingga tidak bisa tertangkap oleh satelit atau memang benar-benar tidak tertangkap oleh satelit atau negara-negara besar ini tidak berani membuka keberadaan mereka kita nggak tahu juga kan karena ada kadang-kadang kan negara-negara besar juga punya andil untuk menutupi suatu misteri supaya tidak terbuka buktinya seperti tentang UFO aja Amerika Sudah berapa lama menutupi tapi akhirnya menerangkan sendiri bahwa USD pernah mengejar UFO dibuka beberapa minggu terakhir ini kan jadi keberadaan mereka ini sebenarnya untuk Amerika dan sebagainya tahu apa tidak kita belum memahami tapi keberadaan pangkalan membikin tanggalan di sana dan sepertinya betul-betul sampai Marinir sebanyak itu ditaruh di sana kalau memang perang dinginnya itu di dengan Rusia atau dengan Tiongkok atau dengan yang di Timur Tengah sana tidak begitu strategis seperti itu untuk dijadikan pangkalan Amerika seharusnya ya Kalau dibuang itu oke Karena untuk itu ya kalau misalkan di daerah apa Timur Tengah sana juga tidak masuk akal yang menjadi masalah apa sehingga sebegitunya sampai sebegitu besarnya pangkalan di egokardia dan sangat dirahasiakan sampai dengan hari ini nah terus bagaimana mereka menutupi wilayah itu gitu kita mencoba mencari beberapa pola yang ada di tanah Jawa karena keberadaan cerita mitos tentang raja-raja Mataram yang berhubungan dengan kerajaan sana itu berarti kan pasti ada teknologi apa yang disembunyikan di sini yang mungkin bisa kita lacak yang pertama saya mencurigai ada satu tempat yang dapat dikatakan itu apakah ini sebagai tempat apa namanya tempat logis ketika gitu karena kita menemukan suatu kejanggalan di daerah gunung apa itu namanya satunya di daerah Jawa Tengah di timur Ungaran jadi di daerah gunung Kendalisodo sama Gunung sowagol itu kan dari kaki ke kaki itu jaraknya sekitar 12 Km Kalau nggak salah kita begitu kalau waktu kita ukur itu tapi di sana kalau ada anak ada pendaki gunung yang naik ke gunung sowa gol kemudian hilang tim SAR sudah tahu pasti akan ditemukannya kalau kaki-kakinya aja jaraknya sudah eh 12 Km Jadi kalau ke atas ke atasnya pasti lebih jauh dari 12 Km kan demikian juga kalau ada pendaki gunung naik gunung Maka kalau misalkan sampai hilang maka tim sarto sudah tahu persis bahwa karena itu pasti akan ditemukan di gunung suar Ini apaan gitu Begitu juga dengan kasus itu kasus itu kan juga hampir relevan Ketika kita melihat keberadaan ini bus Pahala Kencana yang hilang kemudian ditemukan di tengah hutan di daerah Grobogan coba diperhatiin Pak ini ada base berjalan diikuti dua truk molen karena katanya Jalan maka terpaksa karena merasa orang di situ sopirnya orang daerah sekitar sana sehingga merasa hafal maka belok masuk ke hutan masuk ke hutan karena biasanya kan dia akan menemukan jalan lagi untuk jalan keluarnya Nanti tiba-tiba titik tertentu kendaraan bus Pahala Kencana tersebut tidak bisa berjalan karena tertutup pohon-pohon jati yang cukup banyak itu beritanya di koran yang mengikuti juga terjebak ada dua bagaimana dia bisa tiba-tiba berada di tengah hutan yang di tengah yang ada pohonnya segitu banyaknya gitu sehingga waktu mengeluarkan base tersebut terpaksa harus motongin pohon yang ada yang menutupi itu di sini kan menunjukkan bahwa ada sesuatu ya ini ada wilayah-wilayah yang ya sekarang kita bergeser menjadi sesuatu yang seolah-olah ini gaib gitu Jadi kita diputus logika kita nggak bisa membiarkan ini terus terus jadi kita mencari logikanya Bagaimana sih ini pasti ada sesuatu bukan hanya masalah itu aja karena sangat aneh kalau misalkan ada suatu wilayah yang mempunyai keanekanen seperti itu Nah ini mulai kita perhatikan Dan kita mulai mengalami satu persatu kejadian-kejadian seperti itu nah kemudian kita juga mengamati pada saat ini mungkin bisa dilihat yang tinggal di antara Jakarta Bogor Cibubur dan sebagainya ya kalau misalkan dari arah Jakarta kita pergi ke arah Cibubur Maka kalau kita melihat ke arah belakang itu nanti pada km 3,5 itu akan mulai kelihatan Menara Saidah dan menara saidahnya kelihatan sendirian Padahal di dekat mana rasa Indah kan banyak bangunan besar yang harusnya ada di sekitar yang sana Ini yang Menara Saidah yang miring itu mas ya Dan kalau kita menuju ke arah Cibubur terus sampai KM 7 ke atas itu semakin jauh semakin turun lagi begitu juga kalau kita dari arah Cibubur masuk Tol Jagorawi menuju ke arah Jakarta itu dari KM 7 ngerasa indah Itu kelihatan tinggi yang anehnya itu makin mendekat kok makin pendek gitu Terus kalau kita foto dari KM beberapa KM dan dari arah yang sama itu kita menemukan bentuk yang berbeda yang kita foto dari KM 7 dan KM apa yang terdekat kalau kita perbandingkan antara ininya itu bagian atasnya dengan lokasi ininya kita bandingkan dengan kita merasakan ada hal yang janggal di situ itu itu kemudian kalau kita lebih lanjut lagi kalau kita kemudian berjalan menuju ke arah mana itu Jonggol dari daerah sukaram Sukarame dan sebagainya Itu melewati Desa Sodom kita akan banyak menemukan hal yang janggal yang mungkin tidak diperhatikan orang misalkan gini ya ini yang sudah saya lakukan sama Aryo yang sekarang ini juga pada saat berjalan itu kita melihat ada satu bukit yang dari kejauhan ternyata gede banget gitu tapi begitu kita deketin Bukit itu mengecil membesar lagi mengecil lagi membesar lagi terus titik tertentu dia mengecil lagi sampai akhirnya kita tepat di bawah kakinya kan ada satu butir yang dari kejauhan itu begitu didekati Jadi sepertinya ini ada sistem layar per layar jadi kita mencurigai keberadaan yang kita namakan dengan area 36 Kenapa kita mengatakan area 36 karena kita mengukur berdasarkan Kompas dan berdasarkan Gerakan matahari bagaimana kita akan misalkan kita membawa Kompas dalam posisi berdiri seperti ini ya bukan bukan pada posisi begini Jadi istilah jarak antara khatulistiwa ke arah kutub itu kan seperempat putaran bumi sedangkan kalau dihitung secara berat berarti kan 90° Nah 90° itu berarti setara dengan berapa kalau dari dari bumi itu ditanggap 6370 km berarti kan kalau kita hitung seperempat putaran itu kan berarti ini kalau kita bagi 90° maka kita akan menemukan perubahan 1 derajat Kompas itu seharusnya setara dengan perubahan artinya kalau Kompas tiba-tiba terjadi lompatan 3,6 derajat itu kan berarti ada 400 KM wilayah yang harusnya kita lalu kita dilompati kan kita dilempatin kira-kira 400 KM gitu di wilayah-wilayah itu itu untuk kalau kita mengukur dari arah utara ke selatan atau selatan ke utara jadi garis lintangnya ya yang ada yang mereka sembunyikan ada di daerah itu sekitar kalau misalkan kita dari arah timur ke barat kita masih bisa menggunakan pelacakan dengan menggunakan sinar matahari ketika Gerakan matahari kan harusnya dari Timur Barat itu kan bentuknya kayak parabola gitu ya dan kita cari adalah daerah yang kini terus tiba-tiba vertikal ke atas sana atau sebaliknya ini terus vertikal ke bawah kita temukan ya jadi seperti itu kan kadang-kadang seperti itu tuh biasanya kalau kita berhenti untuk menghitung kecepatan perubahan cuaca itu juga jadi aneh itu misalkan per 5 km kita sama temen-temen menjaga wilayah itu kemudian 5 km ke arah timur sama km ke arah timur ada ada dua orang dua orang terus di titik tersebut ada dua orang juga begitu ketika ada mendung dari arah Timur bergerak ke barat kecepatan dari 10 Km Pertama dan kelima Km Pertama itu konstan rata-rata tetap tapi waktunya beda-beda ya karena tergantung nanti dari laporan dari teman yang jarak 5 km ke titik yang kita curigai itu juga tetap nah terus kita menghitung berdasarkan perbandingan jarak ini Maka kalau ini yang wilayah yang tidak bisa Kita masukin adalah 400 KM maka ini mendung akan akan muncul lagi kira-kira di Jambi dan kenyataan itu kita kita perhatikan seperti itu jadi Setelah sekian jam baru muncul lagi mendung terus bergerak ke timur dengan kecepatan tetap seperti yang tadi yang awal jadi jelas ada sesuatu di sebelah wilayah itu ada daerah-daerah yang disembunyikan dan itu ada tempat di depan kita menamakan wilayah itu dengan nama area 36 seperti Kenapa tadi ada gunungnya juga rubah karena berarti kan kita melihat itu adalah layar yang cukup besar pada saat kita mendekat di Teleport ke suatu wilayah yang jauhnya sudah 400 KM dan kita tidak sadar itu cara mendeteksi area 36 itu gimana Misalnya Saya tinggal di rumah saya ini area 36 atau nggak itu bagaimana caranya Mas jadi dengan menggunakan kompas tapi ini memang sesuatu yang sangat berbahaya sih berbahayanya bukan berbahaya ini ya tapi kan tentu saja karena mereka memang masih belum ingin kita ketahui maka mereka pasti akan membatasi orang untuk tahu itu jelas dan mungkin sebaiknya ngerti bahasanya dulu Pak itu yang paling jadi bahasa yang mereka gunakan kan masih menggunakan bahasa-bahasa lama ya tapi yang paling jelas itu yang bisa kita lihat kalau misalkan kita melihat suatu benda dari kejauhan bentuknya harusnya besar terus kita deketin ternyata mengecil itu kan Saya pernah mencoba dari BKT itu bersama dengan beberapa teman untuk mengamati matahari terbit karena saya tuh bingung karena kenapa matahari terbit kalau dilihat dari Jakarta kelihatan lebih kecil kalau dilihat dari arah Bekasi lagi kalau daerah timurnya lagi gitu terus ke Matahari Kenapa tidak terasa panas pada saat sebelum jam 7 pagi ini mungkin bisa dicoba kalau misalkan pada tempat itu BKT yang ada di daerah Bekasi menuju ke arah utara itu kan cukup lurus ya Jadi kalau per 2 Km kita berjajar gitu sambil ngamatin posisi mataharinya nanti akan kelihatan bahwa sudut yang kita perhatikan kalau kita bandingkan dengan arah utara itu sebelum matahari itu terasa panas maka sudutnya beda-beda Jadi misalkan gini ya di titik ke arah sana 2 Km ada ada serong sedikit 2 Km agak jarang sedikit gitu jadi kelihatan kayak dari ini nggak nggak alami ini kayak dari layar dan setelah di titik tertentu baru bisa dilihat jadi kayaknya memang ada sengaja penutupan wilayah yang mereka lakukan supaya tidak kelihatan dan itu bisa dilihat dari ketinggian jadi kalau kita melihat dari ketinggian Biasanya sih sekitar 600 meter ke atas itu mulai bisa dilihat kalau kita jeli ya jadi titik koordinat itu kan kelihatan ada garis lurus gitu Jadi kalau ini ada mendung mendungnya itu kan kepotong Pak kalau mendungnya itu pas di belakangnya garis tersebut akan terpotong jadi bentuknya lurus itu pernah kita foto dengan beberapa teman ya di daerah sana waktu itu saya ke sana bersama dengan Ferly very artis sinetron itu pernah dia sampai terkejut karena melihat dengan jelas banget bahwa seperti itu kelihatan jadi lapangan ini lebih penting daripada kita berteori pak Jadi kalau misalkan apa pengen melihat di lapangan itu bisa dilihat dan itu jelas kok bisa kelihatan dengan jelas bahwa ada gunung yang bisa berubah berubah bentuknya kita ketika kita deketin dari kejauhan atau malah berubah-rubah bentuk jadi membesar memiliki laki membesar mengecil lagi yang besar mengecil lagi dan saat ini kan hal-hal kayak gini ini masih dianggap sebagai sesuatu yang sifatnya mistis ya ini saya kurang setuju berarti kita harusnya bagaimana mencari suatu logika Yang jelas bahwa ini Ini pasti ada sesuatu yang menutup dirinya supaya dianggap digeser supaya kita hentikan aja di titik Dimana mereka jadi jangan ditarik gitu terserah kita sih setelah itu Apakah kita mau mencari apa tidak Tapi kalau kami ya merasa hal itu penting untuk dicari sehingga kita mencoba melacak itu semua dan itu terserah kalau misalkan ada yang mau ikut mencari ya Monggo gitu yang jelas lapangan Gampang itu bisa di ini cuman untuk memasuki wilayah tersebut itu memang kita tidak membuka itu itu Rahasia ya dari kelompok kami Turonggo Seto karena memang bahaya kita juga mendapat masalah kalau misalkan memperkenalkan itu secara detail sekali karena saat ini kita sudah senang aja karena bisa diizinkan masuk tapi paling tidak Hal tersebut bisa dilihat kok itu bisa lihat di mana aja tidak hanya di Pulau Jawa Pak jadi di Sumatera pun bisa diperhatikan itu Jadi kelihatan jadi nanti ada wilayah-wilayah seperti itu Mas keberadaan Atlantis yang berimpitan dengan Indonesia itu kira-kira keuntungan kita apa atau malah kita rugi jadi efek yang Atlantis yang bersinggungan dengan NKRI kita ini ini untung atau rugi Kalau menurut saya Untung Pak cuman masalahnya kan sekarang bagaimana kita memanfaatkan dan bersahabat dengan mereka itu kan saat ini kan kita yang tanpa disadaran masyarakat itu misalkan di daerah Desa jok di lapangan itu katanya Mereka itu selalu mendapat kedatangan orang-orang yang kayak pasukan Amerika gitu untuk mengadakan pengobatan terhadap masyarakat dan mereka itu berwajah seperti orang katanya kata penduduk itu berwajah seperti orang pasukan Amerika Tapi nggak bisa bahasa Inggris mereka berbahasa Jawa Jadi kalau misalkan kita perhatiin ini kan aneh ya Dan satu hal yang diceritakan ke penduduk mereka itu punya sejenis kayak Salonpas gitu Jadi kalau misalkan ada orang terluka habis jatuh atau apa gitu Salonpas itu ditempelin ke luka tersebut langsung sembuh jadi kulit gitu kata masyarakat yang ada di desa tersebut waktu kita datangin jadi jelas ini yang kedua itu tadi namanya Pak Anan Ya itu kan ngikutin saya waktu pas tanggal 12 yang lalu kita jalan menuju arah Gunung Batu Itu kelihatan ada bukit yang berubah-ubah bentuknya itu itu yang di tadi itu yang menceritakan sangat terus kalau kita melihat apa namanya ya kadang-kadang kita itu kadang-kadang dibikin gak sadar gitu loh jadi asal asal kita lewat kita kita lewat aja gitu di Jogja itu kalau kita perhatiin ya kadang-kadang kita nyadar ada gunung merapi dan di sebelah kanan berarti kalau kita berbelok ke kiri maka Gunung Merapi akhirnya tekanan sangat kan atau agak ke belakang sedikit gitu bukan pindah ke kiri kan ada di sana [Tertawa] itu Coba bapak prihatin deh di Pulau Jawa cukup banyak yang seperti itu Oh ya kalau saya mengatakan sangat menguntungkan ya karena beberapa kejadian di masa lalu Saya yakin mereka ikut serta dalam beberapa perjuangan di masa lalu terhadap negara kita cuman Tidak Dianggap itu apakah apakah masyarakat nanti mau menerima itu apa tidak beberapa hal yang saya curigai ini pertama ketika pas perebutan Irian Barat itu kan dengan tegasnya Soekarno mengatakan besok sebelum matahari terbit dan sudah harus sedang dijaga oleh pasukan dari Belanda Australia dan Amerika berapa kapal itu kalau sudah menjaga wilayah ada beberapa kapal lah Indonesia punya berapa kapal kalau dibantu Rusia Rusia waktu itu sedang dalam kondisi krisis itu berapa kapal yang kita punyai juga nggak masuk akal kenapa Mereka pergi gitu aja gitu Siapa yang bantu mereka Siapa yang keliatan Surabaya apa yang membikin cinderamata harus mendatangi minta berunding gitu seharusnya posisi mereka menang kok karena mereka punya Canon dan sebagainya yang bisa ditembakkan dari laut Surabaya terus kita pilih barang kelipatan mereka yang aneh itu seperti kasus beberapa cerita tentang yang diceritakan oleh orang tua saya pada saat perang di ini apa namanya Ambarawa Pakde tidak terlihat oleh Belanda dia nutupin siapa Oke ini masih gaib lagi itu punya hadiah siapa teknologi apa karena kita nggak mau kenal ya Dan kita menganggap mereka tuh hantu setan itu tapi yang menurut saya sih itu hak masing-masing ya Dan kalau saya menganggap bahwa itu layak untuk dicari tapi kalau nganggap tidak layak untuk diperhatikan dan ya kalau kita melihat dari beberapa ini ya cerita masa lalu juga seperti bakery ini ya kita lihat ya di daerah Cirebon dengan panjang kalau nggak salah 35 KM Itu berapa itu ya dengan teknologi yang paling modern dengan peralatan yang yang yang yang langsung dipakai itu langsung tempat-tempat dipakai itu butuh waktu 2 tahun itu kan berarti kalau 1 tahun 365 hari berarti kan sekitar 730 hari ya 2 tahun 35 KM Oke kalau jalannya dan ke PP jadi dianggap 70 kilo artinya 100 KM misalkan dalam waktu 2 tahun Berarti membikin Jalan 100 km atau sekitar 200 KM gitu membikin Jalan Anyer Panarukan dalam kondisi perang katanya masih perang itu membikin Jalan bisa sampai Puterin Pulau Jawa Emang cukup ya kalau saya berpikir kan dalam waktu 1000 hari itu berarti kan 3 tahun lebih itu nggak ya 3 tahun kurang ya 3 tahunan ya berarti kan kalau kita bandingkan dengan teknologi zaman sekarang itu kalau teknologi zaman sekarang kita anggap dalam waktu 2 tahun itu bisa sampai 200 kilo berarti kalau 3 tahun 500 kilo kan kita dari mulai ngeruk Bukit terus kemudian bangun jembatan dan sebagainya gitu sampai segitunya gitu Jadi ini kan ada sesuatu yang kayaknya Daendels waktu itu bukan bikin jalan tapi mungkin cuman babatin rumput atau buka jalan yang yang ketutup tanaman roboh atau apa gitu jadi jalan itu sudah ada sebelumnya saya melihat di Belanda itu kan sumber daya besi itu kurang ya di sana Terus kalau kita Hitung volume dari batang rel dan sebagainya itu Maka kalau itu semua didatangan dari Belanda di bawah sini karena untuk bikin itu berarti daerah belanja Sudah tertumpukan segitu banyaknya gitu artinya Apa artinya pada saat rel itu di sana akan tertumpuk materialnya dulu sehingga masyarakat di sana kan harusnya mayoritas pandai besi ya ini kan nggak masyarakat di sana tidak ini kayaknya di sini cuma kereta apinya sendiri loh kan pada posisi di bawah dari Belanda kesini itu kan pasti Kondisinya masih ada saat begitu mendarat Kita tapi ya itu seharusnya kan dibatasi apa perakitannya ada di Madiun sekarang terus kemudian lokomotif ini yang masih nokdown mendarat di Batavia [Musik] jelas bahwa bahwa perakitan-perakitan itu mungkin juga [Musik] kayaknya durasi live satu jam masalah kereta api yang kedua masalah pabrik gula Pak gula itu kan kalau dibikin berdasarkan kepentingan Belanda maka seharusnya dibikin paling banyak mempertanyakan beberapa temen di IPB itu apakah tanah di Jawa Barat ini tidak cocok artinya apa Kenapa kok di Jawa Barat cuman ada di Cirebon 1 pabrik gula sementara di Jawa Tengah Jawa Timur Coba lihat masyarakat kita itu yang ada di Jawa Barat ini orang-orang Sunda itu kan senangnya minum pahit kan minum tawar es apa kalau misalkan kopi juga tawar Suka es tih itu pasti manis kopi pasti manis gitu kan itu artinya apa bahwa persediaan gula yang ada di tanah Jawa itu bukan untuk kepentingan Belanda tapi untuk kepentingan bangsa kita sendiri coba kata kita perhatikan sekarang jembatan kita yang paling bagus ini kan ketahanan bebannya baru sampai sekitar 65 ton Kalau nggak salah ya tapi coba Bapak sekali-kali main deh ke pabrik jagung di daerah Madiun virus jagung itu ada pabrik gula yang masih mesin gilingnya itu dari besi yang nggak bisa di outdoor coba dihitung secara volume nanti kan akan kehitung benda yang tidak bisa dinobdon dengan berat 200 ton itu gimana bawanya sampai ke Madiun karena jadi kan itu dibawa dari misalkan dibawa dari Belanda ke sini Coba bayangin Pak kapalnya yang bisa membawa beban 200 Ton itu kapal apa zaman dulu gitu ini kan berarti Atlantis kemungkinan ini melewati jembatan ya masalahnya ini 200 ton pada saat dinaikkan ke kapal apa enggak kapalnya jadi memang Ada banyak hal yang perlu kita pikir ulang gitu kalau dipilihnya di Madiun itu bukan karena di situ tebu mas banyak petani tebu memang banyak petani tebu di sana tapi kalau untuk kepentingan Belanda Kenapa nggak dibangun di Semarang pak karena gak supaya gampang di ekspor kan Kenapa harus Bikinnya di situ gitu loh tebunya bisa dari Madiun dibawa ke arah utara atau negara kita ada rencana bikin di Banyuwangi Belanda [Tertawa] kalau jembatan kita saat ini hanya bisa menanggung beban sekitar 65 sampai 100 tahun Gimana caranya membawa kesana Mas Jadi ada Tadi saya salah kurang nangkap jadi ada hubungannya antara pabrik lokomotif di Madiun dengan banyaknya pabrik gula di sekitaran situ atau ada hubungannya atau nggak bukan itunya Pak Tapi kan menanyakan tentang apakah hubungan kita dengan alis menguntungkan apa tidak jelas karena oke itu diklaim Belanda tapi masalahnya aneh juga kalau diklaim Belanda karena apa ini nggak mungkin kalau dibawa dari Belanda mungkin logikanya kan perakitannya harusnya ya kalau lokomotif dari Belanda ke sini kan pasti masih di Semarang atau di pantai-pantai yang terdekat dalam kondisi perang itu kan harus di daerah yang strategis untuk penjagaan jadi seperti pembangunan lapangan terbang Iswahyudi dan sebagainya kan Belanda membangun lapangan terbang itu di daerah pantai karena supaya gampang diawasin kan bantuan itu biar datangnya gampang bukan di tengah-tengah nya ada sebelum Belanda atau memang Karena bagaimanapun juga untuk obyek vital itu butuh pengamanan khusus Apalagi itu situasi perang lihat aja sekarang Amerika kalau membangun pangkalan militer terutama yang berhubungan dengan pangkalan angkatan udaranya itu tidak mungkin dibangun di daerah yang tidak dijaga militer Walaupun ada ada barang militer dan sebagainya dan dekat Madiun dan sekitarnya tapi rawan sekali atas penyerangan karena lebar lebar sepertinya aman-aman saja dan negara apa atau mungkin istilah Yudi itu karena di tengah-tengah Pulau Jawa Mas jadi pergerakan ke Surabaya dan ke Jakarta itu di tengah-tengah gitu untuk menjaga Pulau Jawa di pantai bukan di tengah kepentingannya apa Pak pembangunan sebelum Belanda datang sebetulnya itu sudah ada jadi Belanda itu tinggal pakai aja gitu ya maka saya pernah mengadakan penelitian di wilayah depannya Iswahyudi itu masih saya temukan kok beberapa pondasi-pondasinya berhenti di jalan raya itu sebelum Jalan Raya itu tapi kesananya lagi masih ada masih ada pondasinya itu ah lupa namanya nama desanya jadi masyarakat sana juga masih menemukan batu bata merah yang nantinya membentuk kayak ini kayak jalur gitu Tapi ya nggak tahu apakah itu dari zaman apa tapi yang jelas Saya yakin lapangan terbang itu aneh kalau ditaruh di sana karena untuk apa kalau untuk perlindungan terhadap objek vital seperti pabrik-pabrik gula itu jagung sekalian gitu jadi biar pengamanan pabrik gula dan pengamanan pangkalan angkatan udaranya itu nggak jauh-jauh amat gitu loh jadi kalau misalkan ada penyerangan itu satu lokasi langsung memasukkan langsung bisa dikerahkan gitu dan tidak ada daerah yang bolong itu kalau misalkan memang itu daerah yang cukup luas dan tidak ada penambahan sama sekali beda dengan sekarang sudah di pagar dan sebagainya tapi ya tetap aja untuk untuk kondisi perang kan itu rawan Pak Nggak mungkin kalau cuman pager kayak gitu doang itu harusnya dan ya ada pos penjagaan Tiap berapa meter harusnya memang itu dibangun bukan oleh mereka jadi apa keuntungannya ada banyak kan keuntungannya kalau kita mengenal lagi mereka itu Masalahnya kan ketika asumsi kita menyatakan bahwa mereka itu [Tertawa] kecurigaan Atlantis itu ada di selatan pulau Jawa Terus tadi dibahas Kanjeng Ratu Kidul Nah kalau kita lihat logo Starbuck itu kan seperti kayak putri duyung terus seperti pakai jarik itu kain terus kemudian warnanya juga hijau itu kan dari Seto kalau kita lihat Amerika kan dia di West jadi di apa namanya California terus dia perbatasan dengan Kanada dia Kebetulan juga kan di pinggir laut kan di sini apakah saya nggak tahu kok bentuknya Kok aneh seperti putri duyung dan warnanya juga ijo kan kita juga warna hijau ini kan Ya ada kaitannya juga dengan Selatan pertanyaannya Apakah coverage Atlantis itu sampai juga Samudra Pasifik sampai Amerika pantai Amerika sebelah barat dan Kanada mungkin ini Pak kapan-kapan kita jalan ke beberapa Candi kita ya nanti pertama tadi Penataran di Candi Penataran itu di Candi yang utamanya yang paling belakang itu ada cerita tentang Bagaimana nenek moyang kita menaklukkan benua Amerika Kenapa saya yakin Karena disana ada Kelihatan banget bahwa nenek moyang kita mendatangi suatu wilayah yang disana orangnya berpakaian kayak orang India dan setelah berhasil memenangkan peperangan nenek moyang kita menjadi raja di daerah yang ada pohon kaktus nah terus selain masalah pohon kaktus juga terus kita membandingkan pola pakaian pola pakaian yang digunakan oleh orang indiannya itu kalau kita bandingkan dengan India apa dengan gambar-gambar yang yang ada di ini sangat mirip sekali mulai dari pakaiannya apanya perhiasannya dan sebagainya dan yang paling utama adalah kaktusnya itu karena kaktusnya bukan di Australia dan itu terjadi ketika Benua Amerika masih ada gajah dan gajahnya itu masih terlihat ada di beberapa relief ya Beberapa patung yang ada di daerah sana bentuk yang persis yang digambarkan dengan katanya gajah di Amerika sudah punah 6000 tahun yang lalu apakah kedua kalau kita melihat Nanti kalau kita naik ke Candi Borobudur yang pertama kalau nggak yang kedua ya kita bilang ke kanan belok ke kanan nanti akan menemukan adanya values yang bentuknya itu mirip banget dengan seorang putri lengkap dengan mahkotanya mahkota dari Eropa kenapa saya ngomong apa hubungannya dengan Amerika Karena kan orang Amerika Kebanyakan orang-orang yang datang dari benua Eropa kan dari Inggris dan itu di situ kelihatan bahwa ada Putri yang menari di depan Raja kita diikuti oleh beberapa orang itu khas Eropa banget pakaiannya itu ada di Candi penasaran juga masih ada lagi itu yang di depan yang agak ke depan ada kayak nenek moyang kita yang berpakaian melayang itu dihadap oleh 4 orang 4 orang itu Kelihatan banget pakaiannya mirip dengan pakaian orang berpakaian orang dari daerah Kamboja terus pakaian orang dari daerah jadikan ini menunjukkan bahwa kita pernah ekspansi sampai mana-mana gitu tapi ya Walaupun mungkin banyak orang bagi kita yang penting bagaimana dari jejak yang sudah kelihatan dibatasi dan sebagainya karena seperti kasus kuda terbang dan sebagainya di Penataran itu kita pernah bikin ceritanya kita PDF yang telah kita bikin sampai lumayan dikenal Banyak orang ada penasaran karena minimal yang ada di daerah Amerika Latin tapi kan dengan cerita sandi Penataran tadi menunjukkan bahwa tanah pernah dibuatkan nenek moyang kita dan di Amerika Latin Saya pernah punya temen dari berhasil itu kalau nggak salah itu mereka mengakui banget bahwa nenek moyang mereka itu dari wilayah kita tapi kita nggak mengakui nenek moyang kita sampai sana mereka berasal dari Indonesia gitu itu kan dari Brazil dia meneliti 29 tahun bahkan dia Sampai Mati waktu bukunya di Launching di Indonesia di bidang nuklir sisihkan nuklir dan geologi dan itu dari penelitian dia itu dari batuan dan alam bawah segala juga mengakui bahwa nenek moyang dia itu berasal dari sini dari kita Nusantara ini mengangkat beberapa yang sudah bisa kita lihat ya belum bisa kita lihat seperti apa yang ditimbun sengaja dan sebagainya Itu bisa bikin rame kan di Bandung yang lainnya tidak kita tetap belum mohon maaf karena ini bisa bikin kondisi jadi tidak baik kalau orang jadi ada mengejar ke sana tapi gini ya Minimal kita harusnya sekarang ini mulai berpikir ulang bahwa ada yang masih belum terungkap oleh di negara kita dan apakah ini semua disembunyikan karena dulu kita pernah jadi jajahan negara lain tapi saya juga masih curiga Apakah kita itu sebenarnya 350 Karena gini ya yang pertama yang saya tahu Meksiko itu dijajah Spanyol itu baru 200 tahun dan di sana bahasa nasionalnya bahasa Spanyol kan kalau kita 350 tahun Kenapa banyak orang kita nggak bisa Belanda gitu Iya ya dan kok nggak ada keturunan yang kayak rambutnya pirang terus kulitnya putih kayak bule-bule gitu kan banyak orang yang jadi kayak bule gitu kalau kita cermati lagi ini kan nama negaranya Netherland Holland kita nyebutnya Belanda bahkan kalau orang kita blondo atau London itu loh kalau orang Jawa Kalau membikin minyak kelapa itu kan Kelapa diparut tapi pada saat negara kita lemah harus mereka kemudian membalik semua cerita Mas Saya pernah baca suatu artikel Jadi mereka juga mempertanyakan itu sebenarnya karena Belanda sendiri itu luasnya Hanya seperti pulau Jawa bagaimana sepertiga pulau Jawa itu orangnya cuman berapa bagaimana dia kok bisa menguasai memecah belah kita yang sedemikian Katanya punya Majapahit punya Sriwijaya Aneh nggak sih negaranya itu juga cuman seperti itu gitu dan dulu penduduk kita meninggalkan mereka yang seharusnya mendukung kita dan menggantungkan Mereka benar-benar pergi ketika mereka pergi ya seperti itu yang terjadi ya saya tidak bisa menyatakan bahwa Apakah teori saya Betul tidak tapi paling tidak kalau kita mengamati secara secara detail di lapangan bahwa mereka Kayaknya masih ada deh sampai dengan hari ini gitu harusnya ini dicari cara ya untuk Bagaimana supaya kita bisa berhubungan balik dengan mereka supaya mereka tuh mau membantu kita lagi gitu kalau keberadaan fisik mungkin mereka bisa ngumpet tapi kalau energi itu kan biasanya ada sinyal-sinyal ada frekuensi itu apa tidak bisa pelacakan dari situ ya bisa dong Pak seharusnya bisa makanya banyak hal yang mengganggu dan itu tidak tidak normal ya seperti pada beberapa daerah yang menjadi ini seperti Cirebon itu kan ada repeater ya tower tower punya temen karena temen kerja di Indosat Curiga dengan satu Tower karena satu Tower itu biasanya ada 3 pemancar jarak 1,1 sampai 10 km atau 300 meter bahkan 1 10 km Pak tapi di 300 meter ini berhenti karena apa Karena ini masukin Wilayah lain yang tidak boleh kita jangkau dan wilayah ini lebarnya 400 kilo sebenarnya gitu ada dan beberapa hal yang kita amati juga seperti di atas pokoknya di gelombang yang sangat dekat dengan gelombang suara tapi nggak nggak di gelombang suara gitu loh yang jelas jangan lupa Apakah 20 apps atau 20 kg bangunan-bangunan di dunia seperti di Inka bahkan di piramid Bosnia itu juga demikian di atasnya itu ada ada sinyal anak yang dan itu bukan bukan dari atas bukan dari gunung keluar ke atas tidak tapi dari luar angkasa ke bawah penambah karena kalau kita teliti intensitasnya pernah Berapa meter itu beda karena kebetulan kan kebetulan kan ini ya apa namanya perubahannya itu ada berapa bibir jadi cukup kita bawa tiang yang agak tinggi kita centangkan di atas nanti kita ukur per ketinggian tersebut gitu Yang penting kita menemukan perbedaan besar mana sih yang di atas permukaan tanah dengan yang di atas puncak itu karena kan seharusnya kalau sinyal itu datang dari gunung menuju ke atas maka seharusnya sinyal tersebut akan intensitasnya lebih besar di permukaan tanah dan di atas itu Pak makin ke atas makin besar dan kalau sinyal hilang dari luar berarti harusnya satu di atas kita harus menangkap itu setelah karena tidak tapi sinyalnya belok ke arah mana kita termasuk salah satunya di daerah tangga di daerah Imogiri itu Kelihatan banget arahnya ke selatan jadi makin ke tengah Pulau Jawa itu sinyal dari arah atas makin ke selatan itu makin ngirim ke arah selatan dengan posisi kalau kita dari beberapa wilayah sepertinya harusnya sekitar Mas Agung ini waktu sudah tinggal 4 menit lagi jadi kita satu setengah jam udah cukup nah pertanyaan terakhir Majapahit itu kan negara maritim kemudian pindah ke Demak masih Pati Unus waktu itu masih memberikan perlawanan ke Portugis tahun 1000 1500 sekian nah eh kemudian bergeser ke Pajang kemudian ke Mataram Nah ini kan ada pergeseran kita dari yang semula maritim negara konfederasi kemudian Demak masih kemudian makin masuk ke dalam jadi agraris kemudian ke Mataram semakin masuk lagi sehingga inilah yang akhirnya kita ini lemah di di lautan sehingga VOC bisa masuk Nah pertanyaannya Apakah ada perpindahan dari Majapahit sehingga Mataram masuk di daerah selatan pulau Jawa ini dengan sesuatu yang tadi kita curigai di selatan itu ada beberapa hal yang ini kalau saya buka mungkin bisa ramai tapi gini aja minimal saya membuka cerita tentang ada sesuatu sejarah yang kita curigai tidak terjadi di wilayah itu Mas ini 3 menit Mas habis itu kalau nggak selesai nanti di next Kediri itu ditulis jelas bahwa kerajaan Kediri itu ada beberapa nama yang ada di situ seperti adanya keberadaan desa Sikunir itu tidak ada di Kediri Jakarta yang pertama terus penyebutannya mas Jenggala itu kan ternyata di beberapa terus di Kediri juga itu diceritakan ada salah satu pantai mega mendung dan ada satu nama kesimpulannya aja Mas jadi obrolan kita satu setengah jam malam ini tolong apa pesan Mas Agung terhadap kita yang pertama bahwa kita dan ada beberapa kerajaan pendukung lain yang mungkin sama level dengan Atlantis itu ada di wilayah kita itu Monggo dipercaya Terserah nggak terserah tapi paling tidak Kalau dari pihak kami ya ingin meneliti terus supaya Bagaimana mencari hubungan yang saya harmonis mungkin dengan mereka supaya mereka ini mau membantu kita dan yang paling penting kan sekarang ini asumsi bahwa mereka itu Hantu Gaib dan sebagainya Apakah itu terowongan [Musik] yang berkomunikasi antara raja-raja Mataram dengan dengan Misalnya ini terowongan MRT salah satu teknologi yang pasti mereka gunakan untuk berhubungankan mereka anggap penting gitu jadi dan juga anehnya kalau dia punya teknologi teleportasi Kenapa juga perlu terowongan ya aneh juga ya dibawa dan jumlah besar atau apa yang atau untuk mempermudah Raja Mataram untuk menuju ke sana bukan dari sananya betul karena kalau kita masih teknologi kita kan masih masih dibawa jadi kita perlu ke sana perlu pakai sarana ya itu tadi Pak jadi ya kalau saya mengarah Atlantis ada di selatan kita dan lemuria ada di utara kita dan Majapahit ada di sekitar kita .

Kisah-legenda

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Misteri Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran Candi Cetho •  Cetho Temple ( lat=-7.5957324 ; lon=111.1582518)  • * Candi Sukuh •  Suk...